collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: membagikan 7000 porsi mie ayam gratis kepada warga Bandung  (Dibaca 1261 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
membagikan 7000 porsi mie ayam gratis kepada warga Bandung
« pada: Maret 06, 2012, 07:37:37 PM »
Sejak bergabung di bidang kuliner pada CV. Digdaya Abadi, saya mendapat tugas sebagai accounting manager. selain itu, saya juga diberi tugas tambahan untuk membagikan voucher makan mie ayam gratis pada masyarakat setiap kali CV. Digdaya Abadi membuka cabang baru mie ayam. Pada setiap cabangnya, voucher yang dibagikan itu antara 800 hingga 2000 porsi, hingga saat ini, voucher mie ayam gratis yang telah dibagikan kepada warga lebih dari 7000 porsi.

Walaupun membagikan makanan yang 100 % gratis, ternyata itu bukan hal mudah. kita harus benar-benar menjaga tatakrama dan etika, agar penawaran saya bisa diterima. kalau tindak-tanduk kita dianggap tidak menyenangkan, maka menawarkan makanan gratisanpun akan ditolak, maka apalagi makanan yang harus dibeli.

Diantara seratus orang yang ditawari voucher mie ayam gratis, ada 4 hingga 5 orang yang menolak. Itu artinya, lebih dari 90 persen menyambut baik penawaran tersebut dan merasa senang mendapatkan voucher gratis mie ayam. Adapun 5 persen yang menolak itu tampaknya terdorong oleh rasa curiga dan rasa takut terhadap orang asing. Hal yang mengherankan, ada orang yang lari terbirit-birit ketika saya bermaksud menawarkan voucher mie ayam gratis padanya. Ada pula seorang laki-laki berambut gondrong, tampaknya ia mahasiswa, bertubuh tinggi besar, ketika saya menawarkan voucher dia, tampak terkejut, lalu dengan gerak-gerik yang tampak ketakutan dan gugup dia berkata, "oh tidak, maaf, saya tidak bisa, maaf saya tidak mau, saya ada urusan." padahal saya baru saja berkata, "Maaf kang, mengganggu sebentar, ini ada voucher ....". Kejadian itu menggeliksan bagi saya.

Di kawasan BIP Bandung, ada tiga orang anak SMU. saya juga menawarkan voucher kepada mereka. tapi mereka tampak agak ragu dan takut. saya berkata, "kenapa de, takut ya? gak usah takut. gpp. bawa aja!" Barulah anak-anak itu mau mengambilnya.

Sebelum menyimak apa yang ditawarkan orang lain, tampaknya orang keburu merasa curiga dan takut. wajar aja. zaman sekarang banyak orng jahat dan penipu. jadi, saya tidak merasa tersinggung dengan sikap mereka. tapi saya mengerti. dan justru saya menjadikan penolakan itu sebagai bagian dari seni dan tantangan bagaimana saya meyakinkan mereka bahwa saya adalah orang baik, bukan saja meyakinkan dengan kata-kata melainkan dengan tindak-tanduk.

Hampir tidak ada yang menolak voucher mie ayam karena dia tidak suka mie ayam. diantara sekian ribu orang yagn saya temui, hanya satu orang yang menolak dengan alasan dia tidak pernah makan mie ayam seumur hidupnya. dia memang tidak menyukai mie ayam. tapi dia menolak dengan cara yang baik. dia berkata, "maaf ya. saya tidak suka makan mie ayam. jadi, sayang kalau dikasih ke saya. silahkan berikan kepada orang lain saja!"

Umumnya orang, kalaulah sudah tau bahwa yang saya bagikan itu benar-benar gratis, mereka akan berebut. mulai dari kalangan masyarakat biasa hingga pejabat, tidak ada yang tidak suka barang gratisan. saya membagikan voucher mulai dari kalangan masyarakat miskin di perumahan kumuh, kompleks, kantor-kantor, tampat-tampat umum, jalan-jalan, toko-toko rumah sakit, kantor polisi, markas TNI, sekolah-sekolah, universitas, ke kantor pos dan bank, hingga ke kantor-kantor pejabat pemerintahan. Mereka semua menyukai dan menyambut gembira pembagian voucher itu. Bahkan setelah saya mengundang banyak orang pada suatu institusi atau lembaga, terkadang kepala kantor mereka menelepon kembali dan berkata kepada saya, "Kang, masih ada nggak vouchernya. ini anak buah saya berebut ada yang gak kebagian". jikalau vouchernya masih tersisa, dengan senang hati sayapun membagikan kembali voucher itu.

Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada mereka yang telah menerima dan berkenan datang kepada outlet-outlet mie ayam kami. Kami memang berharap bahwa selanjutnya anda menjadi pelanggan warung kami. tapi bila tidak, semoga apa yang telah kami berikan menjadi amal baik atau sedekah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
5 Jawaban
2971 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2015, 11:21:44 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1526 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 03, 2012, 01:37:28 PM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
2919 Dilihat
Tulisan terakhir April 10, 2015, 08:07:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
966 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 30, 2012, 05:04:51 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2304 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 11, 2015, 12:49:34 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
838 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 17, 2013, 03:35:26 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
624 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 06, 2014, 09:29:53 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
930 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 05, 2015, 08:58:19 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
383 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 09, 2015, 04:18:01 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
264 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 19, 2017, 07:46:07 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan