collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Menyikapi isu GAY (LGBT)  (Dibaca 2121 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline jusmelon

Menyikapi isu GAY (LGBT)
« pada: Januari 27, 2016, 11:34:44 PM »
sehubungan dengan isu yg lagi hangat tentang LGBT, ada beberapa hal yg mengusik rasa ingin tahu saya, kiranya para sesepuh forum di sini ada  yg bersedia memberi penjelasan ..

yg pertama:
masalah penyuka sesama jenis ini kan kita sama2 tau adalah masalah klasik yg bahkan di abadikan dalam kitab suci al-qur'an di kisah nabi luth.. dan disitu kita di beritahukan bahwa kaum luth berakhir dgn azab yg dahsyat... dan saya pun sempat baca di forum ini tentang jasad gay yg tidak akan tinggal di perut bumi lebih dari 3 hari... intinya prilaku gay ini sangat mengerikan,
yg saya tanya kenapa dampak yg harus diterima kaum luth ini sangat mengerikan, apa yg mereka rusak sebenarnya sampai berakibat begitu dahsyat??

yg kedua :
apa solusi yg ditawarkan oleh agama untuk masalah ini ?

yg ketiga :
bagaimana memposisikan diri yg tepat terhadap masalah ini, apa acuh saja, menentang, atau membela se andainya mereka di perlakukan deskriminatif?
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Menyikapi isu GAY (LGBT)
« Jawab #1 pada: Januari 27, 2016, 11:55:37 PM »
yg ketiga :
bagaimana memposisikan diri yg tepat terhadap masalah ini, apa acuh saja, menentang, atau membela se andainya mereka di perlakukan deskriminatif?
1.Menentang
2.Membela seandainya mereka diperlakukan diskriminatif
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline jusmelon

Re:Menyikapi isu GAY (LGBT)
« Jawab #2 pada: Januari 28, 2016, 05:12:37 PM »
2.Membela seandainya mereka diperlakukan diskriminatif

trus bagaimana parameter prilaku deskriminatif itu sendiri ? jelas kalau menolak, kita akan otomatis deskriminatif.. sebab dasarnya mereka sendiri yg memutuskan untuk berbeda, bagaimana mereka menuntut kesamaan??
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Menyikapi isu GAY (LGBT)
« Jawab #3 pada: Januari 28, 2016, 06:00:23 PM »
1.Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut.
2.membela mereka atas dasar kemanusiaan bahwa guy pun juga sama2 manusia seperti kita dan mereka pun juga punya hak masing2.
3.Yang saya maksud menentang disini adalah menentang secara pemikiran bahwa guy itu melawan fitrah.
manusia itu fitrahnya kan sukanya dengan lawan jenis dan dengan itu manusia bisa bereproduksi dan menghasilkan keturunan.
4.dan itu tidak bisa disebut diskriminasi karena pertentangan saya ini adalah pertentangan pemikiran dan bukan menentang seperti mengusir.





« Edit Terakhir: Januari 28, 2016, 06:10:59 PM oleh sultanisme »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Menyikapi isu GAY (LGBT)
« Jawab #4 pada: Januari 28, 2016, 09:12:37 PM »
menurut saya, seseorang harus dihukum bukan karena dia homo atau lesbi, tapi karena dia mengetahui sesuatu itu salah, tapi dia lakukan juga. dosa dari ketidaktahuan,  semestinya dimaafkan.

seandainya tidak datang petunjuk yg dapat diakui kebenarannya oleh akal, niscaya orang menyembah batupun tidak berdosa. tapi mustahil Tuhan tidak memberi petunjuk. bahkan akal setiap orang akan berkata padanya bahwa batu bukanlah Tuhan dan tidak pantas disembah.

demikian pula soal LGBT. jika ada orang memutuskan untuk menikahi sesama jenis, maka kewajiban saya adalah memberitahu padanya bahwa itu salah. jika dia mengerti bahwa yg saya katakan itu benar, tapi dia mengingkarinya, berarti dia mengingkari kebenaran. tidak perlu saya hukum, karena dia akan dihukum oleh alam dan dirinya sendiri.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Menyikapi isu GAY (LGBT)
« Jawab #5 pada: Januari 28, 2016, 09:32:10 PM »
pertanyaan2 :

sebenarnnya guy and lesby itu pilihan yang disengaja atau memang "sudah seperti itu " ?
apakah guy and lesby bisa di obati karena merupakan penyimpangan seksual ?
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline jusmelon

Re:Menyikapi isu GAY (LGBT)
« Jawab #6 pada: Januari 28, 2016, 11:03:34 PM »
menurut saya, seseorang harus dihukum bukan karena dia homo atau lesbi, tapi karena dia mengetahui sesuatu itu salah, tapi dia lakukan juga. dosa dari ketidaktahuan,  semestinya dimaafkan.

seandainya tidak datang petunjuk yg dapat diakui kebenarannya oleh akal, niscaya orang menyembah batupun tidak berdosa. tapi mustahil Tuhan tidak memberi petunjuk. bahkan akal setiap orang akan berkata padanya bahwa batu bukanlah Tuhan dan tidak pantas disembah.

demikian pula soal LGBT. jika ada orang memutuskan untuk menikahi sesama jenis, maka kewajiban saya adalah memberitahu padanya bahwa itu salah. jika dia mengerti bahwa yg saya katakan itu benar, tapi dia mengingkarinya, berarti dia mengingkari kebenaran. tidak perlu saya hukum, karena dia akan dihukum oleh alam dan dirinya sendiri.

wah... mantap jawabannya kang....
trimakasih
 

Offline jusmelon

Re:Menyikapi isu GAY (LGBT)
« Jawab #7 pada: Januari 28, 2016, 11:22:16 PM »

4.dan itu tidak bisa disebut diskriminasi karena pertentangan saya ini adalah pertentangan pemikiran dan bukan menentang seperti mengusir.

saya juga setuju bang, kalau udah sampai mengusir apalagi dgn kekerasan jelas itu perbuatan yg salah... tapi deskriminatif mereka kan biasanya lebih ke arah legalitas dan pengakuan, seperti meminta hak dan mendapat pengakuan pemerintah bahwa mereka layak untuk menikah seperti seperti di beberapa negara luar..
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
9 Jawaban
5089 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 13, 2013, 01:56:22 PM
oleh tasikita
0 Jawaban
531 Dilihat
Tulisan terakhir April 03, 2016, 02:05:36 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan