collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu  (Dibaca 11516 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« pada: September 02, 2012, 08:04:17 PM »
Pengetahuan para Imam Ahlul Bait adalah meliputi segala sesuatu. Keyakinan tersebut bukanlah keyakinan tanpa dasar, melainkan memiliki dasar hukum di dalam al Quran, Hadits serta pernyataan para imam itu sendiri di dalam berbagai riwayat.

Ada tiga tahap pengetahuan yang perlu difahami mengenai hal tersebut. Pertama, pengetahuan tentang nahs-nash, ayat-ayat, hadits nabi dan hadis imam yang menjadi landasan dalil dari keyakinan bahwa pengetahuan para imam Ahlul  Bait adalah meliputi segala sesuatu. Kedua, pengetahuan tentang sanad dan status hadis. Ketiga, pengetahuan tentang kebenaran tafsir Quran dan Hadits yang tercantum pada point pertama.


Pertama, Landasan Dalil

Logika

Jika al Quran menjelaskan segala sesuatu, sedangkan Ahlul Bait Nabi memahami al Quran sepenuhnya, berarti pengetahuan ahlul bait nabi itu memang meliputi segala sesuatu.

Nash

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Imam Mubin .[1]

Quote (selected)
Amar bin Yasir bertutur :Pada salah satu peperangan, aku dan Imam Ali Bin Abi Thalib as melewati sebuah gurun yang dipenuhi oleh semut. Akupun berkata kepada Imam Ali as, “Wahai Tuanku, apakah ada yang mengetahui jumlah semut ini?”

Imam Ali bin Abi Thalib as berkata, “Ya,  wahai Ammar, aku mengetahuinya!”

“Dari mana engkau mengetahuinya?” Tanya Ammar

Imam Ali menjawab, “tidaklah engkau membaca surah Yaasin 36:12? “

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Imam Mubin[2]

“aku sudah berkali-kali membaca surah itu.” Jawab Ammar

“yang dimaksud Kitab Induk yang nyata dalam surah itu adalah Aku.”

Imam Ali berkata, "Akulah imam yang nyata itu"
 2. Q.S. 36:12

*
Imam Ja`far Ash-Shadiq berkata : Ketahuilah bahwa ilmu yang dibawa turun Adam a.s dari langit ke bumi dan seluruh ilmu yang dianugrahkan kepada para Nabi sampai pamungkas para nabi, terkumpul pada Itrah (ahlul bait nabi) Khatam Nabiyin saw.[3]

Imam Ja`far juga berkata : Demi Allah, aku benar-benar mengetahui kitabullah dari awal hingga akhir, seakan-akan ia berada di genggamanku. Dalam kitab itu terdapat berita di langit dan bumi dan seluruh yang sudah terjadi dan apa yang akan terjadi. Allah berfirman tentangnya “Sebagai penjelas segala sesuatu”[4]


Sabda-sabda seperti itu bukan sekedar pernyataan-pernyaaan yang tidak pernah dibuktikan. Para Imam as telah membuktikan pernyataan itu dengan limpahan ilmu pengetahuan yang disumbangkan kepada umat manusia, sehingga asy sya`bi salah seorang ulama tabi`in yang sangat dekat dengan para penguasa tiran bani Umayah dan juga dikenal kurang simpatik terhadap ahlul bait as dengan jujur mengatakan :

Setelah Nabi saw, tidak ada yang paling mengerti kitab Allah dibanding Ali bin Abi Thalib dan putra-putranya yang shalih.[5]


Dalam riwayat lain Imam Ja`far Ash-Shadiq berkata : Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan yang tidak ada yang mengetahui kecuali Dia, dan ilmu yang diajarkan kepada para malaikat  serta Rasul-rasulNya, maka kami juga mengetahunya.[6]

Dalam riwayat lain, disebutkan  bahwa para Imam as mengetahui  ilmu tersebut dengan perantaraan Rasulullah saw  : Adapun ilmu Nya yang umum yang diperlihatkan kepada para malaikat terdekat dan para nabi yang diutusNya, seluruhnya sampai kepada kami melalui Rasulullah saw.[7]


Beliau juga meriwayatkan dari Salman Al Farisi ra, ia berkata, “Amirul Mukminin berkata kepadaku, “Hai Salman, celakalah orang yang tidak mengenal kami dengan sepenuh arti pengenalan dan mengingkari keutamaan kami. Hai Salman, siapakah yang lebih mulia, Muhammad saw ataukah Sulaiman bin Daud as? Salman berkata, “Muhammad saw”. Beliu mengatakan, “Hai, Salman, Ashif bin Barkhia (Washi Sulaiman bin Daud) mampu membawa singgasana Ratu Balqis  dari negeri Saba` ke Palestina dengan sekejap mata sedangkan ia hanya memiliki sebagian kitab, lalu apakah kamu kira aku (Washi Muhammad saw) tidak mampu melakukannya, sedangkan aku memiliki ilmu seribu kitab? Allah menurunkan 50 Shaifah kepada Syits bin Adam, tiga puluh Shaifah kepada Idris, dua puluh Shaifah kepada Ibrahim, dan Allah mengajarkan Taurat, Injil dan Furqon.” Aku berkata “Benar wahai Tuanku!”. Imam Ali meneruskan, “Ketahuilah sesungguhnya orang yang meragukan perkara dan ilmu-ilmu kami seperti orang yang mengejek (mengolok-olok) pengetahuan dan hak-hak kami, padahal Allah dalam banyak ayat dalam kitab Nya telah mewajibkan berwilayah kepada kami dan menjelaskan kewajiban mereka terhadap kami, dan itu semua cukup gamblang.”[8]


**[9]


Kedua, Telaah Sanad dan Status Hadis

Untuk menguji apakah hadis-hadis megenai “Pengetahuan Para Imam” tersebut shaheh atau tidak, tentu butuh telaah sanad dan lain berbagai hal yang menjadi syarat keshahehan hadis. Pembahasan mengenai ini, akan dimulai dengan pertanyaan :

1.   Apakah riwayat-riwayat tentang pengetahuan pada imam itu shaheh atau dhaif? Dengan kata lain, patut dipercaya atau patut diingkari?
2.   Jika Shaheh dan patut dipercaya, maka apakah alasan-alasannya? Sebaliknya, jika dhaif dan patut diingkari, maka apa pula alasan-alasannya?

Ketiga, Kajian Tafsir

Seandainya dalil-dalil tentang “pengeatahuan imam” dianggap shaheh dan patut dipercaya, tetapi kemungkinan orang mengingkari bahwa pengetahuan imam meliputi segala sesuatu, karena adanya perbedaan tafsir. Dengan menghimpun seluruh tafsir yang ada, baik yang bersetujuan maupun yang bertentangan, maka dengan cara itu kemudian dapat diambil suatu kesimpulan tentang mana tafsiran yang haq dan mana tafsiran yang batil.
 1. Q.S 36:12
 3. Bihar al Anwar, Juz 26, Hal. 160, hadits ke-6 ; Tafsir al Qummi, hal. 343 Syawahid at Tanzil, Juz 5. Hal. 228.
 4. Al Kafi, I/229, hadis ke-8; Tafsir Nur Ats Tsaqalain; 3/76, hadis ke-5; al Bihar, 92/89, hadis ke-33 dari Bashir, 194; Tafsir al Burhan, I/15, hadis ke-4; Tafsir Ta`wil al Ayat, I/239, hadis ke-21
 5. Majma al Bayan, III/5/301
 6. Bihar, 26/160, hadis ke-5 dari Amali ibnu Syekh, 134 dan 135
 7. Bihar, 26/160, hadis ke-3, dari at Tauhid 128
 8. Irsyad al Qulub, ad Dailami dari Syekh Mufid, 2/228; al Bihar, 26/221-222 hadis ke-47, dari Irsyad ad Dailami dan Ta`wil Ayat, I/240, hadis ke-24, dari Syekh al – Mufid
 9. Ali Umar Al-Habsyi, Dua Pusaka Nabi, Hal. 339-341
« Edit Terakhir: Desember 15, 2013, 01:00:52 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #1 pada: Desember 17, 2013, 12:44:20 AM »
Jika al Quran menjelaskan segala sesuatu, sedangkan Ahlul Bait Nabi memahami al Quran sepenuhnya, berarti pengetahuan ahlul bait nabi itu memang meliputi segala sesuatu.

Apakah yang dimaksud dengan segala sesuatu?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #2 pada: Desember 17, 2013, 06:58:39 AM »
^ langit, bumi, dan segala isinya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #3 pada: Desember 21, 2013, 02:51:13 AM »
^ Bagaimana dengan Allah, para malaikat, ruh, alam malakut..dst apakah masuk ke dalam segala sesuatu yang dimaksud?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #4 pada: Desember 21, 2013, 04:27:17 AM »
^ termasuk
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #5 pada: Desember 21, 2013, 09:35:06 AM »
Sepertinya pengetahuan para Imam (Ithrah Ahlul Bait) sama dengan pengetahuan Alloh. Benar demikian Kang?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #6 pada: Desember 21, 2013, 09:55:43 AM »
tidak "sama dengan". karena tahunya ahlul bayt terhadap segala sesuatu adalah karena diberi tahu oleh Allah. sedangkan Allah mengetahui segala sesuatu tanpa diberi tahu siapapun.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #7 pada: Desember 21, 2013, 10:18:25 AM »
tidak "sama dengan". karena tahunya ahlul bayt terhadap segala sesuatu adalah karena diberi tahu oleh Allah. sedangkan Allah mengetahui segala sesuatu tanpa diberi tahu siapapun.

Pada akhirnya apakah menjadi sama setelah diberi tahu oleh Alloh?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #8 pada: Desember 21, 2013, 03:24:50 PM »
Pada akhirnya apakah menjadi sama setelah diberi tahu oleh Alloh?

kita ini sering terjebak dalam soal "sama" dan "beda". sudah sering saya katakan, bahwa segala sesuatu itu bisa dipandang sama dengan yang lain kalau dipadang dari sudut kesamaannya. bisa dipadang berbeda kalau dipadang dari sudut perbedaannya. jadi, yang harus ditelaah bukan soal sama dan bedanya, tapi dari sudut mana kita melihat persamaan dan perbedaan itu, atau apa titik persamaan dan perbedaannya.

Pengetahuan Allah sama dengan para Imam Ahlul Bait.

ini bisa benar, bisa pula salah, bergantung pada "titik persamaan" yang dibidik.

di mana titik persamaan, yaitu pada term "meliputi segala sesuatu". berarti benar, pengetahuan Allah dan para imam adalah sama.

di mana titik perbedaannya, yaitu pada "asal usul pengetahuan".

jadi :

pengetahuan Allah sama dengan pengetahuan para imam ahlul bayt => benar
pengetahuan Allah berbeda dengan pengetahuan para imam ahlul bayt => benar
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #9 pada: Desember 22, 2013, 12:44:23 AM »
kita ini sering terjebak dalam soal "sama" dan "beda". sudah sering saya katakan, bahwa segala sesuatu itu bisa dipandang sama dengan yang lain kalau dipadang dari sudut kesamaannya. bisa dipadang berbeda kalau dipadang dari sudut perbedaannya. jadi, yang harus ditelaah bukan soal sama dan bedanya, tapi dari sudut mana kita melihat persamaan dan perbedaan itu, atau apa titik persamaan dan perbedaannya.

Saya hanya berusaha untuk menyelidiki kwalitas term "segala sesuatu" itu saja Kang. Ketika saya menanyakan apakah "Pada akhirnya apakah menjadi sama setelah diberi tahu oleh Alloh?"  Sama yang maksudkan disitu adalah "setara" dan saya membutuhkan penegasan untuk hal tersebut.

 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #10 pada: Desember 22, 2013, 08:17:36 AM »
Kutip dari: kang Asep
pengetahuan Allah sama dengan pengetahuan para imam ahlul bayt => benar
pengetahuan Allah berbeda dengan pengetahuan para imam ahlul bayt => benar

pakah jawaban saya tersebut kurang jelas dan tegas ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #11 pada: Desember 23, 2013, 12:37:15 AM »
Ya, sudah jelas Kang.

Menurut Akang :

pengetahuan Allah sama dengan pengetahuan para imam ahlul bayt => benar

Lalu bagaimana dengan ayat dibawah ini Kang?

Alloh berfirman :

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.”

[Al-Ahzaab: 63]


 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #12 pada: Desember 23, 2013, 07:35:30 AM »

Hal itu serupa dengan ayat :

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".[1]

Lalu banyak yang menafsirkan bahwa Nabi saw pun tidak diberi tahu banyak soal ruh. Sehingga orang-orang ini mendustakan pihak yang memberi penjelasan tentang ruh. Ini keliru. Yang pengetahuannya sedikit tentang ruh itu bukanlah Nabi saw, tapi “kalian”. Terbukti dalam berbagai riwayat, baik Nabi saw dan para Imam Ahlul Bait banyak menjelaskan perihal ruh. Banyak orang mengira, ruh itu sama dengan nyawa, tapi Ali bin Abi Thalib telah menjelaskannya, "Sesungguhnya Allah menciptakan ruh dan nyawa. Ketika seorang hamba tidur, ruh nya keluar. Sedangkan nyawa nya tetap. Lalu lewatlah sekelompok malaikat dan sekelompok jin, maka mimpi yang benar berarti dari malaikat. Sedangkan mimpi yang bohong dari jin.”[2]

Ini hanya satu contoh, bagaimana keluasan ilmu Ali bin Abi Thalib tentang ruh, sementara Allah berfirman di dalam al Quran “hanya sedikit”.

Ada lagi firman Allah : Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu[3]. Kebenaran itu hanyalah dari Tuhan. Setiap hal yang benar, pastilah dari Tuhan. Tapi kebenaran dari Tuhan itu siapa yang menyampaikan, bukankah Nabi saw ?

Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah[4]. Bagaimana kita bisa menafsirkan bahwa ayat itu berarti “Allah tidak memberi tahu apa yang ada di sisinya kepada Nabi dan Rasul Nya” ?

Kita sering mendengar berita sekelompok orang yang percaya bahwa kimat akan terjadi pada tanggal sekian, bulan sekian dan tahun sekian. Bahkan merekapun sudah mempersiapkan terjadinya hari kiamat itu. Seperti ramalan kiamat 2012, kiamat 9-9-1999, dan lain sebagainya. Apakah itu semua dari sisi Tuhan ? bukan! Para ahli agama telah banyak menyangkal ramalan-ramalan itu, karena mereka telah banyak belajar tentang tanda-tanda kiamat berdasarkan al Quran dan Hadits. Salah satunya, sebagaimana yang diyakini kaum muslimin, hari kiamat akan terjadi pada hari Jumat. Oleh karena itu, ketika ramalan kiamat itu jatuh pada hari sabtu dan minggu, berarti itu bukan dari sisi Tuhan. Dan saya mendengar seorang ulama tertawa, ketika ditanya soal ramalam kiamat 2012, “Ha...ha... dunia ini tidak akan kiamat sampai munculnya Imam Mahdi, Nabi Isa dan Dajjal. Imam Mahdi aja belum muncul, bagaimana mau kiamat ?”  Bukankah pengetahuan para ulama  tentang hari kiamat yang berlandaskan al Quran dan hadits itu berasal dari sisi Allah ? jika “ya”, maka berarti “hanya di sisi Allah” tidak mengandung arti Allah menyimpan pengetahuan tentang hari kiamat itu sebagai rahasia bagi dirinya sendiri, dan tidak sedikitpun memberi tahu kepada Nabinya.

Dirahasiakannya sebagian pengetahuan kiamat yang spesifik, adalah sebagaimana dirahasiakannya waktu kematian bagi seseorang. Mungkin kita bertanya, “Jika Rasulullah tahu waktu kematian setiap orang, mengapa dia tidak memberitahukannya kepada semua orang?”

Ali bin Abi Thalib berkata, “Seandainya Allah tidak berfirman Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan , dan di sisi-Nya-lah terdapat Umulkitab[5], niscaya aku beri tahu kapan dan di mana matinya setiap orang.” Artinya Ali bin Abi Thalib mengetahui kapan dan di mana matinya setiap orang, tetapi ia merahasiakannya karena khawatir terjadinya al Bada, sebagaimana ayat 13:39. Adapun beberapa kematian seseorang, termasuk kematian Ali bin Abi Thalib sendiri, Imam Husain dan para imam yang lain, diberitahukan sebelumnya, karena sudah merupakan janji Allah kepada mereka. sedangkan Allah tidak mengingkari janjiNya.

Selain itu, Imam Jakfar Shadiq pernah menjelaskan sebab-sebab Allah merahasiakan waktu kematian seseorang. Salah satunya adalah agar manusia tidak putus asa dan larut dalam kesedihan. Bila kita mengetahui esok kita akan mati, mungkin sejak seminggu lalu kita sudah murung dan bersedih hati. Umat awam tidak akan sanggup untuk menerimanya. Dan masih banyak lagi hikmah yang dijelaskan oleh Imam Ja`far shadiq. Hal-hal yang dirahasiakan Allah dari umat awam, tidak berarti rahasia bagi para Imam Maksum. Demikian pula dengan terjadinya kiamat yang merupakan kematian semesta alam ini, tentu syarat dengan hikmah.
 1. Q.S 17:85
 2. Sumber : Muhammad Ridha Al-Hakimi, Mengungkap Untaian Kecerdasan Imam Ali bin Abi Thalib. Hal. 150
 3. Q.S 2:147
 4. Q.S 33:63
 5. 13:39
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #13 pada: Desember 23, 2013, 10:01:52 AM »
Hal serupa juga ada dalam ayat :

    
Surah AzZukhruf. Ayat 085.

Dan Maha Tinggilah Kebesaran Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dan Dialah jua yang mengetahui tentang (masa datangnya) hari kiamat dan kepadanyalah kamu semua akan dikembalikan.

     
Surah AlA’raaf. Ayat 187.

Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang hari kiamat: Bilakah masa datangnya? Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah ada di sisi Tuhanku, tidak ada sesiapa pun yang dapat menerangkan kedatangannya pada waktunya melainkan Dia. (Huru-hara) hari kiamat itu amatlah berat (menggerunkan makhluk-makhluk yang ada) di langit dan di bumi; ia tidak datang kepada kamu melainkan secara mengejut. Mereka bertanya kepadamu seolah-olah engkau sedia mengetahuinya. Katakanlah: Sesungguhnya pengetahuan mengenai hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.


 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Pengetahuan para Imam Ahlul Bait Memang Meliputi Segala Sesuatu
« Jawab #14 pada: Desember 23, 2013, 10:16:54 PM »
"pengetahuan yang hanya di sisi Tuhan" tidak berarti Tuhan tidak memberi tahu hamba-hambaNya dengan pengetahuan tersebut.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1133 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 14, 2013, 08:06:09 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
2621 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2013, 09:14:33 PM
oleh ratna
4 Jawaban
1494 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 07, 2014, 03:35:13 PM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
2567 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 01, 2016, 12:06:38 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
573 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2015, 12:34:49 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1722 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 19, 2015, 01:40:55 PM
oleh hamaslover
0 Jawaban
528 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 25, 2016, 04:26:45 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
378 Dilihat
Tulisan terakhir September 15, 2016, 07:17:11 PM
oleh Sultan
4 Jawaban
54 Dilihat
Tulisan terakhir April 26, 2018, 05:48:49 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
55 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2018, 12:19:46 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan