collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)  (Dibaca 29313 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #15 pada: Januari 13, 2013, 01:25:07 PM »
saya sedikit buat catatan dari artikel diatas :
----

#1
konstruksi dari cara berfikir logika akal adalah suatu yang tertata-beraturan-terpola-sistematis-mekanistis (konstruktif) dalam arti dari sisi yang satu ke sisi yang lain saling  berhubungan secara sistematis,dimana satu sisi menerangkan sisi yang lain dalam tatanan pola fikir yang teratur,sehingga hal itu bisa diibaratkan dengan konstruksi kerja sebuah kesatuan unit mesin apakah itu mesin mobil,mesin komputer,mesin jam dlsb. dimana semua element yang ada didalamnya saling berhubungan satu sama lain secara tertata dan beraturan.

#1
Sebaliknya pemikiran bebas-spekulatif memiliki konstruksi yang tak beraturan - tidak sistematis (tidak konstruktif) dimana ciri khas yang menjadi kelemahan dasarnya adalah ia mudah berantakan kala diserang oleh argumentasi yang berlandaskan kepada cara berfikir logika akal

#1
Dua cara berfikir yang berbeda itu ada dalam dunia filsafat sehingga kita tak bisa mengkultuskan filsafat sebagai : ‘cara berfikir logis’ karena didalam dunia filsafat cara berfikir logis dan cara berfikir yang bebas-spekulatif  kedua duanya ada dan tercampur baur.

#1

Wacana filsafat adalah tempat kebenaran yang rasional dan spekulatif bercampur baur itulah sebab wacana filsafat harus kita bagi antara yang benar dan yang salah.mengapa filsafat sering jatuh kepada bentuk pemikiran bebas spekulatif (?) jawabnya adalah karena berbeda dengan agama filsafat tidak berpegang kepada hal hal yang bersifat hakiki.dalam agama ‘kebenaran’ yang berasal dari pemikiran spekulatif itu tidak ada sebab landasan dasar konsep kebenaran agama berangkat atau bersandar pada hal hal yang bersifat hakiki (hal hal yang sudah ditetapkan Tuhan sebagai ketentuan atau kepastian yang tidak bisa dirubah lagi).jadi perbedaan mendasar antara agama dan filsafat adalah yang satu sering berpijak pada hal hal yang bersifat hakiki sedang yang satu berpijak hanya pada hal hal yang bersifat spekulatif.

#1
sebab ukuran kebenaran yang bersifat logis adalah sebuah bentuk kebenaran yang akal fikiran manusia secara umum bisa menerima serta memahaminya serta tidak bertentangan dengan konsep hukum kehidupan dualistik.sebab istilah ‘logis’ itu sendiri identik dengan makna ‘masuk akal’ atau ‘bisa difahami oleh cara berfikir akal fikiran’ sedang sesuatu disebut tidak logis artinya kurang lebih sama dengan ‘tidak masuk akal’ atau ‘akal fikiran manusia umum tidak bisa menerimanya’.

sedang konsep kebenaran agama bersandar pada segala suatu yang serba pasti, dimana salah satu  artinya adalah pasti akal fikiran bisa menerima dan memahaminya,sebab itulah tak ada sifat spekulatif dalam konsep agama.

#3
sebab ilmu logika tidak berdiri diatas prinsip keharusan bukti fisik atau empirik yang langsung.
--

Bisakah ilmu logika bisa dikatakan ilmiah bila memiliki prinsip seperti ini??


#5
Kedua ; kita harus membersihkan ilmu logika serta istilah ‘rasional’ itu dengan jalan mengembalikan ilmu logika sebagai cara berfikir matematis yang murni tidak disertai prinsip keharusan untuk selalu menghadirkan bukti fisik,sebab faham yang selalu menyertakan keharusan bukti fisik bukan aliran rasionalistik tapi aliran ‘empiristik’ dimana keduanya harus difahami secara berbeda atau ‘hitam - putih’ untuk tidak menimbulkan kerancuan,sebab dalam filsafat kedua bentuk faham ini pada akhirnya seperti saling tumpang tindih,dimana pada ujung sejarahnya filsafat tidak memperlihatkan keberfihakan kepada prinsip cara berfikir kogika murni tapi lebih condong memihak pada prinsip empirisme,karena para filosof tertentu lebih melihat kesuksesan sains sebagai ilmu material.
---

Menurut saya Lebih baik menyamakan persepsi tentang pengertian empirik, bukti empirik dan pengamatan empirik
« Edit Terakhir: Januari 13, 2013, 01:56:44 PM oleh arya »
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #16 pada: Januari 13, 2013, 02:16:03 PM »
tidak selalu, nyatanya sebagian ramalan adalah urusan sains yang dibangun dengan landasan logika yang kuat.

sebongkah es sebesar kepalan tangan, ditaruh ke dalam mangkuk lalu taruh ditempat terbuka di halaman rumah anda di teriknya matahari.
dalam kondisi ini, setelah 1 jam saya ramalkan anda akan mendapati es akan berubah menjadi air.
saya rasa ini adalah ramalan yang sulit disangkal dengan argumen logika.

Klu menurut saya jawaban tersebut bisa digolongkan dalam jawaban filsafat, bagaimana menurut kang biru
 

Offline Sandy_dkk

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #17 pada: Januari 13, 2013, 02:19:25 PM »
Quote (selected)
#3
sebab ilmu logika tidak berdiri diatas prinsip keharusan bukti fisik atau empirik yang langsung.
--

Bisakah ilmu logika bisa dikatakan ilmiah bila memiliki prinsip seperti ini??

logika memang tidak harus selalu ilmiah.
namun jika kita ingin berpikir ilmiah, kita harus menggunakan logika.

semua planet berbentuk kubus
bulan adalah planet
maka bulan berbentuk kubus

secara logika, itu adalah kesimpulan yang bisa diterima.
tapi secara ilmiah, hal tersebut ternyata tidak terbukti.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #18 pada: Januari 13, 2013, 02:25:57 PM »
Klu menurut saya jawaban tersebut bisa digolongkan dalam jawaban filsafat, bagaimana menurut kang biru

saya rasa, ramal meramal memang urusan filsafat.
dan sains juga merupakan cabang filsafat.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline arya

 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #20 pada: Januari 13, 2013, 02:36:27 PM »
saya mau tau tanggapan kang biru dari artikel tesebut
 

Offline Sandy_dkk

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #21 pada: Januari 13, 2013, 02:42:11 PM »
saya mau tau tanggapan kang biru dari artikel tesebut

insyaAllah kang, nanti malam. sekarang msh d jalan. :)
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #22 pada: Januari 13, 2013, 03:39:35 PM »
logika memang tidak harus selalu ilmiah.
namun jika kita ingin berpikir ilmiah, kita harus menggunakan logika.

semua planet berbentuk kubus
bulan adalah planet
maka bulan berbentuk kubus

secara logika, itu adalah kesimpulan yang bisa diterima.
tapi secara ilmiah, hal tersebut ternyata tidak terbukti.

Kenapa secara ilmiah tidak terbukti karena premisnya mengabaikan bukti empirik.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #23 pada: Januari 13, 2013, 03:50:51 PM »
alhamdulillah, dengan adanya kang biru, saya merasa sangat dibantu untuk menjelaskan logika kepada mereka yang membutuhkannya. semoga ada banyak biru biru lainnya bergabung di forum ini, sehingga banyak seperti kang arya yang sedang tekun belajar dan membutuhkan pencerahan dalam metodology berpikir bisa terbantu dan tercerahkan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #24 pada: Januari 13, 2013, 03:51:58 PM »
Kenapa secara ilmiah tidak terbukti karena premisnya mengabaikan bukti empirik.

ya, untuk menilai salah atau benarnya logika, bukan dengan cara pembuktian empirik. tapi dengan cara melihat kesesuaian antara kesimpulan dan premis2nya.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #25 pada: Januari 13, 2013, 03:56:56 PM »
kita harus dapat membedakan antara kebenaran logika dengan kebenaran ilmiah.

apa yang benar menurut logika, tidak mesti benar menurut ilmiah. demikian pula sebaliknya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #26 pada: Januari 13, 2013, 03:58:48 PM »
ya, untuk menilai salah atau benarnya logika, bukan dengan cara pembuktian empirik. tapi dengan cara melihat kesesuaian antara kesimpulan dan premis2nya.

Saya setuju kang biru mengenai hal tersebut ("dengan cara melihat kesesuaian antara kesimpulan dan premis2nya"). Namun saya menilai jauh lebih penting dari nilai kebenaran dari setiap premisnya. dan saya menganggap untuk medapatkan nilai kebenaran dari setiap premisnya perlu pembuktian empirik.
« Edit Terakhir: Januari 13, 2013, 04:13:37 PM oleh arya »
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #27 pada: Januari 13, 2013, 04:01:47 PM »
kita harus dapat membedakan antara kebenaran logika dengan kebenaran ilmiah.

apa yang benar menurut logika, tidak mesti benar menurut ilmiah. demikian pula sebaliknya.

jawabnya saya kutipkan dari artikel tersebut kang :

"..ukuran kebenaran yang bersifat logis adalah sebuah bentuk kebenaran yang akal fikiran manusia secara umum bisa menerima serta memahaminya serta tidak bertentangan dengan konsep hukum kehidupan dualistik.sebab istilah ‘logis’ itu sendiri identik dengan makna ‘masuk akal’ atau ‘bisa difahami oleh cara berfikir akal fikiran’ sedang sesuatu disebut tidak logis artinya kurang lebih sama dengan ‘tidak masuk akal’ atau ‘akal fikiran manusia umum tidak bisa menerimanya’."
 

Offline arya

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #28 pada: Januari 13, 2013, 04:05:51 PM »
"..ukuran kebenaran yang bersifat logis adalah sebuah bentuk kebenaran yang akal fikiran manusia secara umum bisa menerima serta memahaminya serta tidak bertentangan dengan konsep hukum kehidupan dualistik.sebab istilah ‘logis’ itu sendiri identik dengan makna ‘masuk akal’ atau ‘bisa difahami oleh cara berfikir akal fikiran’ sedang sesuatu disebut tidak logis artinya kurang lebih sama dengan ‘tidak masuk akal’ atau ‘akal fikiran manusia umum tidak bisa menerimanya’."

===

Klu berdasarkan hal tersebut, antara kebenaran ilmiah dan logis ujung-ujungnya harus sejalan.
« Edit Terakhir: Januari 13, 2013, 04:09:47 PM oleh arya »
 

Offline Sandy_dkk

Re:Logika akal dan pemikiran bebas (spekulatif)
« Jawab #29 pada: Januari 13, 2013, 04:13:43 PM »
Saya setuju kang biru mengenai hal tersebut. Namun saya menilai jauh lebih penting dari nilai kebenaran dari setiap premisnya. dan saya menganggap untuk medapatkan nilai kebenaran dari setiap premisnya perlu pembuktian empirik.

jika kita ingin melakukan pembuktian ilmiah, maka kebenaran empirik memang penting. setelah kebenaran premis terbukti secara empirik, maka kemudian diperlukan logika untuk menarik kesimpulan dengan benar.

Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2049 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2012, 04:36:50 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
3019 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2012, 09:29:20 AM
oleh ratna
4 Jawaban
13977 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 05:41:02 PM
oleh Kang Asep
31 Jawaban
9444 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 04, 2013, 07:47:53 PM
oleh sliverius
0 Jawaban
1938 Dilihat
Tulisan terakhir November 18, 2013, 04:56:27 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1250 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 16, 2014, 09:52:54 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
966 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2015, 02:43:55 PM
oleh berecar
1 Jawaban
809 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2016, 04:07:23 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
143 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 02, 2016, 02:31:35 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
23 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2017, 03:47:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan