collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Perselisihan Adalah Azab Allah Kepada Umat Islam  (Dibaca 2817 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Perselisihan Adalah Azab Allah Kepada Umat Islam
« pada: Juli 20, 2012, 02:25:18 PM »
Firman Allah :
 
Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya). (Q.S 6:65)

Banyak penafsiran tentang yang dimaksud dengan siksa dari atas mereka di antaranya adalah angin topan seperti yang dilakukan atas kaum Ad, Tsamud, kaumnya Nabi syuaib dan Kaum Nabi Luth. Ada pula yang mengartikan : Siksa yang dari dari para penguasa tiran. Sedang yang dimaksud dengan siksa dari bawah  mereka adalah ditelan perut bumi, seperti yang dialami oleh Qarun dan da yang mengartikan : Gangguan yang datang dari orang rendah serta para budak [19]

Adapun yang dimaksud dengan “atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagaian yang lain” adalah munculnya golongan-golongan sepeninggal Nabi saw yang kemudian menyebabkan lahirnya berbagai mazhab yang dibela dengan semangat fanatisme jahiliah, dan kemudian diikuti oleh peperangan masing-masing golongan, menghalalkan darah dan kehormatan golongan yang lain serta mengusirkan dengan dasar klaim palsu dari lingkaran agama.
......
Perselisihan yang ditegaskan dalam ayat di atas adalah sika Allah yang ringat jika dibandingkan dengan sika Allah SWT yang membinasakan keberadaan umat; demikian diriwayatkan oleh Bukhari dalam shahihnya dan An-Nasai dari Jabir bin Abillah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “dan ini adalah yang paling ringan atau paling mudah.” [22]
....
Ibnu Jarir meriwayatkan dari Hasan, ia berkata, “atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagaian yang lain” ini adalah untuk kaum Muslim. [24]

Mujahid berkata, “atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagaian yang lain”, yaitu fitnah dan perselisihan yang terjadi di tengah-tengah umat islam, “dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagaian yang lain” pembunuhan yang terjadi setelah wafatnya Rasulullah. [25]

As-Suyuthi juga mengutip beberapa pernyataan Mujahid yang menegaskan bahwa ini adalah azab Allah atas umat Islam; diantaranya yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Abu Syaikh dan Ibnu Abi Hatim. [26]

Penafsiran di atas di dukung oleh banyak hadis, di antaranya hadis riwayat Zain Bin Aslam, ia berkata, ketika surah 6:65 turun, Rasulullah bersabda : “ Janganlah kamu kembali kafir setelah wafatku, sebagian kalian menebas leher sebagian yang lain.

Lalu mereka berkata, “(Apakah itu terjadi) sedangkan kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan engkau adalah Rasul Allah?” beliu menjawab, “Ya, benar.” Kemudian sahabat berkata, “Tidak mungkin itu terjadi, mungkinkah kami saling berbunuh-bunuhan padahal kami sama-sama muslimin.”

Maka Allah SWT menurunkan :

 
Dan kaummu mendustakannya (adzab) padahal adzab itu benar adanya. Katakanlah: "Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu". ()Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.() (Q.S 6:66-67)


Firman Allah :
 

Dan peliharalah dirimu terhadap fitnah yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Q.S 8 : 25)

.... 

Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Zaid (salah seorang mufasir salaf) bahwa yang dimaksud fitnah yang dimaksud adalah terpecah belahnya kesatuan, dan saling menyalahi antara kaum muslimin. [35]
....
Ibnu Katsir, as-Suyuthi, syaikh Muhammad Abduh dan para Mufasir lainnya menukil pernyataan salah seorang sahbat besar yang terjaduh dalam fitnah tersebut; ia adalah Zubair bin Al-Awwam. Zubair berkata, “Firman Allah itu benar-benar menakut-nakuti kami dan ketika itu kami hidup bersama Rasulullah saw, kami tidak menyangka bahwa ayat itu dikhususkan untuk kami.” [36]

Dalam riwayat lain Zubair berkata, “Aku telah membaca ayat ini bertahun-tahun dan aku tidak menganggap bahwa yang dimaksud adalah kami, akan tetapi ternyata kamilah yang dimaksud.” [37]
....
Pernyataan-pernyataan Zubair tersebut telah diriwayatkan dari berbagai jalur, dan dimuat dalam kitab-kitab tafsir serta hadis. Ibnu Katsir berkata, “Dan pernyataan itu telah diriwayatkan dari Zubair tidak hanya dari satu jalur.” [39]

Para Mufasir seperti as Suddy, Mujahid, adh-Dhahak, dan Qotadah mengatakan bahwa ayat ini untuk beberapa sahabat nabi saw; mereka jatuh dalam fitnah pada peperangan Jamal, demikian dikutip oleh al-Khazn dan al-Baghawi. [40]

Dan siksa yang dilahirkan oleh fitnah itu mengena kaum Muslim di sepanjang zaman, walaupun mereka tidak terlibat langsung dalam merancang fitnah tersebut. Dan yang demikian bukanlah kaerna dosa turunan yang tidak ada pilihan bagi mereka untuk mengubahnya. Sika itu mengena mereka lebih dikarenakan sikap pasif, bahkan cenderung melegitimasi fitnah serta pelanggaran yang dilakukan generasi awal Islam; dan hal itu sudah cukup menjadi alasan untuk diratakannya sika itu atas mereka.

Catatan Kaki :
[19] Dan selain makna di aas masih banyak kemungkinan arti lainnya; lebih lanjut baca tafsir al Mizan dan tafsir al Manar.
[22] Shahih Bukhari, Kitab At Tafsir, Hadis No. 4628, lihat juga hadis No. 7313
[24] Ad Dur al Mantsur, 3/290
[25] Tafsir Lubab at Ta Ta`wil (Al Khazin, 2/144
[26] Ad Dur al Mantsur, 3/283
[35] Lubab at Ta Ta`wil, 3/23
[36] H.R Ibnu Jarir dan Abduh bin Humaid dari Hasan
[37] H.R Ibnu Abi Syaibah, Abduh Bin Humaid, Nu`aim bin Hammad, Ibnu Jarir, Ibnu al Munzir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Murdawaih, dan Ibnu Mardawaih
[39] Tafsir Ibnu Katsir, 2/299
[40] Lubab at Ta Ta`wil, 3/23; Ma`alim at Tanzil, 2/22

-----------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Ali Umar Al Habsyi, Dua Pusaka Nabi SAW, Hal. 24-33
-----------------------------------------------------------------------------------


Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1328 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 12, 2013, 11:41:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
963 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 01:31:06 PM
oleh Abu Zahra
7 Jawaban
2157 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 11, 2013, 10:36:35 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
3947 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2013, 07:01:27 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1682 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2013, 07:04:27 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
847 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 08, 2014, 12:30:42 PM
oleh comicers
0 Jawaban
772 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 28, 2014, 05:34:37 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
689 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 16, 2014, 12:10:49 PM
oleh comicers
0 Jawaban
445 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 21, 2014, 11:26:06 AM
oleh comicers
0 Jawaban
378 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2016, 12:29:14 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan