collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)  (Dibaca 29316 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #45 pada: Januari 14, 2013, 07:02:22 AM »
segala yang berasal dari laut itu halal
babi tidak berasal dari laut
maka babi haram
 :D
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #46 pada: Januari 14, 2013, 08:20:46 AM »
^Dasar pikiran pada contoh diatas itu, yaitu keterangan yang pertama maupun keterangan yang kedua, berisi 'kebenaran'. Tetapi tidak boleh ada kesimpulan, jika tidak maka akan timbul irrelevant conclution, sebab adanya hukum logika yang dilanggar, bener enggak? 
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #47 pada: Januari 14, 2013, 10:09:27 AM »
empirisme tanpa rasionalisme akan melahirkan materialisme.

Klu Rasionalisme tanpa empirime maka akan seperti ini ya kang asep :

http://medialogika.org/teori-umum/empat-jenis-kebenaran/

" Ketiga, Kebenaran Logika
Dalam jenis kebenaran ini, nilai "benar" berarti sesuai dengan hukum-hukum berpikir, berarti logis. Kebenaran referensi maupun kebenaran alamiah, tidak diperlukan dalam Logika, karena ia hanya mengkalkulasikan atom-atom logic. selama semua itu dikalkulasikan sejalan dengan hukum logika, maka nilainya adalah "benar".

setiap orang berpikir. objek yang dipikirkan itu bisa fakta-fakta alamiah ataupun teori dari berbagai referensi, dan kemudian membuat kesimpulan. untuk terhindari dari kesalahan berpikir dan membuat kesimpulan, maka Logika perlu digunakan.

Kelamahan jenis kebenaran ini adalah, nilai "benar" menjadi tidak berarti apabila atom-atom logic atau material syllogismenya tidak mengandung kebenaran ilmiah maupun referentif. "


==

Trus apakah juga bisa dikatakan spekulatif jika tanpa empirisme
« Edit Terakhir: Januari 14, 2013, 10:14:00 AM oleh arya »
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #48 pada: Januari 14, 2013, 10:11:26 AM »
^Dasar pikiran pada contoh diatas itu, yaitu keterangan yang pertama maupun keterangan yang kedua, berisi 'kebenaran'. Tetapi tidak boleh ada kesimpulan, jika tidak maka akan timbul irrelevant conclution, sebab adanya hukum logika yang dilanggar, bener enggak?

Yang saya atau kang biru, mohon dikoreksi klu keliru kang ratna
 

Offline Sandy_dkk

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #49 pada: Januari 14, 2013, 11:01:13 AM »
^Dasar pikiran pada contoh diatas itu, yaitu keterangan yang pertama maupun keterangan yang kedua, berisi 'kebenaran'. Tetapi tidak boleh ada kesimpulan, jika tidak maka akan timbul irrelevant conclution, sebab adanya hukum logika yang dilanggar, bener enggak?

yup,, secara ilmiah, melalui pengamatan empirik terhadap ayat Qur'an, dapat diketahui bahwa segala yang berasal dari laut itu halal adalah sebuah kebenaran. babi tidak berasal dari laut juga merupakan sebuah kebenaran ilmiah yang bisa dibuktikan dengan pengamatan empirik terhadap kehidupan babi.

namun, dengan pengetahuan ilmu logika, kita tahu bahwa kedua kebenaran tsb sebenarnya tidak boleh menghasilkan kesimpulan. walaupun dengan pembuktian empirik ternyata bahwa babi itu haram pun merupakan sebuah kebenaran ilmiah karena bersandar pada ayat Qur'an.


benar secara ilmiah, namun cacat secara logika. hal ini dapat berakibat sangat fatal...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #50 pada: Januari 15, 2013, 12:03:07 AM »
ma'af kang arya belum nanggapin yang ini:

mohon dimaklum kang ratna saya kan agak sedikit "telat". hehe.


Setiap binatang adalah liar
kambing adalah binatang
maka kambing adalah liar

mohon koreksi kang asep tau kang biru klu keliru.

Klu memang pengamatan empiriknya seperti itu, menurut saya sylogismenya sdah betul.

namun jika ternyata ada negasi pada premis 1

maka sylogismenya :

Tidak setiap binatang adalah liar
kambing adalah binatang

maka tidak setiap kambing adalah liar.


Pake modus ponens

P1 : Jika binatang jinak adalah kambing maka kambing makan rumput
P2 : kambing makan rumput

maka Binatang jinak adalah kambing


pake modus tollens


P1 : Jika kambing adalah binatang liar maka kambing buas
P2 : Kambing tidak buas


maka : kambing binatang tidak liar.

^penjelasan seperti di atas itu kang yang saya harapkan, jadi saya lebih mudah memahami dan memudahkan saya untuk belajar

sama yang ini:

Yang saya atau kang biru, mohon dikoreksi klu keliru kang ratna

maksudnya adalah postingan dari kang biru

 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #51 pada: Januari 18, 2013, 01:55:56 PM »
Mohon diperhatikan susunan logika berikut ini kang


P1 : Jika binatang jinak adalah kambing maka kambing makan rumput
P2 : kambing makan rumput

maka Binatang jinak adalah kambing


P1 : Jika kambing adalah binatang jinak maka kambing makan rumput
P2 : kambing makan rumput

maka kambing adalah binatang jinak

klu memang susunan logika tersebut keduanya benar. apa kira2 yang membedakan dari makna 2 kesimpulan tersebut dan mana yang lebih tepat.
 

Offline Isaacus Newtonus

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #52 pada: Januari 18, 2013, 02:34:41 PM »
P1 : Jika kambing adalah binatang jinak maka kambing makan rumput

Saudara Arya.

Menurut saya kalimat premis 1 ini sudah ada keganjilan, sebab tidak ada relasi antara "kambing adalah binatang jinak" dengan "kambing makan rumput".

Ataukah saya yang salah menangkap maksud Saudara?


 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #53 pada: Januari 18, 2013, 03:12:45 PM »
Jadi dalam berlogika ada rumusnya mas isac. terlepas menurut mas isac rumus tersebut benar atau tidak. monggo diteliti aja. siapa tau ada rumus baru dan bisa ngalahin/melengkapi aristoteles.

rumusnya begini dalam kasus tersebut.

jika p maka q
ternyata q

maka p

mengenai relasi kalimat "kambing adalah binatang jinak" dengan "kambing makan rumput", memang tidak ada relasinya, jika kedua kalimat tersebut sama2 dibuat premis maka tidak boleh dibuat kesimpulan. haram hukumnya bila dibuat kesimpulan. begitu kira2. hehe..

tapi karena ada kata "jika" dan "maka" sebagai kata penghubung maka kalimat tersebut menjadi sebuah proposisi yang berkategori atau categorical prosition. dan ditemukan lagi fakta pada premis kedua.

begitu kira2 mas isac. lebih jelasnya mungkin kang asep dan kang biru, sebagai "suhu"nya logika di forum ini yang bisa menjelaskan secara lengkap.

contoh lain mungkin biar agak jelas,

Dari BMG dan Dinas tata kota Propinsi Jakarta berkata :

jika hari ini hujan maka jakarta kebanjiran

dan...

ternyata hari ini hujan

maka wartawan menyimpulkan : jakarta kebanjiran.

gitulah kira2...mas

 

Offline Isaacus Newtonus

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #54 pada: Januari 18, 2013, 03:50:59 PM »
Jadi dalam berlogika ada rumusnya mas isac. terlepas menurut mas isac rumus tersebut benar atau tidak. monggo diteliti aja. siapa tau ada rumus baru dan bisa ngalahin/melengkapi aristoteles.

rumusnya begini dalam kasus tersebut.

jika p maka q
ternyata q

maka p

mengenai relasi kalimat "kambing adalah binatang jinak" dengan "kambing makan rumput", memang tidak ada relasinya, jika kedua kalimat tersebut sama2 dibuat premis maka tidak boleh dibuat kesimpulan. haram hukumnya bila dibuat kesimpulan. begitu kira2. hehe..

tapi karena ada kata "jika" dan "maka" sebagai kata penghubung maka kalimat tersebut menjadi sebuah proposisi yang berkategori atau categorical prosition. dan ditemukan lagi fakta pada premis kedua.

begitu kira2 mas isac. lebih jelasnya mungkin kang asep dan kang biru, sebagai "suhu"nya logika di forum ini yang bisa menjelaskan secara lengkap.

contoh lain mungkin biar agak jelas,

Dari BMG dan Dinas tata kota Propinsi Jakarta berkata :

jika hari ini hujan maka jakarta kebanjiran

dan...

ternyata hari ini hujan

maka wartawan menyimpulkan : jakarta kebanjiran.

gitulah kira2...mas

Saudara Arya.

Terus terang saya tidak terlalu menguasai istilah-istilah dalam ilmu logika, saya juga masih perlu belajar. Saya hanya mencoba menyampaikan pemikiran saya.

Menanggapi komentar Saudara:

Ya, rumusnya memang seperti itu. Tetapi menurut saya, di dalam sebuah diskusi, (p) dan (q) seharusnya punya relasi.

Contoh yang kedua adalah benar. Sebab "hari ini/Jakarta hujan" dan "Jakarta banjir" adalah pernyataan yang punya relasi.

Contoh lain:

P1: Jika saya merasa lucu (p), maka saya tertawa (q).
P2: Saya tertawa (q).
Konklusi: Saya merasa lucu (p).

Dari contoh ini, (p) dan (q) memiliki relasi.

Itu menurut saya. Silakan dikoreksi Saudara Arya. Kita sama-sama belajar.

« Edit Terakhir: Januari 18, 2013, 03:55:34 PM oleh Isaacus Newtonus »
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #55 pada: Januari 18, 2013, 04:40:44 PM »

Terus terang saya tidak terlalu menguasai istilah-istilah dalam ilmu logika, saya juga masih perlu belajar.

Idem mas isac. saya juga masih belajar dalam ilmu logika ini. Ilmu logika (bahasa) yang dimaksud disini memiliki konsep dan peraturan tersendiri. bisa dilihat pada tret teori logika, dan kita harus mengikuti konsep atau sistem ilmu logika tersebut. saya hanya mengandalkan ilmu matematika aja.

mengenai relasi dalam proposisi majemuk, saya kira tidak perlu. yang perlu adalah adanya relasi terhdap premis2nya.dan tautologi pada kesimpulan.

dengan kata lain kesimpulan memiliki relasi terhadap premis2nya sehingga kesimpulan memiliki tautologi atas premis2nya.
« Edit Terakhir: Januari 18, 2013, 04:44:09 PM oleh arya »
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #56 pada: Januari 18, 2013, 04:44:10 PM »
Kutip dari: isaacus
Contoh lain:

P1: Jika saya merasa lucu (p), maka saya tertawa (q).
P2: Saya tertawa (q).
Konklusi: Saya merasa lucu (p).

Dari contoh ini, (p) dan (q) memiliki relasi.

saya koreksi ya kang?

"jika anda merasa lucu, maka anda tertawa".

apakah ini merupakan kemestian timbal balik atau bukan? kalau bukan, maka sylogisme di atas ditidak berlaku.

hukum yang berlaku pada kemestian sepihak adalah :

jika P, maka Q
ternyata, P
maka Q

ternyata Q
belum tentu P

Jika anda merasa lucu, maka anda tertawa
ternyata anda measa lucu
maka anda tertawa

ternyata anda tertawa
belum tentu anda merasa lucu
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #57 pada: Januari 18, 2013, 04:53:46 PM »

jika P, maka Q
ternyata, P
maka Q

ternyata Q
belum tentu P


Jika anda merasa lucu, maka anda tertawa
ternyata anda measa lucu
maka anda tertawa

ternyata anda tertawa
belum tentu anda merasa lucu

Yang saya tebalkan tersebut, apakah penggabungan dari rumus ponen sama tolen atau beda kang?
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #58 pada: Januari 18, 2013, 04:55:19 PM »
ponen sama tolen? apaan tuh?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #59 pada: Januari 18, 2013, 05:03:37 PM »
ponen sama tolen? apaan tuh?

Itu rumus logika pada matematika kang. seperti yang saya contohkan itu.  logika bagaimana cara menjinakan kambing... :D
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2050 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2012, 04:36:50 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
3020 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2012, 09:29:20 AM
oleh ratna
4 Jawaban
13983 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 05:41:02 PM
oleh Kang Asep
31 Jawaban
9447 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 04, 2013, 07:47:53 PM
oleh sliverius
0 Jawaban
1938 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2013, 04:56:27 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1250 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 16, 2014, 09:52:54 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
966 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2015, 02:43:55 PM
oleh berecar
1 Jawaban
809 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2016, 04:07:23 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
143 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2016, 02:31:35 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
23 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2017, 03:47:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan