collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Orasi Abdullah Ibnu Zubair  (Dibaca 2607 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Orasi Abdullah Ibnu Zubair
« pada: Januari 06, 2013, 04:55:04 PM »


Mendengar berita bahwa imam Husain telah dikepung di Karbala, dan mengetahui bahwa penduduk Kufah gentar hatinya untuk menghadapi pasukan Yazid bin Muawiyah yang berjumlah puluhan ribu orang, maka Abdullah ibnu Zubair berorasi dengan teriakan-teriakan yang lantang di hadapan banyak orang di dampingi oleh putrinya.

“Wahai penduduk kuffah! Demi Allah belum ada sebelum kalian orang yang keluar untuk membunuh keturunan nabi mereka. Demi Allah, tidak pernah ada kaum yang berlaku demikian terhadap nabi mereka. Demi Allah, Dia tidak akan memuliakan kaum yang menyerahkan urusannya kepada orang yang dzalim. Wahai rakyat Kufah, janganlah kalian tertipu oleh kata-kat palsu! Dan jangan pula kalian takut pada kekuatan tirani yang berkuasa di Istana. Jika kalian membantu al Husain dengan pedang kalian, maka Allah akan memsukan kalian ke dalam keluasan rahmatNya, dan memenuhi kalian dengan kenikmatan Nya.”

======================================= 

Pada waktu itu, yang menjadi khalifah kaum muslimin adalah Yazid bin Muawiyah. Yazid memerintahkan ribuan pasukannya untuk mengepung Husain a.s dan memerintahkan agar pasukannya mencegah Imam Husain as beserta keluarganya untuk minum dari sungai Eufrat.

Seorang pembawa berita sampai di Damaskus istana Yazid, dia berkata, “Assalamualaikum, wahai Khalifah!” Dengan segera khalifah menyambut dengan pertanyaan, “Apakah Husain bin Ali telah terbunuh?”

Pembawa berita itu berkata, “Belum, tetapi pasukanmu telah berhasil melumpuhkan kekuasaan di wilayah Kufah. Dan telah mengepung Husain di sebuah daerah bernama Karbala.”

“Sungguh dia telah melaksanakan perintah dengan baik.” Kata Khalifah Yazid. Jika mereka tidak dapat dilumpuhkan dengan pedang, maka lumpuhkan lah mereka dengan kehausan yang akan membuat mereka terbunuh!”

Belum sampai Imam Husain ke Kufah untuk menemui para pendukungnya, pasukan Yazid telah mendahuluinya memasuki Kufah dan mengancam penduduk Kufah bahwa barang siapa yang membantu Husain bin Ali berarti dia berhadapan dengan Khalifah Yazid bin Muaiwiyah.

Tentu saja, penduduk Kufah menjadi gentar. Sebab, pasukan yang dikirim oleh Yazid bukan seratus dua ratus orang, melainkan lebih dari 20 ribu orang dengan persenjataan yang lengkap. Sebagai penduduk sipil, apakah yang bisa dilakukan oleh rakyat Kufah. Akan tetapi, Abdullah Ibnu Zubair bangkit untuk membakar semangat kaum muslimin untuk membela al Husain.

Sebagian orang telah membantah bahwa pembantaian Imam Husain merupakan perintah Yazid. Lalu atas perintah siapa pasukan Yazid dari Damaskus berbondong-bondong ke kufah dan karabat, kemudian mengepung imam Husain? Apakah mereka sedang liburan dan meninggalkan tuannya di istana Damaskus? Apa mungkin pasukan sebesar itu membantai keluarga Rasulullah tanpa komando dari pucuk pimpinan tertinggi, dalam hal ini Yazid bin Muawiyah di Damaskus?

Jika benar Yazid tidak pernah memerintahkan penidasan terhadap keluarga Rasulullah ini, dan para pendukung Yazid menyatakan Yazid tidak bersalah, maka apakah yang dilakukan oleh Yazid ketika mendengar berita bahwa pasukannya tanpa perintah dirinya telah mengepung keluarga Rasulullah di Karbala? Apakah dia diam saja, atau ada hal yang dilakukan untuk mencegah gerakan pasukan yang tidak dia komando tersebut?

Seorang rakyat biasa seperti Abdullah bin Zubair saja, dengan sisa-sisa tenaganya yang sudah tua, berupaya membangkitkan rakyat Kufah untuk menolong Husain, maka Yazid sebagai khalifah, jika dia memang tidak menghenkati kematian al Husain, apakah tidak berkenan memerintahkan pasukannya untuk mundur dan menghukum mereka yang telah berbuat dzalim terhadap keluarga Rasulullah? Jika Yazid bin Muawiyah tidak menarik mundur pasukannya, dan juga tidak menghukum mereka yang membantai keluarga Rasulullah secara keji, maka jelaslah sudah bahwa gerakan pasukan tersebut memang atas perintah Yazid bin Muawiyah. 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
8403 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 27, 2012, 01:02:13 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2789 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 23, 2012, 07:48:51 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1349 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 25, 2012, 01:07:19 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2716 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 08, 2013, 11:54:36 AM
oleh ratna
0 Jawaban
1101 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 09, 2013, 11:33:21 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1734 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 24, 2013, 06:59:35 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
688 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2014, 04:30:00 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1371 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 24, 2014, 10:07:51 PM
oleh ratna
0 Jawaban
658 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2014, 07:25:33 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
522 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 09, 2014, 09:27:43 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan