collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: objeknya sama, hakikatnya berbeda.  (Dibaca 4857 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« pada: September 14, 2014, 09:44:31 AM »
nampaknya menarik jika dilanjutkan disini

Kutip dari: Kang Asep
Adakah sesuatu yang tidak Allah saksikan ? bukankah Allah tidak menyaksikan sekutuNya ? jika sekutuNya adalah "tidak ada" dan jika waktu juga "tidak ada" bagi Allah , maka apakah "masa depan" itu sesuatu yang ada bagi Tuhan ? demikian pula bagi kita, apakah "masa depan" itu merupakan hal yang nyata bagi kita ?

Allah tidak menyaksikan sekutu-Nya, bukan berarti Allah tidak menyaksikan ada sesuatu yang disekutukan sebagian manusia dengan-Nya.

tidak ada sekutu bagi Allah, maka Allah tidak menyaksikan sekutu-Nya. akan tetapi Allah menyaksikan berhala2 yang menurut sebagian manusia merupakan sekutu bagi-Nya.

Allah menyaksikan bahwa ada berhala yang dipandang oleh sebagian manusia sebagai sekutu-Nya, namun Allah tidak memandang berhala tsb sebagai sekutu bagi-Nya.

objeknya sama, hakikatnya berbeda.



manusia terbelenggu oleh alur waktu, tidak bisa melaju lebih cepat dari aliran waktu, apalagi melawan arus waktu menuju masa lalu. maka, ada sebagian alur waktu tsb yang disebut sebagai masa lalu - sekarang - masa depan oleh manusia.

kita bisa menyebut suatu jangka waktu tertentu sebagai "masa depan" (biasa diwakili dengan kata "nanti" atau "kelak", tapi mustahil mengetahui peristiwa2 yang terjadi di "masa depan" tsb baik dengan logika (ingat 8 kesatuan arti) apalagi dengan menyaksikan. yang diceritakan oleh manusia tentang masa depan hanyalah asumsi, dugaan, harapan, dll.

apakah "masa depan" itu merupakan hal yang nyata bagi kita?
bagi kita tidak. bagaimana mungkin nyata jika sama sekali tak terjamah indera maupun logika?



ada sesuatu yang tidak tersaksikan oleh kita dan tidak nyata bagi kita, masa depan bagi kita.
sesuatu tsb tersaksikan oleh Allah, nyata bagi Allah, bukan masa depan bagi Allah.

bagi Allah, tidak ada masa depan. Allah tidak menyaksikan masa depan.
ada suatu jangka waktu yang merupakan "masa depan" bagi manusia, tapi bukan "masa depan" bagi Allah. maka jangka waktu tsb belum nyata bagi manusia, tapi nyata bagi Allah.

"Allah menyaksikan masa depan" bukan berarti ada masa depan bagi Allah, melainkan "Allah menyaksikan sesuatu yang disebut manusia dengan "masa depan".

objeknya sama, hakikatnya berbeda.



apakah kata2 saya ada yang membingungkan? memang mungkin saya agak kesulitan menterjemahkan makna ke dalam kata. maka mari bertanya, mari berdiskusi, mari saling bantu menterjemahkan makna ke dalam kata.

« Edit Terakhir: September 14, 2014, 11:37:09 AM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #1 pada: September 14, 2014, 12:17:21 PM »
"Allah menyaksikan masa depan" atau "Allah tidak menyaksikan masa depan"

bagi saya itu adalah spekulasi. mungkin, dengan ketekunan penyelidikan, kita dapat menemukan kebenarannya, bagaimana sesungguhnya. Akan tetapi, saya lebih menyukai pemikiran-pemikiran yang tidak spekulan. seperti, "Masa lalu adalah kenangan" atau "masa depan adalah bayangan", dan kita tidak pernah bergeser dari "hidup saat ini di sini ". masa depan adalah "saat ini yang belum terjadi", sedangkan masa lalu adalah "saat ini yang sudah berlalu". sebenarnya tidak ada hal yang nyata kecuali "saat ini di sini". oleh karena itu, jika sesuatu itu tidak nyata bagi manusia, maka bagaimana sesuatu itu nyata bagi Allah ? jawaban pertanyaan ini, mungkin terdapat di dalam uraian kang sandy di atas.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #2 pada: September 15, 2014, 09:23:44 AM »

apakah kata2 saya ada yang membingungkan? memang mungkin saya agak kesulitan menterjemahkan makna ke dalam kata. maka mari bertanya, mari berdiskusi, mari saling bantu menterjemahkan makna ke dalam kata.

Ya benar saya agak bingung kang, saya coba konversi ke dalam Syllogisme berikut, bener gak :

Jika waktu tidak ada bagi Alloh, sedangkan masa depan adalah bagian dari waktu, maka tidak ada masa depan bagi Alloh.

Jika waktu ada bagi manusia, sedangkan masa depan adalah bagian dari waktu, maka ada masa depan bagi manusia.

Jika Alloh menyaksikan yang ada bagi manusia, sedangkan waktu ada bagi manusia, maka Alloh menyaksikan waktu bagi manusia.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #3 pada: September 16, 2014, 10:13:32 PM »
Jika masa depan adalah waktu. sedangkan waktu tidak ada bagi Allah, maka masa depan tidak ada bagi Allah.

benarkah "waktu" tidak ada bagi Allah ? bukankah Allah yang menciptakan waktu ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #4 pada: September 17, 2014, 02:18:31 PM »
Quote (selected)
"Allah menyaksikan masa depan" atau "Allah tidak menyaksikan masa depan"

bagi saya itu adalah spekulasi. mungkin, dengan ketekunan penyelidikan, kita dapat menemukan kebenarannya, bagaimana sesungguhnya. Akan tetapi, saya lebih menyukai pemikiran-pemikiran yang tidak spekulan. seperti, "Masa lalu adalah kenangan" atau "masa depan adalah bayangan", dan kita tidak pernah bergeser dari "hidup saat ini di sini ". masa depan adalah "saat ini yang belum terjadi", sedangkan masa lalu adalah "saat ini yang sudah berlalu". sebenarnya tidak ada hal yang nyata kecuali "saat ini di sini". oleh karena itu, jika sesuatu itu tidak nyata bagi manusia, maka bagaimana sesuatu itu nyata bagi Allah ? jawaban pertanyaan ini, mungkin terdapat di dalam uraian kang sandy di atas.

saat ini, merupakan sesuatu yang nyata bagi manusia.

besok, merupakan sesuatu yang tidak nyata bagi manusia.

saat ini, merupakan sesuatu yang nyata bagi Tuhan.

besok, merupakan sesuatu yang nyata bagi Tuhan.

bagaimana bisa besok yang merupakan sesuatu yang tidak nyata bagi manusia tapi merupakan sesuatu yang nyata bagi Tuhan?

karena apa yang manusia sebut dengan besok, lusa, nanti, kelak, merupakan "saat ini" bagi Tuhan.
"saat ini" bagi Tuhan, tapi bukan saat ini bagi manusia.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #5 pada: September 17, 2014, 02:22:01 PM »
yang tidak ada bagi Tuhan adalah pengaruh waktu. bukan hanya pengaruh waktu, tapi tidak ada satu makhluk pun yang berpengaruh terhadap Tuhan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #6 pada: September 17, 2014, 05:06:49 PM »
saat kita masih menjalani tahun 2012, maka tahun 2013 merupakan masa depan bagi kita, dan masa depan bukan hal yang nyata bagi kita. ini adalah efek dari adanya waktu.

tapi 2013 tidak pernah menjadi masa depan bagi yang tidak terpengaruh waktu.

waktu ada.
pengaruhnya ada bagi manusia, tidak ada bagi Tuhan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #7 pada: September 17, 2014, 07:29:28 PM »
jika ada "saat ini" bagi Tuhan, berarti ada "saat nanti" bagi Tuhan. benar atau tidak ? sebab, saat ini hanya dapat dimengerti dengan adanya "saat lain". seperti adanya pendek, hanya dimengerti karena adanya panjang atau tinggi. benar ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #8 pada: September 17, 2014, 07:52:33 PM »
jika ada "saat ini" bagi Tuhan, berarti ada "saat nanti" bagi Tuhan. benar atau tidak ? sebab, saat ini hanya dapat dimengerti dengan adanya "saat lain". seperti adanya pendek, hanya dimengerti karena adanya panjang atau tinggi. benar ?

nah, itulah makanya pada komentar sebelumnya "saat ini" bagi Tuhan saya beri tanda petik, tapi tidak dengan saat ini bagi manusia.

saya menggunakan prase "saat ini" bagi Tuhan untuk menggambarkan bahwa segalanya di waktu kapan pun bagi manusia merupakan hal yang nyata bagi Tuhan. bukan karena ada saat nanti, saat tadi, atau pun saat lain.

saya tahu prase tsb tidak benar2 tepat, tapi menurut saya prase tsb adalah yang paling tepat dibanding prase2 lainnya.
karena apa yang manusia sebut dengan besok, lusa, nanti, kelak, merupakan "saat ini" bagi Tuhan.
"saat ini" bagi Tuhan, tapi bukan saat ini bagi manusia.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #9 pada: September 19, 2014, 09:27:46 AM »
saat ini, merupakan sesuatu yang nyata bagi manusia.

Apakah yang dimaksud dengan saat ini? mengapa saat ini merupakan sesuatu yang nyata bagi manusia?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #10 pada: September 19, 2014, 10:24:43 AM »
Sebenarnya "waktu" bagi manusia, sama seperti adanya "aku". keduanya merupakan konsep ilusi.

waktu adalah nyata
waktu tidaklah nyata

keduanya juga merupakan hal yang benar. tergantung dari sudut mana kita memandang.

kita mengenal adanya saat ini, masa lalu dan masa depan. kita bisa mendefinisikan waktu. karena itu, "waktu adalah nyata".

tapi manusia sebenarnya tidak bisa mengalami masa depan, maupun masa lalu, melainkan hanya mengalami "saat ini" secara terus menerus. di sudut ini, sebenarnya masa depan maupun masa lalu adalah tidak ada, tidak bisa dialami langsung. dan jika masa depan tidak ada, maka saat ini pun sebenarnya tidak ada. karena "saat ini" hanya bisa difahami dengan adanya "masa depan".

dan seperti bagi manusia, maka bagi Tuhanpun sama

waktu adalah nyata bagi Tuhan
waktu tidaklah nyata bagi Tuhan

keduanya juga hal yang benar.

tergantung bagaimana definisi dari waktu tersebut.

seperti Tuhan, manusia juga menyaksikan masa depan atau masa lalu secara langsung. karena "Saat ini" adalah masa depan yang sedang kita jalani atau masa lalu yang akan kita tinggalkan. dengan demikian "masa lalu", "masa depan" sebenarnya berkumpul dan kita saksikan langsung "saat ini".
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #11 pada: September 19, 2014, 11:12:02 AM »
Apakah yang dimaksud dengan saat ini? mengapa saat ini merupakan sesuatu yang nyata bagi manusia?

saat ini, adalah waktu reel yang sedang dijalani. hanya itu definisi yang bisa saya kemukakan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #12 pada: September 19, 2014, 11:21:01 AM »
bagaimana kalau kita tetapkan suatu jangka waktu tertentu untuk mewakili masa depan...

ambil suatu jangka waktu tertentu, misalnya tahun 2015 masehi.
maka, apakah pada saat ini kita menyaksikan tahun 2015?
apakah pada waktu reel yang sedang kita jalani ini kita menyaksikan tahun 2015 tsb?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #13 pada: September 19, 2014, 12:44:33 PM »
tahun 2015 tidak dapat disaksikan pada tahun 2014, karena tahun 2015 tidak terjadi pada tahun 2014 tentunya. tahun 2014 tidak bisa terjadi bersamaan dengan tahun 2015. tapi tahun 2015 akan segera menjadi "saat ini". sehingga pada waktunya tiba kita dapat mengatakan "saat ini kita menyaksikan tahun 2015". jika "saat ini" adalah tahun 2014, maka tahun 2015 mustahil disaksikan langsung saat ini.

jika dikatakan Tuhan menyaksikan tahun 2015 pada saat tahun 2014, maka saya tidak mengetahui bagaimana argumentasinya.

saya jadi ingat pada Mushab bin Umair tentang "segala sesuatu". Ada benarnya yang dia katakan, bahwa Tuhan menyaksikan segala sesuatu, tapi segala sesuatu tersebut bukan "segala sesuatu". tampaknya "segala sesuatu" ini butuh definisi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline winarno

Re:objeknya sama, hakikatnya berbeda.
« Jawab #14 pada: November 26, 2014, 03:49:53 PM »
nyimak.....  :talk:... newbe pak admin
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
965 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 23, 2012, 08:20:42 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1871 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 07, 2013, 09:26:34 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1492 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2013, 02:32:06 PM
oleh comicers
0 Jawaban
924 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2014, 02:00:26 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1333 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 26, 2014, 06:49:02 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2406 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 19, 2014, 05:08:58 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
780 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2015, 07:51:50 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1271 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 24, 2015, 04:56:08 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
51 Dilihat
Tulisan terakhir April 01, 2018, 02:48:07 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
27 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2018, 08:53:28 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan