collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Ketenangan dan pemikiran  (Dibaca 2241 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Ketenangan dan pemikiran
« pada: Maret 04, 2012, 04:36:50 PM »
bila ketenangan telah tercapai, maka itu adalah moment yang tepat untuk berpikir. Jadi, untuk menghindari kerancuan istilah, maka saya tegaskan pernyataannya bahwa kondisi batin yang tenang, merupakan moment yang tepat untuk berfilsafat[1].


Dalam kondisi tenang maupun gelisah, orang tetap dapat berpikir. Namun, Jika ketenangan belum tercapai, maka pemikiran apapun yang muncul dalam pikiran, cenderung bersifat destruktif[2], menimbulkan ketegangan dan kesakitan pada tubuh dan mental. (A. Rochman, FILSAFAT,  No.10080)

Tapi teori lain menyatakan bahwa berpikir merupakan salah satu cara untuk menenangkan diri[3]. Dalam satu kasus, seorang anak berumur 6 tahun selalu rewel pada malam hari. Ibunya tidak mengerti, apa yang dimaui oleh si anak, ada-ada saja ulah yang dilakukannya, permintaan-permintaan yang tidak masuk akal dan lain sebagainya, yang akhirnya berujung pada rengekan dan tangisan si anak. Kemudian ayah anak tersebut memiliki ide, bagaimana kiranya bila si anak diajak untuk memikir-mikirkan sesuatu. Lalu sang ayah memperlihatkan gambar-gambar dan mulai mengajak si anak untuk memikir-mikirkan gambar tersebut. “apa ini, apa itu, kenapa ini begini, kenapa ini begitu”. Hasilnya, si anak tidak rewel lagi. Dia bisa bergembira, tenang dan tertidur dengan lelap[4]. Dengan demikian, berarti sebagian proses berpikir membawa pada ketenangan.

Jika dikatakan bahwa ketenangan merupakan moment yang tepat untuk berpikir, maka apakah apabila dalam keadaan tidak tenang seseorang tidak boleh berpikir? Tentu saja tidak demikian. Karena hukum kausalitas pada kalimat “jika ketenangan telah tercapai, maka itu adalah moment yang tepat untuk berpikir” bukanlah suatu kemestian timbal balik. Jika A adalah B, maka A adalah C.  Tapi bila ternyata A adalah C, belumlah tentu karena A adalah B. Jikalau muncul moment yang tepat untuk berpikir, maka belumlah tentu itu karena tercapainya faktor ketenangan. Tapi jika ketenangan tercapai, maka pastilah itu merupakan moment yang tepat untuk berpikir.[5] .

Persoalan selanjutnya yang perlu difahami adalah, apakah benar bahwa sebagian proses berpikir dapat membawa seseorang pada suatu kondisi tenang? Persoalan ini bukan lagi persoalan logika, melainkan persoalan ilmiah, harus dibuktikan melalui praktik, observasi atau eksperimen. Yang jelas, berdasarkan pengalaman banyak orang, kegelisahan memang mendorong manusia untuk berpikir[6]. Setiap orang yang mengalami gelisah, ingin terlepas dari kegelisahan itu dan mencari ketenangan. Untuk menemukan jalan ketenangan, maka ia mencari tahu jalannya. Dipandang dari sudut ini jelas sekali, proses berpikir dapat membawa kepada suatu ketenangan[7].

Ada proses berpikir yang membawa seseorang kepada kondisi yang gelisah dan semakin membuatnya gelisah. Ada pula proses berpikir yang membawa seseorang kepada kondisi yang tenang, dan semakin membuatnya tenang. Berpikir dengan cara yang benar, itu akan membawa seseorng ke dalam ketenangan. Sebaliknya berpikir dengan cara yang salah, akan membawa seseorang ke dalam kegelisahan.

Muncul suatu pertanyaan, apakah orang yang gelisah tidak akan dapat berpikir benar? Jawabannya : Belum tentu. Dan pertanyaan lainnya. Apakah orang yang dalam kondisi batinnya tenang, maka apakah pasti berpikir dengan cara yang benar? Jawabannya : belum tentu pula. Semua itu memang belumlah pasti, yang pasti adalah bila seseorang berpikir dengan benar[8], maka pastilah itu akan membawa dirinya ke dalam ketenangan.

Muncul satu pertanyaan pertanyaan lagi, antara ketenangan dan berpikir, mana yang seharusnya muncul terlebih dahulu dalam diri manusia?[9]Pertanyaan seperti ini mungkin sulit dijawab dan mungkin memang tidak perlu untuk dijawab. Yang jelas, ketika ketenangan itu muncul, pikiran menjadi jernih. Kejernihan pikiran ini merupakan pertanda bahwa seseorang itu dalam kondisi yang tepat untuk melakukan aktifitas berpikir. Jika pikiran tidak jernih, belum tentu sseorang itu dalam kondisi yang tidak tepat untuk berpikir, tapi ada kemungkinan dia sedang dalam kondisi yang tidak tepat untuk berpikir.

Sumber : A. Rochman, FILSAFAT,  No.12409
 1. Dalam kondisi bagaimana moment yang tepat untuk berfilsafat muncul ?
 2. Mengapa sebagian proses berpikir cenderung destruktif ?
 3. Dapatkah seseorang menenangkan diri dengan cara mengembangkan pemikiran ?
 4. Bagaimana contoh kasus seseorang menenangkan diri dengan mengembangkan pemikiran ?
 5. "jika ketenangan batin tercapai, maka moment yang tepat untuk berpikir muncul." Apakah ini berarti moment yang tepat untuk berpikir hanya terjadi pada kondisi batin yang tenang ?
 6. Benarkah kegelisahan mendorong Anda untuk berpikir ?
 7. Mengapa orang gelisah terdorong untuk berpikir, merenung atau berfilsafat ?
 8. Proses berpikir yang bagaimana yang membawa pada ketenangan ?
 9. 
  • Mencapai ketenangan batin
  • Melakukan kegiatan berpikir
Mana yang harus dilakukan terlebih dahulu ?
« Edit Terakhir: Agustus 14, 2016, 07:41:49 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
2591 Dilihat
Tulisan terakhir September 05, 2015, 12:00:04 AM
oleh gumalta
0 Jawaban
1048 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2012, 08:48:53 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
3278 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2012, 06:54:59 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
15495 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 05:41:02 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
3939 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2013, 07:01:27 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
688 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 19, 2015, 10:18:39 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1430 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 01, 2015, 11:26:29 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
676 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2016, 10:21:39 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
148 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 15, 2018, 09:32:24 PM
oleh shekinah
0 Jawaban
41 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2018, 10:57:57 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan