collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: pro kontra PILKADA langsung  (Dibaca 3901 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline aten

  • Tamu
  • *
  • Tulisan: 26
  • Total likes: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • coretan singkat, mudahan manfaat
    • Lihat Profil
pro kontra PILKADA langsung
« pada: September 29, 2014, 09:27:44 PM »
Hasil Sidang Paripurna DPR 2014 > PILKADA oleh DPR !

Ada yang setuju, ada yang tidak, ada yang netral. Wajar berbeda, karena memang informasi yang dimiliki masing-masing berbeda, pikiran dan perasaan berbeda, interes berbeda, harapan berbeda, banyak lagi beda.

Belajar dari sejarah

Konon proses pemilihan pemimpin negara dan agama (Khalifah) pasca meninggalnya Rosul Allah Muhammad SAW, ternyata berbeda dengan pemilihan disini. Pemilihan saat itu dilakukan oleh para pemuka, berdasarkan sederet kriteria seleksi yang sangat ketat, argumen yang mendalam, tentunya demi kepentingan umat, melalui proses musyawarah hingga dicapai mufakat.

Rakyat menerima apa yang diputuskan oleh para pemuka yang memang mempunyai pengetahuan yang sangat mendalam tentang para calon, pengetahuan, kemampuan, dan jasanya, juga beban tugas yang akan diemban.

Suatu saat setelah proses penyaringan, ternyata tersisa dua orang calon pemimpin yang setara ilmu dan jasanya, tidak ada yang lebih unggul. Baru rakyat dimintai pendapatnya untuk menetapkan siapa yang akan dipilih menjadi pemimpin. (sumber Wiemasen)

Kalau kita simak kisah diatas, sebenarnya rakyat tidak perlu dilibatkan memilih langsung pemimpinnya, karena memang umumnya tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang calon, tentang kedalaman pengetahuan, pemikiran, dan jasanya bagi masyarakat.

Pemilihan pemimpin saat itu terbukti lebih baik jika diserahkan dan dilakukan oleh para pemuka yang memang mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang kedalaman ilmu para calon dan jasa yang telah diberikan pada negara dan umat.

Memilih kurang olah pikir

Tahun 2013-14 ini lebih 150 juta rakyat Indonesia diminta memilih wakil rakyat dan pemimpin pemerintahan, namun informasi dasar tentang calon tidak mereka miliki, jika ada sangatlah minim nyaris nihil, padahal informasi ini mutlak diperlukan untuk proses berpikir. Akhirnya olah pikir untuk memilih tidak sepenuhnya bisa dilakukan.

Selanjutnya penentuan pilihan tanpa olah pikir yang memadai, tanpa akal, hanya berdasarkan perasaan, emosi dan solidaritas kelompok yang digiring, tarik menarik, dorong mendorong, kepentingan kelompok yang dibenturkan, informasi olahan, kesimpulan dan argumen yang dipaksakan, diarahkan, mengandung tujuan terselubung.

Hak pilih bagi bagi banyak orang (jutaan) dipandang sebagai kupon hadiah lima tahunan, yang bisa ditukarkan secara individu dengan uang tunai 10 sampai 100 ribu, atau secara kolektif barter dengan fasilitas umum, pengaspalan jalan, karpet, sound sistem dan banyak lagi, dengan perantara, broker, pimpinan lingkungan terbawah sampai atas, mengabaikan fatwa pemuka agama bahwa hukumnya haram memberi dan menerima imbalan, imbalan lebih mengedepankan kepentingan sesaat, mengabaikan kepentingan bangsa, tak membayangkan hilangnya peluang dan kerugian 5 tahun kedepan (maaf saya juga tidak sadar turut larut terseret arus).

DPR dan pemerintah tidak merasa puas dengan keadaan ini, 2 tahun waktu dihabiskan untuk memperbaikinya, anggota bertarung, setelah ketok palu, menuai pendapat pro kontra, pertarungan mungkin dilanjutkan diluar arena DPR.

As140929
« Edit Terakhir: September 29, 2014, 09:31:08 PM oleh aten »
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #1 pada: September 30, 2014, 09:21:14 AM »
Jika rakyat dianggap tidak layak dan tidak cukup pintar untuk memilih gubernur secara langsung,  mengapa rakyat dianggap layak dan cukup pintar untuk memilih presiden secara langsung ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline aten

  • Tamu
  • *
  • Tulisan: 26
  • Total likes: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • coretan singkat, mudahan manfaat
    • Lihat Profil
Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #2 pada: September 30, 2014, 12:53:36 PM »
iya, mustinya pilpres juga dibahas. Pemerintah baru perlu.mengkaji pelaksanaannya, disempurnakan jika dirasa perlu. Kita tunggu aja.

Kita tunggu argumen yg setuju Pilkada langsung.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #3 pada: September 30, 2014, 03:40:49 PM »
Jika kedaulatan di tangan rakyat, berarti apapun kehendak rakyat, baik atau buruk, benar atau salah, cerdas atau bodoh, negara harus tunduk pada kehendak rakyat. benar atau tidak ?

kehendak rakyat mana yang dimaksud ? rakyat mayoritas. karena jika rakyat tidak bersepakat, maka kehendak rakyat yang menajdi hukum adalah berdasarkan voting. ini berarti suara mayoritas.

lalu, uji hukum tersebut dengan "naiknya harga BBM". jika pemerintah hendak menaikan harga BBM, sedangakn mayoritas rakyat tidak ingin BBM naik, maka kehendak pemerintah bertentangan dengan kehendak rakyat. dan jika pemerintah memaksanakan kehendaknya, berarti kehendak rakyat kalah dengan kehendak pemerintah. dengan demikian, kedauluatan rakyat jadi omong kosong. benar atau tidak ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #4 pada: September 30, 2014, 08:39:46 PM »
^Benar!
 

Offline aten

  • Tamu
  • *
  • Tulisan: 26
  • Total likes: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • coretan singkat, mudahan manfaat
    • Lihat Profil
Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #5 pada: Oktober 02, 2014, 07:02:13 AM »
iya ya, banyak kebijakan mengatas namakan rakyat, tapi rakyat yang mana ya? kami masuk rakyat yang mana ya? 
 

Offline ammank58

Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #6 pada: Oktober 07, 2014, 08:50:05 PM »
Yg menjadi masalah dewasa ini adalah makna sebenarnya tidak lagi sesuai dengan apa yang terjadi. Pemerintah tidak lagi menjadi wakil rakyat yg memperjuangkan kesejahteraannya, tapi mereka hanya mengatasnamakan rakyat untuk bergerak padahal mereka hanya mementingkan kepentingan diri sendiri dan golongan mereka.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #7 pada: Oktober 08, 2014, 05:24:45 AM »
^ betul
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ammank58

Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #8 pada: Oktober 08, 2014, 11:00:09 PM »
Berbicara malsah pemerntah, saya skr dalam keadaan bertanya2 dengan kondisi pemerintah periode 2014-2019. Mslhx petinggi DPR RI dan klu tdk salah ketua MPR juga berasal partai oposisi. Bgmn proses perjalan pemernthan yah. ? Panaskah atau tertekankah?
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #9 pada: Oktober 09, 2014, 06:13:04 PM »
^ kalau menurut prediksi saya, suhu politik di Indonesia dan dunia akan semakin memanas mulai pada tahun 2015.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ammank58

Re:pro kontra PILKADA langsung
« Jawab #10 pada: Oktober 10, 2014, 10:26:05 AM »
Ketika suhu politok memanas, pelaku2 politik pasti dalam keadaan tertekan. Apbila sdah dlam kndisi sepert ini bentrok antar pendukng sulit untk di hindari. Kejam kehidupan.
 

Tags: pilkada 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
6474 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 21, 2013, 11:39:32 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1153 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 06, 2014, 08:33:35 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1116 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2014, 06:03:29 PM
oleh Sandy_dkk
12 Jawaban
4432 Dilihat
Tulisan terakhir September 30, 2014, 02:54:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
645 Dilihat
Tulisan terakhir September 22, 2014, 10:50:24 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
914 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 01, 2016, 03:59:51 PM
oleh Monox D. I-Fly
8 Jawaban
1404 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 17, 2015, 07:57:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
831 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 18, 2015, 09:27:41 AM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
2162 Dilihat
Tulisan terakhir April 12, 2016, 08:09:17 AM
oleh gumalta
0 Jawaban
541 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2015, 05:40:04 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan