collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: membaca diri dan alam semesta  (Dibaca 3228 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9342
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 382
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
membaca diri dan alam semesta
« pada: Agustus 14, 2012, 10:22:45 PM »
Membaca al Quran harus disertai dengan membaca diri dan membaca alam semesta. Mengapa? Karena al Quran itu sendiri menunjuk pada alam diri dan alam semesta. Al Quran bukanlah berisi kalimat-kalimat tanpa makna, melainkan yang penuh dengan makna. Dan makna-makna itu terdapat pada diri dan alam semesta. Makna-makna itu adalah juga ayat-ayat Allah yang disebut dengana ayat-ayat kauniyah.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (Q.S 41:53)

Perhatikan pada kalimat “sehingga jelaskah bagi mereka bahaw al Quran itu adalah benar”. Hal ini berarti, kebenaran al Quran menjadi jelas setelah ayat-ayat Allah yang terdapat di alam semesta dan di dalam diri sendiri bisa terbaca. Tanpa melihat kebenaran di dalam diri dan alam semesta, maka bagaimanakah caranya seseorang dapat memahami kebenaran al Quran?

Lalu, Apakah semua orang mampu melakukan membaca diri dan alam semesta? Tidak semua orang bisa membaca diri dan alam semesta. Sebab sebagian orang buta dan tuli hatinya, sehingga mereka tidak dapat melihat dan membaca diri dan alam semesta.

Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?" Maka mengapa kamu tidak memikirkan (nya)?(Q.S 6:50)

Mereka dapat melihat langit dan bumi, gunung dan lautan, mendengar burung berkicau, dan petir yang menggelagar, tapi mereka tetap disebut buta dan tuli. Bukan buta dari dari melihat benda-benda duniawi, tapi buta dari kebenaran, buta dari pengeathuan akhirat.

Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya.(Q.S 27:66)

“Buta dari padanya”, maksudnya adalah buta dari objek pengetahuan akhirat, yang sebenarnya objek pengetahuan akhirat ini tidak keluar dari alam semesta dan dirinya sendiri, tetapi mereka tidak mampu melihat dan membacanya karena kebutaan hatinya itu. 

Apakah para ahli fisika, para dokter dan para ahli biologi, mereka itukah yang disebut “dapat membaca diri dan alam semesta” ? bukankah keahlian mereka adalah menyelidiki alam semesta? Jika mereka itulah yang disebut “dapat membaca diri dan alam semesta” dengan mata hatinya, maka niscaya tidak akan ada ilmuwan yang kafir. Mereka terampil membaca objek-objek duniawi, tapi kebanyakan mereka tidak mampu membaca objek-objek ukhrawi. Karena itu kemudian sebagian mereka mengingkari adanya Tuhan yang Maha Esa, menjadi atheisme. Pengetahuan mereka tidak sampai kepada objek-objek ukhrawi. Jika pengetahuan mereka sampai kepada objek ukhrawi, niscaya mereka akan melihat neraka jahim.

Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, ()niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim () dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan `ainulyaqin, (Q.S 102 : 5-7)

Jika memang mereka dapat membaca diri dan alam semesta, tentu mereka akan memiliki ilmul yaqin dan ainal yaqin. Dan apabila memiliki keduanya, maka mereka akan melihat neraka jahim, bukan sekedar atom atau benda-benda mikro yang bisa dilihat dan diteliti di bawah mirkoskop.

Kemampuan membaca objek-objek ukhrawi ini adalah wajib. Sebab, jika seseorang buta dari padanya, maka buta pulalah ia diakhirat :

Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).(Q.S 17:72)

Lalu bagaimana caranya agar kita dapat membaca objek-objek ukhrawi di dalam diri dan alam semesta? Apakah al Quran memberikan tuntunan untuk itu? Insya Allah, akan kita bahas dalam bab selanjutnya.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
5138 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2012, 07:35:23 AM
oleh Kang Asep
16 Jawaban
25499 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2015, 01:58:06 PM
oleh Monox D. I-Fly
20 Jawaban
10612 Dilihat
Tulisan terakhir April 02, 2013, 11:30:24 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1122 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2013, 08:33:39 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1190 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2013, 10:57:16 AM
oleh Abu Zahra
8 Jawaban
5519 Dilihat
Tulisan terakhir September 24, 2013, 06:37:43 PM
oleh Kang Asep
19 Jawaban
6621 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 03, 2013, 06:55:10 AM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
1250 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2016, 12:37:52 PM
oleh ratna
0 Jawaban
406 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 25, 2016, 04:26:45 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
303 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2016, 10:22:31 PM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan