collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Menjadi Bidan Kebenaran  (Dibaca 1881 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang_Asep

Menjadi Bidan Kebenaran
« pada: Januari 27, 2012, 09:02:43 PM »
Assalamualaikum...

maaf saya msh newbi di forum ini.
saya cm mau sedikit share/curhat soal JT. :malu:

alhamdulillah saya memiliki keluarga besar, ada beberapa keluarga yg kebetulan ikut JT dr awal th 90an.
sebetulnya saya simpatik dengan semangat dakwah mereka, sayang rasa simpatik saya hilang dengan melihat keluarga saya yg ikut JT ini.
kenapa?
yg pertama sbg kepala keluarga dengan seorang istri dengan anak lebih dr 5 orang, dia ga mau kerja untuk menghidupi keluarga, untuk makan anak-anaknya dia meminta dr saudara-saudara yg lain yg katanya itu harta Allah (lha kok enak sekali ya... :-\)
kedua, karena dia ga mau kerja ketika butuh uang, diam-diam menjual harta orang tuanya yg sudah lanjut (ya jelas ga ngomong, kasarnya maling  >:( ), sampe-sampe orang tuanya nangis..pingin tau alasannya apa?demi dakwah cara-cara seperti ini ga masalah (gila!!! dakwah kok caranya gini???)

sementara newbi cerita keluarga yg 1 ini dulu, yg lain saya simpan dulu  ^-^

newbi ingin tahu bagaimana tanggapan antum semua thdp masalah seperti ini?

saya muslim, tp tidak ikut aliran apapun

sumber : http://myquran.org/forum/index.php/topic,110.msg2120758.html#msg2120758

bantulah saudara kita untuk meluruskan pandangannya! ajaklah dia untuk selalu berdialog! jangan dibenci dan jangan dijauhi.

kebenaran itu ada pada setiap diri manusia. sesungguhnya jika manusia mau mempergunakan akal, niscaya tau kebenaran itu tanpa dieri tau orang lain.

agar teman atau saudara kita mau mempergunakan akalnya, tidak perlu menjauhi atau membenci, tapi doronglah ia untuk memikirkan hal-hal yang perlu direnungkan, desaklah ia untuk menyadari hal-hal yang perlu disadari.

Jadilah kita sebagai "bidan kebenaran". sebagaimana halnya bidan, sama sekali bukan dia yang memberikan anak kepada seorang ibu. tapi anak itu sudah dikandung oleh sang ibu. sang bidan hanyalah sang pembantu, yang dengan segenap tenaga dan kekuatan membantu bagaimana agar apa yang ada di dalam kandungan itu keluar dngan selamat. Seperti itu pula seorang penuntun kebenaran, tidaklah perlu banyak berdalil ini dan itu, cukuplah menstimulasi atau mendorong orang lain untuk berpikir. salah satunya adalah dengan mengajukan banyak pertanyaan. bertanyalah, dan biarkan saudara kita itu menemukan jawaban-jawaban yang benar dari pertanyaan tersebut.
« Edit Terakhir: April 25, 2015, 11:49:48 AM oleh Kang Asep »
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1419 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 18, 2012, 10:57:06 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
2925 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2013, 06:56:28 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1750 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 25, 2014, 05:50:39 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1409 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 07:40:47 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
101 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 08, 2017, 06:11:01 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
75 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2017, 08:26:59 AM
oleh Sultan
0 Jawaban
34 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 31, 2017, 10:51:00 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
29 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 17, 2018, 03:05:11 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
383 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 07, 2018, 02:13:49 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
111 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 06, 2018, 12:19:12 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan