collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Keterbatasan Pemahaman Manusia  (Dibaca 3028 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 60 times
  • Total likes: 416
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Keterbatasan Pemahaman Manusia
« pada: Januari 07, 2014, 07:33:49 AM »
mohon tafsirkan kalimat dibawah ini :

" Kucing Makan Tikus Mati di Dapur "

peristiwa apa yang sesungguhnya terjadi....?

al-quran memang telah 'tuntas' diturunkan, "muhammad" Rasulullah mungkin telah 'tuntas' memahami, tetapi apakah kita hari ini telah punya pemahaman 'tuntas' tentang al-quran seperti "Muhammad" Rasulullah....?



Sebenarnya yang dikemukakan oleh toemy ini merupakan ungkapan yang tepat untuk menggambarkan keterbatasan manusia dalam memahami al Quran, berbagai kemungkinan kesalahan tafsir, terjemahan yang keliru, dan berbagai distorsi lainnya. Ketika manusia menafsirkan sendiri-sendiri al Quran, tanpa kaidah penafsiran yang jelas-jelas benar, maka ketika itulah terjadi ragam penafsiran, di mana satu seribu kepala bisa berarti seribu tafsir. Tapi rupanya, maksud toemy ini tidak mudah difahami, sebagaimana tergambar dalam komentar sayyid.

kalimat itu hanyalah kalimat rancu buatan manusia. karena rancu, maka tidak dapat dipastikan kebenarannya walaupun menggunakan metode terjemah apapun.


yg merasa belum memahami Al-Qur'an silahkan belajar lagi.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.(QS. 4 : 82)


Sekarang saya tanya, siapa yang merasa dirinya telah memahami al Quran. Apakah dia sannggup menjawab 10 pertanyaan dari saya tentang tafsir al Quran ? jika sanggup, saya katakan dia cukup pantas untuk merasa telah faham al Quran.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 60 times
  • Total likes: 416
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Keterbatasan Pemahaman Manusia
« Jawab #1 pada: Januari 07, 2014, 07:56:27 AM »
Kutip dari: toemy
mohon tafsirkan kalimat dibawah ini :

" Kucing Makan Tikus Mati di Dapur "

peristiwa apa yang sesungguhnya terjadi....?

Menurut hukum logika, tidak ada yang lebih memahami maksud dari suatu pernyataan, kecuali si pemilik pertanyaan tersebut. Sedangkan selainnya, orang yang bisa menduga atau memperkirakan. Untuk memastikan, harus dikonfirmasikan kepada si pemilik pernyataan.

Oleh karena itu, bagi pendengar atau pembaca kalimat itu mengandung banyak kemungkinan :

Kucing makan
Ada tikus mati di dapur

Kucing makan tikus
Kucing tersebut mati di dapur

Kucing makan tikus yang sudah mati
Tikus tersebut mati di dapur

Cara yang tepat untuk memastikan, mana tafsiran yang benar adalah “bertanya kepada si pemilik pernyataan”, mana dari ketiga tafsiran tersebut yang benar ? selama belum ada konfirmasi, jangan menganggap suatu tafsiran itu pasti benar begini atau begitu.

Tidak ada yang lebih mengerti maksud dari ayat-ayat al Quran, kecuali Allah dan Rasul Nya. Ketika Rasulullah masih hidup, segala tafsiran ayat dapat ditanyakan langsung kepada beliau. Dengan begitu, tidak akan ada distorsi atau penyimpangan penafsiran. Tapi sekarang, Rasulullah telah wafat, siapakah orang yang faham makna seluruh ayat al Quran ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline molecullarafric

Re:Keterbatasan Pemahaman Manusia
« Jawab #2 pada: Januari 12, 2014, 09:46:22 PM »
Deleted....
« Edit Terakhir: Januari 12, 2014, 10:56:05 PM oleh molecullarafric »
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 196
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 25
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Keterbatasan Pemahaman Manusia
« Jawab #3 pada: Mei 24, 2016, 12:59:27 AM »
Menurut hukum logika, tidak ada yang lebih memahami maksud dari suatu pernyataan, kecuali si pemilik pertanyaan tersebut. Sedangkan selainnya, orang yang bisa menduga atau memperkirakan. Untuk memastikan, harus dikonfirmasikan kepada si pemilik pernyataan.

Oleh karena itu, bagi pendengar atau pembaca kalimat itu mengandung banyak kemungkinan :

Kucing makan
Ada tikus mati di dapur

Kucing makan tikus
Kucing tersebut mati di dapur

Kucing makan tikus yang sudah mati
Tikus tersebut mati di dapur

Cara yang tepat untuk memastikan, mana tafsiran yang benar adalah “bertanya kepada si pemilik pernyataan”, mana dari ketiga tafsiran tersebut yang benar ? selama belum ada konfirmasi, jangan menganggap suatu tafsiran itu pasti benar begini atau begitu.

Tidak ada yang lebih mengerti maksud dari ayat-ayat al Quran, kecuali Allah dan Rasul Nya. Ketika Rasulullah masih hidup, segala tafsiran ayat dapat ditanyakan langsung kepada beliau. Dengan begitu, tidak akan ada distorsi atau penyimpangan penafsiran. Tapi sekarang, Rasulullah telah wafat, siapakah orang yang faham makna seluruh ayat al Quran ?

Yang jadi pertanyaan adalah :

1.Bagaimana caranya bertanya kepada Allah yang menjadi " pemilik" pernyataan ?
2.Bagaimana caranya mengkonfirmasi tafsiran2 tersebut kepada rasullullah SAW sedangkan beliau sudah wafat ?
3.Jika tidak boleh menganggap suatu tafsiran itu pasti benar begini begitu sebelum ada konfirmasi lalu kapan kebenaran atau kesalahan tafsiran tersebut akan diketahui ?


Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9384
  • Thanked: 60 times
  • Total likes: 416
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Keterbatasan Pemahaman Manusia
« Jawab #4 pada: Mei 24, 2016, 10:14:38 AM »
Jika  utusan Tuhan yang menyampaikan pesan-pesan Tuhan belum wafat, maka ada tempat untuk menanyakan makna sebenarnya dari maksud pernyataan Tuhan di dalam pesan-pesannya. Jika utusan Tuhan telah wafat, dan Tuhan tidak menunjuk seorangpun yang akan menjadi penafsir resmi pesan-pesan Tuhan, maka tidak ada tempat untuk menanyakan makna sebenarnya dari pesan-pesan Tuhan. Tapi, apakah mungkin Tuhan meninggalkan pesan bagi umat manusia tanpa menunjuk seseorang sebagai juru bicaraNya atau penafsir resmi dari pesan-pesanNya ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
2022 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 13, 2016, 04:42:21 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
707 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2015, 09:28:58 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
261 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2016, 01:39:25 AM
oleh Kang Erik
0 Jawaban
316 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2016, 10:22:31 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
34 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2017, 11:08:54 AM
oleh Sultan
0 Jawaban
47 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2017, 11:25:19 AM
oleh Sultan
0 Jawaban
33 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2017, 02:15:47 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
34 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2017, 02:43:07 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
39 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2017, 02:48:46 PM
oleh Sultan
3 Jawaban
88 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2018, 01:56:53 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan