collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Delapan Kesatuan Arti (II)  (Dibaca 12300 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline arya

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #15 pada: September 03, 2013, 07:09:29 PM »
Dulu ketika mendapat informasi yang dianggap penting saya selalu menyimpan dalam catatan facebook, jika tidak salah termasuk info tentang unta ini, awalnya dibikin private hanya saya saja yg bisa baca, entah kenapa catatan2 itu saya publish ke umum, mungkin ada yang gak suka dengan catatan2 tersebut sehingga ada yang melapor atau karena ada hal lain, akun tersebut di blokir sampe sekarang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #16 pada: September 03, 2013, 07:14:23 PM »
Dulu ketika mendapat informasi yang dianggap penting saya selalu menyimpan dalam catatan facebook, jika tidak salah termasuk info tentang unta ini, awalnya dibikin private hanya saya saja yg bisa baca, entah kenapa catatan2 itu saya publish ke umum, mungkin ada yang gak suka dengan catatan2 tersebut sehingga ada yang melapor atau karena ada hal lain, akun tersebut di blokir sampe sekarang.

tidak mengapa jika tidak dicopas, kang Arya tidak perlu bertanggung jawab kok...  :angry:

saya sudah menuliskan sebuah ilustrasi diatas, insyaAllah bisa juga dijadikan bahan diskusi pengganti...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #17 pada: September 03, 2013, 07:17:44 PM »
betul. selanjutnya untuk mengurai makna bisa disepekati untuk menggunakan semantik, analogi, ilmu sastra, hermentika, semiotika, atau bahkan opini.

Saya tidak mengetahui dan mempunyai ilmu semantik, ilmu analogi, ilmu sastra, ilmu hermentika, ilmu semiotika, atau bahkan opini. Jadi saya tidak bisa mengatakan sepakat atau tidak sepakat. Jika Kang Asep mengetahui metode yang mudah dimengerti untuk mengetahui maksud dan kandungan dari narasi serta redaksi dari riwayat tersebut maka itu lebih baik dan bisa disepakati.

Atau biarkan diskusi mengalir kearah manapun dia menuju dan dengan sarana apapun selama masih dalam wilayah-wilayah yang bisa diterima oleh akal sehat (rule of logic).

afa baiknya riwayat tentang unta ini ditampilkan saja disini. saya sendiri baru dengar ceritanya.
jika diantara teman2 ada yang tahu riwayatnya, tolong copas kesini donk...

Nah justru ditampilkanya riwayat itu adalah suatu kebutuhan untuk belajar dan mengenali apa itu delapan kesatuan arti. Ada yang punya?
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #18 pada: September 03, 2013, 07:43:23 PM »
jika memang belum ditemukan, yang ini mungkin membantu:
Quote (selected)
seorang pencuri dihadapkan kepada saya, kang Asep, dan kang Arya di sebuah ruangan.
tanpa basa basi, saya pukul saja wajah pencuri tsb, jossss....!
kang Asep rupanya lebih bisa bersabar, dia menasehati pencuri tsb dengan petuah bijak.
sedangkan kang Arya diam saja, tidak bertindak apa2.

menurut kang Ratna, adakah terdapat kontrari pada ilustrasi diatas?

saya memukul, kang Asep menasihati, kang Arya diam saja.
pencuri itu dipukul, pencuri itu dinasihati, pencuri itu dicuekin.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #19 pada: September 03, 2013, 07:51:24 PM »
seorang pencuri dihadapkan kepada saya, kang Asep, dan kang Arya di sebuah ruangan.
tanpa basa basi, saya pukul saja wajah pencuri tsb, jossss....!
kang Asep rupanya lebih bisa bersabar, dia menasehati pencuri tsb dengan petuah bijak.
sedangkan kang Arya diam saja, tidak bertindak apa2.

menurut kang Ratna, adakah terdapat kontrari pada ilustrasi diatas?

saya memukul, kang Asep menasihati, kang Arya diam saja.
pencuri itu dipukul, pencuri itu dinasihati, pencuri itu dicuekin.


Harus jelas dahulu nasehat bijak Kang Asep itu seperti apa...

Apakah isi nasehat bijak Kang Asep itu :

1.
 "Aku tahu kamu mencuri karena tidak punya pilihan, oleh karena itu     kamu harus berhati-hati supaya tidak ketahuan, apalagi sampai ketahuan kang Sandy, bisa babak belur kamu!"

2.
"Kamu boleh mencuri tapi jangan dikampung sini, tapi mencurilah ke kampung maling. Dan kembalikan lagi apa yang kamu curi di kampung maling itu kepada orang-orang yang kecurian akibat ulah pencuri dari kampung maling.

3.
"Kamu jangan mencuri karena itu perbuatan yang dilarang oleh agama. Jika kamu memang butuh uang, ini saya kasih.

4.
.........


Kalau sikap kang Sandy sudah jelas bagi saya, dan sikap kang Arya juga jelas.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #20 pada: September 03, 2013, 07:53:51 PM »
Harus jelas dahulu nasehat bijak Kang Asep itu seperti apa...

Apakah isi nasehat bijak Kang Asep itu :

1.
 "Aku tahu kamu mencuri karena tidak punya pilihan, oleh karena itu     kamu harus berhati-hati supaya tidak ketahuan, apalagi sampai ketahuan kang Sandy, bisa babak belur kamu!"

2.
"Kamu boleh mencuri tapi jangan dikampung sini, tapi mencurilah ke kampung maling. Dan kembalikan lagi apa yang kamu curi di kampung maling itu kepada orang-orang yang kecurian akibat ulah pencuri dari kampung maling.

3.
"Kamu jangan mencuri karena itu perbuatan yang dilarang oleh agama. Jika kamu memang butuh uang, ini saya kasih.

4.
.........


Kalau sikap kang Sandy sudah jelas bagi saya, dan sikap kang Arya juga jelas.

nasehat kang Asep singkat saja: "jangan mencuri lagi ya...", sangat bijak bukan?

bagaimana, ada yang kontrari gak pada ilustrasi diatas?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #21 pada: September 03, 2013, 08:41:41 PM »
nasehat kang Asep singkat saja: "jangan mencuri lagi ya...", sangat bijak bukan?

bagaimana, ada yang kontrari gak pada ilustrasi diatas?

Kaya nya itu bukan nasehat deh kang! kemungkinan ilmu alat yang 14 biji itu bisa bekerja terkait dengan hal ini. Sehingga bisa diketahui maksud sebenarnya dari nasehat Kang Asep tersebut.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #22 pada: September 03, 2013, 09:03:38 PM »
kok pencarian kontrarinya menjadi berbelit seperti ini kang? wah wah....  :embarrassed:

begini saja, bila tindakan berupa menasehati dari kang Asep diatas membuat kang Ratna repot, saya ganti saja. kang Asep tidak menasehatinya, melainkan membelai rambut pencuri tsb. bagaimana?

jadi ilustrasinya seperti ini:


seorang pencuri dihadapkan kepada saya, kang Asep, dan kang Arya di sebuah ruangan.
tanpa basa basi, saya pukul saja wajah pencuri tsb, jossss....!
sedangkan kang Asep membelai rambut pencuri tsb.
kang Arya lain lagi, dia diam saja, tidak bertindak apa2.


bagaimana, adakah kontrari pada ilustrasi diatas?
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 09:05:27 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #23 pada: September 03, 2013, 09:30:42 PM »
tiga kalimat berikut :

(1) kang sandy memukul pencuri itu
(2) saya menasihati pencuri itu
(3) kang arya diam saja

tidak ada kontrari dalam ketiga kalimat tersebut. hal yang mungkin dianggap kontrari adalah

(1) kang sandy memukul pencuri itu
(2) saya dan kang arya tidak memukul pencuri itu

tapi kedua kalimat tersebut bukan kontrarir, karena subjeknya berbeda.

hal lain yang mungkin dianggap kontrari :

(1) pencuri itu dipukul
(2) pencuri itu tidak dipukul

ini tampak kontrari. tetapi sebenarnya bukan. karena ada perbedaan tempo dan subjek yang berbuat.

jadi, berlandas kepada prinsip 8 kesatuan arti, dalam kasus yang diberikan kang sandy, tidak ada kontrari. 
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 09:33:13 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #24 pada: September 03, 2013, 09:39:09 PM »
tiga kalimat berikut :

(1) kang sandy memukul pencuri itu
(2) saya menasihati pencuri itu
(3) kang arya diam saja

tidak ada kontrari dalam ketiga kalimat tersebut. hal yang mungkin dianggap kontrari adalah

(1) kang sandy memukul pencuri itu
(2) saya dan kang arya tidak memukul pencuri itu

tapi kedua kalimat tersebut bukan kontrarir, karena subjeknya berbeda.

hal lain yang mungkin dianggap kontrari :

(1) pencuri itu dipukul
(2) pencuri itu tidak dipukul

ini tampak kontrari. tetapi sebenarnya bukan. karena ada perbedaan tempo dan subjek yang berbuat.

jadi, berlandas kepada prinsip 8 kesatuan arti, dalam kasus yang diberikan kang sandy, tidak ada kontrari.

nah, kang Asep dapat langsung menjawabnya tanpa harus mengetahui isi nasehatnya!


dalam kasus Rasulullah dan Imam Ali pun demikian. kita tidak harus tahu siapa saja perawi2 yang meriwayatkannya. tidak perlu mengetahui alasan Rasulullah kenapa membiarkan saja unta tsb, dan kenapa Imam Ali melakukan tindakan yang berbeda, tidak perlu juga mengkonfirmasi apapun kepada siapa2. cukup cermati saja isi matan riwayat tsb!
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #25 pada: September 03, 2013, 09:52:31 PM »
bandingkan dengan ilustrasi lanjutan berikut:


setelah saya puas memukul pencuri tsb, kang Asep juga puas memberikan nasehat, tapi kang Arya nampaknya tidak puas mencuekin pencuri tsb, maka mulailah percakapan antara saya dan pencuri. percakapannya singkat saja:

saya: "nama kamu siapa wahai pencuri?"
pencuri: "kasih tau gak ya...?!"

lalu pencuri itu segera melarikan diri tanpa bisa dicegah lagi...

besoknya, saya, kang Asep, kang Arya bertemu dengan kang Ratna. lalu kami bercerita bahwa kemaren kami bertemu dengan seorang pencuri. kang Ratna lalu bertanya:

kang Ratna: "siapa nama pencuri tsb?"
saya: "namanya Jacky"
kang Asep: "namanya Samson"
kang Arya: "au ah gelap!"


nah, pertanyaannya sama, adakah kontrari pada ilustrasi lanjutan diatas?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #26 pada: September 03, 2013, 09:55:29 PM »
^ betul kang, tidak diharuskan, tapi juga tidak dilarang. artinya, riwayat-riwayat tambahan yang melengkapi suatu riwayat atau menambah luas makna suatu term bisa bermanfaat untuk memahami lebih sempurna dari delapan kesatuan arti. tapi bila ada satu saja yang ditemukan berbeda, itu sudah cukup untuk mengetahui apakah dua kalimat itu bertentangan atau tidak.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #27 pada: September 03, 2013, 10:06:02 PM »
bandingkan dengan ilustrasi lanjutan berikut:


setelah saya puas memukul pencuri tsb, kang Asep juga puas memberikan nasehat, tapi kang Arya nampaknya tidak puas mencuekin pencuri tsb, maka mulailah percakapan antara saya dan pencuri. percakapannya singkat saja:

saya: "nama kamu siapa wahai pencuri?"
pencuri: "kasih tau gak ya...?!"

lalu pencuri itu segera melarikan diri tanpa bisa dicegah lagi...

besoknya, saya, kang Asep, kang Arya bertemu dengan kang Ratna. lalu kami bercerita bahwa kemaren kami bertemu dengan seorang pencuri. kang Ratna lalu bertanya:

kang Ratna: "siapa nama pencuri tsb?"
saya: "namanya Jacky"
kang Asep: "namanya Samson"
kang Arya: "au ah gelap!"


nah, pertanyaannya sama, adakah kontrari pada ilustrasi lanjutan diatas?

nah, ini contoh kasus yang membutuhkan "riwayat tambahan". tanpa riwayat tambahan yang memperjelas kisahnya, maka statusnya hanya "kemungkinan", yaitu mungkin kontrari, mungkin pula tidak.

(1) nama pencuri itu Jacky
(2) nama pencuri itu Samson

kalau kalimat kedua ditafsirkan seperti "nama pencuri itu bukan jacky", maka menjadi kontrari.

dari bentuk kalimatnya tampak kontrari. tapi bila makna dari term "nama pencuri" memiliki perbedaan makna dari delapan kesatuan arti, maka itu tidak bertentangan. milsanya "nama pencuri" yang dimaksud dalam kalimat pertama itu adalah "Firts Name". sedangkan "Nama Pencuri" pada kalimat kedua adalah "Last Name", sehingga nama lenkap pencuri itu adalah Jacky Samson. dengan demikian mustahil benar keduanya.

(aduh ... maaf, kalau ada salah-salah kata ... maklum saya menulis sambil terkantuk-kantuk, rasanya seperti sedang setengah mimpi.
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 10:08:44 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #28 pada: September 03, 2013, 10:17:34 PM »
nah, ini contoh kasus yang membutuhkan "riwayat tambahan". tanpa riwayat tambahan yang memperjelas kisahnya, maka statusnya hanya "kemungkinan", yaitu mungkin kontrari, mungkin pula tidak.

(1) nama pencuri itu Jacky
(2) nama pencuri itu bukan Samson

dari bentuk kalimatnya tampak kontrari. tapi bila makna dari term "nama pencuri" memiliki perbedaan makna dari delapan kesatuan arti, maka itu tidak bertentangan. milsanya "nama pencuri" yang dimaksud dalam kalimat pertama itu adalah "Firts Name". sedangkan "Nama Pencuri" pada kalimat kedua adalah "Last Name", sehingga nama lenkap pencuri itu adalah Jacky Samson. dengan demikian mustahil benar keduanya.

(aduh ... maaf, kalau ada salah-salah kata ... maklum saya menulis sambil terkantuk-kantuk, rasanya seperti sedang setengah mimpi.

luar biasa! walaupun ngantuk kang Asep masih cukup jeli.

nah, lanjut ke ilustrasi terakhir:


kang Ratna lanjut bertanya lagi: "apa jenis kelamin pencuri tsb? laki2 atau perempuan?"
saya: "laki2."
kang Asep: "perempuan."
kang Arya: "wah, saya belum sempat memeriksa jenis kelaminnya."


bagaimana? adakah pertentangan pada ilustrasi terakhir diatas?
kalau ngantuk, mari kita lanjutkan besok...
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 10:22:02 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #29 pada: September 03, 2013, 10:21:42 PM »
(aduh ... maaf, kalau ada salah-salah kata ... maklum saya menulis sambil terkantuk-kantuk, rasanya seperti sedang setengah mimpi.

Iya tuh, ada yang salah..
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1652 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 25, 2012, 08:56:04 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
612 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2014, 11:58:27 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
362 Dilihat
Tulisan terakhir April 12, 2015, 08:10:33 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
721 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2015, 10:04:28 AM
oleh comicers
0 Jawaban
631 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 01, 2015, 07:49:38 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
466 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2016, 01:55:35 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
627 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 04:47:20 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
217 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 22, 2016, 07:42:28 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
209 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2017, 08:56:37 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
39 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 11, 2018, 01:35:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan