collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam  (Dibaca 41077 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« pada: Oktober 07, 2012, 04:19:53 PM »
Pada suatu ketika, para wali berkumpul setelah empat puluh hari meninggalnya Sunan Ampel. Sunan Kalijaga tiba-tiba membakar kemenyan. Para wali yang lain menganggap tindakan Sunan Kalijaga tersebut berlebihan karena membakar kemenyan adalah kebiasaan orang-orang Jawa yang tidak Islami.

Sunan Kudus berkata, “Membakar kemenyan ini biasanya dilakukan oleh orang Jawa untuk memanggil arwah orang mati. Ini tidak ada di dalam ajaran Islam.”

Sunan Kalijaga berkata, “Kita ini hendak mengajak orang-orang Jawa masuk Islam, hendaknya kita dapat mengatakan pendekatan pada mereka. Kita membakar kemenyan bukan untuk memanggil arwa orang mati, melainkan sekedar mengharumkan ruangan. Karena kebanyak orang-orang Jawa ini hanya mengenal kemenyan sebagai pengharum, bukan wangi-wangian lainnya. Bukankah wangi-wangian itu disunahkan Nabi?”

“Tapi tidak harus membakar kemenyan!” Kata Sunan Kudus.

”Adakah di dalam hadits disebutkan larangan membakar kemenyan sebagai pengharum ruangan?” tukas Sunan Kalijaga.

Sumber : MB. Rahimsyah, Kisah Walisongo, Hal. 121-122
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #1 pada: Oktober 07, 2012, 05:40:40 PM »
Hukum bakar dupa atau kemenyan seperti yang biasa terjadi ketika acara pengajian akbar, perayaan maulid, misalnya, hukum adalah sunah. Karena tujuannya adalah untuk membuat wangi ruangan. Dupa mempunyai aroma harum. Dan pemakaian dupa kalau digunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan Islam maka hukumnya berubah haram.

Artinya hukum membakar kemenyan/dupa  tergantung niatnya. Kalau niatnya, untuk mensukseskan proyek yang sedang digarap atau supaya tanamannya subur atau mendatangkan roh, jin dan hal-hal yang bertentangan dengan Islam, maka hukumnya haram. Dalam al-Baqarah ayat 186 ditegaskan bahwa yang bisa mengabulkan permintaan sebuah doa dan harapan adalah Allah SWT

Sunan Kalijaga berkata, “Kita ini hendak mengajak orang-orang Jawa masuk Islam, hendaknya kita dapat mengatakan pendekatan pada mereka. Kita membakar kemenyan bukan untuk memanggil arwa orang mati, melainkan sekedar mengharumkan ruangan. Karena kebanyak orang-orang Jawa ini hanya mengenal kemenyan sebagai pengharum, bukan wangi-wangian lainnya. Bukankah wangi-wangian itu disunahkan Nabi?”

“Tapi tidak harus membakar kemenyan!” Kata Sunan Kudus.

”Adakah di dalam hadits disebutkan larangan membakar kemenyan sebagai pengharum ruangan?” tukas Sunan Kalijaga.

Tapi yang jadi pertanyaan kalo tujuan nya sebagai pengharum, Apa gak disesuaikan dengan jaman
kan ada yang lebih dari bau kemenyam di toko2 yang bearoma jeruk,mawar dll???
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #2 pada: Oktober 07, 2012, 05:49:46 PM »
Kutip dari: kang radi
Tapi yang jadi pertanyaan kalo tujuan nya sebagai pengharum, Apa gak disesuaikan dengan jaman
kan ada yang lebih dari bau kemenyam di toko2 yang bearoma jeruk,mawar dll???

pastinya begitu.

tapi mungkin saja, masih ada orang yang menyukai aroma wangi kemenyan dari pada parfum-parfum modern.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #3 pada: Oktober 08, 2012, 08:38:22 AM »
Pada suatu ketika, para wali berkumpul setelah empat puluh hari meninggalnya Sunan Ampel. Sunan Kalijaga tiba-tiba membakar kemenyan. Para wali yang lain menganggap tindakan Sunan Kalijaga tersebut berlebihan karena membakar kemenyan adalah kebiasaan orang-orang Jawa yang tidak Islami.

Sunan Kudus berkata, “Membakar kemenyan ini biasanya dilakukan oleh orang Jawa untuk memanggil arwah orang mati. Ini tidak ada di dalam ajaran Islam.”

Sunan Kalijaga berkata, “Kita ini hendak mengajak orang-orang Jawa masuk Islam, hendaknya kita dapat mengatakan pendekatan pada mereka. Kita membakar kemenyan bukan untuk memanggil arwa orang mati, melainkan sekedar mengharumkan ruangan. Karena kebanyak orang-orang Jawa ini hanya mengenal kemenyan sebagai pengharum, bukan wangi-wangian lainnya. Bukankah wangi-wangian itu disunahkan Nabi?”

“Tapi tidak harus membakar kemenyan!” Kata Sunan Kudus.

”Adakah di dalam hadits disebutkan larangan membakar kemenyan sebagai pengharum ruangan?” tukas Sunan Kalijaga.

Sumber : MB. Rahimsyah, Kisah Walisongo, Hal. 121-122


^Kalau aktor dari kisah diatas diganti, misal : Sunan Kalijaga ----> kang Asep,  Sunan Kudus ----> kang radi, besar kemungkinan suara-suara tasyrik, tabdi, atau takfir akan bergema bersahut-sahutan he..he..he..
  Bukannya ngarang tanpa dasar akan tetapi kanjeng sunan Kudus yang wali nan faqih sendiri menganggap tindakan kanjeng sunan Kalijaga berlebihan
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #4 pada: Oktober 08, 2012, 03:27:32 PM »
para wali saja berdebat tentang persoalan bid`ah, demikian pula umatnya. lalu kesimpulannya apa?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #5 pada: Oktober 09, 2012, 10:20:59 AM »
  ^Jika yang ingin diangkat adalah persoalan masalah bid'ah dari kisah diatas, maka yang bisa saya simpulkan adalah bahwa setiap sesuatu yang baru itu berpotensi membawa kepada suatu polemik terkait dengan status hukumnya, kemudian hukum yang mana kita akan condong kepadanya, maka cara berpikir yang benar akan membuat kesimpulan hukum kearah yang benar.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #6 pada: Oktober 09, 2012, 11:44:27 AM »
Anda benar, kang Ratno.

saya jadi ingin mengetahui, sejauh mana kang Ratno mempelajari Logika?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #7 pada: Oktober 09, 2012, 01:37:32 PM »

”Adakah di dalam hadits disebutkan larangan membakar kemenyan sebagai pengharum ruangan?” tukas Sunan Kalijaga.


Apakah setiap yang tidak ada di sunnah(hadist) dan Al-quran itu selalu diperbolehkan????
Sebenernya bagaimana perlakuan Hukum tentang sesuatu yang tidak ada di sunnah(hadist) dan Al-quran ????
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #8 pada: Oktober 09, 2012, 01:43:39 PM »
Kutip dari: kang radi
Apakah setiap yang tidak ada di sunnah(hadist) dan Al-quran itu selalu diperbolehkan????

tidak setiap yang tidak ada haditsnya itu diperbolehkan. Tapi kalo yang jelas-jelas tidak ada hadits yang melarangnya, berarti belum jelas, apa yang membuat sesuatu itu menjadi terlarang.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #9 pada: Oktober 09, 2012, 01:44:44 PM »
Kutip dari: kang radi
Sebenernya bagaimana perlakuan Hukum tentang sesuatu yang tidak ada di sunnah(hadist) dan Al-quran ????

bertanya kepada ahli dzikr

 maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui, (Q.S 16:43)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #10 pada: Oktober 09, 2012, 02:37:35 PM »
bertanya kepada ahli dzikr

 maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui, (Q.S 16:43)

Siapakah ahli dzikir  itu ?????
apa sama dengan ahli hikmah dan ahli tasawuf ????
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #11 pada: Oktober 09, 2012, 02:50:52 PM »
Siapakah ahli dzikir  itu ?????
apa sama dengan ahli hikmah dan ahli tasawuf ????

ahli dzikr adalah nabi Muhammad saw :

Dan Kami turunkan kepadamu adz - Dzikra, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, (Q.S 16:44)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #12 pada: Oktober 09, 2012, 04:00:46 PM »
ahli dzikr adalah nabi Muhammad saw :

Dan Kami turunkan kepadamu adz - Dzikra, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, (Q.S 16:44)

Kalau ahli dzikr adalah nabi Muhammad saw, bagaimana cara kita bertanya ????
maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui, (Q.S 16:43)
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #13 pada: Oktober 09, 2012, 04:15:27 PM »
Kalau ahli dzikr adalah nabi Muhammad saw, bagaimana cara kita bertanya ????
maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui, (Q.S 16:43)


tanya kepada pewaris nabi :

“Kemudian kitab itu (adz-dzikra) Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.” (Fathir: 32)
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #14 pada: Oktober 09, 2012, 04:23:41 PM »
tanya kepada pewaris nabi :

“Kemudian kitab itu (adz-dzikra) Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.” (Fathir: 32)

Apakah Pewaris itu Keluarga/turunan Nabi
atau Kyai Ulama original sebagai pewaris Nabi ?????
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
940 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 01:31:06 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
711 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 08, 2014, 05:01:14 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
939 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 05, 2015, 11:33:41 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
402 Dilihat
Tulisan terakhir April 10, 2015, 10:48:57 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1059 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2015, 09:36:31 AM
oleh hamaslover
2 Jawaban
1023 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 31, 2015, 04:06:44 PM
oleh Kang Asep
Makna

Dimulai oleh Kang Asep Filsafat

2 Jawaban
816 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 06, 2015, 01:51:49 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
767 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2015, 12:01:45 PM
oleh Kang Asep
Dua Makna

Dimulai oleh Kang Asep Term

0 Jawaban
449 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 17, 2016, 05:36:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
476 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2016, 12:20:50 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan