collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman  (Dibaca 21226 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« pada: Pebruari 16, 2013, 07:51:11 AM »
Bumi ini tidak pernah kosong dari imam Suci, pemimpin seluruh makhluk di alam semesta. Sejak zaman Nabi Adam as, hingga akhir zaman, selalu ada satu pemimpin yang menjadi penerus pemimpin selanjutnya. Para imam ini, adalah orang yang selalu siap menjawab pertanyaan apapun dari umat. ia diizinkan oleh Allah untuk mengetahu segala pengetahuan. inilah akidah mazhab Abhlul Bayt. Usia para imam ini ada yang pendek ada yang panjang mencapai ratusan bahkan ribuan tahun. siapa sajakah nama-nama imam ini dan bagaimana riwayat kehidupannya?

Tidak mudah bagi saya menemukan daftar nama para imam ini. Tapi hari ini saya mendapatkan catatan nama-nama itu dari Ust. Endang, salah seorang kawan saya. berikut nama-nama para Imam sepanjang masa itu :

1.   Adam as
2.   Syits
3.   Anwas
4.   Kinan
5.   Mahlail
6.   Yarid
7.   Idris as (Harmus)
8.   Asqalinus
9.   Matusaleh
10.   Lamiq
11.   Nuh as   
12.   syam
13.   Irfahsyad
14.   Syaalihu
15.   Hud as   
16.   argu bin Faligh
17.   ‘Asyru
18.   Naahud
19.   Taarikh
20.   Ibrahim as   
21.   Ismail as
22.   Ishaq as
23.   Ya’kub as
24.   Yusuf as
25.   Musa as   
26.   yusya’ bin Nuun
27.   Ilyas as   
28.   hizqil
29.   Daud as
30.   Sulaiman as   
31.   ashif
32.   As’ayaa
33.   Ar miyaa
34.   Isa as   
35.   syam’uun
36.   Muhammad Saww   
37.   ‘Ali as
38.   Hasan as
39.   Husain as
40.   Ali Zainal Abidin as
41.   Muhammad Al-Baqir as
42.   Ja’far Shadiq as
43.   Musa Al-Kaadzim as
44.   Ali Al-Ridha as
45.   Muhammad Al-Jawad as
46.   Ali Al-Hadi as
47.   Hasan Al-‘Asykari as
48.   Muhammad Al-Mahdi as



Adapun mengenai Riwayat dari masing-masing Imam, menurut Ust. Wawan ada kitabnya pada Habib Ahmad di Jakarta. beliau berkata, "Insya Allah, bila saya bertemu Habib Ahmad, saya akan minta (copyannya)."

Teringat kepada ungkapan salah seorang ustadz yang lain, ia pernah berkata, "Salah satu syarat seseorang mendapatkan gelar Ayatullah adalah hafal nama-nama para imam itu berikut riwayat kehidupannya, di mana mereka dilahirkan, siapa nama ibu bapaknya, berapa tahun usia kehidupannya, di mana meninggalnya dan bagaimana." Mungkin kalau dibukukan, akan menjadi puluhan kitab yang tebal. saya jadi bertanya-tanya, apakah  cukup umur kita untuk mempelajari riwayat-riwayat mereka? Belajar fiqih 5 mazhab saja rasanya belum kelar-kelar, apalagi mempelajari riwayat para imam sejak nabi Adam hingga imam Mahdi.
« Edit Terakhir: Pebruari 16, 2013, 07:57:37 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #1 pada: Pebruari 16, 2013, 09:36:48 PM »
Selain syiah imamiah, apakah syiah yang lain sperti syiah zaidiyah mengakui imam-imam tersebut? Kemudian sepertinya keturunan dari sayyidina Hasan ra tidak ada dalam daftar imam-imam itu, adakah alasan khusus sehingga tidak ada keturunan Beliau ra yang diangkat menjadi imam? 
 

Offline arya

Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #2 pada: Pebruari 16, 2013, 11:43:13 PM »
Pada daftar imam2 tersebut ada nabi musa a.s, klu gak salah beliau berguru kepada nabi khidir (agar dapat mengetahui sesuatu yang mash ghaib). tetapi kok nabi khidir gak ada ya dalam daftar imam2 tersebut, padahal beliau mengetahui yang msh ghoib/belum terjadi dan mungkin bisa dikategorikan mengetahui segala sesuatu.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #3 pada: Pebruari 17, 2013, 02:26:58 AM »
Pada daftar imam2 tersebut ada nabi musa a.s, klu gak salah beliau berguru kepada nabi khidir (agar dapat mengetahui sesuatu yang mash ghaib). tetapi kok nabi khidir gak ada ya dalam daftar imam2 tersebut, padahal beliau mengetahui yang msh ghoib/belum terjadi dan mungkin bisa dikategorikan mengetahui segala sesuatu.
  Berangkat dari pertanyaan kang Arya tentang riwayat bergurunya Nabi Musa as kepada Nabi Khidir as, adapula yang tampak kontradiktif, yakni: Imam itu pengetahuanya meliputi segala sesuatu, Nabi Musa adalah Imam, maka Nabi Musa as pengetahuanya meliputi segala sesuatu. Didalam riwayat itu faktanya ternyata Nabi Musa as tidak mengetahui segala sesuatu. Apakah riwayat yang masyur itu tidak kredibel atau berisi kebohongan?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #4 pada: Pebruari 17, 2013, 04:56:39 AM »
Pada daftar imam2 tersebut ada nabi musa a.s, klu gak salah beliau berguru kepada nabi khidir (agar dapat mengetahui sesuatu yang mash ghaib). tetapi kok nabi khidir gak ada ya dalam daftar imam2 tersebut, padahal beliau mengetahui yang msh ghoib/belum terjadi dan mungkin bisa dikategorikan mengetahui segala sesuatu.

nabi Khidir itu tidak menjadi imam. beliau berusia panjang dan belum wafat sampai sekarang, menjadi pendamping para imam setiap zaman.

tapi di situ saya juga heran. dari nabi yusuf lansung ke nabi Musa. biasanya kan, imam sebelumnya selalu berjumpa dengan imam berikutnya sebelum wafatnya. apakah Yusuf a.s berjumpa dengan musa atau tidak? nanti akan saya tanyakan hal ini kepada ahlinya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #5 pada: Pebruari 17, 2013, 05:00:09 AM »
Selain syiah imamiah, apakah syiah yang lain sperti syiah zaidiyah mengakui imam-imam tersebut? Kemudian sepertinya keturunan dari sayyidina Hasan ra tidak ada dalam daftar imam-imam itu, adakah alasan khusus sehingga tidak ada keturunan Beliau ra yang diangkat menjadi imam? 


setahu saya, syiah zaidiyah itu tidak mengharuskan imam dari keturunan Rasulullah. dan tidak mengharuskan satu zaman satu imam. dalam keyakinan mereka, dalam satu wilayah boleh ada satu imam. nah misalnya, pulau jawa dan sumatra, masing-masing boleh punya imam tersendiri. syiah zaidiyah tidak menolak khulafauradyidin seperti Abu Bakar, Umar dan Utsman.  saya menduga faham syiah zaidiyah ini dalam hal imamah mirip dengan ajaran LDII. tapi di Indonesia, kita sulit menemukan orang yang mengaku dari kelompk syiah zaidiyah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #6 pada: Pebruari 17, 2013, 05:04:07 AM »
mengenai keturunan Imam Hasan, hal ini juga memang pernah dipertanyakan oleh para Habib dari keturunan beliau. banyak Habib dari keturunan Imam Hasan yang tidak bergabung dengan syiah Imamiyah, dan mereka mempersalahkan ajaran ajaran syiah imamiyah yang hanya mengunggulkan keturunan imam Husain. dulu, saya pernah berdebat langsung dengan seorang Habib keturunan Imam Hasan. beliau menegaskan bahwa ajaran syiah imamiyah itu sesat. dan saya memposisikan diri sebagai pembela ajaran syiah imamiyah. perdebatannya sangat panas dan panjang. tapi anehnya, saya benar-benar lupa dengan isi perdebatan itu. mungkin harus di tengok lagi ke AFF. karena dahulu, saya melakukan perdebatan tentang keturunan Hasan Husain di forum tersebut.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #7 pada: Pebruari 17, 2013, 05:10:20 AM »
  Berangkat dari pertanyaan kang Arya tentang riwayat bergurunya Nabi Musa as kepada Nabi Khidir as, adapula yang tampak kontradiktif, yakni: Imam itu pengetahuanya meliputi segala sesuatu, Nabi Musa adalah Imam, maka Nabi Musa as pengetahuanya meliputi segala sesuatu. Didalam riwayat itu faktanya ternyata Nabi Musa as tidak mengetahui segala sesuatu. Apakah riwayat yang masyur itu tidak kredibel atau berisi kebohongan?

mengenai cerita Musa dan Khidir itu, syiah punya versi tersendiri atau mungkin takwil yang berbeda. sama seperti kisah nabi Ibrahim ketika ia mencari kebenaran. kalau menurut versih Ahlu Sunnah, diceritakan Ibrahim as bingung mencari Tuhan. ketika melihat matahari terbit, ia menduga itu adalh Tuhannya. tapi ketika tenggelam, ia berpikir "Tidak mungkin Tuhanku tenggelam." para ulama syiah mempersalhkan tafsir ahlu sunnah terhadap kisah Ibrahim. menurut ulama syiah, ibrahim tidak pernah tersesat dan tidak pernah bingung mencari Tuhan. kisah tentang Ibrahim itu adalah pelajaran bagi umat Ibrahim, bahwa Ibrahim mengajari umatnya, mendorongnya untuk memikirkan soal Tuhan dengan menyelidiki ciptaannya seraya Ibrahim menunjukan Matahari, dan bertanya kepada umat, "Apakah Tuhanmu matahari yang bisa tenggelam?" jadi yang bingung umatnya, bukan Ibrahim.

demikian pula dalam kisah Musa - Khidir. pernah diceritakan tafsir syiah yang jauh berbeda dengan ahlu sunnah. tapi sungguh, banyak hal telah saya lupakan. mungkin harus saya tanyakan kembali.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #8 pada: Pebruari 17, 2013, 09:53:54 AM »
^Bagaimana syiah imamiah itsna asyariyah menyikapi perbedaan-perbedaan dengan syiah zaidiyah dan syiah-syiah yang lain Kang?
 

Offline arya

Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #9 pada: Pebruari 17, 2013, 10:44:50 AM »
Kisah nabi khidir dan nabi musa dalam al-quran

==

“Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”(QS. 18:65)
“Musa berkata kepada Khidhr:` Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu? `”(QS. 18:66)
“Dia menjawab:` Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku.”(QS. 18:67)
Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu? `”(QS. 18:68)
“Musa berkata:` Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun `.”(QS. 18:69)
“Dia berkata:` Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu `.”(QS. 18:70)
“Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melubanginya. Musa berkata:` Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya? `Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.”(QS. 18:71)
“Dia (Khidhr) berkata:` Bukankah aku telah berkata: `Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersamaku`.”(QS. 18:72)
“Musa berkata: `Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku`.”(QS. 18:73)
“Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang pemuda, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: `Mengapa kamu bunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang munkar`.”(QS. 18:74)
“Khidhr berkata: `Bukankah sudah ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?`”(QS. 18:75)
“Musa berkata: `Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku`.”(QS. 18:76)
“Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: `Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu`.”(QS. 18:77)
“Khidhr berkata: `Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.”(QS. 18:78)
“Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.”(QS. 18:79)
“Dan adapun anak muda itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.”(QS. 18:80)
“Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).”(QS. 18:81)
“Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak muda yang yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya`.”(QS. 18:82)
 

Offline arya

Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #10 pada: Pebruari 17, 2013, 11:28:19 AM »
Kisah nabi ibrahim mencari tuhan dalam al quran
==

74   
وَإِذْقَالَإِبْرَاهِيمُلأَبِيهِآزَرَأَتَتَّخِذُأَصْنَامًاآلِهَةًإِنِّي أَرَاكَوَقَوْمَكَفِي ضَلاَلٍمُّبِينٍ
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Aazar: `Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata`.
(QS. 6:74) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

75   
وَكَذَلِكَنُرِيإِبْرَاهِيمَمَلَكُوتَالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضِوَلِيَكُونَمِنَالْمُوقِنِينَ
Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
(QS. 6:75) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

76   
فَلَمَّاجَنَّعَلَيْهِاللَّيْلُرَأَى كَوْكَبًاقَالَ هَذَارَبِّيفَلَمَّا أَفَلَقَالَ لاأُحِبُّالآفِلِينَ
Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: `Inilah Tuhanku`. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: `Saya tidak suka kepada yang tenggelam`.
(QS. 6:76) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

77   
فَلَمَّارَأَىالْقَمَرَبَازِغًاقَالَ هَذَارَبِّيفَلَمَّاأَفَلَقَالَ لَئِن لَّمْيَهْدِنِيرَبِّيلأكُونَنَّمِنَ الْقَوْمِالضَّالِّينَ
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: `Inilah Tuhanku`. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: `Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat`.
(QS. 6:77) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

78   
فَلَمَّارَأَىالشَّمْسَبَازِغَةًقَالَ هَذَارَبِّيهَذَآأَكْبَرُفَلَمَّا أَفَلَتْقَالَ يَاقَوْمِإِنِّيبَرِيءٌ مِّمَّاتُشْرِكُونَ
Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: `Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar`, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: `Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
(QS. 6:78) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

79   
إِنِّيوَجَّهْتُوَجْهِيَلِلَّذِيفَطَرَالسَّمَاوَاتِوَالأَرْضَحَنِيفًا وَمَاأَنَاْ مِنَالْمُشْرِكِينَ
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
(QS. 6:79) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

==
http://users6.nofeehost.com/alquranonline/Alquran_Tafsir.asp?pageno=4&SuratKe=6#Top
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #11 pada: Pebruari 17, 2013, 11:53:02 AM »
^Menunggu takwil versi syiah kang atas riwayat-riwayat dalam Al-Quran yang kang Arya posting. Kemudian nanti kita diskusikan bersama-sama. Jadi sabar ya kang...

gimana Kang Asep?

Nah Beliau sudah datang, Assalamualaikum Kang!
« Edit Terakhir: Pebruari 17, 2013, 11:55:05 AM oleh ratna »
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #12 pada: Pebruari 17, 2013, 12:08:31 PM »
^Bagaimana syiah imamiah itsna asyariyah menyikapi perbedaan-perbedaan dengan syiah zaidiyah dan syiah-syiah yang lain Kang?

syiah sangat terbuka dengan perbedaan. jangankan dengan syiah zaidiyah, antara sesama ulama syiah imamiyah pun seringkali terjadi perbedaan. dalam hal ini mereka berpendapat, "silahkan berbeda pendapat, yang penting masing-masing memiliki hujjah yang bisa dipertanggung jawabkan di hadapan Allah, dan juga manusia."

Ust. Abu Zahra jelas-jelas mengharamkan rokok. dia berkata, "Rokok itu haram. dalil-dalilnya sangat jelas kok dalam al Quran." maka orang-orang yang mengaji pada beliau, tak satupun berani merokok dihadapannya.

berbeda dengan Habib Abu Bakar, beliau menyangkal pengharaman rokok. "Haram dari mana ente?" katanya, "dalil mana, ayat mana dalam al Quran yang mengharamkan rokok?" seringkali beliau dialog dengan kami sambil menghabiskan beberapa batang rokok.

Demikian pula perbedaan antara Ayatullah Imam Khamaeni dengan para Ayatullah lainnya. Imam Khomaeni mengharamkan ilmu hipnotis. sedangkan beberapa ayatullah lainnya tidak mengharamkan hiptnotis. ini adalah perbedaan. tapi mereka tetap bresahabat. demikian pula, sikap mereka terhadap faham ajaran lain, mereka sangat terbuka.

lebih tinggi lagi, Imam Hasan dan Imam Husain, dalam kisah  yang dinarasikan oleh Habib Rizieq itu berbeda pendapat dalam hal perdamaian dengan Muawiyah. Imam Hasan membuat perjanjian damai dengan Muwayiah, serta menyerahkan kekhalifahan pada Muawiyah. tapi Imam Husain tidak dapat menerima keputusan tersebut. dalam pandangan Imam Husain, bagaimana bisa dibenarkan khalifah yang sah harus melimpahkan kekuasaan pada seorang pemimpin pemberontak.

dari semua yang saya paparkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa "perbedaan pendapat adalah halal, tidak haram". yang diharamkan adalah "menentang perintah imam". oleh karena itu, walaupun Imam Husain berbeda pendapat dengan Imam Hasan, tapi imam Husain patuh kepada Imam Hasan ketika beliau menyuruh imam Husain untuk diam.

dalam imamah itu ada garis ilmu dan ada garis instruksi. sependapat dengan pendapat imam, hukumnya tidak wajib. tapi patuh pada perintah imam itu adalh wajib. inilah yang saya fahami dalam soal perbedaan di dalam kalangan syiah.

agak berbeda dengan sistem keilmuan dalam LDII. perbedaan pendapat itu tidak diperbolehkan dalam hal agama, atau akidah. oleh karena itu, kaum LDII tidak berani mengolah lagi secara logic, apa-apa yang datang dari imam mereka. apa yang keluar dari lisan imam, harus diterima apa adanya, tidak boleh berubah.

saya contohkan, pada waktu saya mangkul hadits dari mubaligh LDII, ketika ia salah membaca kalimat dalam bahasa arab, yang seharusnya dibaca kasrah, tapi dia membaca fathah, saya dan kawan saya memperotes, "bukankah menurut kaidah llmu nawhu itu seharusnya dibaca kasrah, sebab didahului haraf jar?"

mubalighnya marah dan berkata, "Saya tahu. tapi ilmu agama ini berdasarkan mangkul, bukan dengan ilmu nahwu. kalau saya terima mangkulnya dibaca fathah, ya baca fathah, gak peduli itu sesuai ilmu nahwu atau tidak."

ketika saya ceritakan hal itu kepada ust. Abu Zahra, beliau berkata, "itu namanya melestarikan kesalahan."

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #13 pada: Pebruari 17, 2013, 12:10:26 PM »
@arya dan ratna

tafsir tentang kisah khidir-musa dan juga ibrahim a.s versi syiah, insya Allah hal ini menjadi bahan pertanyaan bagi saya kepada para ulama syiah dalam pertemuan majelis yang akan datang.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline arya

Re:Nama-nama Para Imam Sepanjang Zaman
« Jawab #14 pada: Pebruari 17, 2013, 12:11:57 PM »
Persis Malam tadi saya nonton Film tentang nabi Yusuf A.S, dua kali nonton film tersebut, dua kali saya terharu dan meneteskan air mata. Setelah saya cari2 informasi film itu disutradarai oleh orang iran dan tidak menutup kemungkinan diproduksi di negara iran.

Berkaitan dengan topik diatas. berdasarkan film tersebut, Nabi Yakub A.S memberikan opsi dalam suratnya dimana opsi yang kedua yaitu akan mengutuk penguasa mesir yang tidak lain adalah anak kesayangannya  sendiri yaitu nabi Yusuf A.S sampai pada keturunannya jika benyamin adik nabi yusuf A.S (satu kandung) sekaligus anaknya nabi yakub tidak dibebaskan menjadi budak. dan pelu diketahui nabi Yusuf telah membebaskan budak2 mesir menjadi manusia yang merdeka jauh hari sebelum surat dari nabi yakub AS di terima oleh nabi Yusuf AS.

Jika Imam mengetahui segala sesuatu dan nabi Yakub A.S adalah imam yang diyakini syiah. mengapa nabi Yakub A.S bertindak demikian???

--

Filmnya sangat bagus, Recomended Nonton.
« Edit Terakhir: Pebruari 17, 2013, 12:30:20 PM oleh arya »
 

Tags: imam ahlul bayt Islam 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1363 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 21, 2014, 10:44:41 PM
oleh silver
0 Jawaban
3237 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 08, 2012, 02:03:22 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2295 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 11, 2015, 12:49:34 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
2203 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 06, 2012, 07:18:31 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
616 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 11, 2012, 09:44:33 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1417 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2013, 12:00:57 PM
oleh Awal Dj
10 Jawaban
2081 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2015, 10:24:43 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
300 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 21, 2016, 08:25:20 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
189 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2016, 08:57:31 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
302 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 04, 2017, 10:46:51 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan