collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Mencari Jejak Sang Imam  (Dibaca 6731 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Mencari Jejak Sang Imam
« pada: Pebruari 06, 2013, 11:12:55 PM »
Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu. Dan kalau Allah menghendaki, tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. (TQS 23: 24)

kemanakah sang Imam sebelum Nuh diangkat menjadi Imam? kenapa seruan Nuh kepada kaumnya dianggap sesuatu yang asing? apakah sang Imam sebelum Nuh tidak pernah menyerukan hal itu kepada mereka? ataukah sang Imam tsb telah tiada jauh sebelum Nuh diutus kepada kaumnya?


jika menyimak kisah2 para Nabi dan Rasul, kita akan mendapati kebanyakan diantara mereka diutus kepada suatu kaum yang tak pernah tersentuh dakwah sebelumnya.
lalu, apa peran sang Imam sebelum para Nabi dan Rasul tsb diutus?

« Edit Terakhir: Pebruari 06, 2013, 11:17:39 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #1 pada: Pebruari 07, 2013, 11:05:01 AM »
kalau menurut Abah, imam sebelum nabi Nuh itu bernama Atsqolinus.

tapi, kalau mengenai bangsa yang tidak tersentuh dakwah, ini mengingatkan saya kepada paman saya, ketika saya di LDII dahulu. sesungguhnya mazhab imamah LDII sudah berdiri sejak tahun 1942, dan pada tahun 90-an jumlah pengikutnya sudah mencapai puluhan juga tersebar di seluruh dunia, terutama terbanyak di Indonesia. menurut desas-desus, jumlah pengikut LDII skarang ini, hampir setara dengan jumlah Warga Nahdiyin yang tercatat.

 LDII giat berdakwah, sehingga pada tahun 2003 dilaporkan tidak kurang dari 1000 orang kadar baru yang yang bergabung dengan LDII dan berbaiat kepada Imam mereka. berbagai aksi mereka dimasyarakat sangatlah besar, peristiwa demi peristiwa, dan tragedi yang menimpa LDII pun sempat mengguncang tanah air. tapi ketika saya menyampaikan konsep-konsep Imamah LDII ini kepada paman saya, beliau berkata, "Saya telah berkelana dari ujung timur Indonesia sampai ujung barat Indonesia, baru dari kamu saja yang menerangkan bahwa dalam Islam itu wajib adanya imam yang dibaeat."

demikianlah kang, gambaran betapa kebenaran itu begitu jelas dan dekat, tapi tersembunyi dari seseorang.

demikian pula, ketika saya hadir dalam sebuah majelis, dimana mereka membicarakan syiah, ada Pak Haji yang berkomentar, "Sunni syiah itu selalu bertengkar, untunglah syiah itu hanya ada di Iran Irak, kalau di sini alhamdulillah gak ada syiah."

saya tertawa geli, karena 30 persen yang hadir di situ justru orang syiah. dan kelompok-kelompok syiah di wilayah saya sering mengadakan aksi-aksi sosial, membentuk tim sar untuk bencana alam, mengadakan majelis-majelis, menyelenggarakan hari-hari besar syiah seperti arba`in dan asy-syura. tapi pak haji ini tidak mengetahui ada seorangpun bermazhab syiah di wilayahnya.

 lalu saya berkata, "syiah sudah banyak di sekeliling kita!"

Pak Haji berkata, "mana, mana? gak kelihatan eksistensinya."

saya berkata, "Kalaulau ular, tentu sudah menggigit Anda, pak Haji!'

demikianlah, Tuhan itu begitu dekat kepada manusia dari ular lehernya sendiri, tapi dengan lantang sebagian manusia itu berkata, "Tuhan itu tidak ada."

bukannya hal tak mungkin, demikian pula keberadaan imam pada setiap zaman dan gerakan dakwahnya yang jelas eksis, tapi manusia tidak mengenalnya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #2 pada: Pebruari 07, 2013, 11:33:43 AM »
tak ada yang tak tersentuh dakwah oleh para Rasul. namun setelah para Rasul wafat, dakwah perlahan lenyap, kesyirikan kembali muncul sampai mengakar kuat, hingga diutuslah Rasul berikutnya...

Imam yang ditugasi sebagai penjaga umat yang konon ada pada setiap jaman, seolah tak memiliki pengaruh penting pada kehidupan umat tsb, sehingga kesyirikan mengakar kuat dan dakwah para Rasul sebelumnya pun terlupakan,, sampai diutusnya Rasul berikutnya, begitu seterusnya...

itu yang saya lihat dari kisah para Rasul...

atau mungkin para Imam ini sengaja disembunyikan layaknya Imam Mahdi di zaman ini?
para Imam ditugasi sebagai penjaga umat dari tempat yang tersembunyi, sehingga manusialah yang harus mencarinya.
sedangkan para Rasul, ditugasi terjun langsung kelapangan memberikan dakwah kepada umat, sehingga tak ada umat yang tidak mengenalnya.

apakah demikian??
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #3 pada: Pebruari 07, 2013, 11:59:37 AM »
Quote (selected)
tak ada yang tak tersentuh dakwah oleh para Rasul. namun setelah para Rasul wafat, dakwah perlahan lenyap, kesyirikan kembali muncul sampai mengakar kuat, hingga diutuslah Rasul berikutnya...

Rasul Mana yang menyentuh masyarakat kuno Indonesia pada zaman Raja Watugunung?

siapa yang diutus kepada bangsa Athena dan Yunani pada abad 800 SM?

Apakah Musa berjalan dari Mesir ke Australia untuk menyentuh masyarakat di sana pada zamannya?

di sini, saya masih bekerja untuk mempelajari riwayat para imam dari zaman ke zaman, dan untuk mencari jejak sang Imam pada zaman kini. saya sudah bertemu beberapa orang yang mengaku imam zaman ini, dan diakui imam oleh pengikutnya, saya bertemu langsung dengan beliau, serta bersalaman dengannya, dia mempunyai pengaruh hingga ke lima benua yang ada di dunia, sehingga layak disebut dikenal oleh dunia.  tapi kemudian, saya masih menemukan orang-orang yang tidak tahu adanya imam ini, apalagi melihat pengaruhnya pada dunia. seolah-olah imam ini tidak ada. bahkan mereka tidak tahu, bahwa sang imam ini sangat berpengaruh besar untuk menentukan siapa yang boleh menjadi presiden Indonesia berikutnya. walaupun begitu, sya kemudian mengingkari imam ini, karena argumentasi imamahnya terpatahkan oleh dalil-dalil imamah kaum syiah.

dari pengalaman ini, maka bagi saya terbuka sebuah kemungkinan bahwa imam Mahdi itu ada, dan perannya sangat besar di masyarakat, bergerak dan berjuang untuk masyarakat, pengaruhnya mencapai seluruh bangsa di dunia, tetapi saya belum cukup beruntung berjumpa dengannya, atau akal kita belum sanggup untuk menyingkap misteri keberadaannya. 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #4 pada: Pebruari 07, 2013, 12:31:33 PM »
Rasul Mana yang menyentuh masyarakat kuno Indonesia pada zaman Raja Watugunung?

siapa yang diutus kepada bangsa Athena dan Yunani pada abad 800 SM?

Apakah Musa berjalan dari Mesir ke Australia untuk menyentuh masyarakat di sana pada zamannya?

Rasul Mana yang menyentuh masyarakat kuno Indonesia pada zaman Raja Watugunung?
saya tidak tahu

siapa yang diutus kepada bangsa Athena dan Yunani pada abad 800 SM?
juga tidak tahu

Apakah Musa berjalan dari Mesir ke Australia untuk menyentuh masyarakat di sana pada zamannya?
saya rasa tidak


Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. (Yunus: 47)

entahlah siapa Rasul yang diutus untuk umat2 yang kang Asep tanyakan diatas.


siapa yang diutus dan ditugasi untuk mengembalikan setiap umat kepada fitrahnya sebagai makhluk ibadah? merekalah para Rasul.
Imam yang memiliki pengetahuan atas segalanya, saya tidak melihatnya berperan disini.


di sini, saya masih bekerja untuk mempelajari riwayat para imam dari zaman ke zaman, dan untuk mencari jejak sang Imam pada zaman kini. saya sudah bertemu beberapa orang yang mengaku imam zaman ini, dan diakui imam oleh pengikutnya, saya bertemu langsung dengan beliau, serta bersalaman dengannya, dia mempunyai pengaruh hingga ke lima benua yang ada di dunia, sehingga layak disebut dikenal oleh dunia.  tapi kemudian, saya masih menemukan orang-orang yang tidak tahu adanya imam ini, apalagi melihat pengaruhnya pada dunia. seolah-olah imam ini tidak ada. bahkan mereka tidak tahu, bahwa sang imam ini sangat berpengaruh besar untuk menentukan siapa yang boleh menjadi presiden Indonesia berikutnya. walaupun begitu, sya kemudian mengingkari imam ini, karena argumentasi imamahnya terpatahkan oleh dalil-dalil imamah kaum syiah.

dari pengalaman ini, maka bagi saya terbuka sebuah kemungkinan bahwa imam Mahdi itu ada, dan perannya sangat besar di masyarakat, bergerak dan berjuang untuk masyarakat, pengaruhnya mencapai seluruh bangsa di dunia, tetapi saya belum cukup beruntung berjumpa dengannya, atau akal kita belum sanggup untuk menyingkap misteri keberadaannya. 

seseorang belum diangkat menjadi Rasul ketika belum ada perintah untuk menyampaikan Risalahnya secara terbuka.

namun para Imam, walaupun tidak menyatakan diri secara terbuka, tidak melakukan penjagaan umat secara terbuka, ternyata dia tetap layak disebut Imam ya?
sehingga seseorang hanya bisa menduga2, bahwa Imam tsb sudah ada...

menurut saya Imam bukanlah penjaga seluruh umat, Imam hanya bertugas sebagai penjaga orang2 yang mencarinya saja, yang tidak mencari tidak dijaga. Imam hanya bertugas menjaga orang2 yang telah menduga bahwa kehadirannya ada, yang tidak menduga demikian tidak dijaga.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #5 pada: Pebruari 07, 2013, 01:16:25 PM »
Kutip dari: sandy
namun para Imam, walaupun tidak menyatakan diri secara terbuka, tidak melakukan penjagaan umat secara terbuka, ternyata dia tetap layak disebut Imam ya?

sang imam tidak pernah menutup diri dan juga tidak pernah sembunyi. tapi dia disembunyikan.

orang LDII juga punya imam, tapi imam mereka tidak bisa ditemui siapa saja, tidak bisaa dijamah begitu saja. dia tertutup bagi orang yang diperkirakan akan melecehkan derajah keimamah. oleh karna itu, seluruh warga jamaah LDII diperintahkan untuk merahasiakan keberadaan imam kepada pihak luar. sedangkan bagi pihak dalam, imam tersebut terbuka secara terang. dan dia menjadi hakim untuk setiap problem yang dihadapi oleh umatnya. tetapi, semakin anda meragukan imam LDII di hadapan orang LDII, maka kemungkinan terbukanya beliau kepada Anda semakin tertutup. apalagi untuk berjumpa dengan beliau.

saya ingat, dulu mubaligh LDII berkata kepada saya, "kalau misalnya ada bertanya padamu`apa benar kamu mempunyai seorang imam?` maka jawablah `ya benar kalu saya shalat saya bermakmum pada imam`." ini gambaran, betapa orang LDII sangat merahasiakan Imam mereka dihadapan orang luar. berarti "tertutup" bagi dunia luar, terbuka bagi kalangan sendiri. tapi tidak selamanya orang luar tidak bisa bertemu dengan Imam LDII, buktinya Megawati dan Akbar Tanjung pernah berjumpa dengan beliau.

jangan bertanya dulu tentang fungsi IMam Mahdi yang tidak telihat. cobalah tanya, apa fungsi Imam LDII? apa ia memliki fungsi dan manfaat bagi orang LDII atau tidak? apa dia juga bermanfaat bagi orang luar LDII? ataukah imam LDII ini hanya mitos, karena kita tidak pernah berjumpa dengannya?
« Edit Terakhir: Pebruari 07, 2013, 01:24:01 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #6 pada: Pebruari 07, 2013, 01:53:29 PM »
Quote (selected)
sang imam tidak pernah menutup diri dan juga tidak pernah sembunyi. tapi dia disembunyikan.

ya, saya setuju. Allah yang menyembunyikannya. Allah menahannya untuk tidak tampil kepada masyarakat umum.
Allah menahan ke-Imam-annya, seperti Allah juga menahan ke-Rasul-an Muhammad dengan belum diperintahkannya beliau tampil di masyarakat untuk menyampaikan Risalah.
menahan ke-Rasu-an Muhammad = belum mengangkat Muhammad menjadi Rasul.
menahan ke-Imam-an Imam Mahdi = ... ... ...


Quote (selected)
orang LDII juga punya imam, tapi imam mereka tidak bisa ditemui siapa saja, tidak bisaa dijamah begitu saja. dia tertutup bagi orang yang diperkirakan akan melecehkan derajah keimamah. oleh karna itu, seluruh warga jamaah LDII diperintahkan untuk merahasiakan keberadaan imam kepada pihak luar. sedangkan bagi pihak dalam, imam tersebut terbuka secara terang. dan dia menjadi hakim untuk setiap problem yang dihadapi oleh umatnya. tetapi, semakin anda meragukan imam LDII di hadapan orang LDII, maka kemungkinan terbukanya beliau kepada Anda semakin tertutup. apalagi untuk berjumpa dengan beliau.

saya ingat, dulu mubaligh LDII berkata kepada saya, "kalau misalnya ada bertanya padamu`apa benar kamu mempunyai seorang imam?` maka jawablah `ya benar kalu saya shalat saya bermakmum pada imam`." ini gambaran, betapa orang LDII sangat merahasiakan Imam mereka dihadapan orang luar. berarti "tertutup" bagi dunia luar, terbuka bagi kalangan sendiri. tapi tidak selamanya orang luar tidak bisa bertemu dengan Imam LDII, buktinya Megawati dan Akbar Tanjung pernah berjumpa dengan beliau.

ya, Imam bagi LDII, namun bukan Imam bagi seluruh manusia.

disinilah perbedaannya dengan para Rasul, semakin umat meragukan ke-Rasul-an Muhammad, semakin Muhammad akan tampil menunjukkan ke-Rasul-annya!


Quote (selected)
jangan bertanya dulu tentang fungsi IMam Mahdi yang tidak telihat. cobalah tanya, apa fungsi Imam LDII? apa ia memliki fungsi dan manfaat bagi orang LDII atau tidak? apa dia juga bermanfaat bagi orang luar LDII? ataukah imam LDII ini hanya mitos, karena kita tidak pernah berjumpa dengannya?

fungsi Imam LDII yaitu sebagai penjaga para anggota LDII dari berbagai penyimpangan. benarkah demikian?
yang tidak ikut LDII, tidak ada manfaat yang dapat diambil dari Imam tsb.
Imam LDII mitos? tentu tidak bisa dikatakan demikian, karena sang Imam begitu nyata bagi para anggota LDII.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #7 pada: Pebruari 07, 2013, 03:40:22 PM »
Kutip dari: sandy
ya, Imam bagi LDII, namun bukan Imam bagi seluruh manusia.

Imam LDII itu dalam ajaran LDII, ya merupakan Imam bagi seluruh manusia. mereka menyebut imam mereka sebagai "Gurunya Jagat". hanya saja, manusia itu ada yang mengakuinya sebagai imam ada pula tidak. demikian pula dengan seluruh imam syiah, bahkan Imam Ali bin Abi  Thalib sekalipun tidak diakui oleh semua kaum muslimin pada waktu itu. kaum khawarij dan para pengikut Muawiyah, boro-boro menganggapnya Imam yang merupakan sumber ilmu dan wajib dipatuhi, malah menuduh Ali bin Abi Thalib kafir. lebih dari itu Muwaiyah dan pengikutnya berpesta saat mendengar wafatnya Ali bin Abi Thalib lalu mereka menunaikan shalat dhuha 6 rakaat. sedangkan aisyah melakukan sujud syukur mendengar berita mengenai Ali itu. padahal, Ali lah yang merupakan Imam bagi seluruh umat manusia. Nah, nasib para imam itu tak jauh beda dari zaman ke zaman.

adapun, kenapa Imam LDII hanya menjadi hakim bagi problematika warga LDII saja? hal itu karena warga LDII saja yang mempunyai keyakinan "wajib patuh" pada sang Imam. sehingga apapun putusan sang Imam akan diyakini sebagai keputusan terbaik dan adil seadil-adilnya.

Nuh a.s menjadi imam seluruh manusia pada zamannya. tapi setelah beratus-ratus tahun lamanya berdakwah, dia hanya mendapat 9 orang pengikut yang mengakui Nuh sebagai imam.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #8 pada: Pebruari 07, 2013, 03:58:18 PM »
Kutip dari: sandy
disinilah perbedaannya dengan para Rasul, semakin umat meragukan ke-Rasul-an Muhammad, semakin Muhammad akan tampil menunjukkan ke-Rasul-annya!

persamaannya, tidak semua orang mau mengakui Muhammad sebagai Rasul Allah dan tidak semua orang pada zaman itu mengenal Muhammad saw. pada tahun berapa Masehi beliau terlahir, dan wafat tahun berapa? apa seluruh penduduk dunia mengenal dan mengakui beliau.

merupakan persamaan pula, bahwa tidak semua orang menunggu Muhammad datang ke rumahnya untuk menunjukan bukt-bukti kerasulannya, ada orang yang datang dari jauh, dari negeri persia karena mencari kebenaran. penyelidikannya akan kebenaran itulah yang membawanya kepada Muhammad. ia adalah Salman Al Farisi.

jauh sebelum saya mengenal macam-macam mazhab, dan masih seorang Nahdiyin awam, saya mengenali adanya wujud sang Imam di dunia ini dengan mata batin saya. apa yang saya lihat dengan mata batin itu, bisa jadi benar, bisa jadi salah. mungkin juga itu sekedar mimpi atau halusinasi, tapi penglihatan batin saya itu telah membawa saya bekelana ke mazhab-mazhab Islam, berpindah dari satu mazhab ke mazhab Islam lain, untuk menemukan sosok Imam yang saya lihat dengan mata batin saya. sayapun diperkenankan berjumpa dengan sebagian Imam mazhab. tapi, kemudian akal saya mengingkarinya, bahwa bukanlah ini imam yang pernah saya lihat dengan mata batin. tetapi pengingkaran tidak bisa dilakukan hanya dengan dalil "mata batin", sebab manusia tidak akan menerima dalil jenis ini. oleh karena itu, pengingkaran saya atas para imam ini wajib dilengkapi dengan dalil aqli maupun naqli. oleh karena itu, walaupun mata batin saya telah mengetahui bahwa itu bukanlah imam sejati, tapi saya tidak dapat meninggalkannya sebelum sempurna dalil saya untuk mengingkarinya.

persamaannya lagi, jauh sebelum Muhammad terlahir telah dinubuwatkan di dalam injil dan taurat. mereka membicarakan Muhammad sebagai berita hangat, sehingga mereka mengenal Muhammad seperti mengenal anak-anak mereka sendiri. tetapi ketika Muhammad lahir, orang-orang mengingkarinya dengan berbagai alasan.

adanya para imam pada setiap zaman telah diberitakan dalam berbagai riwayat yang sangat banyak, tetapi ketika para imam ini muncul, orang-orang mengingkari bahkan membunuhnya dengan berbagai alasan. sebagaimana dijelaskan dalam berbagai ajaran LDII, bahwa munculnya imam dari tanah jawa telah disabdakan oleh nabi saw. tapi orang-orang yang mengingkarinya tidak merasa mengingkari sabda sang nabi.

demikian pula kita dihadapkan pada hadts-hadits rasulullah saw, yang memberitakan dengan jelas, siapa nama-nama 12 imam tersebut, dan diberitakan pula bahwa yang terkhir itu adalah bernama Muhammad al Mahdi serta akan menaglami masa kegaiban. terlepas dari shaheh dhaifnya hadits tersebut, sekarang kita bisa membuat sebuah hipotesa, bahwa jika Rasululullah benar-benar pernah bersabda, bahwa Imam Mahdi itu akan mengalami masa kegaiban, maka apakah kita masih "mewajibkan" dhahirnya sang imam bagi kita? akankah kita menginkari rasulullah dan berpegang teguh pada "akal" kita bahwa seorang imam itu "haram" untuk gaib?

« Edit Terakhir: Pebruari 07, 2013, 04:03:36 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #9 pada: Pebruari 07, 2013, 04:09:37 PM »
setelah 5 tahun saya berbaiat kepada Imam LDII, saya dihadapkan kepada berita akan adanya imam lain, yakni Imamnya orang-orang syiah. saya membandingkan kedua imam ini dalam berbagai hal. salah satu yang saya bandingkan adalah :

1. Imam LDII itu dhahir
2. Imam Syiah itu gaib

mana yang mau saya pilih, imam yang dhahir, ataukah imam yang gaib?

jika saya menginginkan imam yang dhahir, niscaya tetap tinggal di dalam lingkungan LDII dan tidak melepaskan baiat pada sang imam. tetapi, saya melepaskan baiat, dan lebih memilih imam yang gaib, yang tidak terlihat. mengapa? apakah imam yang gaib lebih bermanfaat dari imam yang dhahir? jawabannya akan saya kemukakan pada pos kemudian.
« Edit Terakhir: Pebruari 07, 2013, 04:12:18 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #10 pada: Pebruari 07, 2013, 04:14:33 PM »
perbandingan kedua :

1. Imam LDII itu ditunjuk oleh manusia, tapi ia dhahir
2. Imam syiah itu ditunjuk oleh Allah,tapi ia gaib

mana yang lebih baik menurut akal Anda?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Mencari Jejak Sang Imam
« Jawab #11 pada: Pebruari 07, 2013, 04:21:59 PM »
o ya kang Sandy, apakah Anda sudah pernah membaca tulisan saya berjudul : "Dialog Tentang Imam" ?

kalau belum, silahkan baca di sini => http://medialogika.org/kupas-logika/dialog-tentang-imamah-(bagian-2)/msg313/#msg313
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
2081 Dilihat
Tulisan terakhir April 26, 2013, 03:38:20 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1211 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 11, 2014, 03:02:48 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1650 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2014, 01:00:09 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1146 Dilihat
Tulisan terakhir November 29, 2014, 07:33:41 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2258 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2015, 11:04:32 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
585 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 18, 2015, 08:36:58 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
604 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2015, 12:17:09 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
413 Dilihat
Tulisan terakhir September 22, 2016, 11:37:29 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
305 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 23, 2017, 09:41:05 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
197 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 05, 2018, 09:40:46 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan