collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Kuantitatif, disjungtif, Biimplikatif dan Kemestian Sepihak  (Dibaca 2760 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline arya

Kuantitatif, disjungtif, Biimplikatif dan Kemestian Sepihak
« pada: Januari 22, 2013, 09:53:00 AM »
1. Boleh kasih contoh bagaimana sylogisme pada proposisi yang bersifat kuantitatif dan disjungtif dan mohon penjelasannya
2. apakah pada logika kemestian sepihak juga boleh menggunakan biimplikatif

contoh

Jakarta banjir jika dan hanya jika Jakarta Hari ini hujan
ternyata jakarta hari ini hujan

maka : jakarta banjir

atau harus menggunakan rumus baku seperti ini :

jika P, maka Q
ternyata, P
maka Q

ternyata Q
belum tentu P

jika Jakarta banjir maka Jakarta Hari ini hujan
ternyata jakarta hari ini hujan

maka jakarta banjir

ternyata Jakarta Hari ini hujan belum tentu jakarta banjir

==

Berdasarkan contoh tersebut bagaimana bentuk logika kemestian jika ada pengingkaran pada salah satu unsur proposisi/ proposisinya itu sendiri
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kuantitatif, disjungtif, Biimplikatif dan Kemestian Sepihak
« Jawab #1 pada: Januari 22, 2013, 11:39:31 AM »
berhuhung saya sedang sibuk kerja, saya jawab satu point sja dulu ya?

kemestian sepihak itu adalah salah satu hukum di dalam proposisi hipotesa.

jika A adalah B, maka A adalah C.  <== proposisi hipotesa.

kemestian sepihak mengandung arti, kalimat dibelakang kata "jika" (Antcident) itu selalu menyebabkan terjadinya hal yang berada di belakang kata "maka" (konsequen). tapi konsekuen itu tidak selalu terjadi karena Antcident tersebut.

Jika anda nyebur ke air, niscaya badan anda basah.
ternyata Anda nyebur ke air
berarti badan anda basah

ternyata badan anda basah
belum tentu anda nyebur ke air

karena, bisa jadi anda kesemprot tetangga yang sedang nyuci mobilnya. :D

nah, itulah contoh kemestian sepihak.

bandingkan dengan kemestian timbal balik.

jika matahari terbit, maka hari mulai siang.

ternyata matahari terbit,
berarti hari mulai siang

ternyata hari mulai siang
berarti matahari terbit.

semoga bermanfaat!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2655 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2012, 01:35:13 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2133 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2012, 12:54:11 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
2644 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 14, 2013, 02:54:49 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
3228 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2012, 09:29:20 AM
oleh ratna
15 Jawaban
8131 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2013, 11:19:00 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
4476 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 06, 2012, 09:07:47 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1243 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 24, 2012, 07:01:31 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1789 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 30, 2012, 03:50:35 PM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
6195 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2012, 10:58:26 AM
oleh ratna
0 Jawaban
364 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2016, 10:58:45 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan