collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra  (Dibaca 7658 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 388
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra
« pada: Desember 22, 2012, 03:53:55 PM »
Perdebatan Mengharukan Antara Fatimah dengan Abu Bakar(11)

Sepuluh hari setelah Abu Bakar dibaiat di Saqifah, Fathimah mendatangi Abu Bakar untuk menagih Fadak, sebidang kebun di luar kota Madinah,  yang oleh Fatimah dikatakan telah diberikan Rasul kepadanya tatkala beliau masih hidup.

Suyuthi dalam ad Durrul Mantsur, tatkala menfsirkan ayat berikan kepada kerabat haknya (surah al Isra : 26) mengatakan bahwa tatkala ayat ini turun, Rasul memanggil Fathimah dan memberikan Fadak kepadanya.

Riwayat ini berasal dari Abu Sa`id, Muttaqi al Hindi, dalam Kanzul Ummal, Jilid 2, Hal. 108 mengatakan hal yang sama. Demikian juga al Hakim dan Ibnu an Najjar, dan adz Dzhahabi dalam bukunya Mizan al I`tidal, Jilid 2, hlm. 207

Tuntutan Fatimah kepada Abu Bakar menyangkut tiga hal.

Pertama, hibah atau pemberian Rasul Allah, berupa kebun Fadak.
Kedua, Sham Dzil Qurba (Bagian Zakat untuk keluarga Rasul berupa khumus) seperti disebut dalam al Quran.
Ketiga adalah warisan dari Rasul.

Dan Abu Bakar menolak ketiganya.

Abu Bakar meminta saksi bahwa Rasul telah menghibahkan kebun Fadak itu kepada Fathimah.

Fathimah pun membawa Ummu Aiman, yang oleh Rasul disebut ibu beliau yang kedua sesudah ibu kandung beliau Aminah. Fathimah juga membawa Ali bin Abi Thalib sebagai saksi yang kedua. Namun Abu Bakar menolak kesaksian ini dengan mengatakan bahwa kesaksiannya hanya dianggap sah apabila terdiri dari dua laki-laki atau seorang laki-laki dan dua orang perempuan.

Fathimah menjadi sangat marah atas jawaban Abu Bakar ini. Apabila Khuzaimah bin Tsabit disebut Rasul sebagai Dzusy Syahadatain atau orang yang kesaksiannya dianggap sebagai kesaksian dua orang, maka kesaksian Ali yang dipandang sebagai saudara Rasul seharusnya lebih dari cukup. [429]

Penolakan Abu Bakar untuk menyerahkan kebun Fadak – yang dianggap Fathimah sebagai milik pribadinya, pemberian al Marhum ayahnya selagi beliau masih hidup – menyebabkan Fathimah mengirim utusan kepada Abu Bakar untuk meminta bagian warisan dari Tanah Fadak dan sepertilma dari kebun Khaibar, yang menjadi milik Rasul, ayah Fathimah, sebelum beliau wafat. Para istri Rasul pun, kecuali Aisyah menuntut hak yang sama. Permintaan inipun ditolak oleh Abu Bakar yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasul Allah berkata bahwa “Para Nabi tidak mewariskan, dan yang mereka tinggalkan adalah sedekah.” [430]


Maka terjadilah perdebatan yang hangat dan mengharukan. Al Jauhari memuat perdebatan itu secara lengkap dalam Saqifah. Mari kita ikuti catatan Jauhari :

Dan tatkala sampai kepada Fathimah bahwa Abu Bakar menolak haknya atas Fadak, maka Fathimah lalu memakai jilbabnya dan datanglah ia menghadap Abu Bakar, disertai para pembantu dan wanita kaum Banu Hasyim yang mengikutinya dari belakang. Fathimah berjalan dengan jejak langkah seprti jejak langkah Rasul. Lalu ia memasuki majelis yang dihadiri Abu bakar dan penuh dengan kaum Muhajirin dan Anshar. Fathimah membentangkan tirai antara dia dan kaum wanita yang menemainya di satu sisi, dan majelis yang terdiri dari kaum pria di sisi lain. Ia masuk sambil menangis tersedu, dan seluruh hadirin turut menangis. Maka gembarlah pertemuan itu.

Setelah suasana makin tentang, Fathimah pun bicara, “Saya memulai dengan memuji Allah yang patut dipuji. Segala puji bagi Allah atas segala nikmatNya, dan terhadap apa yang diberikanNya..”

Dan setelah mengucapkan khotbahnya yang sungguh indah, ia lalu berkata, “Apabila Anda mati, wahai Abu Bakar, siapakah yang akan menerima warisan Anda?”

Abu Bakar : Anakkku dan keluargaku

Fathimah : Mengapa, maka Anda mengambil warisan Rasul yang menjadi hak anak dan keluarga beliau?

Fathimah : Tetapi Anda mengambil Fadak, hak Rasul Allah yang telah beliau berikan kepada saya semasa beliau masih hidup …Apakah Anda dengan sengaja meninggalkan Kitab Allah yang mengatakan “Sulaiman menerima warisan dari Dawud”[431], dan ketika Allah mengisahkan tentang Zakaria [432]. Serta Firman Allah “Dan keluarga sedarah lebih berhak waris mewarisi menurut kitab Allah.” [433]

Dan Allah berwasiat bahwa “anak laki-laki mu mendapat warisaan seperti dua anak perempuan.” [434]

Dan Firman Allah, “Diwajibkan atas kamu, apabila salah seorang dari kamu akan mati, jika ia meninggalkan harta, bahwa ia membuat wasiat bagi kedua orang tua dan keluarganya dengan cara yang baik, itu adalah kewajiban bagi orang-orang yang bertkwa.” [435]

Apakah Allah mengkhususkan ayat-ayat tersebut kepada Anda dan mengecualikan ayah saya dari padanya? Apakah anda lebih mengetahui ayat-ayat yang khusus dan umum lebih dari ayah saya dan anak pamannya ? [436]

Apakah Anda menganggap bahwa ayah saya berlainan agama dengan saya, dan oleh karena itu maka saya tidak berhak menerima warisan? [437]


Diriwayatkan bahwa setelah perdebatan ini Abu Bakar menulis surat berisi penyerahan Fadak kepada Fathimah tetapi disobek oleh Umar.


Tiba-tiba Umar masuk dan bertanya, “Apa itu?”

Abu Bakar menjawab, “Surat yang kutulis untuk Fathimah untuk warisan dari ayahnya.”

Umar menjawab, “Dengan apa Anda membaiayai kaum muslimin yang berperang untukmu melawan orang-orang Arab seperti yang engkau saksikan (maksudnya perang-perang terhadap orang murtad) ?”

Kemudian Umar mengambil surat itu dan merobeknya. [438]

Keterangan Nomor :

(11)O. Hashem, SAQIFAH, Hal. 246-251
[429] Shaheh Bukhari, Shaheh Muslim, Timidzi, Ibnu Majah, Musnad Ahmad, Mustadrak as Shahihain, Tsabaqat Ibnu Sa`d, Tarikh Baghdadi, Tarikh Thabari, , Kanzul Umal oleh Muttaqi al Hindi, semua memuat perkataan Rasul (kepada Ali bin Abi Thalib), “Kedudukanmu di sisiku, seperti Harun terhadap Musa. Hanya saja, sesudahku tiada lagi Nabi.”

[430] Shaheh Bukhari, Jilid 3, tentang perang Khaibar, Shaheh Muslim Jilid 2, Hlm. 72, dalam Bab Nabi bersabda “Kami tidak mewariskan, dan apa yang kami tinggalkan adalah sekedah.” ; Musnad Ahmad, Jilid I, Hlm. 6.

[431] al Qur`an Surah An Naml (XXVII), 16
[432] al Quran surah Mariam, (XIX), 4-6
[433] al Quran surah al Ahzab (XXXIII), 6
[434] al Quran surah An Nisa (IV), 11
[435] al Quran al Baqarah (II), 80
[436] yang dimaksud dengan “anak pamannya” adalah Ali bin Abi Thalib.
[437] Ibnu Abil Hadid, Syarh Nahjul Balaghah, Jilid 16, Hlm. 249
[438] Sirah al Halabiyah, Jilid 3, Hlm 391
« Edit Terakhir: Desember 22, 2012, 03:58:39 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra
« Jawab #1 pada: Desember 25, 2012, 04:09:39 PM »
kisah yang menarik kang,, saya belum pernah mengetahui kisah ini dari majelis2 yang pernah saya hadiri.
ingin sekali saya mengetahui kelanjutan kisahnya,
apa reaksi Abu Bakar setelah Umar merobek suratnya?
bagaimana pula reaksi Fathimah dan kaum Muslimin yang menyaksikan kejadian tsb?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 388
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra
« Jawab #2 pada: Desember 25, 2012, 04:47:16 PM »
kisah yang menarik kang,, saya belum pernah mengetahui kisah ini dari majelis2 yang pernah saya hadiri.
ingin sekali saya mengetahui kelanjutan kisahnya,
apa reaksi Abu Bakar setelah Umar merobek suratnya?
bagaimana pula reaksi Fathimah dan kaum Muslimin yang menyaksikan kejadian tsb?

ya itulah kang sulitnya,  riwayat di dalam kitab-kitab hadits itu sepenggal-sepenggal. seperti puzle, kita harus mencarinya satu persatu, nanti kita menyambungnya sendiri sehingga menjadi suatu kisah yang utuh.


selanjutnya Fathimah pulang ke rumahnya. Tapi kemudian Ibnu Qutaibah(10) meriwayatkan, bahwa sesudah itu Umar berkata kepada Abu Bakar, "Marilah kita pergi kepada Fathimah, sesungguhnya kita telah menyakiti hatinya."

maka keduanyapun pergilah kepada Fathimah, lalu memohon izin kepada Ali bin Abi Thalib, lalu Ali memperkenankan mereka untuk masuk ke dalam rumah.

Tatkala keduanya duduk dekat Fathimah, Fathimah memalingkan wajahnya ke arah dinding rumah. Fathimah berkata "Apakah Anda mau mendengar, apabila saya katakan suatu perkataan yang berasal dari Rasul Allah saw yang anda kenal dan Anda telah berjuang untuk beliau?"

Keduanya menjawab "ya".

Maka Fatimah berkata, “Aku bertanya kepada kalian, tidakkah kalian mendengar Rasulullah saw bersabda, `kerelaan Fatimah adalah kerelaanku dan murka Fatimah adalah murkaku. Barang siapa mencintai putriku Fatimah, berarti ia mencintaiku. Barang siapa membuat Fatimah Ridha, maka benar-benar ia membuatku Ridha, dan barang siapa membuat Fatimah murka, maka ia benar-benar membuatku murka?”

Mereka berkata, “Ya. kami mendengarnya dari Rasulullah.”

Lalu Fatimah berkata, “Aku persaksikan Allah dan para malaikatNya bahwa kalian berdua benar-benar membuatku murka dan tidak membuatku rela. Jika kelak aku berjumpa dengan Nabi saw, aku pasti akan mengelukan kalian berdua kepada beliau saw.”

Maka Abu Bakar berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari murka Nya dan murkamu hai Fatimah.” Lalu ia menangis tersedu-sedu. [113]

Keterangan Nomor :

(10) Ali Umar Al-Habsyi, Didiklah..Putra-putri Anda Mencintai Nabi dan Keluarganya, Hal. 121-122
[113] Al Imamah wa As Siyasah : 14

dan itu adalah pertemuan terakhir Abu Bakar dengan Fathimah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra
« Jawab #3 pada: Desember 25, 2012, 05:09:39 PM »
Diriwayatkan dari Fatimah Ra. sesungguhnya ia setelah peristiwa itu rela terhadap Abu Bakar. Berdasarkan riwayat Baihaqi dengan sanad dari Sya’bi ia berkata: Tatkala Fatimah sakit, Abu Bakar menengok dan meminta izin kepadanya, Ali berkata: "Wahai Fatimah ini Abu Bakar minta izin." Fatimah berkata: "Apakah kau setuju aku mengijinkan ?", Ali berkata: "Ya." Maka Fatimah mengijinkan, maka Abu Bakar masuk dan Fatimah memaafkan Abu Bakar. Abu Bakar berkata: "Demi Allah saya tidak pernah meninggalkan harta, rumah, keluarga, kerabat kecuali semata-mata karena mencari ridha Allah, Rasulnya dan kalian keluarga Nabi." (Assunan Al Kubra Lilbaihaqi 6/301)
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 388
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra
« Jawab #4 pada: Desember 25, 2012, 05:10:22 PM »
akhir hikayat dari Tanah Fadak itu sebagai berikut :

Ibnu Abi al-Hadid, Kitab Syarh Nahju al Balghah, juz 16 hlm 216.

Umar bin Abdul aziz ra mengembalikan tanah Fadak pada anak cucu Fatimah as
Setelah Bani umayah merampas Tanah Fadak dan menguasainya beberapa tahun, baru pada masa Umar bin Abdul aziz ra beliau mengembalikan pada anak cucu Fatimah.

Yazid bin Atikah ketika memerintah, merampas kembali tanah Fadak tersebut. Maka Tanah Fadak berada di tangan bani Marwan secara bergiliran sampai pemerintahan Bani umawi.

Ketika Abu al-'abas al sifah memerintah TANAH INI DIKEMBALIKAN LAGI KEPADA Cucu Fatimah Abdullah bin al-Hasan bin al Hasan as

Tetapi Ja'far al-Mansur saat berkuasa tanah itu diambil lagi, kemudian dikembalikan lagi dan diambil lagi oleh Musa bin al Mahdi dan harun saudarany (seterusnya silahkan merujuk pada kitab diatas)

Ana pernah menanyakan kepada seorang kawan, bagaimana nasib Tanah Fadak warisan Rasulullah untuk Ahlul Ba'it tersebut, konon Tanah tersebut saat ini dikuasai sepenuhnya oleh BANI SAUD

dikutip dari : http://myquran.org/forum/index.php/topic,844.msg46961.html#msg46961
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 388
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra
« Jawab #5 pada: Desember 25, 2012, 05:14:47 PM »
Diriwayatkan dari Fatimah Ra. sesungguhnya ia setelah peristiwa itu rela terhadap Abu Bakar. Berdasarkan riwayat Baihaqi dengan sanad dari Sya’bi ia berkata: Tatkala Fatimah sakit, Abu Bakar menengok dan meminta izin kepadanya, Ali berkata: "Wahai Fatimah ini Abu Bakar minta izin." Fatimah berkata: "Apakah kau setuju aku mengijinkan ?", Ali berkata: "Ya." Maka Fatimah mengijinkan, maka Abu Bakar masuk dan Fatimah memaafkan Abu Bakar. Abu Bakar berkata: "Demi Allah saya tidak pernah meninggalkan harta, rumah, keluarga, kerabat kecuali semata-mata karena mencari ridha Allah, Rasulnya dan kalian keluarga Nabi." (Assunan Al Kubra Lilbaihaqi 6/301)


dengan adanya riwayat permintaan maaf dan pemaafan dari Fatimah itu merupakan pertanda bahwa dalam soal tanah Fadak itu Abu Bakar telah salah. benar atau tidak, kang?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra
« Jawab #6 pada: Desember 25, 2012, 05:22:06 PM »

dengan adanya riwayat permintaan maaf dan pemaafan dari Fatimah itu merupakan pertanda bahwa dalam soal tanah Fadak itu Abu Bakar telah salah. benar atau tidak, kang?

seharusnya begitu kang,, yang benar memaafkan yang salah.
dan jika kita menganggap 'tanah fadak bukan hak waris Fathimah' adalah kesalahan Abu Bakar yang telah termaafkan, kenapa ya status tanah tsb tidak segera diserahkan kepada yang berhak?
apa ini karena desakan Umar? apa posisi Umar pada waktu itu sehingga desakannya lebih kuat daripada desakan Fathimah yang berada pada 'kebenaran'?

apa mungkin proses maaf-memaafkan tsb atas alasan yang lain?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 388
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra
« Jawab #7 pada: Desember 25, 2012, 05:29:51 PM »
^ itu pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya tidak saya ketahui.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 388
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perdebatan Mengharukan Antara Fathimah as dengan Abu Bakar ra
« Jawab #8 pada: Mei 21, 2013, 06:30:50 PM »
Riwayat perdebatan mengharukan antara Abu Bakar r.a dengan Sayidah Fatimah a.s mengenai tanah Fadak telah disangkal oleh Axl W Rusyd, salah seorang moderator forum diskusi myquran.org. alasan penyangkalan Axl adalah karena ayat-ayat yang terkandung di dalamnya mustahil bisa digunakan untuk menyangkal alasan Abu Bakar. Makna “waris” dari ayat “dan Sulaiman menerima warisan dari Daud ” tidak bermakna menerima warisan harta, melainkan ilmu, sehingga Axl meragukan bahwa ayat tersebut telah digunakan Sayidah Fatimah menggunakan ayat-ayat tersebut sebagai hujjah untuk menyangkal Abu Bakar. Untuk itu, kemudian saya menulis kepada Axl W Rusyd :

Kepada Axl W Rusyd
Yang saya hormati,

Dari apa yang Anda paparkan, saya dapat menangkap bahwa Anda cenderung tidak mempercayai bahwa sayidah Fatimah a.s telah menyangkal Abu bakar ra. Mengenai tanah Fadak dengan beberapa ayat al Quran, sebagaimana tertulis dalam riwayat Perdebatan Mengharukan”. Anda cenderung percaya bahwa riwayat penyangkalan Sayidah Fatimah a.s merupakan kedustaan, karena ayat-ayat tersebut menurut Anda, tidak bisa dijadikan sebagai hujjah untuk menyangkal alasan Abu Bakar r.a. tetapi di sisi lain Anda percaya bahwa telah terjadi perselisihan antara Saydiha Fatimah dan Abu Bakar r.a di man Fatimah a.s telah datang kepada Abu Bakar ra. Untuk meminta harta waris berupa tanah Fadak. Sama sekali Anda tidak menyangkal adanya peristiwa ini. Dalam hal ini tentu Anda percaya bahwa Fatimah, wanita dengan samudra keutamaan itu tidak akan bertindak dengan bodoh, ceroboh dan tanpa alasan ilmu, kecuali bila Anda percaya bahwa Sayidah Fatimah a.s tidak mengerti makna ayat al Quran. “laa takfuu ma laisa laka bihi ilm.[1]” jika ayat-ayat al Quran dalam riwayat tersebut tidaklah mungkin digunakan sayidah Fatimah a.s sebagai alasan beliau meminta hak waris tanah Fadak kepada Abu Bakar, maka dengan alasan yang mana Sayidah Fatimah menuntut waris? Ataukah Anda yakin bahwa Sayidah Fatimah a.s wanita bodoh, bertindak ceroboh, tanpa ilmu dan hujjah dalam menuntut hak waris tanah Fadak?
 1. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(Q.S 17:36)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
4959 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 13, 2012, 06:45:33 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1149 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 05, 2013, 06:31:57 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
4716 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2013, 04:27:07 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
927 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2013, 09:02:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
830 Dilihat
Tulisan terakhir September 02, 2013, 08:48:39 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
666 Dilihat
Tulisan terakhir September 03, 2013, 11:05:30 PM
oleh ratna
1 Jawaban
1679 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 19, 2013, 07:35:26 PM
oleh ratna
4 Jawaban
1441 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 07, 2014, 03:35:13 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
541 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 01, 2014, 07:22:19 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
683 Dilihat
Tulisan terakhir April 29, 2015, 08:58:21 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan