collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)  (Dibaca 29312 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Isaacus Newtonus

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #60 pada: Januari 18, 2013, 05:15:22 PM »
saya koreksi ya kang?

"jika anda merasa lucu, maka anda tertawa".

apakah ini merupakan kemestian timbal balik atau bukan? kalau bukan, maka sylogisme di atas ditidak berlaku.

hukum yang berlaku pada kemestian sepihak adalah :

jika P, maka Q
ternyata, P
maka Q

ternyata Q
belum tentu P

Jika anda merasa lucu, maka anda tertawa
ternyata anda measa lucu
maka anda tertawa

ternyata anda tertawa
belum tentu anda merasa lucu

Terima kasih Saudara Asep.

Tepat sekali. Jadi dalam contoh ini, rumus "jika (q) maka (p)" hanya berlaku jika (p) memiliki nilai kepastian, artinya tidak terbuka untuk kemungkinan lain. Sehingga kalimat yang benar adalah:

P1: Hanya jika saya merasa lucu (p), maka saya tertawa (q).
P2: Saya tertawa (q).
Konklusi: Saya merasa lucu (p).

Jadi memang dalam suatu diskusi, untuk membuat sebuah kesimpulan yang akurat dari dua premis, harus memenuhi syarat berupa "nilai kepastian" (tidak membuka peluang untuk kemungkinan lain), dan "relasi" (antar dua keterangan dalam sebuah premis).

Bukan begitu Saudara Asep?

« Edit Terakhir: Januari 18, 2013, 05:17:00 PM oleh Isaacus Newtonus »
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #61 pada: Januari 18, 2013, 05:19:28 PM »
jika P, maka Q
ternyata, P
maka Q

ternyata Q
belum tentu P


====

apakah berarti biimplikasi....
« Edit Terakhir: Januari 18, 2013, 05:21:55 PM oleh arya »
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #62 pada: Januari 18, 2013, 05:24:49 PM »
Jadi memang dalam suatu diskusi, untuk membuat sebuah kesimpulan yang akurat dari dua premis, harus memenuhi syarat berupa "nilai kepastian" (tidak membuka peluang untuk kemungkinan lain), dan "relasi" (antar dua keterangan dalam sebuah premis).

Bukan begitu Saudara Asep?




hukum yang berlaku pada kemestian sepihak adalah :

jika P, maka Q
ternyata, P
maka Q

ternyata Q
belum tentu P

Jika anda merasa lucu, maka anda tertawa
ternyata anda measa lucu
maka anda tertawa

ternyata anda tertawa
belum tentu anda merasa lucu

Sepertinya begitu mas isac
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #63 pada: Januari 18, 2013, 05:27:12 PM »
saya koreksi ya kang?

"jika anda merasa lucu, maka anda tertawa".

apakah ini merupakan kemestian timbal balik atau bukan? kalau bukan, maka sylogisme di atas ditidak berlaku.

hukum yang berlaku pada kemestian sepihak adalah :

jika P, maka Q
ternyata, P
maka Q

ternyata Q
belum tentu P

Jika anda merasa lucu, maka anda tertawa
ternyata anda measa lucu
maka anda tertawa

ternyata anda tertawa
belum tentu anda merasa lucu

Klu tidak mesti apakah rumusnya cukup gini aja kang

jika P, maka Q
ternyata, P
maka Q
 

Offline Isaacus Newtonus

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #64 pada: Januari 18, 2013, 05:27:33 PM »
Idem mas isac. saya juga masih belajar dalam ilmu logika ini. Ilmu logika (bahasa) yang dimaksud disini memiliki konsep dan peraturan tersendiri. bisa dilihat pada tret teori logika, dan kita harus mengikuti konsep atau sistem ilmu logika tersebut. saya hanya mengandalkan ilmu matematika aja.

mengenai relasi dalam proposisi majemuk, saya kira tidak perlu. yang perlu adalah adanya relasi terhdap premis2nya.dan tautologi pada kesimpulan.

dengan kata lain kesimpulan memiliki relasi terhadap premis2nya sehingga kesimpulan memiliki tautologi atas premis2nya.

Terima kasih Saudara Arya.

Saya mengerti maksud Saudara. Hanya saja menurut saya dalam dunia nyata, atau diskusi-diskusi rasional, kita tidak bisa berprinsip seperti itu.

Bayangkan dalam diskusi nyata kita berkata:

P1: Jika keliling bumi 40.000 Km, maka saya berumur 20 tahun.
P2: Saya berumur 20 tahun.
Conclusi: Keliling bumi 40.000 Km

Sekalipun ini sudah memenuhi rumusan ilmu logika, tetapi orang akan bertanya, "Apa hubungannya?"

Ini hanya contoh, bahwa relasi antara dua keterangan dalam satu premis (atau istilahnya, "preposisi majemuk") itu perlu.

Ataukah saya yang salah memahami maksud Saudara? Jika ya, silakan dikoreksi.



 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #65 pada: Januari 18, 2013, 05:33:47 PM »
Terima kasih Saudara Arya.

Saya mengerti maksud Saudara. Hanya saja menurut saya dalam dunia nyata, atau diskusi-diskusi rasional, kita tidak bisa berprinsip seperti itu.

Bayangkan dalam diskusi nyata kita berkata:

P1: Jika keliling bumi 40.000 Km, maka saya berumur 20 tahun.
P2: Saya berumur 20 tahun.
Conclusi: Keliling bumi 40.000 Km

Sekalipun ini sudah memenuhi rumusan ilmu logika, tetapi orang akan bertanya, "Apa hubungannya?"

Ini hanya contoh, bahwa relasi antara dua keterangan dalam satu premis (atau istilahnya, "preposisi majemuk") itu perlu.

Ataukah saya yang salah memahami maksud Saudara? Jika ya, silakan dikoreksi.





Betul mas isac, sebenarnya itulah yang saya kritisi pada artikel tersebut (Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)). boleh dibaca mas dari awal.

dengan kata lain harus ada relasi empirisnya.
« Edit Terakhir: Januari 18, 2013, 05:41:49 PM oleh arya »
 

Offline Isaacus Newtonus

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #66 pada: Januari 18, 2013, 05:43:53 PM »
dengan kata lain harus ada relasi empirisnya.

Ya, setuju Saudara Arya. Berbicara logika berarti berbicara tentang membuat kesimpulan yang logis. Namun bagaimana bisa membuat kesimpulan logis, kalau keterangan-keterangan dalam premisnya sudah tidak logis (tidak ada relasi).

Menurut saya begitu. Tapi mungkin ada pandangan lain dari rekan-rekan, dipersilakan.

 

Offline Isaacus Newtonus

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #67 pada: Januari 18, 2013, 05:49:23 PM »
Dulu waktu sekolah sempat belajar yang namanya "logika matematika", yang memiliki rumusan-rumusan, dan memang penerapannya adalah pada kalimat-kalimat (bukan angka-angka). Tetapi sekarang sudah pada lupa. Saya masih ingat beberapa istilah yang disebut Saudara Arya juga adalah bagian dari pelajaran "logika matematika" ini.

 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #68 pada: Januari 18, 2013, 05:52:54 PM »
balik lagi ke hukum kemestian nih..

P1: Jika keliling bumi 40.000 Km, maka saya berumur 20 tahun.
P2: Saya berumur 20 tahun.

Jika begini gimana :

P1: keliling bumi 40.000 Km jika dan hanya jika saya berumur 20 tahun.
P2: Saya berumur 20 tahun.

kesimpulan : keliling bumi 40.000 Km

dengan adanya sylogisme tersebut, haruskah logika kita menerimanya.
« Edit Terakhir: Januari 18, 2013, 06:01:37 PM oleh arya »
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #69 pada: Januari 18, 2013, 06:00:37 PM »
Dulu waktu sekolah sempat belajar yang namanya "logika matematika", yang memiliki rumusan-rumusan, dan memang penerapannya adalah pada kalimat-kalimat (bukan angka-angka). Tetapi sekarang sudah pada lupa. Saya masih ingat beberapa istilah yang disebut Saudara Arya juga adalah bagian dari pelajaran "logika matematika" ini.

malah ada pendapat yang menyatakan bahwa logika matematika harus pada angka2.
 

Offline Agate

  • Pemikir
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Thanked: 4 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Akal merupakan Makhluk yg paling dicintaiNya
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #70 pada: Juni 14, 2015, 09:34:10 PM »
Saya sangat tidak setuju jika dikatakan filsafat adalah pemikiran bebas spekulatif.
filsafat yang dimaksud kemungkinan besar adalah FALSAFAH
sedangkan Filsafat adalah Ilmunya atau metode nya .
Metodenya pun tidak sembarangan tapi terstruktur.
Menurut ustad SA Filsafat  bahkan di Iran pun hanya diajarkan di Hauzah tradisional karena mempelajarinya membutuhkan waktu yang cukup lama.

sedangkan yang kita kira selama ini diajarkan di universitas2 Filsafat hanyalah FALSAFAH.

Sederhana meliputi segala sesuatu
 

Offline Agate

  • Pemikir
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Thanked: 4 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Akal merupakan Makhluk yg paling dicintaiNya
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #71 pada: Juni 14, 2015, 09:59:07 PM »
Dasar-dasar filsafat terdapat tiga, yaitu penalaran, logika, dan sumber pengetahuan. Penalaran yang secara benar dan sungguh-sungguh hanya dimiliki oleh manusia. Manusia mampu berpikir lebih dalam, lebih jelas. Manusia mampu mengerti apa dan mengapa gejala-gejala yang terjadi di sekitarnya. Manusia bernalar, merenung, dan berpikir di alam sadar mereka. Untuk itulah penalaran termasuk dasar-dasar filsafat.
Dasar filsafat yang kedua adalah logika. Logika didasarkan pada cara berpikir manusia yang sesuai dengan keadaan tertentu. Logika tidak pernah mengatakan salah. Karena logika sesuai dengan keadaan yang ada di sekitar manusia.
Dasar filsafat yang ketiga adalah sumber pengetahuan. Hipotetis yang kita hasilkan setelah penalaran harus kita kaji secara benar. Sumber pengetahuan didapat dari pikiran rasional dan pengalaman empirik manusia. Kedua hal ini harus seimbang dan harus saling memadai. Pikiran rasional yang idealisme dibutuhkan sebagai teori pendukung. Sedangkan pengalaman yang empirik dibutuhkan untuk mendukung pemikiran-pemikiran yang muncul.(by ardhie)

Logika merupakan produk Filsafat yang ditemukan melalui dasar pertama yakni PENALARAN.
Sehingga makin menyempurnakan Filsafat dengan demikian terciptalah ilmu ilmu lainnya.
Sederhana meliputi segala sesuatu
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2049 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2012, 04:36:50 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
3019 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2012, 09:29:20 AM
oleh ratna
4 Jawaban
13977 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 05:41:02 PM
oleh Kang Asep
31 Jawaban
9444 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 04, 2013, 07:47:53 PM
oleh sliverius
0 Jawaban
1938 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2013, 04:56:27 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1250 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 16, 2014, 09:52:54 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
966 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2015, 02:43:55 PM
oleh berecar
1 Jawaban
809 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2016, 04:07:23 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
143 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2016, 02:31:35 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
23 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2017, 03:47:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan