collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Menampilkan Sejarah Apa Adany  (Dibaca 3797 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menampilkan Sejarah Apa Adany
« pada: Pebruari 03, 2013, 04:32:29 AM »
Kutipan [1]:
Pembahan mengenai Imamah dan Khalifah, khususnya penyebutan berulang-ulang peristiwa suram yang terjadi pada periode Muslim awal, dapat melemahkan semangat keagamaan generasi baru yang sedang menghadapi krisis spiritual. Di masa lalu pembahasan seperti itu dapat memberi hasil yang diinginkan dan membawa perhatian kaum mulsim dari satu madzhab ke mazhab lain. Namun zaman sekarang, hal itu memperlemah asa-asa iman. Kalau pihak lain menutupi aspek suram sejarah mereka, mengapa kita kaum Muslim, mencoba menyingkapkan aspek-aspek suram sejarah kita, dan bahkan memperbesarnya?

Kami tidak sependapat dengan pandangan di atas. Menurut kami, sekiranya telaah atas sejarah  berarti menyingkapkan peristiwa-peristiwa yang tidak dikehendki saja, pengaruhnya akan buruk sebagaimana disebutkan di aas. Namun juga, fakta bahwa kalau kita tetap dengan semata-mata melukiskan aspek-aspek gemilang sejarah kita dan menutup-nutupi peristiwa-peristiwa tak menyenangkan, itu artinya menyelewengkan sejarah dan bahkan bukan menelaahnya.

Komentar :
Kaum syiah seringkali dituduh sebagai kelompok yang giat menggali sejarah suram masa lalu. Bahkan Hari Asyura sebagai hari tragedi yang menimpat keluarga Rasulullah saw, diperingati setiap tahun oleh seluruh penganut syiah di dunia. Bagi mereka, peringatan itu adalah “perjuangan melawan lupa”. Kenapa? Karena kelompok yang lain tampaknya berupaya untuk menutup-nutupi sejarah ini sehingga lupa dengan tragedi yang telah terjadi dalam sejarah Islam. Sebenarnya, bukanlah suatu masalah, bila umat sekedar lupa dengan tragedi tersebut. Tetapi dengan masalahnya, bangsa yang tidak mengenal sejarahnya, maka ia akan mengulangi kesalahan yang dilakukan bangsa itu di masa lalu. Oleh karena itulah, sejarah perlu diperkenalkan ada adanya, baik itu sisi menyenangkan maupun sisi kelamnya.
 1. Muhammad al Tijani, Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Hal. 1
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Menampilkan Sejarah Apa Adany
« Jawab #1 pada: Pebruari 03, 2013, 09:36:46 PM »
Kutipan [1]:

Komentar :
Kaum syiah seringkali dituduh sebagai kelompok yang giat menggali sejarah suram masa lalu. Bahkan Hari Asyura sebagai hari tragedi yang menimpat keluarga Rasulullah saw, diperingati setiap tahun oleh seluruh penganut syiah di dunia. Bagi mereka, peringatan itu adalah “perjuangan melawan lupa”. Kenapa? Karena kelompok yang lain tampaknya berupaya untuk menutup-nutupi sejarah ini sehingga lupa dengan tragedi yang telah terjadi dalam sejarah Islam. Sebenarnya, bukanlah suatu masalah, bila umat sekedar lupa dengan tragedi tersebut. Tetapi dengan masalahnya, bangsa yang tidak mengenal sejarahnya, maka ia akan mengulangi kesalahan yang dilakukan bangsa itu di masa lalu. Oleh karena itulah, sejarah perlu diperkenalkan ada adanya, baik itu sisi menyenangkan maupun sisi kelamnya.
 1. Muhammad al Tijani, Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Hal. 1

Kemungkinan bukan ditutupi Kang. Tetapi memang sengaja tidak di dibicarakan atau didiamkan, jika ada yang bertanya baru dijelaskan. Mengapa demikian karena perselisihan yang berujung pada tragedi itu menyebabkan korban yang besar baik secara kwalitas maupun kwantitas. Dan perselisihan itu bisa menyebabkan dendam yang berkepanjangan hingga kegenerasi-generasi berikutnya yang tidak tahu secara persis sebab musababnya dan kronologisnya peristiwanya, kecuali dari keterangan-keterangan yang belum tentu valid. Sehingga menyebabkan usaha-usaha untuk membina kembali ukhuwah islamiyah menjadi susah.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menampilkan Sejarah Apa Adany
« Jawab #2 pada: Pebruari 03, 2013, 10:14:05 PM »
apakah ada kemungkinan adanya kelompok yang sengaja menutup-nutupi? ataukah, mustahil ada pihak yang sengaja menutup-nutupi sejarah tersebut?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Menampilkan Sejarah Apa Adany
« Jawab #3 pada: Pebruari 05, 2013, 02:41:33 AM »
apakah ada kemungkinan adanya kelompok yang sengaja menutup-nutupi? ataukah, mustahil ada pihak yang sengaja menutup-nutupi sejarah tersebut?

Tentu saja ada pihak yang sengaja menutupi sejarah itu, bagi pihak yang berpikir sejarah itu memang sengaja ditutupi oleh karena nya mereka berusaha membukanya kembali. Tapi adakah indikasinya sehingga ada pihak yang sengaja berusaha menutupinya? dan adakah pula indikasi ada pihak yang membiarkannya atau mendiamkanya? lalu apakah motivasinya. Jika dilihat dari segi manfaatnya antara dibuka, ditutup atau didiamkan/dibiarkan manakah yang punya manfaat paling besar bagi dunia islam dan perkembanganya?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menampilkan Sejarah Apa Adany
« Jawab #4 pada: Pebruari 05, 2013, 06:34:13 AM »
^ itulah, kang Ratna, kaum syiah menganggap bahwa tanpa perjuangan besar-besaran untuk "melawan lupa", nisaya umat ini tidak mengenal sejarah agamanya. padahal menurut mereka, sejarah ini merupakan pokok agama, termasuk kepada ushuludin.

saya sendiri, niscaya buta dari sejarah ini, bila saya tidak bergabung bersama orang-orang syiah. di dalam kelompok tarekat, saya hanya diajari cara-cara menuscikan jiwa. di dalam kelompok mazhab fiqih, saya hanya diajari persoalan-persoalan fiqih. dan sya memperoleh banyak pelajaran sejarah pada kelompok syiah.

memang benar, bahwa sejarah yang mereka paparkan itu belum tentulah benar. tapi juga belum tentu salah. dan banyak sejarah yang tidak dapat disangkal keotentikannya oleh pihak ahlu sunnah. dulu, ketika saya menyodorkan kisah karbala kepada kawan-kawan saya, dia menilai, "Ah itu cuma sejarah versi syiah." lalu saya berkata kepadanya, "Saya sangat menginginkan sejarah versi lainnya, apakah Anda punya?" kawan saya itu diam saja. artinya, dia tidak punya sejarah versi lainnya, tapi ingin menyangkal sejarah yang ada.

di lain waktu, ketika saya mengahadiri majelis non syiah, di mana ustadznya adalah seorang ahli khutbah dan title intelektualnya adalah "M.Ag" atau Master Agama, namun beliau menerangkan, "Rasulullah mempunya dua orang cucu bernama Hasan dan Husain, namun keduanya tidak pernah tumbuh sampai besar. mereka berdua meninggal di waktu kecil." semua jamaah yang hadir, diam saja setuju.

tetapi para ulama syiah, mereka dapat memaparkan sejarah sampai detail, serta membawa para pendengar pada suatu perasaan seolah-olah terlibat langsung dalam sejarah itu. oleh karena itu, penghayatan kaum syiah terhadap sejarah adalah lebih besar.

pernah juga saya menjumpai seorang mubaligh dari LDII, yang sudah 15 tahun menjadi mubaligh LDII. dan saya bertanya tentang tanah Fadak, sebenarnya mana yang benar, Abu Bakar atau Fatimah, dia hanya terbengong-bengong, dan minta diceritakan kronologi masalah tanah fadak itu. dia mengaku tidak pernah tahu soal kasus tanah fadak. oleh karena itu, dia tidak sekedar mendiamkan sejarah itu, tapi dia memang tidak tahu menahu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Menampilkan Sejarah Apa Adany
« Jawab #5 pada: Pebruari 06, 2013, 02:13:43 AM »
Semoga saya memahami apa yang Akang maksudkan. Hanya saja ada suatu kekawatiran jangan sampai penelanjangan sejarah secara vulgar menyebabkan luka-luka lama kembali terbuka. Menyisakan amarah dan dendam yang pada akirnya berujung pada perselisihan tanpa akhir sehingga usaha-usaha yang dilakukan untuk menciptakan ukuwah islamiyah menjadi hanya mimpi belaka. Bukannya tanpa alasan, setiap issu ini diangkat senantiasa timbul komentar-komentar keras cenderung kasar antar dua golongan yang mewarisi perselisihan itu, kecuali di forum ini.  Padahal umat islam mempunyai pekerjaan yang jauh lebih besar dari itu semua.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menampilkan Sejarah Apa Adany
« Jawab #6 pada: Pebruari 06, 2013, 06:41:13 AM »
^ tapi sebenarnya menurut kang Ratna, kelompok mana yang luka lamanya akan terbuka kembali? kelompok syiah atau kelompok muawiyah?

kaum syiah sengaja "memelihara luka" itu, dan mereka ingin bersedih sepanjang masa, atas tragedi di masa lalu. mereka tidak ingin melupakan kemarahan terhadap orang-orang biadab yang telah membantai keluarga Rasulullah. haruskah semua itu dilupakan, agar kemudian kita hidup bergembira hari ini?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Menampilkan Sejarah Apa Adany
« Jawab #7 pada: Pebruari 07, 2013, 02:10:12 AM »
^ tapi sebenarnya menurut kang Ratna, kelompok mana yang luka lamanya akan terbuka kembali? kelompok syiah atau kelompok muawiyah?


Seluruh kaum muslimin yang terang akalnya


kaum syiah sengaja "memelihara luka" itu, dan mereka ingin bersedih sepanjang masa, atas tragedi di masa lalu. mereka tidak ingin melupakan kemarahan terhadap orang-orang biadab yang telah membantai keluarga Rasulullah. haruskah semua itu dilupakan, agar kemudian kita hidup bergembira hari ini?


Bagi saya sejuta nyawa tak sebanding dengan keluarga Rosululloh saw. Drama syahidnya sayyidina Husein ra sang penghulu surga adalah suatu pukulan yang berat secara  psikologis bagi kaum muslimin, menorehkan kesedihan yang mendalam. Lebih dari apa yang terjadi pada pemuka syuhada paman Rosul saw Hamzah ra pada perang uhud. Yang tubuhnya disayat dicabik-cabik, hidung dan kedua telinganya dipotong dan dijadikan kalung, dadanya dibelah jantungnya dikeluarkan kemudian dimakan oleh perempuan durjana pada masa itu. Dan apakah yang dilakukan Rosululloh saw ketika bertemu dengan pembunuh pamanya tersebut? sedangkan Rosul saw adalah suri tauladan yang baik bagi umat manusia sepanjang masa? Pertanyaan selanjutnya adalah apakah kira-kira yang paling diridhoi oleh Sayyidina Husein ra pada generasi kita saat ini terhadap peristiwa karbala tersebut?


 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menampilkan Sejarah Apa Adany
« Jawab #8 pada: Pebruari 07, 2013, 10:48:15 AM »

Rasulullah dan Ahlul Baitnya tidak pernah mengajarkan untuk menyimpan dendam, tapi beliau saw dan para imam a.s selalu mengajarkan sejarah, membawakan kisah-kisah masa lalu, yang baik atau yang buruk, agar kita mengambil pelajaran dari padanya, bukan untuk menyimpan dendam kesumat. bukankah dari kisah yang kang ratna tuturkan pun kita bisa belajar, bahwa Rasulullah tidak menaruh dendam pada mereka yang dzalim terhadap keluarganya. tapi bagaimana perangai rasulullah bisa kita contoh, kalau orang tidak mengenal kisahnya?

betapa mulianya Akhlak sayidina Husain a.s ketika menghadapi para durjana di karbala. keindahan akhlaknya itu menyentuh hati dan perasaan kita. beliau memberi izin kepada para pengikutnya untuk pergi meninggalkan dirinya, agar sang Imam menghadapi para durjana itu seorang diri. tapi para pengikutnya enggan meninggalkan al Husain.  ia sabar dalam lapar dan dahaga, tidak mengeluh karena persoalan duniawi, tidak meradang karena bertanya penderitaan jasmani, tidak mengatakan hal-hal tercela, tidak melakukan hal-hal tidak terpuji, dan selalu berbelas kasih terhadap semua orang termasuk kepada orang-orang yang memusuhinya, selalu memberi kesempatan agar mereka bertobat.

setelah kepalanya terpenggal, mulut sucinya masih terus mengumandangkan ayat-ayat al Quran. maka, bagaimana ketinggian pekertinya akan dapat kita tiru oleh anak cucu kita, bila kita tidak giat menggalih kisah sejak hari ini?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Menampilkan Sejarah Apa Adany
« Jawab #9 pada: Pebruari 08, 2013, 02:36:01 AM »
Rasulullah dan Ahlul Baitnya tidak pernah mengajarkan untuk menyimpan dendam, tapi beliau saw dan para imam a.s selalu mengajarkan sejarah, membawakan kisah-kisah masa lalu, yang baik atau yang buruk, agar kita mengambil pelajaran dari padanya, bukan untuk menyimpan dendam kesumat. bukankah dari kisah yang kang ratna tuturkan pun kita bisa belajar, bahwa Rasulullah tidak menaruh dendam pada mereka yang dzalim terhadap keluarganya. tapi bagaimana perangai rasulullah bisa kita contoh, kalau orang tidak mengenal kisahnya?

betapa mulianya Akhlak sayidina Husain a.s ketika menghadapi para durjana di karbala. keindahan akhlaknya itu menyentuh hati dan perasaan kita. beliau memberi izin kepada para pengikutnya untuk pergi meninggalkan dirinya, agar sang Imam menghadapi para durjana itu seorang diri. tapi para pengikutnya enggan meninggalkan al Husain.  ia sabar dalam lapar dan dahaga, tidak mengeluh karena persoalan duniawi, tidak meradang karena bertanya penderitaan jasmani, tidak mengatakan hal-hal tercela, tidak melakukan hal-hal tidak terpuji, dan selalu berbelas kasih terhadap semua orang termasuk kepada orang-orang yang memusuhinya, selalu memberi kesempatan agar mereka bertobat.

setelah kepalanya terpenggal, mulut sucinya masih terus mengumandangkan ayat-ayat al Quran. maka, bagaimana ketinggian pekertinya akan dapat kita tiru oleh anak cucu kita, bila kita tidak giat menggalih kisah sejak hari ini?

Penjelasan Kang Asep adalah seperti yang ingin saya maksudkan, bahkan lebih terang. Hikmah dan pelajaranyalah yang musti disampaikan dan diambil bukan kebencian dan dendam kesumat
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
942 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 21, 2013, 07:02:28 PM
oleh Kang Asep
26 Jawaban
8976 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2013, 10:52:29 AM
oleh abupiri
14 Jawaban
2859 Dilihat
Tulisan terakhir November 13, 2015, 10:28:21 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
714 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 03, 2013, 06:47:36 AM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1130 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2014, 09:26:41 AM
oleh kang radi
2 Jawaban
602 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 30, 2015, 12:49:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
635 Dilihat
Tulisan terakhir September 21, 2015, 08:25:50 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
123 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 13, 2017, 03:47:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
98 Dilihat
Tulisan terakhir September 21, 2017, 09:24:57 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
19 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2017, 11:24:48 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan