collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)  (Dibaca 29318 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #30 pada: Januari 13, 2013, 04:17:02 PM »
jika kita ingin melakukan pembuktian ilmiah, maka kebenaran empirik memang penting. setelah kebenaran premis terbukti secara empirik, maka kemudian diperlukan logika untuk menarik kesimpulan dengan benar.



Nah ini dia. Ini yang saya sangat harapkan. dan saya sangat setuju.

Pertanyaan saya selanjutnya :

ilmiah dulu apa logika dulu.
« Edit Terakhir: Januari 13, 2013, 04:18:37 PM oleh arya »
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #31 pada: Januari 13, 2013, 04:24:47 PM »
"..ukuran kebenaran yang bersifat logis adalah sebuah bentuk kebenaran yang akal fikiran manusia secara umum bisa menerima serta memahaminya serta tidak bertentangan dengan konsep hukum kehidupan dualistik.sebab istilah ‘logis’ itu sendiri identik dengan makna ‘masuk akal’ atau ‘bisa difahami oleh cara berfikir akal fikiran’ sedang sesuatu disebut tidak logis artinya kurang lebih sama dengan ‘tidak masuk akal’ atau ‘akal fikiran manusia umum tidak bisa menerimanya’."

===

Klu berdasarkan hal tersebut, antara kebenaran ilmiah dan logis ujung-ujungnya harus sejalan.

menurut bahasa awam yang berlaku dimasyarakat, logis berarti masuk akal. tidak masuk akal berarti tidak logis.

tapi bila mengacu pada makna logis dalam istilah ilmu logika, sebenarnya tidak setiap yang logis berarti dianggap masuk akal. dan tidak setiap yang dianggap masuk akal merupakan hal yang logis.

logis adalah bersifat logika

penyataan-pertanyaan logis adalah conclusi yang selaras dengan logika. sehingga apa yang dianggap logis dan tidak logis, maka hukum logika itulah yang menjadi tolak ukurnya. bila suatu pernyataan dianggap tidak logis, harus jelas pasal mana dari logika yang dilanggar oleh pernyataan tersebut.

sebagaimana yang dicontohkan oleh kang biru :

Kutip dari: biru biru
semua planet berbentuk kubus
bulan adalah planet
maka bulan berbentuk kubus

secara ilmiah pernyataan "bulan berbentuk kubus" adalah jelas sekali salahnya. tetapi secara logika, pernyataan tersebut benar dan sah. dan tidak mesti sejalan. dalam kondisi-kondisi tertentu, logika dan ilmiah sejalan. dalam kondisi lainnya, logika dan ilmiah tidak bisa sejalan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #32 pada: Januari 13, 2013, 04:47:51 PM »
menurut bahasa awam yang berlaku dimasyarakat, logis berarti masuk akal. tidak masuk akal berarti tidak logis.

tapi bila mengacu pada makna logis dalam istilah ilmu logika, sebenarnya tidak setiap yang logis berarti dianggap masuk akal. dan tidak setiap yang dianggap masuk akal merupakan hal yang logis.

logis adalah bersifat logika

penyataan-pertanyaan logis adalah conclusi yang selaras dengan logika. sehingga apa yang dianggap logis dan tidak logis, maka hukum logika itulah yang menjadi tolak ukurnya. bila suatu pernyataan dianggap tidak logis, harus jelas pasal mana dari logika yang dilanggar oleh pernyataan tersebut.

sebagaimana yang dicontohkan oleh kang biru :

secara ilmiah pernyataan "bulan berbentuk kubus" adalah jelas sekali salahnya. tetapi secara logika, pernyataan tersebut benar dan sah. dan tidak mesti sejalan. dalam kondisi-kondisi tertentu, logika dan ilmiah sejalan. dalam kondisi lainnya, logika dan ilmiah tidak bisa sejalan.

Saya setuju kang sah-sah saja memang klu ada orang yang menyatakan bahwa "bulan berbentuk kubus". dan seperti dikatakan kang biru untuk membuktikan kebenaran dari premis tersbut perlu pembuktian empirik.

Namun kembali lagi ke pada artikel diatas ilmu "logika  dan pemikiran bebas (spekulatif)". apakah conclusi dari logika itu juga akhirnya  akan bersifat spekulatif bila mengesampingkan pembuktian emperis. mengingat pada artikel tersebut penulis mengesampingkan bukti-bukti empiris dalam berlogika.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #33 pada: Januari 13, 2013, 04:59:42 PM »

Setiap binatang adalah liar
kambing adalah binatang
maka kambing adalah liar

setelah melalui pembuktian secara empiris ternyata kambing adalah jinak
kemudian bagaimana Kang, memasukan material syllogismenya sehingga kesimpulan yang diambil menjadi benar secara ilmiah?
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #34 pada: Januari 13, 2013, 05:08:15 PM »
Setiap binatang adalah liar
kambing adalah binatang
maka kambing adalah liar

setelah melalui pembuktian secara empiris ternyata kambing adalah jinak
kemudian bagaimana Kang, memasukan material syllogismenya sehingga kesimpulan yang diambil menjadi benar secara ilmiah?

Tentukan nilai kebenaran dari setiap premis2 nya dan buktikan secara ilmiah/empiris

Benarkah setiap binatang adalah liar?
Benarkah kambing adalah binarang?
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #35 pada: Januari 13, 2013, 05:15:12 PM »
Tentukan nilai kebenaran dari setiap premis2 nya dan buktikan secara ilmiah/empiris

Benarkah setiap binatang adalah liar?
Benarkah kambing adalah binarang?

ternyata tidak setiap binatang itu liar
ternyata benar bahwa kambing adalah binatang

nah bagaimana membuat syllogismenya sehingga produck logikanya benar sesuai dengan hasil pembuktian ilmiahnya kang arya?
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #36 pada: Januari 13, 2013, 05:21:35 PM »
yang membuktikan kan kang ratna dari kasus tersebut. :)
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #37 pada: Januari 13, 2013, 05:27:44 PM »
Logika dan ilmiah sama-sama berlandaskan kepada Fakta.

tetapi, fakta ini ada dua macam :

Pertama, Fakta Ilmiah
Kedua, Fakta Logis atau yang disebut dengan Atom Logic.

bila Anda melihat bulan, maka bulan itulah fakta secara ilmiah.
tetapi secara logika, kata "bulan" itulah yang disebut fakta.

bila dipandang dari sudut ini, maka tidak ada yang tidak sejalan dengan kebenaran ilmiah.

pernyataan "bulan berbentuk kubus" sekalipun adalah benar, berdasar fakta, dan tidak bertentangan dengan hukum ilmiah, karena yang dianggap fakta adalah premis-premisnya. ini sudah memenuhi ketentuan ilmiah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #38 pada: Januari 13, 2013, 05:31:47 PM »
Logika dan ilmiah sama-sama berlandaskan kepada Fakta.

tetapi, fakta ini ada dua macam :

Pertama, Fakta Ilmiah
Kedua, Fakta Logis atau yang disebut dengan Atom Logic.

bila Anda melihat bulan, maka bulan itulah fakta secara ilmiah.
tetapi secara logika, kata "bulan" itulah yang disebut fakta.

bila dipandang dari sudut ini, maka tidak ada yang tidak sejalan dengan kebenaran ilmiah.

pernyataan "bulan berbentuk kubus" sekalipun adalah benar, berdasar fakta, dan tidak bertentangan dengan hukum ilmiah, karena yang dianggap fakta adalah premis-premisnya. ini sudah memenuhi ketentuan ilmiah.

Ya saya setuju.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1061
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #39 pada: Januari 13, 2013, 06:48:20 PM »
Wah memang hebat sharing anggota forum ini, abru ditinggal sehari dah 3 halaman

Nah ini dia. Ini yang saya sangat harapkan. dan saya sangat setuju.

Pertanyaan saya selanjutnya :

ilmiah dulu apa logika dulu.

Adie lebih berpendapat flexible tergantung kasus yang dihadapi apa dengan logika saja sudah menyelesaikan semuanya atau sejalan dua2anya (karena Ilmiah berakhir dengan logika juga).

Setiap binatang adalah liar
kambing adalah binatang
maka kambing adalah liar

setelah melalui pembuktian secara empiris ternyata kambing adalah jinak
kemudian bagaimana Kang, memasukan material syllogismenya sehingga kesimpulan yang diambil menjadi benar secara ilmiah?

Setelah membuat pernyataan logika , adie inget ajaran pak asep harus di tanya "APA","KENAPA" dll

contoh
Setiap binatang adalah liar
kambing adalah binatang
maka kambing adalah liar

Apa setiap kambing adalah liar , jika YA berarti Logika diatas tidak perlu dirunut lagi , jika Tidak maka Lanjutkan dengan runutan logika selanjutnya. Apa itu termasuk pembuktian secara empirik , adie kurang begitu memahami
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #40 pada: Januari 13, 2013, 08:53:09 PM »
yang membuktikan kan kang ratna dari kasus tersebut. :)

Kemungkinan kang arya tidak memahami apa yang saya tanyakan sehingga jawaban kang arya tidak seperti apa yang saya inginkan atau kemungkinan maksud pertanyaan yang saya sampaikan bahasanya kurang jelas dan sulit dipahami sehingga jawaban kang arya tidak seperti yang saya inginkan, atau memang jawaban yang sebenarnya tidak seperti yang saya inginkan.

setelah saya otak-atik sendiri, supaya shyllogismenya sesuai dengan bukti empiris yang saya temukan adalah:

sebagian binatang adalah kambing
kambing adalah binatang yang jinak
maka sebagian binatang adalah jinak

bener enggak?
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #41 pada: Januari 13, 2013, 09:14:11 PM »

Pertanyaan saya selanjutnya :

ilmiah dulu apa logika dulu.

kalo boleh ikut menjawab:

Logika itu seperti sebuah mesin produksi, seperti yang saya operasikan ketika saya sedang bekerja. Mesin produksi akan menghasilkan produk yang good/baik jika mesin produksi bekerja optimal. Mesin produksi bisa bekerja optimal jika setiap komponen mesin dalam keadaan baik, seperti tingkat presisinya, kepekaan sensornya, kalibrasinya dan sebagainya. Jika ada komponen yang tidak dalam keadaan baik maka hasil productnyapun kemungkinan besar akan cacat/reject. Jadi product pikiran itu akan good/baik dan tidak rerject jika mesin pikir yang bernama logika itu bekerja dengan optimal. Sedangkan sesuatu dikatakan ilmiah jika bisa dibuktikan secara empiris, dan untuk membuktikan secara empiris itu diperlukan kinerja berpikir yang benar, kinerja berfikir yang benar itu disebut logika. Jadi menurut apa yang saya pahami maka logika dahulu baru ilmiah.
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #42 pada: Januari 13, 2013, 09:49:15 PM »
Kemungkinan kang arya tidak memahami apa yang saya tanyakan sehingga jawaban kang arya tidak seperti apa yang saya inginkan atau kemungkinan maksud pertanyaan yang saya sampaikan bahasanya kurang jelas dan sulit dipahami sehingga jawaban kang arya tidak seperti yang saya inginkan, atau memang jawaban yang sebenarnya tidak seperti yang saya inginkan.

setelah saya otak-atik sendiri, supaya shyllogismenya sesuai dengan bukti empiris yang saya temukan adalah:

sebagian binatang adalah kambing
kambing adalah binatang yang jinak
maka sebagian binatang adalah jinak

bener enggak?

mohon dimaklum kang ratna saya kan agak sedikit "telat". hehe.


Setiap binatang adalah liar
kambing adalah binatang
maka kambing adalah liar

mohon koreksi kang asep tau kang biru klu keliru.

Klu memang pengamatan empiriknya seperti itu, menurut saya sylogismenya sdah betul.

namun jika ternyata ada negasi pada premis 1

maka sylogismenya :

Tidak setiap binatang adalah liar
kambing adalah binatang

maka tidak setiap kambing adalah liar.


Pake modus ponens

P1 : Jika binatang jinak adalah kambing maka kambing makan rumput
P2 : kambing makan rumput

maka Binatang jinak adalah kambing


pake modus tollens


P1 : Jika kambing adalah binatang liar maka kambing buas
P2 : Kambing tidak buas


maka : kambing binatang tidak liar.
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #43 pada: Januari 13, 2013, 11:22:31 PM »
Wah memang hebat sharing anggota forum ini, abru ditinggal sehari dah 3 halaman

Adie lebih berpendapat flexible tergantung kasus yang dihadapi apa dengan logika saja sudah menyelesaikan semuanya atau sejalan dua2anya (karena Ilmiah berakhir dengan logika juga).

Setelah membuat pernyataan logika , adie inget ajaran pak asep harus di tanya "APA","KENAPA" dll

contoh
Setiap binatang adalah liar
kambing adalah binatang
maka kambing adalah liar

Apa setiap kambing adalah liar , jika YA berarti Logika diatas tidak perlu dirunut lagi , jika Tidak maka Lanjutkan dengan runutan logika selanjutnya. Apa itu termasuk pembuktian secara empirik , adie kurang begitu memahami

itu juga kang radi yang saya masih bingung. apakah maksud empirik itu ke objeknya, fakta atau informasi.

Dari kutipan artikel diatas :

"Kedua ; kita harus membersihkan ilmu logika serta istilah ‘rasional’ itu dengan jalan mengembalikan ilmu logika sebagai cara berfikir matematis yang murni tidak disertai prinsip keharusan untuk selalu menghadirkan bukti fisik, sebab faham yang selalu menyertakan keharusan bukti fisik bukan aliran rasionalistik tapi aliran ‘empiristik’ dimana keduanya harus difahami secara berbeda atau ‘hitam - putih’ untuk tidak menimbulkan kerancuan,sebab dalam filsafat kedua bentuk faham ini pada akhirnya seperti saling tumpang tindih,dimana pada ujung sejarahnya filsafat tidak memperlihatkan keberfihakan kepada prinsip cara berfikir kogika murni tapi lebih condong memihak pada prinsip empirisme,karena para filosof tertentu lebih melihat kesuksesan sains sebagai ilmu material."
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #44 pada: Januari 14, 2013, 04:42:26 AM »
empirisme tanpa rasionalisme akan melahirkan materialisme.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2050 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2012, 04:36:50 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
3020 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2012, 09:29:20 AM
oleh ratna
4 Jawaban
13983 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 05:41:02 PM
oleh Kang Asep
31 Jawaban
9447 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 04, 2013, 07:47:53 PM
oleh sliverius
0 Jawaban
1938 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2013, 04:56:27 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1250 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 16, 2014, 09:52:54 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
968 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2015, 02:43:55 PM
oleh berecar
1 Jawaban
809 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2016, 04:07:23 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
143 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2016, 02:31:35 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
23 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2017, 03:47:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan