collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Lautan Ketidak Tahuan  (Dibaca 1747 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Lautan Ketidak Tahuan
« pada: Maret 04, 2012, 04:36:01 PM »
Tidak semua hal yang diketahui manusia dapat didefinisikan, karena keterbatasan daya pikir manusia. Semakin sederhana lingkungan sesuatu, maka semakin sulit sesuatu itu didefinisikan. Benda, Makhluk, ilmu, pengetahuan, hokum, dll, semua itu memiliki lingkungan jenis yang luas dan kompleks, tapi lebih mudah didefinisikan dibanding dengan hal-hal seperti meja, kursi, sendok, malu, marah, kedipan, semilir, dll.

Jika dikatakan bahwa tidak semua hal yang diketahui dapat didefinisikan, berarti untuk munculnya suatu pengetahuan dalam diri manusia tidak dibutuhkan definisi. Tanpa adanya suatu definisi, pengetahuan dapat muncul. Jika pengetahuan dapat muncul dalam diri manusia tanpa definisi, maka untuk apakah definisi?

Definisi bukan sekedar pengetahuan, melainkan pengetahuan mengenai batasan sesuatu. Anda sudah mengetahui peralatan sehari-hari yang anda gunakan seperti kursi, meja, gelas dan piring. Tapi bisakah anda menjawab pertanyaan, “Apakah kursi itu?” Jikalau Anda menjawab, “kursi adalah tempat duduk”. Tampaknya itu adalah jawaban yang benar. Tapi bila maksudnya untuk menjelaskan definisi dari kursi, maka jawaban itu salah. Karena tikar juga merupakan tempat duduk, maka apakah tikar bisa disebut kursi? Tentu tidak. Oleh karena itu perlu dipikirkan ulang, apa itu kursi. Dengan menemukan lingkungan jenis terdekat dari kursi, dan sifat pemisah yang memisahkan kursi dari lain-lain golongan, maka anda menemukan definisi yang sempurna tentang kursi. Tapi sekali lagi, ini bukan persoalan mudah. Dan ketidak mudahan dalam mendefinisikan benda sederhana seperti kursi tersebut merupakan suatu gambaran bahwa tidak semua hal yang telah diketahui dapat difinisikan.

Pengetahuan tentang definisi merupakan pengetahuan yang lebih jauh lagi tentang sesuatu. Jika anda mengetahui sesuatu melalui proposisi, maka dikatakan bahwa anda tidak mengetahui sesuatu itu secara sempurna. Tapi bila anda mengetahui definisi sesuatu itu, maka dikatakan anda mengetahui hakikat sesuatu itu, yakni mengetahui sesuatu itu secara sempurna. Arti kesempurnaan di sini bukan berarti mengetahui segala seperti tuhan, melainkan memahami sepenuhnya mengenai batasan sesuatu.

Kemudian, bila anda mencoba mendefinisikan segala sesuatu, maka akan muncul pengetahuan  yang bersifat empiric pada diri anda bahwasannya ternyata tidak segala hal dapat anda definisikan. Artinya tidak semua hal bisa anda ketahui hakikatnya.  Setelah menyadari bahwa mustahil bagi kita dapat mengetahui hakikat segala sesuatu, maka kita menyadari kelemahan daya pikir dan daya nalar manusia. Selanjutnya dapa muncl pengetahuan bahwasannya tidak ada hal yang dapat disombongkan dari suatu pengetahuan yang bisa dikatakan. Karena ternyata dibalik segala hal yang diketahui itu selalu terdapat hal yang tidak diketahui. Misalnya, jika anda memahami kebenaran definisi bahwa “manusia adalah hewan yang berpikir”, maka muncul pertanyaan lain yang harus dijawab, “apakah itu hewan?” dan “apakah itu `berpikir`?”

Usaha mendefinisikan segala sesuatu merupakan salah satu metoda untuk mengembangkan kesadaran akan kelamahan dan keterbatasan manusia. Munculnya kesadaran tersebut diperlukan untuk menghapuskan kesombongan atas perasaan memiliki ilmu pengetahuan. Terkadang orang sombong karena merasa dirin nya lebih pintar dan memiliki lebih banyak pengetahuan di banding dengan orang lain. Dengan belajar mendefinisikan segala sesuatu, maka akan muncul suatu kesadaran bahwa dirinya berada di dalam lautan ketidak tahuan. Bahkan ada orang yang sombong dengan suatu pengetahuan, namun ketika ditanya, apakah pengetahuan itu, dia tidak mampu menjawabnya.

Bertanya “apa ini, apa itu” merupakan metoda mendorong diri sendiri dan orang lain  untuk memikirkan hakikat segala sesuatu. Sedangkan pertanyaan “kenapa begini, kenapa begitu” merupakan metoda mendorong diri sendiri dan orang lain untuk memikirkan argumentasi dari segala sesuatu. Seperti misalnya, “apa itu argumentasi” dan “mengapa orang harus didorong untuk memikirkan argumentasi segala sesuatu? “ Segala tanya itu memang dapat mendorong diri sendiri dan orang lain untuk menjadi lebih pintar dan memiliki wawasan yang luas. Tapi jika pertanyaan itu telah menumbuhkan kesadaran akan kelamahan, kebodohan dan ketidak tahuan diri sendiri maupun orang lain, maka disitulah kemudian munculnya kebijaksanaan.

Sumber : A. Rochman, FILSAFAT,  No.12407
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Lautan Ketidak Tahuan
« Jawab #1 pada: Agustus 19, 2015, 12:45:49 AM »
Tidak semua hal yang diketahui manusia dapat didefinisikan, karena keterbatasan daya pikir manusia. Semakin sederhana lingkungan sesuatu, maka semakin sulit sesuatu itu didefinisikan. Benda, Makhluk, ilmu, pengetahuan, hokum, dll, semua itu memiliki lingkungan jenis yang luas dan kompleks, tapi lebih mudah didefinisikan dibanding dengan hal-hal seperti meja, kursi, sendok, malu, marah, kedipan, semilir, dll.

Jadi inget pertanyaan yang saya pikirkan dari kecil: Apa definisi dari kata "yang"? Konon katanya dalam suatu definisi tidak boleh menyebut nama yang didefinisikan itu sendiri. Baru beberapa hari yang lalu ketika saya mencarinya di KBBI, definisi dari kata "yang" masih mengandung kata "yang" itu sendiri.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1335 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 25, 2012, 10:11:57 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1540 Dilihat
Tulisan terakhir November 23, 2012, 04:44:03 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1040 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 08, 2013, 01:08:47 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
4025 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 13, 2013, 11:19:09 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1517 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 14, 2013, 05:36:02 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
946 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 31, 2013, 04:20:01 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
717 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2014, 06:17:10 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
477 Dilihat
Tulisan terakhir April 03, 2016, 02:05:36 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan