collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Muhammad At Tijani, antara Sufi dan Wahabi  (Dibaca 3165 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Muhammad At Tijani, antara Sufi dan Wahabi
« pada: Pebruari 13, 2013, 05:27:28 PM »
Sebagian jawaban Syaikh kepada orang-orang yang bertanya kadang-kadang kusanggah berdasarkan hujjah-hujjah AlQuran dan Sunnah. Tetapi sebagian yang hadir rupanya menganggap itu perbuatan cela dan sikap kurang ajar kepada Syaikh. Karena biasanya mereka tidak berbicara jika berada di dalam majelis kecuali seizinnya. Sikap ketidakpuasan mereka ini dirasakan oleh Syaikh. Dengan cara yang bijak beliau meredakan perasaan mereka seraya berkata: "Barang siapa yang pada mulanya bersikap berapi-api maka pada akhirnya akan cemerlang". Majelis menganggap ini sebagai "isyarat baik" dari Syaikh, dan akan menjadi jaminan paling besar bagi kecemerlangan akhirku. Mereka memberikan ucapan selamat kepadaku.

Tetapi Syaikh adalah seorang yang pandai dan terlatih. Beliau tidak memberiku sedikitpun kesempatan untuk melanjutkan sanggahan yang "mengejutkan" itu. Diceritakannya hikayat seorang yang A'rif Billah (baca: wali) ketika duduk bersama sejumlah alim-ulama. Kepada salah seorang dari ulama ini si wali berkata," Bangun dan pergilah mandi!" Si alim pergi dan mandi. Kemudian dia datang semula ke majlis. Sebelum sempat duduk, si wali berkata lagi padanya, Pergi mandi lagi!". Lalu dia pergi dan mengulangi mandinya dengan cara yang paling baik, khawatir mandi yang pertama tadi tidak benar. Kemudian dia datang lagi untuk duduk di majelis, namun Syaikh tetap saja menyuruhnya pergi dan mandi. Kemudian si alim ini menangis dan berkata, "Ya Tuan Syaikh, aku telah mandi dengan cara ilmuku dan amalku. Tiada apa-apa lain dalam diriku melainkan apa yang akan Allah bukakan kelak melalui kedua tanganmu". Lalu Syaikh ini berkata: "Sekarang duduklah".

Aku tahu bahwa yang dimaksudkan dari cerita ini adalah diriku. Begitu pula para hadirin. Begitu Syaikh keluar dari majelis mereka mencelaku dan menyuruhku diam dan wajib hormat bila duduk di hadapannya. Mengingat Syaikh ini adalah Sohib Zaman (Pemilik Zaman), sikapku ini dikhawatirkan akan menggugurkan amal-amal baikku saja. Hujjah mereka adalah firman Allah berikut: "Wahai orang-orang yang beriman, Janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi; dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak terhapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari" (QS. Al-Hujurat: 2)

Aku sadar akan harga diriku. Kuikuti perintah dan nasehat-nasehatnya; dan lebih didekatkannya lagi aku kepadanya. Aku tinggal bersama dengannya tiga hari dimana aku juga bertanya berbagai masalah kepadanya yang sebagiannya sekedar ingin mengujinya. Syaikh tampaknya sadar akan sikapku ini, lalu berkata bahwa AlQuran memiliki makna zahir dan batin, hinggah ke tujuh batin. Allah juga telah membukakan untukku peti rahasia-Nya, dan menunjukkan kepadaku Kursinya yang khas dimana terdapat silsilah orang-orang yang shaleh dan a'rif secara musnad dan bersambung kepada Abul Hasan as-Syazali, dan terus kepada sejumlah para wali sehinggalah sanadnya sampai kepada Imam Ali Karamallah Wajhahu.

Perlu kuceritakan juga bahwa majlis-majlis mereka adalah bersifat ritualistik atau kerohanian. Mula-mula Syaikh akan membukanya dengan bacaan beberapa ayat AlQuran yang mudah secara tajwid. Kemudian membaca qasidah yang diikuti oleh para muridnya yang hafal berbagai madah dan zikir yang kebanyakannya mencela dunia dan mengajak pada akhirat, makna zuhud serta wara'. Setelah itu murid yang duduk di sisi kanan Syaikh akan membacakan ayat-ayat AlQuran yang baru, dan Syaikh serta merta akan membacakan qasidah yang akan diikuti oleh semua yang hadir. Begitulah seterusnya secara bergilir walau sekadar satu ayat. Kemudian seperti seolah-olah tak sadar, mulailah para hadirin menggoyangkan badannya ke kanan dan kiri mengikut rentak madah tadi sampailah tuan Syaikh berdiri dan berdirilah semua yang hadir sehingga membentuk satu lingkaran dengan Syaikh berada di tengah-tengah. Kemudian mereka menyebutkan "zikir-dada" :ah.. ah.. ah. ah. ah.. Dan Syaikh keliling di tengah-tengah mereka dan menghadap setiap satu dari mereka dengan suara bacaan yang keras sekali. Kemudian sebagian dari mereka melompat-lompat dalam satu gerakan bak kegilaan sambil mengangkat suara tinggi-tinggi yang berirama tetapi menakutkan. Setelah keletihan maka majlis tenang kembali dengan diakhiri qasidah Syaikh. Dan setelah mencium kepala Syaikh dan bahunya secara bergilir maka semua yang hadir akan duduk kembali.

Aku telah mengikuti pertemuan mereka beberapa kali hanya sekedar tanda simpati tanpa diiringi sikap rela hati. Jiwaku berkecamuk dengan kacaunya keyakinan yang kupegang sementara ini, yakni coba tidak mensyirikkan Allah seperti bertawassul kepada selain Allah. Aku jatuh ke bumi sambil menangis tersedu-sedu karena bingung dengan dua aliran yang sangat kontradiktif ini; aliran sufi yang penuh dengan acara-acara ritualistik, dimana jiwa manusia akan terasa sesuatu kezuhudan dan kedekatan pada Allah melalui para wali-Nya yang shaleh dan hamba-Nya yang a'rif; dan aliran Wahhabiah yang mengajarku bahwa semua itu adalah syirik pada Allah. Dan Syirik adalah dosa yang tidak terampuni.

sumber : Muhammad al Tijani, Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Hal. 12-14
« Edit Terakhir: Pebruari 13, 2013, 07:19:50 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Muhammad At Tijani, antara Sufi dan Wahabi
« Jawab #1 pada: Pebruari 13, 2013, 10:52:18 PM »

Aku telah mengikuti pertemuan mereka beberapa kali hanya sekedar tanda simpati tanpa diiringi sikap rela hati. Jiwaku berkecamuk dengan kacaunya keyakinan yang kupegang sementara ini, yakni coba tidak mensyirikkan Allah seperti bertawassul kepada selain Allah. Aku jatuh ke bumi sambil menangis tersedu-sedu karena bingung dengan dua aliran yang sangat kontradiktif ini; aliran sufi yang penuh dengan acara-acara ritualistik, dimana jiwa manusia akan terasa sesuatu kezuhudan dan kedekatan pada Allah melalui para wali-Nya yang shaleh dan hamba-Nya yang a'rif; dan aliran Wahhabiah yang mengajarku bahwa semua itu adalah syirik pada Allah. Dan Syirik adalah dosa yang tidak terampuni.

sumber : Muhammad al Tijani, Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Hal. 12-14

Saya juga pernah merasakan hal ini, tarik menarik antara dua kutub yang sama kuatnya di dalam batin, menyebabkan ketersiksaan. Berusaha memilih salah satunya tetapi ilmu tidak mencukupi untuk menganalisa persoalan. Akhirnya memilih dengan kecenderungan intuisi saja.
 

Offline embah wira

Re:Muhammad At Tijani, antara Sufi dan Wahabi
« Jawab #2 pada: Pebruari 14, 2013, 07:48:10 PM »
bagi saya yang sangat terbatas pengetahuan agamanya,lebih baik menjauhi hal-hal yang bisa menjerumuskan saya kelembah kemusrikan,dan menjauhi hal yang belum pasti,,sepeti bid'ah,sebab masih terlalu banyak sunah yang belum saya kerjakan
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Muhammad At Tijani, antara Sufi dan Wahabi
« Jawab #3 pada: Pebruari 14, 2013, 08:46:58 PM »
^ bagus.

apakah anda punya definisi bid`ah yang pasti?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags: Tijani sufi wahabi Renungan 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
4150 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 13, 2013, 10:44:46 PM
oleh ratna
1 Jawaban
1302 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2015, 07:55:17 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
1445 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 07:25:40 PM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
2051 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 05, 2013, 12:54:45 AM
oleh Sandy_dkk
2 Jawaban
2380 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 09, 2013, 07:58:48 AM
oleh Kang Asep
31 Jawaban
10584 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 04, 2013, 07:47:53 PM
oleh sliverius
11 Jawaban
5261 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 05, 2014, 07:46:45 PM
oleh arya
0 Jawaban
1747 Dilihat
Tulisan terakhir November 02, 2014, 07:33:53 AM
oleh wa2nlinux
4 Jawaban
2571 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2017, 10:35:00 AM
oleh Kojer Al Ghozali
5 Jawaban
1349 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2015, 06:26:41 PM
oleh Monox D. I-Fly

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan