collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Kegamangan Nabi Sebagai yang Ummi  (Dibaca 2822 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Hedi

Kegamangan Nabi Sebagai yang Ummi
« pada: Agustus 06, 2012, 10:01:55 AM »
 (Tulisan ini semata merepresentasikan pemikiran pribadi, agar ada benang merah bahwa tidaklah cukup memaknai sesuatu itu dengan kontekstual)

http://agama.kompasiana.com/2010/10/19/kegamangan-nabi-sebagai-yang-ummi/

Adalah sebuah kegamangan ketika sebagian orang meyakini nabi adalah seorang yang ummi (baca dan tulis teks) hanya atas landasan penerjemahan QS 7:157 ِ”Orang-orang yang mengikuti seorang rasul, nabi yang Ummi yang mereka dapati tertulis di sisi mereka di dalam taurat dan Injil…”, tanpa melihat asbabulnujul ayat ini diturunkan.

Di beberapa literatur tafsir diterangkan bahwa yang dimaksud ummi disini adalah kebanyakan kaum Arab pada saat itu, bukan nabi. Bahkan dalam sebuah hadist riwayat Anas bin Malik (sebagaimana telah disampaikan bung Azed), ia berkata: “Nabi memakai cincin perak. Pada cincin itu terpahat kata Muhammad Rasulullah. Beliau bersabda kepada kaum muslimin: Aku membuat cincin dari perak dan padanya aku ukir kata Muhammad Rasulullah tak seorang pun dapat mengukir pada ukirannya” (Shahih Muslim, Hadits marfu’ No: 3901, Sumber Al Bayan, di tulis juga di Salafi DB).

‘Iqra’ (bacalah) dalam ayat Quran yang diturunkan pertama, beberapa mufasir lainnya memaknai sebagai “telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacalah alam, bacalah tanda-tanda zaman, sejarah, diri sendiri baik yang tertulis maupun tidak. Alhasil, objek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau”, bukan kepada baca dalam arti ada objek terulis secara tekstual dalam kertas atau objek lainnya.

Oleh karena itu Rosul mengatakan “saya tidak pandai membaca” (ummi) bisa dipahami, karena untuk meneliti, mendalami, membaca alam, dst, bukanlah perkara yang mudah untuk dipelajari karena begitu luasnya pengetahuan itu.

Nabi mempunyai sifat-sifat mulia yang tidak dimiliki oleh setiap orang biasa, nabi adalah seorang manusia pilihan yang sempurna secara lahir maupun batinya, makanya beliau dipercaya Allah SWT untuk mengemban tugas kerosulan.

Sebagaimana diisyaratkan Quran, setiap umat Islam meyakini nabi mempunyai sifat-sifat:

1.   Siddiq / siddik / sidiq / sidik
Siddiq berarti benar dan perkataan dan perbuatan. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul adalah seorang pembohong yang suka berbohong.
2.   Amanah / Amanat
Amanah artinya terpercaya atau dapat dipercaya. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul adalah seorang pengkhianat yang suka khianat.
3.   Fathonah / Fathanah / Fatonah
Fathonah adalah cerdas, pandai atau pintar. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul adalah seorang yang bodoh dan tidak mengerti apa-apa.
4.   Tabligh / Tablik / Tablig
Tabligh adalah menyampaikan wahyu atau risalah dari Allah SWT kepada orang lain. Jadi mustahil jika seorang nabi dan rosul menyembunyikan dan merahasiakan wahyu / risalah Allah SWT.

Sidik, berarti juga konsekwen apa yang dikatakan itulah yang diperbuatnya. Jadi jika nabi memerintahkan kepada sahabatnya untuk belajar menulis dan membaca dalam rangka mendokumentasi Quran, maka tentunya nabi terlebih dulu sudah melakukannya belajar.
Satu saat nabi mengutus sebanyak 70 orang sahabatnya untuk menyampaikan surat dalam rangka dakwah ke para penguasa negeri tetangga. Para sahabatnya itu terlebih dulu nabi melakukan fit & proper test diantaranya harus bisa menulis dan membaca karena pertimbangan beliau dikuatirkan para penguasa itu akan menguji para delegasi itu keabsahannya.

Amanah, berarti dapat dipercaya bukan saja karena kejujurannya, namun bisa jadi karena kepandaiannya dalam segala bidang ketika lingkungan beliau tinggal semenjak kecil membutuhkannya, terutama beliau mampu memecahkan setiap persoalan termasuk kebutuhan baca tulis.

Fatonah, berarti cerdas, pandai, pintar adalah suatu kemustahilan jika beliau tidak mampu baca tulis, karena untuk bisa baca tulis bukanlah hal yang sulit bagi orang yang fatonah.

Tablig, artinya pasti menyampaikan apa yang harus disampaikan. Quran diwahyukan kepada rosul yang selanjutnya wahyu itu disampaikan kepada para sahabatnya, dan terkadang rosul menyuruh para sahabatnya untuk menulisnya.
Karena nabi mempunyai sifat-sifat tersebut, maka sudah barang tentu beliau adalah seorang yang teliti. Dalam hal penulisan yang dilakukan para sahabatnya sudah semestinya rosul mengecek kebenarannya apa yang ditulis para sahabatnya itu, sudah benar atau belum. Pengecekan itu sudah barang tentu hanya bisa dilakukan oleh rosul jika rosul pandai baca dan tulis.

Dengan demikian adalah suatu kekuatiran berlebihan jika para ulama mengkuatirkan para penganut yahudi/nasrani yang mengklaim bahwa Quran itu karya Muhammad karena beliau pandai baca tulis. Sebagaimana hal ini dibuktikan dengan:

QS 2:23 “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar“.

QS 2:24 “Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir“.

Dilihat konteksnya, ayat tersebut berlaku umum, artinya sebuah tantangan kepada siapapun untuk membuat ayat-ayat Quran, dan termasuk nabi sendiri secerdas apapun beliau, karena kodrat beliau adalah manusia biasa pasti ada keterbatasannya niscaya tak akan mampu untuk mengarang Quran.

Wallahualam,
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kegamangan Nabi Sebagai yang Ummi
« Jawab #1 pada: Agustus 07, 2012, 04:49:05 AM »
Benar sekali! mustahil nabi muhammad saw merupakan nabi yang tidak baca dan tulis. karena beliau adalah nabi yang alQuran diturunkan kepadanya untuk menjelaskan segala sesuatu. Jika baca tulis saja tidak bisa, maka bagaimana segala sesuatu bisa dijelaskan? kalau tak bisa baca tulis, berarti bodoh. mustahil nabi mempunyai sifat bodoh.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ratno Golan

Re:Kegamangan Nabi Sebagai yang Ummi
« Jawab #2 pada: Agustus 07, 2012, 01:21:41 PM »
@hedi,  apakah kecerdasan, kepandaian, kepintaran itu mensyaratkan adanya kemampuan baca tulis?
 

Offline Sandy_dkk

Re:Kegamangan Nabi Sebagai yang Ummi
« Jawab #3 pada: April 07, 2013, 08:41:08 PM »
Quote (selected)
apakah kecerdasan, kepandaian, kepintaran itu mensyaratkan adanya kemampuan baca tulis?

menulis, adalah kegiatan memvisualisasikan ide/gagasan/pikiran dalam bentuk suatu simbol atau rangkaian simbol2 tertentu pada media tertentu pula.
membaca, adalah kegiatan memahami suatu ide/gagasan/pikiran yang ada pada suatu simbol atau rangkaian simbol2 tertentu atau isyarat tertentu.

nah, sekarang definisi cerdas.
saya mendefinisikan cerdas sebagai memiliki potensi yang cukup untuk memahami sesuatu.
apakah kecerdasan mensyaratkan kemampuan baca tulis? tidak, karena kecerdasan hanya berkaitan dengan potensi untuk memahami, tidak perduli apakah potensi tsb telah mewujud dalam suatu pemahaman tertentu atau tidak.

definisi pintar.
saya mendefinisikan pintar sebagai memiliki pemahaman yang cukup mengenai suatu hal tertentu. pintar adalah kata yang tidak bisa berdiri sendiri, melainkan bersandar pada kata lain sebagai gambaran dari suatu hal tertentu tsb.
apakah kepintaran mensyaratkan kemampuan baca tulis? tidak semua kepintaran mensyaratkan hal tsb, tergantung pintar yang dimaksud dalam hal apa?

definisi pandai.
saya mendefinisikan pandai sebagai memiliki keahlian yang cukup untuk melakukan suatu hal tertentu. sama seperti pintar, pandai adalah kata yang tidak bisa berdiri sendiri, melainkan bersandar pada kata lain sebagai gambaran dari suatu hal tertentu tsb.
apakah kepandaian mensyaratkan kemampuan baca tulis? lagi2 sama seperti pintar, tidak semua kepandaian mensyaratkan hal tsb, tergantung pandai yang dimaksud dalam hal apa?


bagaimana?

« Edit Terakhir: April 07, 2013, 09:45:46 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
3278 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2012, 06:54:59 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1196 Dilihat
Tulisan terakhir April 22, 2013, 07:12:30 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
604 Dilihat
Tulisan terakhir April 24, 2013, 02:50:55 PM
oleh Awal Dj
3 Jawaban
3116 Dilihat
Tulisan terakhir November 14, 2015, 12:38:33 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1517 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 27, 2013, 04:00:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
650 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 08, 2014, 02:55:22 PM
oleh comicers
0 Jawaban
1762 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 28, 2015, 09:24:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
711 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2015, 12:00:02 PM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
2305 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 17, 2016, 02:53:40 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
415 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 01, 2016, 09:13:20 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan