collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Menilai Pendapat Ulama  (Dibaca 4110 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menilai Pendapat Ulama
« pada: April 10, 2015, 09:43:57 AM »
Menurut Agams, jika kita menilai atau mengkritisi ulama, maka itu seperti anak SMA yang mengkritisi profesor.

Berani-beraninya ngritik profesor. dengarkan kata Agams soal kritik Profesor :

Kutip dari: Agams
Yah..kita pinter2lah mengukur diri sendiri...jangan spt tong kosong nyaring bunyinya.
Kalau ada seorang profesor lalu di kritik oleh seorang anak SMA, siapa pun tdk ada yg percaya dg kritikan tsb, kecuali yg dibawahnya (jadi coba tebak aja siapa yg dibawah tsb) biarlah sesama profesor yg mengkritiknya.

Kl kita mau mengkritisi ukurlah dulu diri kita, jgn bahasa arab aja masih diragukan udah mengkritisi ulama.
Cukuplah kita bertanya kpd yg lebih mengetahui dan menimbang serta memilih mana diantara profesor tsb yg sesuai dg akal sehat.
Allah tdk menghukum apa2 yg tdk kita ketahui, justru kl kita nggak tau tapi sok tau itu yg berat.


Kutip dari: Agams
ukur dulu diri sendiri siapa antum...? sudahkah kemampuan antum sejajar dgn mereka..? itu sama aja anak SMA mengeritik pendapat professor, bahasa Arab aja belum tentu diakui kemampuannya sudah mengoreksi yg sudah diakui kemampuannya oleh kalangan ahli ilmu.

Jadi, kita tidak boleh, diharamkan atau tidak pantas mengkritisi ulama. Tapi, hal ini tampak bertentangan pendapat dengan kawannya sendiri, Alexandiran. saat saya bertanya , "Siapa yang dapat menilai ulama?"

Kutip dari: Alexandrian;2325826
Siapapun yg hendak mengambil salah satu pendapat dari perbedaan tersebut.

Jadi, mana yang bener, kita ini boleh menilai pendapat ulama atau tidak ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ziels

Re:Menilai Pendapat Ulama
« Jawab #1 pada: April 10, 2015, 09:50:46 AM »
Kritik saran dan pendapat sah-sah saja yg penting tidak menghina, yg muda harus menghormati yg tua dan yg tua harus menjawab dengan sayang. <<< maaf sok bijak... hehe :dance:
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menilai Pendapat Ulama
« Jawab #2 pada: April 10, 2015, 09:58:50 AM »
maaf sok bijak... hehe


Gak apa-apa, mudah-mudahan jadi bijak beneran !
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menilai Pendapat Ulama
« Jawab #3 pada: April 10, 2015, 02:09:42 PM »
Kutip dari: Alexandrian;2325878
Ya boleh dong menilai pendapat ulama untuk diambil pendapatnya. Kalau hendak mengkritisi atau mengkoreksi orang berilmu (ulama), logika yg masuk akal adalah paling tidak mempunyai level keilmuan yg sama. Kan tidak lucu saya yg tidak mengerti bahasa arab kemudian mengkritisi Ibnu Katsir yg diakui keilmuannya sebagai ahli tafsir oleh orang2 yg berilmu (ulama).

Pengen tanya aja ke Agams, apakah pendapat Alexandrian ini benar ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ziels

Re:Menilai Pendapat Ulama
« Jawab #4 pada: April 12, 2015, 12:54:41 AM »
terimakasih Kang Asep
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Menilai Pendapat Ulama
« Jawab #5 pada: Desember 21, 2015, 12:22:40 AM »
Apa perbedaan mengkritisi dengan menilai?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menilai Pendapat Ulama
« Jawab #6 pada: Desember 21, 2015, 10:08:31 AM »
bedanya seperti bebe dan kuda

mengkiritisi belum tentu menilai. menilai belum tentu mengkritisi.

menilai itu meliputi baik, buruk, benar dan salah.

mengkritisi itu bisa jadi berupa ungkapan untuk menjelaskan ketidaklengkapan struktur konsep atau adanya kontradiksi2 dari keyakinan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1740 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 08, 2012, 02:39:13 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2854 Dilihat
Tulisan terakhir November 13, 2015, 08:44:53 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1372 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2013, 04:16:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1128 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2014, 02:15:44 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
435 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 06, 2015, 09:54:39 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
374 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 31, 2015, 01:04:51 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
471 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 27, 2016, 09:01:03 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
114 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2016, 01:28:25 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
262 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2016, 08:17:07 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
154 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 23, 2017, 02:44:30 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan