collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Menyembunyikan Konteks  (Dibaca 21 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 180
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Menyembunyikan Konteks
« pada: November 17, 2017, 02:34:51 AM »
Sebelumnya saya ingin menegaskan terlebih dahulu kepada Kang Asep bahwa isi tulisan sesungguhnya secara setulus - tulusnya sampai dasar hati tidak bertujuan dan tidak berniat untuk menyinggung anda. Sebab saya menghormati anda. Isi tulisan ini hanyalah ungkapan dari semua "unek - unek" saya terhadap kejadian tadi.


Saya pernah diberi pertanyaan oleh beberapa orang seperti ini :

"Angin apa yang iramanya semilir - semilir ?"

"Cicak - cicak apa yang merayap di dinding ?"

"Kuda apa yang sangat kuat ?"

Lalu saya jawab dengan jujur seperti ini :

"Angin sepoi - sepoi !"

"Cicak biasa seperti yang kita lihat !"

"Menurut saya kuda perang !"

Tetapi kemudian apa sebenarnya jawaban yang dimaksud oleh orang - orang tersebut ?

"Angin yang sedang berhembus padaku.."

"Cicak - cicak di dinding.. Diam - diam merayap.. Datang seekor nyamuk..
Hap, hap, lalu ditangkap.."

"Kuda - kuda yang diajarkan perguruan silatku.."

Sesungguhnya jawaban - jawaban tersebut memang benar. Tetapi antara jawaban saya dengan pertanyaan orang tersebut ternyata berbeda konteks.
Saya menjawab pertanyaan orang tersebut dalam konteks sesungguhnya, namun ternyata pertanyaan dari orang tersebut berada dalam konteks "tebak - tebakan" dan "main - main". Terlebih lagi, orang tersebut menyembunyikan konteks yang ia maksud dari saya, dan tidak menegaskan konteks yang ia maksud dari awal.
Jawaban saya benar dalam konteks yang saya maksud, tetapi salah dalam konteks yang dimaksud oleh orang tersebut dan jawaban orang tersebut benar dalam konteks yang ia maksud sendiri, tetapi salah dalam konteks yang saya maksud.
Ini memang serba terbalik tetapi sama - sama benar dan salah dalam konteksnya masing - masing ????..

Ilmu Logika pun sebenarnya bisa juga bertujuan untuk menjebak orang lain terutama dalam persoalan kontradiksi dan definisi, dengan menyembunyikan konteks Logika Murni yang dimaksud, lalu baru mengatakannya setelah terdapat kekeliruan dalam konteks Logika Murni pada jawaban lawan diskusi.
Bagaimana bila kemudian teknik ini menjadi tradisi diskusi di grup Logika Filsafat ini ?
Sudah tentu akan menimbulkan keambiguan dalam diskusi. Sebab akan terdapat 2 konteks yang berbeda dalam diskusi.
Dan saya sebenarnya juga tidak ingin teknik ini menjadi tradisi diskusi di grup ini. Sebab, efeknya juga sama seperti inkonsistensi konteks, diskusi zig - zag, dan semacamnya. Terutama bagi pembuat pertanyaan. Sebab, si pembuat pertanyaan akan lolos dari kesalahan dengan mengatakan "kamu salah, sebab saya bertanya dalam konteks A, sedangkan kamu menjawab dalam konteks B" .

Konsistensi dalam konteks itu perlu, tetapi menegaskan konteks yang akan dibahas kepada lawan diskusi sejak awal itu juga perlu seperti perlunya menegaskan definisi dari term - term yang hendak dibahas bersama lawan bicara. Untuk menghindari terjadinya inkonsistensi dan alur "zig - zag" dalam diskusi, akibat dari inkonsistensi konteks dan definisi.
Dari kejadian tadi, ternyata saya dapat mengambil banyak pelajaran tentang diskusi...
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
712 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 22, 2014, 04:45:43 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1492 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 19, 2015, 01:40:55 PM
oleh hamaslover
0 Jawaban
123 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 18, 2017, 07:57:25 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
48 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2017, 08:05:42 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan