collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: memvonis tanpa argumen  (Dibaca 2155 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
memvonis tanpa argumen
« pada: Pebruari 26, 2014, 07:25:42 AM »
Kutip dari: nanda arfany
Jadi, dengan melihat beliau ini adalah pengagum (fans: Quraisy Shihab, tentunya juga Aqil Siraj si ketum: PBNU), maka sudah bisa kita tarik kesimpulan bahwa beliau ini adalah seorang PLURALISM yang LIBERAL. Yang menganggap SEMUA ajaran AGAMA itu BENAR. Sama saja dengan orang-orang yang ia kagumi yang lebih suka BERMUDAHADAH dan kumpul-kumpul dengan para PERONGRONG SYARIAT Islam dari pada MENEGAKKAN SUNNAH dan AJARAN AGAMANYA sendiri.

Hanya pandai memvonis, tak bisa berargumen.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:memvonis tanpa argumen
« Jawab #1 pada: Pebruari 26, 2014, 04:45:00 PM »
Apakah maksudnya seorang pengagum itu sama dengan yang dikaguminya? Jika saya mengagumi Bunda Theresa sedangkan beliau adalah penganut kristiani, apakah dengan demikian saya adalah seorang kristiani pula?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:memvonis tanpa argumen
« Jawab #2 pada: Pebruari 26, 2014, 06:29:16 PM »
saya telah mengajukan banyak pertanyaan seperti itu di sana. dan mereka tidak menjawabnya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline aten

  • Tamu
  • *
  • Tulisan: 26
  • Total likes: 2
  • Jenis kelamin: Pria
  • coretan singkat, mudahan manfaat
    • Lihat Profil
Re:memvonis tanpa argumen
« Jawab #3 pada: Juli 22, 2014, 09:21:50 AM »
saya tertarik dengan kutipan ini, namun sayangnya informasi dasarnya minim, sehingga tidak bisa kita gunakan untuk menarik kesimpulan, lebih lagi untuk   anutan. Jika tersedia informasi lebih lengkap saya kira sangat bermanfaat bagi kita semua.

Pengamatan tanpa kesimpulan rasanya tak lengkap, kesimpulan tanpa pengamatan mendalam bisa jauh dari kebenaran, pengamatan dan kesimpulan tanpa diujudkan merupakan kerja sia-sia, ujudkan tanpa pengamatan dan kesimpulan bisa jauh dari harapan. Amati-Simpulkan-Ujudkan (aten-asri)
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
3533 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 13, 2013, 06:25:45 AM
oleh fafa
0 Jawaban
1421 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 04:49:50 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
583 Dilihat
Tulisan terakhir September 10, 2015, 06:23:26 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
629 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 29, 2016, 10:16:44 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
590 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 03, 2016, 11:02:24 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
457 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2016, 06:24:27 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
589 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 07, 2016, 10:30:58 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1884 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 14, 2016, 06:56:23 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
270 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2017, 09:37:04 AM
oleh Sultan
1 Jawaban
176 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 12, 2018, 08:14:56 AM
oleh Purnama

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan