collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Logika 'Kami' yang senang menolong  (Dibaca 2760 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Logika 'Kami' yang senang menolong
« pada: November 12, 2012, 09:50:26 AM »
Ada beberapa hal yang menggelitik ketika membaca beberapa teks-teks tulisan dari kop resmi suatu klinik atau rumah sakit atau instansi lainya yang khususon bergerak di bidang jasa, sebagai motto atau apalah namanya saya kurang begitu memahaminya. Misal,"Kami senang bisa menolong anda." Ada lagi, "Semoga anda lekas sembuh." Apakah sebetulnya teks yang berisi pernyataan-pernyataan itu adalah suatu kejujuran yang betul-betul keluar dari hati nurani sebagai komitmen yang dijunjung tinggi.
"Kami senang bisa menolong anda." Pernyataan ini mudah difahami bahwa menolong dalam pernyataan itu mengandung maksud 'menolong secara sukarela' kemudian ketika yang ditolong itu merasa tertolong dengan pertolongan 'Kami' maka si 'Kami' itu menjadi menjadi senang. Karena usaha pertolongannya membuahkan hasil. Tetapi benarkah menolongnya itu atas dasar murni sukarela? ternyata tidak!Seseorang yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan kemudian datang ke tempat 'Kami' yang suka menolong itu dengan harapan supaya segera mendapatkan pertolongan sehingga bisa berkurang penderitaan dari rasa sakitnya atau sukur-sukur bisa benar-benar menghilangkan rasa sakitnya itu harus menyediakan dulu biaya untuk mendaftar, jika tidak ada biaya untuk mendaftar maka ia tidak akan ditolong betapapun keadaan seseorang yang sedang sakit itu. Lalu kalau seseorang yang sakit itu mampu membayar biaya pendaftaran maka untuk selanjutnya dia ditanya bahwa untuk mendapat pertolongan berikutnya ia harus menyediakan biaya untuk mendapatkan obat dari sakitnya itu, tersedia atau tidak obat tersebut, yang penting biaya lebih dahulu. Kemudian dalam menjalani perawatan atas sakitnya itu sehingga kesembuhanya ditempat itu, maka seseorang yang sakit itu harus membayar biaya kamar atau sewa tempat. Nah dari proses diatas itu benarkah apa yang dilakukan oleh si 'Kami' itu adalah suatu bentuk dari pertolongan? dan bersifat sukarela? Jika tidak benar maka si'Kami' yang senang kalau bisa menolong itu telah melakukan kebohongan. Pertanyaan selanjutnya apakah si 'Kami' itu bisa dituntut atas kebohonganya itu?
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika 'Kami' yang senang menolong
« Jawab #1 pada: November 12, 2012, 10:23:06 AM »
Sekitar dua mingguan yang lalu saya pernah ngobrol dengan seorang dokter dari sebuah klinik ketika saya sedang berobat atas sakit demam saya. Dokter itu bercerita bahwa dia pernah berbuat suatu kebaikan dan dengan kebaikanya itu dia merasakan mendapat balasan dalam bentuk banyaknya pasien yang datang kepadanya, dia senang dengan hal itu. Logikanya kalau banya pasien pasti banyak orang yang sakit, kalau banyak orang yang sakit maka akan ramai orang yang mendatangi dokter, kalau banyak orang yang sakit ramai mendatangi dokter maka akan senang dokter itu karena banyak rejeki.
Dalam bentuk sederhananya begini:

Dokter senang ada pasien
pasien adalah orang yang sakit
jadi dokter senang ada orang yang sakit

Diakhir obrolan saya dengan dokter itu, dia berkata,"Semog lekas sembuh dan penyakitnya tidak kambuh lagi." Saya tersenyum kecut mendengarnya, dan di dalam hati saya tidak mengaminkanya, sebab saya yakin do'a dokter itu tidak akan terkabul. Kenapa tidak terkabul? karena Do'a nya itu mengandung unsur kemunafikan, kemudian dimanakah letak kemunafikannya? Jika benar dokter itu berharap setiap orang yang sakit menjadi sembuh dan tidak kumat lagi, tentu akan makin sepi kliniknya dan pengguna jasanya, dan hal ini pasti tidak menyenangkanya. Hampir sama dengan pengalaman waktu seorang dokter gigi di datangkan ke sekolah untuk mensosialisasikan cara perawatan gigi yang benar sehingga mencegah timbulnya sakit gigi atau mencegah kumatnya gigi yang sakit. Jika setiap siswa megerjakan cara-cara perawatan yang benar dan menyampaikanya kepada orang yang lain, dan orang-orang lain itu pun menurutinya sehingga tidak ada yang sakit gigi tentu itu akan merugikan profesi dari dokter itu sendiri, dan dengan tidak adanya pasien sakit gigi tentu akan berkurang pula rejeki yang mengalir kapadanya.
Mohon tanggapanya, sepertinya ada yang salah dengan pikiran saya..... :)
« Edit Terakhir: November 12, 2012, 10:24:57 AM oleh ratna »
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Logika 'Kami' yang senang menolong
« Jawab #2 pada: November 12, 2012, 01:57:42 PM »
Kalau adie pikir yang salah bukan yang bikin motonya tapi orang2/pegawai/dokter yang tidak memahami moto,
Mungkin dulu nya orang yang bikin moto itu bener Tulus dalam melakukan pengobatan tapi orang2 yang dibawahnya ang mengganggap angin lalu.

adie kira tidak semua dokter berpikiran sama seperti cerita diatas karena adie pernah menyaksikan ada dokter yang  gak terima uang dari orang ang tidak mampu.
Mudah2an dokter yang masih berpikir belum bener di beri kesadaan aamiin ^_^
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Logika 'Kami' yang senang menolong
« Jawab #3 pada: November 12, 2012, 05:57:44 PM »
Quote (selected)
Dokter senang ada pasien
pasien adalah orang yang sakit
jadi dokter senang ada orang yang sakit

mungkin maksudnya begini

Quote (selected)
Dokter senang ada pasien yang berobat kepadanya
pasien yang berobat kepadanya adalah orang yang sakit yang berobat kepadanya
jadi dokter senang ada orang yang sakit yang berobat kepadanya

jadi, senangnya itu bukan karena "sakitnya" tapi karena "pilihan pasien" untuk berobat kepada sang dokter.

untuk memastikan, bagaimana sesungguhnya isi pikiran dokter tersebut, ya harus dikonfirkasikan kepada si dokter, apa benar ia senang banyak orang sakit atau senang banyak orang sakit yang mau berobat kepanya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Logika 'Kami' yang senang menolong
« Jawab #4 pada: November 13, 2012, 03:39:20 AM »
^ penjelasannya manstab kang!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
2645 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 12, 2013, 04:22:24 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
3827 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2013, 10:48:37 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1222 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2013, 08:33:39 AM
oleh Abu Zahra
6 Jawaban
1916 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2013, 10:43:59 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
811 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 28, 2014, 07:10:22 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
537 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 19, 2016, 07:39:07 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
784 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2016, 09:57:26 AM
oleh comicers
0 Jawaban
189 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2016, 07:30:36 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
24 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2017, 04:10:20 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
38 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2017, 01:00:11 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan