collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Pro , kontra dan netral untuk Ilmu Logika  (Dibaca 6471 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Pro , kontra dan netral untuk Ilmu Logika
« pada: Januari 20, 2013, 03:48:34 PM »
Quote (selected)
Sejak awal kehadirannya di dunia Islam, mantik menyalakan perdebatan sengit di kalangan para ulama, terutama ahli kalam. Mereka sangat anti kepada mantik dan melarang manusia untuk mempelajarinya. Ibn Khaldun berkata bahwa antipati ini lahir karena persinggungan prinsip ilmu kalam dengan mantik yang melahirkan pilihan: terima mantik maka tinggalkan kalam atau terima kalam maka tinggalkan mantik. Padahal, ilmu kalam adalah ilmu dasar yang bertugas menetapkan akidah islamiah menyangkut keesaan Allah dan kebaharuan alam semesta. Bahkan Al Qadhi Abu Bakar Al Baqillani menyatakan bahwa prinsip-prinsip ilmu kalam adalah bagian dari akidah. Menyerangnya sama dengan berusaha menghancurkan sendi-sendi akidah islamiah.

menurut mereka, logika atau ilmu mantiq itu bukan hanya tidak dibutuhkan, melainkan juga haram (tidak boleh) digunakan untuk memahami teks-teks Islam

Quote (selected)
Seperti Al Farabi dan Ibn Sina, Al Ghazali berpendapat bahwa mantik adalah aturan-aturan berpikir yang berfungsi meluruskan akal dalam menarik kesimpulan dan membebaskannya dari campuran prasangka dan imajinasi. Tugas utama mantik dengan demikian adalah menjaga akal dari kesalahan berpikir. Mantik bagi akal sepadan dengan posisi nahwu bagi bahasa Arab dan ilmu ‘Arud bagi ritme puisi (syair). Meminjam analogi Al Farabi, mantik bagi akal ibarat neraca dan takaran yang berfungsi mengukur bobot benda yang tak bisa diketahui ukurannya dengan tepat jika hanya menggunakan indera. Atau ibarat penggaris untuk mengukur panjang dan lebar sesuatu yang indera manusia sering keliru dalam memastikannya.
Al Ghazali bahkan menegaskan bahwa mantik merupakan mukaddimah (organon) seluruh ilmu –-bukan hanya pengantar filsafat. Maka barangsiapa yang tidak menguasai mantik, seluruh pengetahuannya rusak dan diragukan.

menurut mereka, logika atau ilmu mantiq itu bukan hanya dibutuhkan, melainkan juga wajib (harus) digunakan untuk memahami teks-teks Islam.

Quote (selected)
Ketika sekilas saya mengamati buku “Kubra Al Yaqiniat Al Kauniah: Wujud ul-Khaliq wa Wazifat ul-Makhluq” karya Dr Said Ramadhan Al Buthi, saya menemukan sedikit peninggalan Ibn Taymiah di dalamnya. Dalam pengantar cetakan ketiga-nya, Dr Said menulis, “Apakah dalam menguraikan pembahasan akidah islamiah dalam buku ini kami berpedoman kepada filsafat Yunani dan logika formal (mantik shuri)?…Kami tidak menggunakannya sama sekali. Kami hanya menyajikan kepada pembaca dalil-dalil dan bukti-bukti yang diakui akurasinya sepanjang sejarah meski diungkapkan dengan bahasa yang berbeda-beda.”
Selanjutnya, setelah menyebutkan kekurangan dan kelebihan mantik, Dr Buthi berkata, “Kami tidak berkata bahwa filsafat Yunani dan logika Aristoteles semuanya salah. Tidak ada alasan sama sekali untuk menutup mata dan pikiran darinya. Di dalamnya
[ada] banyak hal yang bermanfaat, namun [ada] banyak pula yang menyulut kritikan dari para ulama dan filosof muslim. Orang yang selalu hendak membangun pemikirannya dengan dasar-dasar ilmiah harus mampu memilih yang baik dari orang lain, daripada menolaknya sama sekali.” Ini pendirian Ibn Taymiah yang mengakui adanya hal-hal positif dalam mantik, karena itu ia tidak membantah demonstrasi [logika] yang didukung premis-premis meyakinkan, meski negatifnya lebih banyak daripada positifnya.
Kemudian, di pembukaan (tamhid) yang membandingkan metode ilmiah pemikir muslim dan pemikir Barat, Dr Buthi menyebutkan bahwa analisa rasional yang digunakan kaum muslimin dalam membahas sesuatu yang tidak diberitakan oleh Al Qur’an dan hadis mutawatir adalah dilalah iltizam dan qiyas ‘illat. Dan keduanya benar-benar metode alternatif yang ditawarkan Ibn Taymiah. Wallahu A’lam.

 menurut mereka, logika atau ilmu mantiq itu kurang dibutuhkan walaupun boleh (tidak haram) digunakan untuk memahami teks-teks Islam

 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Pro , kontra dan netral untuk Ilmu Logika
« Jawab #1 pada: Januari 21, 2013, 11:39:32 AM »
mereka yang mengharamkan logika, tak lain karna mereka melihat logika itu berbahaya bagi "agama mereka".

merekalah yang telah menjungkir balikan agama di dalam gerakan tersembunyi. tapi logika mampu membongkar gerakan tersembunyi ini. oleh karna itulah mereka memusuhi para ahli logika dan mengharamkan logika.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags: logika 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
3840 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2012, 07:27:10 AM
oleh ratna
27 Jawaban
9730 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2013, 11:39:17 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
858 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 06, 2013, 08:18:53 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1832 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 16, 2014, 09:54:00 AM
oleh Asep
10 Jawaban
3899 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 10, 2014, 10:26:05 AM
oleh ammank58
5 Jawaban
1359 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 02, 2015, 11:49:23 AM
oleh Agate
3 Jawaban
1882 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 10, 2016, 11:33:07 AM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
753 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2015, 07:23:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
907 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2015, 07:29:25 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
483 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 10, 2016, 10:02:42 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan