collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam  (Dibaca 41082 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #15 pada: Oktober 09, 2012, 04:36:24 PM »
Apakah Pewaris itu Keluarga/turunan Nabi
atau Kyai Ulama original sebagai pewaris Nabi ?????


pewaris nabi itu adalah hamba-hamba Allah yang memahami makna kandungan al Quran. dan tidak ada yang memahami  makna kandungan al Quran lebih dari orang-orang yang disucikan :

tidak menyentuhnya (al Quran) kecuali hamba-hamba yang disucikan.(Q.S 56:79)

dan hamba-hamba yang disucikan itu adalah ahlul bait nabi :

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan mensucikan kamu sesuci-sucinya. (Q.S 33:33)

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #16 pada: Oktober 10, 2012, 05:31:48 PM »
Anda benar, kang Ratno.

saya jadi ingin mengetahui, sejauh mana kang Ratno mempelajari Logika?

Sejauh pemahaman saya terhadap apa yang Akang ajarkan melalui postingan-postingan & diskusi
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #17 pada: Oktober 10, 2012, 05:48:55 PM »
terpikir oleh saya untuk membuat "kursus logika online", agar orang-orang yang belajar logika itu dapat diuji dan diukur, sejauh mana pemahamannya, seperti di dunia akademis. sebab, kalau tidak terukur, saya tidak akan tergerak untuk memberikan "materi tingkat lanjut". tapi itu baru angan-angan saja yang barangkali bisa direalisasikan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #18 pada: Oktober 10, 2012, 06:00:44 PM »
terpikir oleh saya untuk membuat "kursus logika online", agar orang-orang yang belajar logika itu dapat diuji dan diukur, sejauh mana pemahamannya, seperti di dunia akademis. sebab, kalau tidak terukur, saya tidak akan tergerak untuk memberikan "materi tingkat lanjut". tapi itu baru angan-angan saja yang barangkali bisa direalisasikan.

Nah ide yang brilliant Kang, saya ingin menjadi peserta yang pertama.
Belajar tanpa evaluasi akan sulit untuk berkembang
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #19 pada: Oktober 10, 2012, 06:02:22 PM »
Mohon diri dulu Kang, Adzan maghrib sudah berkumandang
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #20 pada: Oktober 10, 2012, 06:08:36 PM »
akan saya pikirkan, mungkin harus pakai moodle!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #21 pada: Oktober 11, 2012, 10:35:15 AM »
Bagus idenya pak, Soalnya untuk ngetes artikel yang saya baca dengan Ilmu logika kok terasa sulit
mungkin sebelum mencoba di artikel, lebih bagus ada latihan2 ^_^
 

Offline wa2nlinux

Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #22 pada: Maret 24, 2015, 10:18:19 PM »
ahli dzikr adalah nabi Muhammad saw :

Dan Kami turunkan kepadamu adz - Dzikra, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan, (Q.S 16:44)

mau nanya kang kalo di ayat ini adz dzikra siapa ?

QS Al Anbiyaa’ (21): 7, “Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka tanyakanlah olehmu kepada para AHLI ZIKIR, jika kamu tiada mengetahui.”

 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #23 pada: Maret 25, 2015, 08:51:01 AM »
Ad Dzikr itu adalah Nabi Muhammad saw
Ahli Dzikr itu adalah keluarga Ad Dzikr
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline teguh suroso

Re:Makna Membakar Kemenyan Bagi Orang Islam
« Jawab #24 pada: Juli 23, 2015, 07:47:29 AM »
Pada suatu ketika, para wali berkumpul setelah empat puluh hari meninggalnya Sunan Ampel. Sunan Kalijaga tiba-tiba membakar kemenyan. Para wali yang lain menganggap tindakan Sunan Kalijaga tersebut berlebihan karena membakar kemenyan adalah kebiasaan orang-orang Jawa yang tidak Islami.

Sunan Kudus berkata, “Membakar kemenyan ini biasanya dilakukan oleh orang Jawa untuk memanggil arwah orang mati. Ini tidak ada di dalam ajaran Islam.”

Sunan Kalijaga berkata, “Kita ini hendak mengajak orang-orang Jawa masuk Islam, hendaknya kita dapat mengatakan pendekatan pada mereka. Kita membakar kemenyan bukan untuk memanggil arwa orang mati, melainkan sekedar mengharumkan ruangan. Karena kebanyak orang-orang Jawa ini hanya mengenal kemenyan sebagai pengharum, bukan wangi-wangian lainnya. Bukankah wangi-wangian itu disunahkan Nabi?”

“Tapi tidak harus membakar kemenyan!” Kata Sunan Kudus.

”Adakah di dalam hadits disebutkan larangan membakar kemenyan sebagai pengharum ruangan?” tukas Sunan Kalijaga.

Sumber : MB. Rahimsyah, Kisah Walisongo, Hal. 121-122

Kemenyan dizaman Nabi dan Salafush Shaleh juga menjadi bagian dari beberapa ritual umat Islam. Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat sendiri sangat menyukai wangi-wangian, baik yang berasal dari minyak wangi hingga kemenyan, sebagaimana disebutkan didalam berbagai hadits.
 
Misalnya hadits shohih riwayat Imam Muslim dan Imam Al-Bukhari berikut ini :
 
 عَنْ نَافِعٍ، قَالَ: كَانَ ابْنُ عُمَرَ «إِذَا اسْتَجْمَرَ اسْتَجْمَرَ بِالْأَلُوَّةِ، غَيْرَ مُطَرَّاةٍ وَبِكَافُورٍ، يَطْرَحُهُ مَعَ الْأَلُوَّةِ» ثُمَّ قَالَ: «هَكَذَا كَانَ يَسْتَجْمِرُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Dari Nafi’, ia berkata, "Apabila Ibnu Umar mengukup mayat (membakar kemenyan), maka beliau mengukupnya dengan kayu gaharu yang tidak dihaluskan, dan dengan kapur barus yang dicampurkan dengan kapur barus. Kemudian beliau berkata, “Beginilah cara Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa Sallam ketika mengukup jenazah (membakar kemenyan untuk mayat)”. (HR. Muslim)
 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ، ... الى قوله ... وَوَقُودُ مَجَامِرِهِمْ الأَلُوَّةُ - قَالَ أَبُو اليَمَانِ: يَعْنِي العُودَ -، وَرَشْحُهُمُ المِسْكُ
"Dari Abi Hurairah radliyalahu 'anh, bahwa Rosulullah  Shallallahu 'alayhi wa Sallam bersabda : "Golongan penghuni surga yang pertama kali masuk surga adalah berbentuk rupa bulan pada malam bulan purnama, … (sampai ucapan beliau) …, nyala perdupaan mereka adalah gaharu, Imam Abul Yaman berkata, maksudnya adalah kayu gaharu” (HR. Imam Bukhari)
 
Demikian juga hadits shahih riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya,
 
عَنْ أَبِي سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا أَجْمَرْتُمُ الْمَيِّتَ، فَأَجْمِرُوهُ ثَلَاثًا
 “Dari Abu Sufyan, dari Jabir, ia berkata, Nabi Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda : Apabila kalian mengukup mayyit diantara kalian, maka lakukanlah sebanyak 3 kali” (HR. Ahmad)
 
Shahih Ibnu Hibban juga meriwayatkan sebuah shahih (atas syarat Imam Muslim):
 
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا جَمَّرْتُمُ الْمَيِّتَ فأوتروا
“Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam bersabda : “Apabila kalian mengukup mayyit, maka ukuplah dengan bilangan ganti (ganjilkanlah)” (HR. Ibnu Hibban, diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi Syaibah)
 
Disebutkan juga bahwa sahabat Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam berwasiat ketika telah meninggalkan dunia, supaya kain kafannya di ukup.
 
عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّهَا قَالَتْ لِأَهْلِهَا: «أَجْمِرُوا ثِيَابِي إِذَا مِتُّ، ثُمَّ حَنِّطُونِي، وَلَا تَذُرُّوا عَلَى كَفَنِي حِنَاطًا وَلَا تَتْبَعُونِي بِنَارٍ
“Dari Asma` binti Abu Bakar bahwa dia berkata kepada keluarganya; "Berilah uap kayu gaharu (ukuplah) pakaianku jika aku meninggal. Taburkanlah hanuth (pewangi mayat) pada tubuhku. Janganlah kalian tebarkan hanuth pada kafanku, dan janganlah mengiringiku dengan membawa api."
 
Riwayat shahih ini terdapat dalam Al-Muwaththa’ Imam Malik, As-Sunan Al-Kubro Imam Al-Baihaqi. Bahkan, ada juga riwayat tentang meng-ukup masjid:
 
جَنِّبُوا مَسَاجِدَكُمْ صِبْيَانَكُمْ، وَخُصُومَاتِكُمْ وَحُدُودَكُمْ وَشِرَاءَكُمْ وَبَيْعَكُمْ وَجَمِّرُوهَا يَوْمَ جَمْعِكُمْ، وَاجْعَلُوا عَلَى أَبْوَابِهَا مَطَاهِرَكُمْ
“Jauhkanlah masjid-masjid kalian dari anak-anak kecil kalian, dari pertikaian diantara kalian, pendarahan kalian dan jual beli kamu. Ukuplah masjid-masjid itu pada hari perhimpunan kamu dan jadikanlah pada pintu-pintunya itu alat-alat bersuci kalian. (HR. Imam Al-Thabrani didalam Al-Mu’jram al-Kabir. Ibnu Majah, Abdurrazaq dan Al-Baihaqi juga meriwayatkan dengan redaksi yang hampar sama)
 
Imam Adz-Dzahabi rahimahullah pernah menyebutkan dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ (5 /22 ) tentang biografi Nu’aim Bin Abdillah Al-Mujammar, sebagai berikut :
 
نعيم بن عبد الله المجمر المدني الفقيه ، مولى آل عمر بن الخطاب ، كان يبخر مسجد النبي صلى الله عليه وسلم .
“Nu’aim Bin Abdillah Al-Mujammar, ahli Madinah, seorang faqih, Maula (bekas budak) keluarga Umar Bin Khattab. Ia membakar kemenyan untuk membuat harum Masjid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam”
 
Masih banyak lagi riwayat-riwayat yang serupa. Dan dari sebagian riwayat-riwayat yang disebutkan diatas, diketahui bahwa penggunaan kemenyan merupakan hal biasa pada masa Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Sallam, demikian juga pada masa para sahabat dan seterusnya. Baik sebagai wangi-wangian maupun hal-hal yang bersifat keagamaan.
 
Hingga Ibnul Qayyim Al-Jauziyah pun pernah berkomentar mengenai kemenyan ini didalam kitabnya Zadul Ma’ad (4/315) yakni mengenai kemenyan India :
 
العود الهندي نوعان، أحدهما: يستعمل في الأدوية وهو الكست، ويقال له: القسط وسيأتي في حرف القاف. الثاني: يستعمل في الطيب، ويقال له: الألوة. وقد روى مسلم في " صحيحه ": عن ابن عمر رضي الله عنهما، أنه ( «كان يستجمر بالألوة غير مطراة، وبكافور يطرح معها، ويقول: هكذا كان يستجمر رسول الله صلى الله عليه وسلم،» ) وثبت عنه في صفة نعيم أهل الجنة ( «مجامرهم الألوة» )
”Kayu gaharu india itu ada dua macam. Pertama adalah kayu gaharu yang digunakan untuk pengobatan, yang dinamakan kayu al-Kust. Ada juga yang menyebutnya dengan al-Qusth, menggunakan hurug “Qaf”. Kedua adalah yang digunakan sebagai pengharum, yang disebut Uluwwah. Dan sungguh Imam Muslim telah meriwayatkan didalam kitab shahihnya dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anh, bahwa beliau (Ibnu Umar) mengukup mayyit dengan kayu gaharu yang tidak dihaluskan, dan dengan kapur barus yang dicampur dengan kayu gaharu. Kemudian beliau berkata, “Beginilah cara Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam mengukup mayyit. Dan terbukti sebuah hadits lain riwayat Imam Muslim perihal mensifati keni’matan penghuni surga, yaitu “pengukupan/kemenyan ahli surga itu menggunakan kayu gaharu”.
 
Diantara Manfaat Kemenyan
 
Ternyata kemenyan juga memiliki banyak manfaat. Selain untuk wangi-wangian, juga sebagai pengobatan, bumbu rokok, bahkan untuk aroma terapi.
 
Kemenyan mengandung olibanol, materi resin, dan terpenes. Kandungan lain, saponin, flavonoida dan polifenol. Dan kini para ilmuwan telah mengamati bahwa ada kandungan dalam kemenyan yang menghentikan penyebaran kanker. Namun, belum diketahui secara pasti kemungkinan kemenyan sebagai antikanker.
 
Namun dulu pada abad kesepuluh, Ibnu Sina, ahli pengobatan Arab, merekomendasikan kemenyan sebagai obat untuk tumor, bisul, muntah, disentri dan demam.
 
Dalam pengobatan tradisional Cina, kemenyan digunakan untuk mengobati masalah kulit dan pencernaan. Sedangkan di India, kemenyan digunakan untuk mengobati arthritis. Khasiat kemenyan sebagai obat arthritis tersebut mendapat dukungan dari penelitian laboratorium di Amerika Serikat.
 
Kemenyan yang biasa digunakan untuk urusan mistis ternyata berdasarkan hasil penelitian juga mampu menurunkan kadar kolesterol jahat.
 
Penelitian yang dilakukan oleh King Abd Al-Aziz University di Arab Saudi menemukan bahwa kemenyan bisa menurunkan kadar kolesterol jahat.
 
Kemenyan, menurut peneliti Nadia Saleh Al-Amoudi, bisa dipadukan dengan materi dari tumbuhan lainnya untuk meningkatkan kesehatan jantung. Akan tetapi, masih belum ditemukan cara yang jelas agar manusia bisa mengonsumsinya. Selain itu juga bermanfaat untuk mengatasi sakit tenggorokan, hidung mampat, bekas luka dan luka bakar. [] Sumber : http://www.madinatuliman.com
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
941 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 01:31:06 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
711 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 08, 2014, 05:01:14 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
939 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 05, 2015, 11:33:41 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
402 Dilihat
Tulisan terakhir April 10, 2015, 10:48:57 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1060 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2015, 09:36:31 AM
oleh hamaslover
2 Jawaban
1024 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 31, 2015, 04:06:44 PM
oleh Kang Asep
Makna

Dimulai oleh Kang Asep Filsafat

2 Jawaban
816 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 06, 2015, 01:51:49 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
768 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 26, 2015, 12:01:45 PM
oleh Kang Asep
Dua Makna

Dimulai oleh Kang Asep Term

0 Jawaban
449 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 17, 2016, 05:36:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
476 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2016, 12:20:50 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan