collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Ketidak Tahuan Sebagai Awal Mula Kehidupan  (Dibaca 1614 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Ketidak Tahuan Sebagai Awal Mula Kehidupan
« pada: November 23, 2012, 04:44:03 PM »
Ketidak Tahuan Sebagai Awal Mula Kehidupan

Dari manakah asal mula seluruh kehidupan ini? Mungkin ada beberapa jawaban yang berbeda yang muncul dari keyakinan yang berbeda. Pendapat pertama adalah “seluruh kehidupan ini berasal dari Tuhan”. Pendapat kedua adalah “kehidupan ini tidak berawal dan tidak berakhir”. Pendapat ketiga adalah “seluruh kehidupan ini berasal dari ketidak tahuan”. Masing-masing pendapat memiliki alasan-alasannya tersendiri. Namun dalam ksempatan ini, hanya akan diuraikan alasan pendapat yang ketiga, yaitu “Ketidak tahuan sebagai awal kehidupan”.

Untuk memahami hukum yang berlaku pada alam semesta ini, kita bisa memulainya dari penyelidikan terhadap diri sendiri. sebab diri manusia itu merupakan miniatur dari alam semesta.

Alam semesta ini adalah proses kejadian keajaiban yang teurs menerus yang terikat hukum sebab dan akibat, yang berarti juga terjadinya perbuatan segala sesuatu beserta akibat perbuatan itu.

Kita perhatikan seluruh perbuatan manusia, apa yang menjadi sebabnya? Tidak lain adalah kehendak. Setiap perbuatan, baik itu yang diwujudkan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan mestilah didahului oleh kehendak. Tetapi ada perbuatan-perbuatan yang tampaknya tidak ditahului oleh kehenda, semerti mata yang berkedip secara otomatis atau jantung yang berdetak. Tetapi dengan kekuatan pengamatan yang mendalam, dapat diketahui bahwa sebenarnya berkedipnya mata atau jantung yang berdetak sekalipun adalah disebabkan oleh kehendak yang terjadi di dalam bawah sadar. Oleh karena itu dapat kita katakan bahwa sebab dari seluruh pebuatan adalah kehendak.

Setelah memahami hukum sebab perbuatan yang dapat dilihat dalam diri ini, maka kemudian dapat pula difahami bahwa seluruh pergerakan yang terdapat pada alam semesta inipun disebabkan oleh kehendak. Terbit dan terbenamnya matahari, perputaran bumi para porosnya, air yang mengalir serta awan yang berarak, semua itu disebabkan oleh suatu kehendak. Sedangkan benda-benda mati seperti awan, bagaimana mungkin ia memiliki kehendak? Ingat sebagaimana hukum yang terjadi pada diri, mata yang berkedip atau jantung yang berdetak, seakan tidak didahului kehendak, tapi sebenanya atas kehendak. Demikian pula seluruh pergerakan yang terjadi pada alam semesta. Benda-benda yang dianggap mati oleh kita, sebenarnya tidak benar-benar mati, mereka hidup, bergerak dan berjiwa atau digerakan oleh “yang berjiwa” dan mareka tidak pernah bergerak tanpa didahului oleh kehendak. Selalu ada kehendak yang menjadi sebab pergerakan seluruh alam ini. Perhatikan kendaraan besi seperti kereta api misalnya, apakah itu benda mati atau benda hidup? Apakah ia bisa bergerak tanpa ada seseorang yang berkehendak untuk menggerakannya?

Sampai di sini, karena seluruh peristiwa terjadi disebabkan oleh kehendak, maka mungkin saja orang menyimpulkan bahwa sebab awal dari kehidupan ini adalah kehendak. Tetapi, apa yang menjadi sebab dari munculnya kehendak? Salah satu yang menjadi sebab munculnya kehendak adalah pengetahuan. Mulanya terjadi kontak, kemudian jadi merasa senang, selanjutnya muncul kehendak terhadap objek yang menyenangkan itu. sebagai contoh, seorang pria melihat kecantikan wanita, tumbuhlah perasaan suka di dalam batinnya. Perkembangan selanjutnya dari perasaan suka ini adalah kehendak untuk memiliki. Kehendak untuk memiliki ini mendorong pria tadi untuk berbuat sesuatu. Dari sini dapat disimpulkan bahwa sebab munculnya kehendak itu adalah pengetahuan.

Selanjut, apa yang menjadi sebab terjadinya pengetahuan? Pengetahuan muncul di dalam diri seseorang karena beberapa faktor, yaitu adanya objek yang diketahui, adanya kontak, indra, dan kesadaran. Objek yang diketahui adalah faktor eksternal. Sedangkan kontak, indra dan kesadaran adalah faktor internal. Lalu, apakah yang menjadi sebab munculnya faktor-faktor internal tersebut? sebabnya kehendak yang awal,  yaitu kehendak untuk mengetahui yang berlandas kepada ketidak tahuan. Jadi, ketidak tahuan itulah yang menjadi sebab awal dari kehidupan.

Perbuatan bukan sekedar hal-hal seperti berdiri atau berjalan, mengambil atau memberi, tetapi juga melihat, mendengar dan merasakan sentuhan, di mana yang menjadi tujuannya adalah pengetahuan. Perbuatan melihat dan mendengar disebut kontak indra. Lalu apakah yang menjadi sebab terjadinya kontak indra ini? Pengetahuan? Tentu bukan, sebab pengetahuan muncul setelah kontak itu terjadi. Karena sebagaimana hukum yang difahami bahwa seluruh perbuatan yang terjadi disebabkan oleh kehendak, maka perbuatan indrawipun disebabkan oleh suatu kehendak.

Tapi, bukankah kehendak itu muncul setelah munculnya pengetahuan? Kehendak yang muncul setelah pengetahuan adalah kehendak untuk memiliki, tapi kehendak sebelum perbuatan indrawi adalah kehendak untuk mengetahui. Jadi kehendak untuk “menjadi tahu” inilah yang menjadi sebab awal perbuatan. Adapun sebab dari kehendak kehendak untuk menjadi tau ini tentunya adalah ketidak tahuan.

Karena ketidak tahuan, munculah kehendak untuk mengetahui. Karena adanya kehendak untuk mengetahui munculah kesadaran awal. Kesadaran ini merupakan perangkat pokok untuk munculnya pengetahuan. Tapi kesadaran saja tidak cukup, sebab hadirnya pengetahuan dalam batin adalah dengan proses penangkapan indrawi dan terkadang oleh proses berpikir. Oleh karena itu dibutuhkan adanya indra dan pikiran. Karena kebutuhan adanya perangkat indra dan pikiran, maka batin merealisikan adanya tubuh dan pikiran. Tubuh dan pikiran inilah yang kemudian melakukan kontak dengan objek pengetahuan, lalu muncul perasaan menyenangkan. Karena adanya perasaan menyenangkan, maka munculah kehendak untuk memiliki. Selama kehendak ini belum terpenuhi, kehendak akan merealisasikan dirinya di dalam tubuh dan pikiran dengan perbuatan.  Sampai di sini dapat disimpulkan bahwa sebab awal dari seluruh kehidupan ini adalah ketidak tahuan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1890 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2015, 12:45:49 AM
oleh Monox D. I-Fly
4 Jawaban
4717 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 23, 2015, 10:48:14 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
1088 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 08, 2013, 01:08:47 PM
oleh Kang Asep
12 Jawaban
2742 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 21, 2015, 12:22:45 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
512 Dilihat
Tulisan terakhir September 08, 2013, 08:20:10 PM
oleh ratna
0 Jawaban
478 Dilihat
Tulisan terakhir September 08, 2013, 10:09:51 PM
oleh ratna
1 Jawaban
1739 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 28, 2013, 07:28:52 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
3283 Dilihat
Tulisan terakhir September 04, 2014, 09:57:47 PM
oleh Sandy_dkk
2 Jawaban
1010 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 10, 2016, 02:16:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
530 Dilihat
Tulisan terakhir April 03, 2016, 02:05:36 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan