collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Plintat Plintut  (Dibaca 957 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9458
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Plintat Plintut
« pada: Pebruari 22, 2014, 10:28:56 PM »

Kutip dari: Muhammad Nur Arifin
+asep rochman Kira2 yang lagi cipika-cipiki dengan sangat mesra itu siapa yah?
Ahmadinejad & tokoh yahudi
Syiah Bukan Islam - 03 Bukti-bukti Persaudaraan Syiah & Yahudi
Persamaan syiah dan yahudi
Kenapa Yahudi suka tinggal di Isfahan, Iran?

Allah ta'ala berfirman...

"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka..."[TQS. Al-Mujādila: 22]

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda...

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”. [HR. Abu Dawud, Ahmad, Ath-Thabaraaniy]

Jika masih saja menutup mata setelah jelas kebenaran, maka ana berlepas diri & mengatakan sebagaimana firman Allah tabarak wa ta'ala...

"Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasehatku jika aku hendak memberi nasehat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan"." [TQS. Hud: 34]

Muhammad Nur Arifin menggunakan ayat-ayat al Quran untuk tujuan yang batil, seperti kaum khawarij ketika menentang Ali bin Abi Thalib. Mereka tidak mau baiat kepada Ali bin Abi Thalib maupun kepada Muawiyah dengan menggunakan dalil “Laa hukma ilallah”, tiada hukum selain hukum Allah. Ayatnya tidak keliru. Tapi pennggunaanya oleh kaum khawarij itulah yang keliru. Demikian pula, ayat-ayat al quran yang dikutip oleh Muhammad Nur Arifin, tidak lah keliru. Itu ayat-ayat suci al Quran dan hadits. Tidak ada masalah dengan itu. Yang bermasalah adalah, cara dia menggunakan dan menafsirkan ayat-ayat suci al Quran itu. Itu seperti orang yang tidak dipatuhi oleh orang lain, lalu membacakan ayat “innalladziina kafaru sawaaun ...” agar orang lain mengikuti apa maunya. Kalau orang pandai membacakan al Quran keapda lawan debatnya, tidak serta merta dia itu benar. Tidak sedikit yang hafal ayat-ayat al Quran, tapi sebenarnya penjahat.

Saya membaca seluruh uraiannya dan membukan link-linknya. Tapi dia rupanya mengabaikan argumen-argumen saya dan tidak mambaca link-link saya. Maka dialah yang menutup mata dan telinga dari kebenaran.

Tentu saya tidak akan menyangkal ayat-ayat al Quran. Saya memang tidak menyangkal ayat-ayat tersebut. Tapi saya dapat membuktikan bahwa penggunaan ayat-ayat tersebut oleh Muhammad Nur Arifin adalah tidak relevan. Walaupun demikian saya belum berminat untuk menunjukan bukti-buktinya. Sebab, gaya diskusi Muhammad Nur Arifin itu tampak plintat plintut, seperti misalnya sebentar membahas masalah ketawa ulama syiah, kalau diberikan bantahan,  lalu membahas masalah mut`ah, kalau diberikan sanggahan dengan argumentasi lagi ke Iran, ke Yaman, ke Ahmadinejad. Ini Cuma permisalan. Intinya, dia  tidak fokus pada topik. Pembahasannya ngalor ngidul gak karuan. Tipe orang pandai baca, pandai copas, bisa berhitung,  tapi tidak cukup terampil di dalam berpikir logis.

Kalau memang Muhammad Nur Arifin orang yang benar, saya tantang dia untuk debat terbuka di forum kami : www.medialogika.org, atau di sini juga boleh. Tapi sebagai orang tepelajar, mestinya bisa fokus,  harus fokus pada topik, jangan ngalor ngidul gak karuan. Apa yang mau dibahas, syiah, syiah rafidhoh, ketawa ulama syiah, soal nikah mut`ah atau bagaimana ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan