collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Para Khalifah Yang Dua Belas  (Dibaca 4130 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Para Khalifah Yang Dua Belas
« pada: Maret 10, 2013, 08:41:04 AM »
Para Khalifah yang Dua Belas[1]

Mengenai para khalifah Nabi saw yang dua belas, yang dijuluki dengan Al-Khulafa Al-Rasyidun, bisa kita lihat dalil-dalilnya dalam kitab-kitab hadits yang antara lain dalam Shahih Al-Bukhari jilid 4 pada Kitab Al-Ahkam dan dalam Shahih Muslim pada Kitab Al-Imarah. Adapun tentang nama-nama mereka oleh Rasulullah saw telah disebutkan yang antara lain pada riwayat berikut :

Ibnu 'Abbas telah berkata: Ada seorang yahudi yang bernama Na`tsal datang, lalu dia bertanya, "Wahai Muhammad, saya akan bertanya kepadamu tentang beberapa persoalan yang bergolak di dalam dadaku dari sejak lama, maka apabila kamu dapat menjawabku mengenai persoalan-persoalan tersebut, aku akan masuk Islam di ha¬dapanmu."

Beliau berkata, "Silakan kamu tanyakan wahai Abu Amarah."

Dia bertanya, "Wahai Muhammad, sifatkan Tuhan kamu itu kepadaku!" Beliau saw menjawab, "Dia tidak bisa disifati selain dengan sifat yang dengannya Dia sifat¬kan, dan bagaimana mungkin pencipta itu bisa disifati oleh makhluk yang tidak berdaya seluruh akal untuk men¬jangkau-Nya, tidak seluruh pikiran untuk menggapai-Nya, tidak seluruh perasaan untuk membatasi-Nya, dan seluruh penglihatan untuk meliputi-Nya. Dia maha mulia dan ma-ha tinggi dari segala yang disifatkan oleh para pemberi sifat, Dia jauh dalam kedekatan-Nya dan Dia dekat dalam kejauhan-Nya, Dia yang menentukan bagaimana dan Dia yang menentukan dimana, maka tidak dikatakan kepadaNya: Di manakah Dia? Dia terputus dari kebagaimanaan clan kedimanaan, maka Dia itu Al-Ahad Al-Shamad sebagaimana Dia telah mensifati diri-Nya, dan para pemberi sifat tidak akan sampai kepada sifat yang sesungguhnya, Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan dan tidak ada yang setara satu pun bagi-Nya."

Dia berkata, "Kamu benar wahai Muhammad, kemudian ceritakan kepadaku mengenai ucapanmu bahwa Dia itu satu tidak ada yang serupa bagi-Nya, bukankah Allah satu dan manusia juga satu?"

Maka Rasalullah saw berkata, "Allah `azza wa ja¬lla itu satu yang hakiki, makna yang bersifat satu yaitu tidak ada bagian dan tidak ada komposisi (terdiri dari be¬berapa unsur) bagi-Nya, sedangkan satunya manusia itu punya makna yang bersifat dua, yaitu terdiri dari ruh dan jasad."

Dia berkata, "Kamu benar Muhammad, lalu beritakan kepadaku perihal washi kamu, siapakah dia itu, sebab tidak seorang nabi pun, melainkan dia punya washi. Nabi kami Musa bin 'Imran telah berwasiat kepada Yusya` bin Nun."

Maka beliau saw berkata, "Washiku adalah bin Abi Thalib, dan sesudahnya adalah dua cucuku Hasan dan Husain yang diikuti setelahnya oleh sembilan imam dari sulbi (keturunan) Husain."

Dia berkata, "Wahai Muhammad, sebutkanlah nama-nama mereka itu kepadaku!"
Beliau berkata, "Apabila Husain telah berlalu (wafat), maka (diganti oleh) putranya Apabila telah berlalu, maka putranya Muhammad. Apabila Muhammad telah berlalu, maka putranya Ja’far. Apabila Ja’far telah berlalu, maka putranya Musa. Apabila Musa telah berlalu, maka putranya ‘Ali. Apabila ‘Ali telah berlalu, maka putranya Muhammad. Apabila Muhammad telah berlalu, maka putranya ‘Ali. Apabila ‘Ali telah berlalu, maka putranya Hasan. Dan apabila Hasan telah berlalu, maka putranya Al-Hujjah Muhammad Al-Mahdi. Jadi jumlah me¬reka itu dua belas."

Dia bertanya, "Coba ceritakan kepadaku, bagaima¬nakah kematian 'Ali, Hasan dan Husain."

Beliau saw berkata, “’Ali akan dibunuh dengan tebasan pedang di atas kepalanya, Hasan akan dibunuh de¬ngan racun dan Husain dengan disembelih."

Dia bertanya, "Lalu di mana tempat mereka itu?"

Beliau saw berkata, "Di surga dalam derajatku."

Dia berkata, "Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah, dan saya bersaksi bahwa mereka adalah para washi setelah¬mu, dan sesungguhnya saya telah mengetahuinya dalam kitab-kitab para nabi terdahulu, dan hal itu telah dipesankan Musa bin 'Imran as kepada kami bahwa di akhir zaman akan keluar seorang nabi yang bernama Ahmad dan Muhammad dan dia adalah penutup para nabi, tidak ada lagi nabi setelahnya, maka para washi-nya setelahnya dua belas orang, yang pertama putra pamannya dan menantunya, yang kedua dan yang ketiga bersaudara dari keturunannya. Washi yang pertama akan dibunuh oleh ummat Nabi itu dengan pedang, yang kedua dengan racun dan yang ketiga bersama sekelompok orang dari keluarganya dengan pedang dan rasa dahaga di tempat yang terasing, maka dia itu bagaikan seekor domba yang disembelih, dia bersabar atas pembunuhan itu demi terangkat derajatnya dan derajat-derajat keluarganya dan keturunannya, dan de¬mi mengeluarkan para pecintanya dan para pengikutnyadari neraka, dan sembilan washi lagi dari keturunan yang ketiga, maka jumlah mereka itu dua belas orang sejumlah Al-Asbath."

Beliau saw bertanya, "Apakah kamu tahu siapakah Al-Asbath itu?"

Dia berkata, "Ya, mereka itu dua belas orang, yang pertama Lawi bin Barkhiya, dia yang ghaib dari Bani Israil kemudian dia kembali, kemudian Allah menampakkan syari`ah-Nya dengannya setelah rusaknya, dan dia perang dengan Qarsithiya sang raja hingga dia membunuh raja tersebut."

Beliau berkata, "Akan terjadi pula pada ummatku sebagaimana telah terjadi pada Bani Isra'il dengan me¬nirunya, dan yang kedua belas akan ghaib hingga dia tidak dapat dilihat, dan dia akan datang kepada ummatku pada zaman yang tidak ada Islam kecuali namanya dan tidak ada Al-Quran selain bentuk tulisannya, maka ketika itu Allah yang maha berkah dan maha tinggi mengizinkannya untuk keluar, kemudian Allah akan menampakkan Islam dengannya dan akan memperbaruinya. Beruntunglah orang yang mencintai mereka dan mengikutinya, celakalah bagi orang yang membenci mereka dan menyalahi¬nya, dan beruntunglah orang-orang yang berpegang de¬ngannya dan dengan petunjuknya."
 1. Abu Zahra, Keutamaan Shalawat dan Tahlil, Hal. 21-25
- [19] Yanabi` A1-Mawaddah hal. 441-442
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Para Khalifah Yang Dua Belas
« Jawab #2 pada: Maret 10, 2013, 09:47:35 AM »
Quote (selected)
Beliau berkata, "Akan terjadi pula pada ummatku sebagaimana telah terjadi pada Bani Isra'il dengan me¬nirunya, dan yang kedua belas akan ghaib hingga dia tidak dapat dilihat, dan dia akan datang kepada ummatku pada zaman yang tidak ada Islam kecuali namanya dan tidak ada Al-Quran selain bentuk tulisannya, maka ketika itu Allah yang maha berkah dan maha tinggi mengizinkannya untuk keluar, kemudian Allah akan menampakkan Islam dengannya dan akan memperbaruinya. Beruntunglah orang yang mencintai mereka dan mengikutinya, celakalah bagi orang yang membenci mereka dan menyalahi¬nya, dan beruntunglah orang-orang yang berpegang de¬ngannya dan dengan petunjuknya."

semakin memperkuat dugaan saya, bahwa,
dunia fisik ini belum cukup berantakan untuk kemunculan seorang Imam suci.
atau,
dunia fisik ini masih cukup rapi sehingga Imam Mahdi belum perlu dimunculkan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Para Khalifah Yang Dua Belas
« Jawab #3 pada: Maret 10, 2013, 11:23:36 AM »
^ kata-kata kang sandy sangat tepat untuk menggambarkan doktrin tentang kegaiban imam mahdi tersebut.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Para Khalifah Yang Dua Belas
« Jawab #4 pada: Maret 10, 2013, 11:32:39 AM »
^ perlu kita ketahui juga, bahwa dalam Kristen adan doktrin tentang "kedatangan sang Mesiah" di akhir zaman, kaum Hindu mendantikan kedatangan "Kalki Avatar" dan kaum Buddhis menantikan kedatangan "Sang Maitreya" sedangkan penganut kejawen menantikan munculnya "Ratu Adil", semua doktrin itu mempunyai konsep yang sama, bahwa siapapun, manusia suci tersebut akan muncul ketika dunia dipenuhi dengan ketidak adilan. hanya tidak ada narasi yang lebih lengkap perihal hikayat Ratu Adil ini kecuali dalam doktrin syiah imamiyah.
 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Para Khalifah Yang Dua Belas
« Jawab #5 pada: Maret 10, 2013, 12:41:19 PM »
Secara historis Para Pemimpin umat islam sepeninggal Beliau saw adalah Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar RA kemudian Sayyidina Utsman bin Affan RA. Dan mereka tidak termasuk dalam Kulafaur rosyiddin seperti apa yang termaktub didalam isi hadits menurut syiah imamiah. Lalu bagaimana anggapan syiah imamiah terhadap mereka RA?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Para Khalifah Yang Dua Belas
« Jawab #6 pada: Maret 10, 2013, 01:00:15 PM »
^ kalau menurut syiah imamiyah, kedudukan Abu Bakar, Umar dan Utsman sebagai khalifah tidak sesuai pada tempatnya. mereka dianggap mengingkari amanat Rasulullah saw.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Para Khalifah Yang Dua Belas
« Jawab #7 pada: Maret 10, 2013, 07:35:34 PM »
^ kalau menurut syiah imamiyah, kedudukan Abu Bakar, Umar dan Utsman sebagai khalifah tidak sesuai pada tempatnya. mereka dianggap mengingkari amanat Rasulullah saw.

Dianggap mengingkari amanat Rosululloh saw = dianggap mengkhianati Rosululloh saw!
Jadi mereka Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar RA dan Sayyidina Utsman RA adalah mengkhianati Rosululloh saw! Begitu ya..

Saya nemu artikel seperti dibawah ini Kang. Seolah saya menangkap adanya  keengganan Beliau KW untuk menerima amanat sebagai Khalifah. Seandainya Beliau, Sayyidina Ali RA mengetahui dengan terang amanat Rosululloh saw seperti apa yang diketahui oleh kaum syiah, kenapa harus enggan? Adakah alasan yang kuat sehingga Sayyidina Ali RA bersikap demikian?

Pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah.

Setelah Utsman terbunuh pada malam Jum’at 18 Dzulhijjah tahun 35 H,berdasarkan pendapat yang populer,kaum muslimin mendatangi Ali ra dan membai’at beliau sebelum jenazah Utsman dimakamkan.Ada yang mengatakan setelah jenazah Utsman dimakamkan.Pada awalnya Ali bin Abi Thalib ra. menolak bai’at mereka.Beliau menghindar ke rumah milik Bani Amru bin Mabdzul,seorang Anshar.Beliau menutup pintu rumah,beliau menolak menerima jabatan khilafah tersebut namun mereka terus mendesak beliau.Orang-orang datang mengetuk pintu dan terus mendesak.

Mereka membawa serta Thalhah dan az-Zubair.Mereka berkata,“Sesungguhnya daulah ini tidak akan bertahan tanpa amir.”Mereka terus mendesak hingga akhirnya Ali bersedia menerimanya.Ada yang mengatakan,orang pertama yang membai’at beliau adalah Thalhah dengan tangan kanannya.Tangan kanan beliau cacat sewaktu melindungi Rasulullah saw. pada peperangan Uhud.Sebagian hadirin berkata,“Demi Allah,pembai’atan ini tidak sempurna!

Ali keluar menuju masjid lalu naik ke atas mimbar dengan mengenakan kainsarung dan sorban dari sutera sambil menenteng sandal beliau dan bertelekan pada busur beliau.Segenap kaum muslimin membai’at beliau.Peristiwa itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 19 Dzulhijjah tahun 35 H.Ada yang mengatakan,Thalhah dan az-Zubair membai’at Ali setelah beliau meminta mereka untuk berbai’at.Sebagian orang mengira bahwa ada sekelompok kaum Anshar yang tidak membai’at Ali.

Al-Waqidi berkata,“Orang-orang di Madinah membai’at Ali.Namun tujuh orang menarik diri dan tidak ikut berbai’at.Mereka adalah Abdullah bin Umar,Sa’ad bin Abi Waqqash,Shuheib,Zaid bin Tsabit,Muhammad bin Maslamah,Salamah bin Salaamah bin Waqsy dan Usamah bin Zaid.Dan tidak ada seorang sahabat Anshar pun yang tertinggal,mereka semua ikut berbai’at sejauh pengetahuan kami.”

Saif bin Umar menceritakan dari sejumlah gurunya bahwa mereka berkata,“Selama lima hari setelah terbunuhnya Utsman kota Madinah dipimpin sementara oleh al-Ghafiqi bin Harb,mereka mencari orang yang bersedia memimpin.Penduduk Mesir mendesak Ali,sedang beliau sendiri menghindar dari mereka ke sebuah rumah.Penduduk Kufah mencari az-Zubair tapi mereka tidak menemukannya.Penduduk Bashrah meminta Thalhah,tapi ia tidak bersedia.Maka merekapun berkata,“Kami tidak akan mengangkat salah satu dari tiga orang ini.”Mereka menemui Sa’ad bin Abi Waqqash.Mereka berkata,“Sesungguhnya engkau termasuk salah seorang anggota majelis Syura! ”Namun Sa’ad tidak memenuhi permintaan mereka.Kemudian mereka menemui Abdullah bin Umar.beliaupun menolak tawaran mereka.Merekapun bingung,lantas mereka berkata,“Jika kita pulang ke daerah masing-masing dengan membawa kabar terbunuhnya Utsman tanpa ada yang menggantikan posisinya,manusia akan berselisih tentang urusan ini dan kita tidak akan selamat.Mereka kembali menemui Ali dan memaksa beliau untuk menerimanya. Al-Asytar an-Nakha’i meraih tangan Ali dan membaia’tnya kemudian orang-orang pun ikut membai’at beliau.

Penduduk Kufah mengatakan bahwasanya yang pertama kali membai’at Ali adalah al-Asytar an- Nakha’i. Peristiwa itu terjadi pada hari Kamis 24 Dzulhijjah.Itu terjadi setelah orang-orang terus mendesak beliau.Mereka semua berkata,“Tidak ada yang pantas memegangnya kecuali Ali."Keesokan harinya pada hari Jum’at,Ali naik ke atas mimbar.Orang-orang yang belum membai’at beliau kemarin berbondong-bondong membai’at beliau.Orang pertama yang membai’at beliau saat itu adalah Thalhah kemudian az-Zubair Bai’at ini terjadi pada hari Jum’at 25 Dzhulhijjah tahun 35 H.

Kelengkapan Kisah Pembai’atan Ali bin Abi Thalib ra.

Nash-nash yang dinukil oleh al-Imam Ibnu Katsir dari ath-Thabari dan sejarawan lainnya menegaskan keabsahan bai’at khalifah rasyid yang ke-empat Ali bin Abi Thalib ra.Pembai’atan beliau berlangsung atas dasar persetujuan ahlul halli wal aqdi di Madinah.Kemudian wilayah-wilayahIslam lainnya turut membai’at beliau kecuali penduduk Syam yang menahan bai’at hingga dilakukannya qishash terhadap pembunuh Utsman.

Imam Ahmad telah meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Muhammad bin al-Hanafiyah,ia berkata,“Aku bersama Ali saat Utsman dikepung,lalu datanglah seorang lelaki dan berkata,‘Sesungguhnya Amirul Mukminin telah terbunuh.’Kemudian datang lagi lelaki lain dan berkata,‘Sesungguhnya Amirul Mukminin baru saja terbunuh.’Ali segera bangkit namun aku cepat menengahinya karena khawatir akan keselamatan beliau.Beliau berkata,‘Celaka kamu ini ! ’Ali segera menuju kediaman Utsman dan ternyata beliau telah terbunuh.Beliau pulang ke rumah lalu mengunci pintu.

Orang-orang mendatangi beliau sambil menggedor-gedor pintu lalu menerobos masuk menemui beliau.Mereka berkata,‘Lelaki ini (Utsman) telah terbunuh.Sedang orang-orang harus punya khalifah.Dan kami tidak tahu ada orang yang lebih berhak daripada dirimu.’Ali berkata,‘Tidak,kalian tidak menghendaki diriku,menjadi wazir bagi kalian lebih aku sukai dari pada menjadi amir."Mereka tetap berkata,‘Tidak,demi Allah kami tidak tahu ada orang lain yang lebih berhak daripada dirimu.’Ali berkata,‘Jika kalian tetap bersikeras,maka bai’atku bukanlah bai’at yang rahasia.Akan tetapi aku akan pergi kemasjid,barang siapa ingin mem-bai’atku maka silakan ia membai’atku.’Ali pun pergi ke masjid dan orang-orang pun membai’at beliau.

"Ahlu Sunnah wal Jama’ah berdalil dengan hadits Safinah dalam menetapkan khilafah empat orang khalifah.Hadits itu berbunyi:”Khilafah Nubuwwah tiga puluh tahun,kemudian Allah memberikan kerajaan bagi yang dikehendakiNya.
"Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad dalam Musnadnya.Sa’id bin Jumhan,perawi hadits Safinah,berkata,“Kemudian Safinah berkata kepadaku,‘Coba simak,khilafah Abu Bakar dua tahun,khilafah Umar sepuluh tahun,khilafah Utsman dua belas tahun dan khilafah Ali enam tahun.

Ibnu Asakir meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada al-Maimuni,ia berkata,Aku mendengar Imam Ahmad bin Hambal ditanya,“Bagaimana sikap anda tentang khilafah?”Beliau menjawab,“Abu Bakar,Umar,Utsman dan Ali.”Si penanya balik bertanya,“Sepertinya anda berdalil dengan hadits Safinah.”Beliau menjawab,“Aku berdalil dengan hadits Safinah dan dalil lain.Pada masa kekhalifahan Abu Bakar,Umar dan Utsman,aku lihat Ali tidak digelari Amirul Mukminin,tidak memimpin Jum’at dan melaksanakan hudud.Lalu aku lihat setelah terbunuhnya Utsman beliau melakukan hal tersebut."Aku katakan,“Karena pada masa itu hal tersebut wajib ia lakukan (sebagai khalifah) yang sebelumnya tidak wajib ia lakukan (karena belum menjadi khalifah).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,“Imam Ahmad dan ulama lainnya bersandar kepada hadits ini dalam menetapkan khilafah Khulafa’ur Rasyidin yang empat.Demikian Imam Ahmad menegaskannya.Beliau berdalil dengan hadits tersebut dalam membantah pendapat orang yang tidak menetapkan khilafah Ali dengan alasan kaum muslimin tidak seluruhnya menyepakatinya.Sampai-sampai Imam Ahmad berkata,“Barangsiapa tidak ridha kepada kekhalifahan Ali maka ia lebih sesat daripada keledai piara-annya.”Beliau juga melarang menikahkan orang seperti ini.Masalah ini telah disepakati di kalangan fuqaha’,ulama Ahlu Sunnah dan ahli ma’rifah dan tasawuf,dan merupakan madzhab jumhur kaum muslimin.
« Edit Terakhir: Maret 10, 2013, 07:58:25 PM oleh ratna »
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Para Khalifah Yang Dua Belas
« Jawab #8 pada: Maret 10, 2013, 09:20:44 PM »
kalau dalam perspektif syiah, semenjak kepergian Rasulullah, Ali bin Abi Thalib langsung menjadi khalifah Rasulullah, apakah itu diakui oleh pihak lain atau tidak, kedudukan imam Ali tetap sama, yaitu sebagai khalifah, imam dan amirul mukminin. tidak seperti dalam pandangan sunni yang mengatakan bahwa Ali menjadi khalifah ke empat setelah Abu Bakar, Umar dan Utsman. perlu kita ketahui, bahwa dalam sejarah syiah, khalifah itu yang hanya 12 orang itu saja, tidak kurang dan tidak lebih. jadi, Abu Bakar, Umar dan Utsman adalah khalifaurasyidin dalam sejarah Ahlusunnah, tapi tidak termasuk khulafaurasyidin dalam sejarah Syiah.

adapun kisah-kisah yang diceritakan oleh saif ibnu Umar, maka tentulah kaum syiah dengan mendengar namanya saja cenderung menolaknya. karena Saif Ibnu Umar dianggap sebagai pencipta tokoh-tokoh dan kisah-kisah fiktif. coba baca juga dua artikel berikut :

saif bin umar
pencipta tokoh fiktif Abdullah bin Saba

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
3336 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 08, 2012, 02:03:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2082 Dilihat
Tulisan terakhir November 24, 2012, 07:14:40 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
991 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2013, 09:52:52 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
811 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 25, 2014, 01:53:05 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1762 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 28, 2015, 09:24:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
443 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 15, 2015, 11:08:43 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
763 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 21, 2015, 04:28:06 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
220 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 21, 2016, 10:34:17 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
267 Dilihat
Tulisan terakhir September 13, 2016, 11:43:53 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
266 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2016, 12:42:46 PM
oleh Goen

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan