collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Delapan Kesatuan Arti (II)  (Dibaca 11498 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 382
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Delapan Kesatuan Arti (II)
« pada: September 02, 2013, 10:11:51 PM »
sebenarnya untuk menguji apakah benar sesuatu itu bertentangan atau tidak, harus dilihat dari 8 Kesatuan arti. jika artinya sama pada masing-masing term, maka berarti kedua kelimat tersebut bertentangan. jika tidak sama, berarti tidak bertentangan.

(1)Setiap A adalah B
(2)Setiap A bukan B

keduanya tidak bertentangan, jika yang dimaksud A pada premis(1) adalah Kuda, sedangkan A pada premis(2) adalah Anak Kuda. atau A pertama "kuda itu diwaktu kecil", sedangkan A kedua "kuda itu diwaktu besar".

dalam kasus ini, yang dianggap pertentangan adalah sikap nabi dan imam Ali terhadap unta liar. benar ?

(A) Unta itu dibiarkan
(E) Unta itu tidak dibiarkan

keduanya tidak dianggap bertentangan karena beda zaman, tempat, tempo, situasi dan kondisi. coba kang Ratna buka bab "Delapa Kesatuan Arti" dari al Farabi!
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 12:11:38 AM oleh ratna »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #1 pada: September 02, 2013, 10:13:33 PM »
sebenarnya untuk menguji apakah benar sesuatu itu bertentangan atau tidak, harus dilihat dari 8 Kesatuan arti. jika artinya sama pada masing-masing term, maka berarti kedua kelimat tersebut bertentangan. jika tidak sama, berarti tidak bertentangan.

(1)Setiap A adalah B
(2)Setiap A bukan B

keduanya tidak bertentangan, jika yang dimaksud A pada premis(1) adalah Kuda, sedangkan A pada premis(2) adalah Anak Kuda. atau A pertama "kuda itu diwaktu kecil", sedangkan A kedua "kuda itu diwaktu besar".

dalam kasus ini, yang dianggap pertentangan adalah sikap nabi dan imam Ali terhadap unta liar. benar ?

(A) Unta itu dibiarkan
(E) Unta itu tidak dibiarkan

keduanya tidak dianggap bertentangan karena beda zaman, tempat, tempo, situasi dan kondisi. coba kang Ratna buka bab "Delapa Kesatuan Arti" dari al Farabi!

nah, ini yang saya maksud dengan "materi baru", semoga dapat difahami bahwa tindakan Rasulullah dan tindakan Imam Ali bukanlah kontrari...
 :happy fourth:
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 12:13:22 AM oleh ratna »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #2 pada: September 02, 2013, 10:32:30 PM »

Aristoteles (384-322 SM) merumuskan bentuk-bentuk keterangan yang mengandung pertentangan. Akan tetapi, Abu Nashar al Farabi (873-950 M), ahli pikir Islam terbesar itu berpendapat bahwa tidak cukup sekedar pertentangan bentuk saja. Ia menciptakan sebuah persyaratan bagi pertentangan tersebut, yaitu pinggir-pinggir keterangan mesti mengandung kesatuan pengertian.

(A). Setiap minuman keras adalah memabukan
(O). Sebagian minuman keras tidak memabukan

Sepanjang rumusan bentuk, maka pertentang kedua keterangan mengurai itu bersifat kontradiksi. Tapi ternyata kedua pernyataan di dalam keterangan mengurai itu bisa sama-sama benar.

Tuan X dengan kata “minuman keras” itu mengartikan ialah (sesudah diminum). Tapi tuan Y dengan kata “minuman keras” mengartikannya ialah “sebelum diminum”, yakni sewaktu masih berada di dalam botol ataupun kendi. Jadi di situ tidak ada kesatuan kesatuan pengertian pada pinggir keterangan. .

Contoh lainnya :

(A). Ir Soekarno adalah bapak rakyat
(E). Ir Soekarno bukan bapak rakyat

Sepanjang rumusan bentuk, maka pertentangan bentuk (A) dengan bentuk (E) itu disebut kontradiksi. Salah satu ciri kontradiksi adalah “tidak bisa sama-sama benar”. Tapi ternyata kedua keterangan mengurai di atas itu bisa sama-sama benar. Tuan X dengan kata “Bapak” itu memaksudkannya dengan “Pemimpin”. Tapi tuan Y dengan kata “Bapak” itu memaksudkannya dengan “turunan darah”. Jadi di situ tidak ada kesatuan pengertian pada pinggir keterangan.

Al Farabi merumuskan Delapan Kesatuan Pengertian (Tsamaniyat al Wihdat) bagi setiap pertentangan, yaitu kesatuan pada pinggir pokok, pinggir sebutan, tempat, tempo, daya dan kerja, bagian dan seluruh, sebab dan hubungan.

sumber : Joesoef Sou`yb, Logika, Hal. 87-88
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 12:16:44 AM oleh ratna »
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #3 pada: September 02, 2013, 10:47:11 PM »
^ Mau diposting disini atau bikin Topik baru Kang?

kang ratna bisa mempergunakan fasilitas "pisahkan topik" sebagai global moderator.
ada banyak kasus yang kita sangka kontrari padahal bukan.

sebenarnya sangat mudah melihat bahwa itu bukanlah kontrari. ingat hukum kontrari: tidak mungkin keduanya benar, ini bermakna: tidak mungkin keduanya terjadi.
ternyata keduanya terjadi! maka nyata sekali itu bukan kontrari, akan tetapi keterbatasan pengetahuan teori logika saya membuat saya tidak mampu menjelaskan, dan harus menunggu kang Asep sebagai yang tahu teori logika diantara kita.

tapi ada 1 yang harus kita ingat: tanpa menghapal teori logika, kita semua sebenarnya sudah pandai berlogika, karena logika adalah fitrahnya manusia.
hanya saja, tanpa hapalan teori logika, kita akan sulit menjelaskan apa yang ada dalam pikiran kita! maka dari itu, mengetahui teori logika juga penting.

sayangnya keadaran atas pentingnya megetahui teori logika baru saya sadari setelah bergabung di forum ini, agak menyesal kenapa dari dulu saya tidak mempelajarinya.
jika hanya mengandalkan fitrah, maka manusia tak selamanya bisa berada dalam fitrah, mempelajari teori adalah cara kita untuk bisa selalu berada dalam fitrah.


sekarang bandingkan dengan kasus perbedaan ijtihad antara Imam Malik dan Imam Syafi'i:
mazhab Syafi'i: adanya saksi merupakan rukun pernikahan.
mazhab Maliki: adanya saksi bukan merupakan rukun pernikahan.
mazhab Syafi'i: tanpa saksi, pernikahan adalah tidak sah.
mazhab Maliki: tanpa saksi, pernikahan adalah sah.

mungkinkah pernikahan tanpa saksi bisa sah sekaligus tidak sah (jika kita menganggap kedua pendapat ini benar)?

tidak mungkin. maka dengan mudah kita bisa mendeteksinya sebagai kontrari.
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 12:17:23 AM oleh ratna »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #4 pada: September 02, 2013, 10:56:50 PM »
(A) Unta itu dibiarkan
(E) Unta itu tidak dibiarkan

kang Ratna benar jika menganggap kedua kalimat ini kontrari. karena jika unta itu dibiarkan, maka pasti unta itu  tidak tidak dibiarkan, dan jika unta itu tidak dibiarkan, maka pasti unta itu tidak dibiarkan.
(jika sudah memahami konsep putar sebutan, maka kalimat saya diatas akan mudah difahami).
intinya kedua premis tsb tidak mungkin benar semua.

tapi, apakah jika perbuatan Rasulullah benar, maka apakah pasti perbuatan Imam Ali salah, dan sebaliknya? disini dibutuhkan kejelian.


oh ya, jangan lupa rubah pula judulnya setelah dipisahkan kang! jangan sama seperti thread induk....
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 12:17:55 AM oleh ratna »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #5 pada: September 02, 2013, 11:00:47 PM »
Imam Syafi'i berpendapat bahwa nikah tanpa saksi adalah tidak sah.
Imam Malik berpendapat bahwa nikah tanpa saksi adalah sah.

kedua kalimat diatas bukanlah kontrari! karena keduanya terjadi.



akan tetapi:

nikah tanpa saksi adalah tidak sah.
nikah tanpa saksi adalah sah.

kedua kalimat diatas adalah kontrari, karena tidak mungkin keduanya terjadi.



mudah bukan mendeteksinya?
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 12:18:33 AM oleh ratna »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #6 pada: September 03, 2013, 12:29:12 AM »
kang ratna bisa mempergunakan fasilitas "pisahkan topik" sebagai global moderator.

O iya ya..saya kok lupa sebagai global moderator...!
Maklum kang, umur nambah terus jadi makin pelupa, kadang kalau jalan ke mall trus lihat wanita cantik...eh! :not speak:..suka lupa ama istri...he..he..he... :laugh:
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 12:35:42 AM oleh ratna »
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #7 pada: September 03, 2013, 08:20:18 AM »
Perlahan-lahan aja kang, biar mudah memahaminya :

(A) Unta itu dibiarkan
(E) Unta itu tidak dibiarkan

(A) nikah tanpa saksi adalah tidak sah.
(E) nikah tanpa saksi adalah sah.

(A) Shahabat melaksanakan sholat ashar
(E) Shahabat tidak melaksanakan sholat ashar

(1)Setiap A adalah B
(2)Setiap A bukan B

Contoh-contoh keterangan diatas adalah bentuk-bentuk keterangan yang bertentangan, dan bentuk pertentangannya adalah kontrari, dengan syarat atau dianggap masing-masing term mempunyai kesamaan arti. Benar demikian kang?

 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #8 pada: September 03, 2013, 01:10:39 PM »
benar begitu kang Ratna...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 17
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #9 pada: September 03, 2013, 03:45:30 PM »
saya lanjutkan...

Kemudian akan saya ambil salah satu contoh untuk keperluan penyelidikan selanjutnya :

(A) Unta itu dibiarkan
(E) Unta itu tidak dibiarkan

Sumber keterangan dari kedua keterangan di atas adalah Nabi saw dan Imam Ali kw. Yang perlu diketahui untuk mengetahui arti/maksud dari kedua keterangan diatas adalah masing-masing sumbernya. Artinya kita perlu adanya konfirmasi. Oleh sebab sumber telah tiada maka yang kita perlu konfirmasi adalah riwayatnya secara lengkap, bukan begitu kang?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 382
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #10 pada: September 03, 2013, 04:47:56 PM »
betul. selanjutnya untuk mengurai makna bisa disepekati untuk menggunakan semantik, analogi, ilmu sastra, hermentika, semiotika, atau bahkan opini.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #11 pada: September 03, 2013, 04:58:51 PM »
afa baiknya riwayat tentang unta ini ditampilkan saja disini. saya sendiri baru dengar ceritanya.
jika diantara teman2 ada yang tahu riwayatnya, tolong copas kesini donk...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #12 pada: September 03, 2013, 05:19:54 PM »
seorang pencuri dihadapkan kepada saya, kang Asep, dan kang Arya di sebuah ruangan.
tanpa basa basi, saya pukul saja wajah pencuri tsb, jossss....!
kang Asep rupanya lebih bisa bersabar, dia menasehati pencuri tsb dengan petuah bijak.
sedangkan kang Arya diam saja, tidak bertindak apa2.

menurut kang Ratna, adakah terdapat kontrari pada ilustrasi diatas?

saya memukul, kang Asep menasihati, kang Arya diam saja.
pencuri itu dipukul, pencuri itu dinasihati, pencuri itu dicuekin.
« Edit Terakhir: September 03, 2013, 06:07:36 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline arya

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #13 pada: September 03, 2013, 05:53:32 PM »
seorang pencuri dihadapkan kepada saya, kang Asep, dan kang Arya di sebuah ruangan.
tanpa basa basi, saya pukul saja wajah pencuri tsb, jossss....!
kang Asep rupanya lebih bisa bersabar, dia menasehati pencuri tsb dengan petuah bijak.
sedangkan kang Arya diam saja, tidak bertindak apa2.

menurut kang Ratna, adakah terdapat kontrari pada ilustrasi diatas?

saya memukul, kang Asep menasihati, kang Arya diam saja.
pencuri itu dipukul, pencuri itu dinasihati, pencuri itu dicuekin.

saya baca di my qur'an insya allah tidak salah kang sandy, waktu itu akun kang asep masih Jhana, lawan diskusinya klu gak salah dody kurniawan atau mungkin juga akun lain yang anti syiah. pada waktu itu saya sebagai pembaca aja.

apakah ane harus bertanggungjawab nih atas unta ini, ya salamm...
 

Offline Sandy_dkk

Re:Delapan Kesatuan Arti (II)
« Jawab #14 pada: September 03, 2013, 06:07:04 PM »
saya baca di my qur'an insya allah tidak salah kang sandy, waktu itu akun kang asep masih Jhana, lawan diskusinya klu gak salah dody kurniawan atau mungkin juga akun lain yang anti syiah. pada waktu itu saya sebagai pembaca aja.

apakah ane harus bertanggungjawab nih atas unta ini, ya salamm...

ya riwayat itu ada, dan saya ingin tahu matan riwayat tsb seperti apa tepatnya.
mungkin kang Arya bisa mencopasnya disini?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1593 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 25, 2012, 08:56:04 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1762 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 26, 2013, 02:14:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
602 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2014, 11:58:27 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
357 Dilihat
Tulisan terakhir April 12, 2015, 08:10:33 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
529 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2015, 10:04:28 AM
oleh comicers
0 Jawaban
555 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 01, 2015, 07:49:38 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
423 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2016, 01:55:35 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
352 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 04:47:20 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
167 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 22, 2016, 07:42:28 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
147 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2017, 08:56:37 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan