collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Kejanggalan dalam Riwayat Baiat Ali bin Abi Thalib Kepada Abu Bakar  (Dibaca 3675 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Kejanggalan dalam Riwayat Baiat Ali bin Abi Thalib Kepada Abu Bakar
« pada: Desember 15, 2012, 10:24:46 PM »
7.   Kejanggalan dalam Riwayat Baiat Ali bin Abi Thalib Kepada Abu Bakar

Dalam literatur Sunni maupun Syiah, Abu Bakar digambarkan sebagai orang yang lembut hatinya. Dan karena kelembutan hatinya itu, Abu Bakar r.a mudah menangis. Demikian pula yang digambarkan dalam suatu riwayat, dimana sehari menjelang baiat Ali kepada Abu bakar, Ali bin Abi Thalib menjelaskan kepada Abu Bakar tentang kedudukan dirinya disamping Rasulullah dan menegaskan bahwa Khilafah merupakan hak dirinya, ketika itu Abu Bakar menangis dan mengatakan bahwa keluarga Rasul lebih dicintai oleh dirinya dari pada keluarganya sendiri. Iapun mau menerima saran dan nasihat Imam Ali. Tapi kemudian Imam Ali berjanji akan membaiat Abu Bakar pada keesokan harinya (6).

Kejanggalan dalam riwayat tersebut adalah sebagi berikut :

Pertama, dalam riwayat tersebut Imam Ali menatakan bahwa Abu Bakar telah merampas haknya.
Kedua, Abu Bakar menangis setelah mendengar pidato Imam Ali tentang hak-hak Rasul
Ketiga, Abu Bakar bersedian menerima saran dan nasihat imam Ali
Keempat, tapi Imam Ali malah membaiat Abu Bakar keesokan harinya, bukan meminta apa yang menjadi haknya. Kenapa?

Keterangan Nomor :

(6) Lihat dalam buku Saqifah karya O. Hasem, Hal. 283
« Edit Terakhir: Desember 16, 2012, 06:58:10 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline arya

Re:Kejanggalan dalam Riwayat Baiat Ali bin Abi Thalib Kepada Abu Bakar
« Jawab #1 pada: Desember 15, 2012, 11:55:58 PM »
7.   Kejanggalan dalam Riwayat Baiat Ali bin Abi Thalib Kepada Abu Bakar

Dalam literatur Sunni maupun Syiah, Abu Bakar digambarkan sebagai orang yang lembut hatinya. Dan karena kelembutan hatinya itu, Abu Bakar r.a mudah menangis. Demikian pula yang digambarkan dalam suatu riwayat, dimana sehari menjelang baiat Ali kepada Abu bakar, Ali bin Abi Thalib menjelaskan kepada Abu Bakar tentang kedudukan dirinya disamping Rasulullah dan menegaskan bahwa Khilafah merupakan hak dirinya, ketika itu Abu Bakar menangis dan mengatakan bahwa keluarga Rasul lebih dicintai oleh dirinya dari pada keluarganya sendiri. Iapun mau menerima saran dan nasihat Imam Ali. Tapi kemudian Imam Ali berjanji akan membaiat Abu Bakar pada keesokan harinya .

Kejanggalan dalam riwayat tersebut adalah sebagi berikut :

Pertama, dalam riwayat tersebut Imam Ali menatakan bahwa Abu Bakar telah merampas haknya.
Kedua, Abu Bakar menangis setelah mendengar pidato Imam Ali tentang hak-hak Rasul
Ketiga, Abu Bakar bersedian menerima saran dan nasihat imam Ali
Keempat, tapi Imam Ali malah membaiat Abu Bakar keesokan harinya, bukan meminta apa yang menjadi haknya. Kenapa?


apa kalimat yg saya tebalkan itu benar ada di literatur syiah ?

klu tanya kenapa, setau saya, selama mengikuti perdebatan SUSI, jawaban syiah biasanya :  Ali bin abi thalib bertaqiya guna menghindari perpecahan umat.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kejanggalan dalam Riwayat Baiat Ali bin Abi Thalib Kepada Abu Bakar
« Jawab #2 pada: Desember 16, 2012, 06:55:32 AM »
pendapat ulama syiah itu berbeda-beda, tidak seragam. ada yang mengatakan bahwa memang Ali berbaiat, tapi baiatnya itu taqiyah untuk meredakan konflik umat. tapi ulama lainnya berpendapat bahwa Ali bin Abi Thalib tidak pernah berbaiat kepada Abu Bakar. sedangkan menurut Habib Abu Bakar, baiat Ali kepada Abu Bakar adalah hal yang mustahil.

dalam komunitas syiah, perbedaan pendapat seperti itu biasa terjadi dan dianggap sah-sah saja. dan umat boleh memilih mau mengikuti pendapat yang mana saja, yang penting bisa mempertanggung jawabkan dengan dalil masing-masing. majelis taklim tak ubahnya seperti majelis akademi, di mana para ulama hanya menjelskan apa-apa yang mereka ketahui. lalu umat dipersilahkan untuk menilai dan memilih, mana yang benar menurut mereka. di dalam akidah syiah tidak ada konsep "harus percaya pada ulama", tidak pula ada konsep "harus patuh pada ulama". Ustadz Hasan Rahmat berkata, "Taat itu hanya kepada Allah, Rasul dan para Imam Maksum. tidak ada dalil kita harus percaya dan taat kepada ulama. ulama itu adalah tempat bertanya. jadi bertanyalah kepada ulama!"
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
5162 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 13, 2012, 06:45:33 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
16035 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 03, 2013, 03:51:11 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1335 Dilihat
Tulisan terakhir April 27, 2013, 04:52:10 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1480 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 08:20:58 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1516 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2013, 04:17:26 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
4253 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2013, 11:14:49 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1273 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2013, 11:07:30 AM
oleh kang radi
0 Jawaban
1467 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 07, 2014, 07:11:22 AM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
2409 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 05, 2014, 11:23:13 PM
oleh ratna
0 Jawaban
796 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2015, 04:51:06 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan