collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Majelis Gizi Ruhani  (Dibaca 1470 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Majelis Gizi Ruhani
« pada: Juli 21, 2012, 12:10:48 PM »
Majelis taklim yang dapat memberikan pencerahan spiritual, yang dengan pencerahan itu seseorang dapat mengalami kegembiraan dan kebahagiaan, inilah yang disebut dengan Majelis Gizi Ruhani (MGR).

Dalam sebuah MGR, pengetahuan yang disampaikan tidak hanya menyentuh akal dan perasaan, tetapi juga membangun kondisi-kondisi mental tertentu. Setiap kata yang diucapkan, mengantarkan pendengarnya kepada hikmah.

Dalam hal ini, hikmah itu bukan merupakan teori yang diyakini oleh seseorang, melainkan perpindahan rohani secara praktis dari alam kegelapan, yang di dalamnya pengetahuan dan kebahagiaan merupakan hal yang mustahil, kepada cahaya yang bersifat akal, yang di dalamnya pengetahuan dan kebahagiaan dicapai bersama-sama. (Siti Maryam, Rasionalitas Pengalaman Sufi, hal. 52)

Allah menganugrahkan al hikmah  kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia telah dianugrahi kebaikan yang banyak. Dan tidaklah berdzikir, kecuali ulil albab. (Q.S 2:269)


Ada seseorang yang banyak belajar ilmu pengetahuan, tapi ruhaninya tidak mengalami pencerahan spiritual. Pengetahuan-pengetahuan itu bagi dirinya hanya sekumpulan data yang terekam di dalam memorinya dan dikalkulasikan secara logika, tak ubahnya seperti database yang kemudian ditampilkan dalam berbagai bentuk laporan melalui manipulasi SQL. Kegembiraan spritual tidak muncul bersama munculnya pengetahuan-pengetahuan yang bersifat kognitif tersebut. Pengetahuan yang kemunculannya selalu disertai oleh kegembiraan spiritual, itulah pengetahuan yang menjadi intisari agama. Pengetahuan jenis ini tidak hanya memberi seseorang suatu pemahaman tentang realitas, tetapi juga merupakan gizi bagi ruhani.

Tidaklah sulit untuk menemukan majelis ilmu. Di mana-mana digelar majelis ilmu. Tetapi Majelis Gizi Ruhani, inilah yang tidak mudah ditemukan.  Lagi pula tidak banyak orang yang mencari Majelis ini. Banyak pencari ilmu, tapi sedikit pencari hikmah. Inilah mengapa, Majelis Gizi Ruhani menjadi majelis yang langka.

Semua orang berilmu bisa mengajarkan ilmu tanpa harus dalam kondisi mengalami kebahagiaan spiritual. Tapi sebanyak apapun ilmu yang dimiliki seseorang, dia tidak akan dapat memberikan gizi ruhani kepada orang lain, apabila dirinya sendiri tidak mengalami kebahagiaan spiritual. Karena siapa yang memperoleh hikmah, berarti pengetahuan dan kebahagiaan muncul bersama-sama di dalam dirinya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
38 Jawaban
7587 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 02, 2013, 09:45:30 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1272 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2014, 08:09:09 PM
oleh aten
0 Jawaban
241 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 25, 2017, 05:32:27 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan