collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran  (Dibaca 5940 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran
« pada: Desember 14, 2012, 12:30:47 PM »
menurut sebagian orang, ilmiah dan ghaib adalah dua hal yang tidak dapat dihubungkan, ilmiah mempunyai wilayah sendiri sedangkan ghaib berada di wilayah yang lain.
antara kedua wilayah tersebut ada batas yang tak bisa diganggu gugat.

sebenarnya wilayah ilmiah dan wilayah ghaib merupakan satu hamparan. batas itu memang ada, tapi bukan merupakan batas mutlak yang tak bisa diganggu gugat. kita bisa "menggeser" batas tersebut sehingga membuat wilayah ilmiah menjadi lebih lebar.

dan alat untuk menggeser batas tsb adalah fikiran...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran
« Jawab #1 pada: Desember 14, 2012, 12:41:49 PM »
SETELAH ruang ada lagi ruang. Panjang, lebar dan tinggi, tiga dimensi yang membentuk ruang. Jika ditambah dengan satu satuan lagi maka akan terbentuk dimensi keempat. Dimensi ” gaib ” ini dipercaya eksistensinya oleh para pakar teori fisika. Mereka menyebutnya hyperspace atau hiperspasial.

Ada juga yang menyebut dimensi keempat ini sebagai dimensi kelima. Ini karena waktu dianggap sebagai dimensi keempat dalam realita hidup ini. Namun waktu sejauh ini bersifat linier atau berada pada garis lurus yang tidak akan pernah kembali lagi. Waktu pun tidak membentuk ruang baru yang bisa ditempati oleh entitas yang memiliki dimensi (tiga saja tentunya).

Hiperspasial ini sudah sejak abad 19 dibicarakan para pemikir fisika. Baru pada abad 20 pendapat berbobot mengenai ini dikemukakan oleh ahli matematika Prusia, Theodore Kaluza. Pada tahun 1919, Kaluza menyatakan kepada Albert Einstein yang mengungkapkan bahwa seharusnya ada dimensi keempat. Ia memberi alasan bahwa gravitasi dan radiasi gelombang elektromagnetik merupakan manifestasi yang sama dari suatu entitas ke ruangan yang sama.

Bagi masyarakat awam, lebih mudah mengadaptasi konsep gaib dibandingkan teori fisika yang rumit. Kita hanya akan mengamini saja ”alam gaib” dimensi keempat itu, cukup hanya percaya bahwa alam itu ada dan tidak terlihat.

Para pemikir pun setuju bahwa dimensi keempat tidak bisa dilihat oleh kita yang berada dalam tiga dimensi. Ini dijelaskan mereka melalui pengandaian keberadaan kita dalam suatu dimensi. Jika Anda adalah titik dalam suatu garis maka Anda hanya bisa bergerak dari satu ujung garis ke ujung lainnya. Jadi kesadaran Anda mengatakan hanya ada dua titik ekstrem dalam dunia Anda. Begitu pula jika Anda berada dalam dunia dua dimensi, panjang dan lebar. Sebagai titik, Anda bisa bergerak ke luar, ke daerah lebar dan dari sana Anda bisa melihat dimensi pertama yakni garis panjang tadi.

Begitu pula jika berada dalam tiga dimensi di mana terdapat panjang, lebar dan tinggi. Dari dimensi itu suatu titik bisa bergerak ke berbagai arah dan mengamati satu dimensi, dan juga dua dimensi serta menyadari adanya tiga dimensi. Ia bisa melihat bentuk garis, bentuk bidang datar dan bentuk piramida atau kubus. Ini seperti manusia berada dalam ruang dan melihat benda-benda lain, serta bergerak untuk mendapatkan perspektif yang berbeda.

Bagi para pakar teori fisika ini sudah bukti yang cukup. Titik dalam garis yang hanya menyadari adanya dua ekstrem bukanlah bukti bahwa batasan dunianya hanya garis saja. Titik dalam bidang datar bukan berarti dunianya hanya panjang dan lebar. Begitu pula kita yang berada dalam tiga dimensi, bukan berarti tidak ada dimensi keempat.

Itulah mengapa gravitasi dan gelombang elektromagnetik, suatu entitas yang ada dan bergerak di berbagai lokasi*ruang, merupakan bukti. Sumber dan sebab gravitasi dan gelombang elektromagnetik belum diketahui dalam realita ruang tiga dimensi yang dikenal sekarang.

Titik pengandaian kita tadi yang berada dalam tiga dimensi bisa bergerak ke dalam dua dimensi dan ke dalam satu dimensi, titik kita itu bisa menjadi bagian dari bidang datar atau dari garis lurus. Kita, manusia yang berada dalam ruang tiga dimensi bisa merangkai diri menjadi garis atau bidang datar. Jadi suatu entitas yang berada dalam empat dimensi tentu bisa bergerak ke tiga dimensi, atau ke dimensi yang lebih rendah. Itulah gelombang elektromagnetik dan gravitasi.

http://www.trainingmsb.com/2012/05/memahami-dimensi-gaib-secara-ilmiah.html
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran
« Jawab #2 pada: Desember 14, 2012, 12:42:23 PM »
Apa definis ghaib itu? kita samakan persepsi yuk
 

Offline Sandy_dkk

Re:Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran
« Jawab #3 pada: Desember 14, 2012, 12:51:59 PM »
SETELAH ruang ada lagi ruang. Panjang, lebar dan tinggi, tiga dimensi yang membentuk ruang. Jika ditambah dengan satu satuan lagi maka akan terbentuk dimensi keempat. Dimensi ” gaib ” ini dipercaya eksistensinya oleh para pakar teori fisika. Mereka menyebutnya hyperspace atau hiperspasial.

Ada juga yang menyebut dimensi keempat ini sebagai dimensi kelima. Ini karena waktu dianggap sebagai dimensi keempat dalam realita hidup ini. Namun waktu sejauh ini bersifat linier atau berada pada garis lurus yang tidak akan pernah kembali lagi. Waktu pun tidak membentuk ruang baru yang bisa ditempati oleh entitas yang memiliki dimensi (tiga saja tentunya).

Hiperspasial ini sudah sejak abad 19 dibicarakan para pemikir fisika. Baru pada abad 20 pendapat berbobot mengenai ini dikemukakan oleh ahli matematika Prusia, Theodore Kaluza. Pada tahun 1919, Kaluza menyatakan kepada Albert Einstein yang mengungkapkan bahwa seharusnya ada dimensi keempat. Ia memberi alasan bahwa gravitasi dan radiasi gelombang elektromagnetik merupakan manifestasi yang sama dari suatu entitas ke ruangan yang sama.

Bagi masyarakat awam, lebih mudah mengadaptasi konsep gaib dibandingkan teori fisika yang rumit. Kita hanya akan mengamini saja ”alam gaib” dimensi keempat itu, cukup hanya percaya bahwa alam itu ada dan tidak terlihat.

Para pemikir pun setuju bahwa dimensi keempat tidak bisa dilihat oleh kita yang berada dalam tiga dimensi. Ini dijelaskan mereka melalui pengandaian keberadaan kita dalam suatu dimensi. Jika Anda adalah titik dalam suatu garis maka Anda hanya bisa bergerak dari satu ujung garis ke ujung lainnya. Jadi kesadaran Anda mengatakan hanya ada dua titik ekstrem dalam dunia Anda. Begitu pula jika Anda berada dalam dunia dua dimensi, panjang dan lebar. Sebagai titik, Anda bisa bergerak ke luar, ke daerah lebar dan dari sana Anda bisa melihat dimensi pertama yakni garis panjang tadi.

Begitu pula jika berada dalam tiga dimensi di mana terdapat panjang, lebar dan tinggi. Dari dimensi itu suatu titik bisa bergerak ke berbagai arah dan mengamati satu dimensi, dan juga dua dimensi serta menyadari adanya tiga dimensi. Ia bisa melihat bentuk garis, bentuk bidang datar dan bentuk piramida atau kubus. Ini seperti manusia berada dalam ruang dan melihat benda-benda lain, serta bergerak untuk mendapatkan perspektif yang berbeda.

Bagi para pakar teori fisika ini sudah bukti yang cukup. Titik dalam garis yang hanya menyadari adanya dua ekstrem bukanlah bukti bahwa batasan dunianya hanya garis saja. Titik dalam bidang datar bukan berarti dunianya hanya panjang dan lebar. Begitu pula kita yang berada dalam tiga dimensi, bukan berarti tidak ada dimensi keempat.

Itulah mengapa gravitasi dan gelombang elektromagnetik, suatu entitas yang ada dan bergerak di berbagai lokasi*ruang, merupakan bukti. Sumber dan sebab gravitasi dan gelombang elektromagnetik belum diketahui dalam realita ruang tiga dimensi yang dikenal sekarang.

Titik pengandaian kita tadi yang berada dalam tiga dimensi bisa bergerak ke dalam dua dimensi dan ke dalam satu dimensi, titik kita itu bisa menjadi bagian dari bidang datar atau dari garis lurus. Kita, manusia yang berada dalam ruang tiga dimensi bisa merangkai diri menjadi garis atau bidang datar. Jadi suatu entitas yang berada dalam empat dimensi tentu bisa bergerak ke tiga dimensi, atau ke dimensi yang lebih rendah. Itulah gelombang elektromagnetik dan gravitasi.

http://www.trainingmsb.com/2012/05/memahami-dimensi-gaib-secara-ilmiah.html

secara fisik, kita memang belum bisa menembus batas antara yang ghaib dan yang nyata.
tapi secara fikiran, kita mampu menembus batas tersebut kang...
jadi, setiap ada khabar ghaib, kita tdak hanya bisa mengamini, tapi kita bisa berfikir mengenai hal ghaib tsb, mencari sebab dan akibat hal tsb secara ilmiah.


Apa definis ghaib itu? kita samakan persepsi yuk

ghaib saya definisikan dengan sangat sederhana, yaitu sesuatu yang belum diketahui kita. itu saja.
« Edit Terakhir: Desember 14, 2012, 03:50:13 PM oleh Biru Biru »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran
« Jawab #4 pada: Desember 14, 2012, 03:20:26 PM »
Kutip dari: biru biru
ghaib saya definisikan dengan sangat sederhana, yaitu sesuatu yang belum diketahuikita. itu saja.

saya setuju dengan definisi ghaib ini.

pertanyaannya, apakah kita sudah mengetahui tentang sorga atau belum?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran
« Jawab #5 pada: Desember 14, 2012, 03:59:00 PM »
apakah kita sudah mengetahui tentang sorga atau belum?

kita telah mengetahui bahwa sorga itu ada, ini artinya "keberadaan sorga" bukan merupakan hal ghaib lagi bagi kita.
bagaimana dengan hukum fisika yang berlaku di sorga kelak? bagaimana kita bisa kekal disana? bagaimana mekanisme kekekalan itu bisa terjadi? hal2 tersebut masih berada dalam wilayah ghaib bagi saya...

tapi saya masih mencoba mendobrak batasan ghaib tersebut dengan fikiran, apakah akan berhasil?? entahlah...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran
« Jawab #6 pada: Desember 14, 2012, 04:54:43 PM »
kita telah mengetahui bahwa sorga itu ada, ini artinya "keberadaan sorga" bukan merupakan hal ghaib lagi bagi kita.
bagaimana dengan hukum fisika yang berlaku di sorga kelak? bagaimana kita bisa kekal disana? bagaimana mekanisme kekekalan itu bisa terjadi? hal2 tersebut masih berada dalam wilayah ghaib bagi saya...

tapi saya masih mencoba mendobrak batasan ghaib tersebut dengan fikiran, apakah akan berhasil?? entahlah...

setelah kita banyak mempelajari al Quran, memahami sifat-sifat sorga dan neraka darinya, apakah sorga dan neraka itu masih juga gaib bagi kita?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran
« Jawab #7 pada: Desember 14, 2012, 05:12:00 PM »
setelah kita banyak mempelajari al Quran, memahami sifat-sifat sorga dan neraka darinya, apakah sorga dan neraka itu masih juga gaib bagi kita?

memahami sifat2 sorga dan neraka, berarti sifat2 sorga dan neraka bukanlah hal ghaib lagi.
tapi pertanyaan kang Asep: apakah sorga dan neraka itu masih juga ghaib? kata sifat2 hilang pada pertanyaan ini.
padahal, untuk mengetahui sorga dan neraka secara keseluruhan, tidak hanya diperlukan data berupa sifat2.

saya ambil contoh seperti ini:
misalnya, karena sering berdiskusi dengan kang Asep melalui media diskusi di internet, saya mengenal sifat2 kang Asep. itu artinya, sifat2 kang Asep bukan lagi hal ghaib bagi saya.
akan tetapi pertanyaannya, apakah saya mengetahui kang Asep sebagai individu sempurna (sifat dan juga fisiknya)?
belum... silahkan saja kang Asep ketuk pintu rumah saya, setelah saya buka, pasti saya akan berkata: "maaf, anda siapa?". ini berarti saya belum mengetahui kang Asep sebagai individu sempurna, walaupun saya mengenali sifat2 kang Asep.

sifat2 kang Asep merupakan hal yang tidak ghaib, tapi sosok kang Asep masih ghaib bagi saya...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Meng-ilmiah-kan Hal Ghaib dengan Fikiran
« Jawab #8 pada: Desember 14, 2012, 05:22:20 PM »
^ Anda benar, kang Biru!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
62 Jawaban
15280 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 18, 2015, 02:57:14 AM
oleh Ziels
2 Jawaban
1665 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2015, 03:48:45 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
1550 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 09, 2013, 10:10:58 AM
oleh Awal Dj
4 Jawaban
1607 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2013, 08:44:13 PM
oleh Abu Zahra
12 Jawaban
31227 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 27, 2013, 10:14:57 AM
oleh patriana
0 Jawaban
1879 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 29, 2013, 05:19:09 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1316 Dilihat
Tulisan terakhir November 16, 2014, 02:48:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
621 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2015, 10:14:24 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1678 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2015, 02:18:17 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1693 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 23, 2016, 09:09:01 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan