collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Ke-Tidak Sempurna-an Ajaran Buddha  (Dibaca 2592 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline comicers

Ke-Tidak Sempurna-an Ajaran Buddha
« pada: Januari 20, 2013, 10:28:02 AM »
Ajaran Buddha mengaku dan jujur terhadap diri sendiri bahwa manusia tidak sanggup melakukan sesuatu yang baik sepanjang hidupnya, manusia perlu seorang juruselamat, maka lahirlah konsep tentang Buddha Amitabha, Buddha Maiterya (walaupun statusnya masih Bodhisattva), dll.

Disamping itu, sangat disayangkan bahwa ajaran Tripitaka Buddha baru banyak dituliskan pada abad 5-7 Masehi dan itu pun dalam bahasa Mandarin (bukan dalam bahasa Pali atau Sansekerta) sehingga keotentikannya diragukan. Akibatnya, dalam ajaran untuk menghapuskan karma-karma yang tidak baik selain dengan pertolongan para Bodhisattva juga dilakukan dengan membaca mantra-mantra mistik (Vajrayana/Aliran Tibet) atau membaca mendengarkan paritta-paritta kitab suci dan kata-kata magis seperti Amitofho, Amitabha, atau Om Padme Om. Selain itu, dalam ajaran menjadi seorang vegetarian yang dikatakan dilarang memakan daging namun daging yang terbuat dari tepung dan bumbu-bumbu dengan citarasa daging masih dibolehkan.

Kebanyakan umat Buddha hanya percaya saja apa yang dikatakan dan diajarkan oleh para Sang Guru Agung. Namun pada kitab suci Tipitaka justru banyak ditemukan hal yang tidak sesuai kebenaran dan logika berpikir. Walaupun Siddharta Gautama yang disebut Buddha itu haus untuk mencari kebenaran tentang arti hidup dengan rela meninggalkan anaknya, istrinya, orang tuanya, kerajaannya dan statusnya, hingga seluruhnya. Namun kenyataannya ia hanya menemukan sebagian kebenaran saja dan bukannya kebenaran absolut.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Ke-Tidak Sempurna-an Ajaran Buddha
« Jawab #1 pada: Januari 20, 2013, 10:36:03 AM »
para pemeluk agama Buddha aliran theravada merasa ajaran mereka adalah yang paling logis. tapi kalau kita mencoba menguji satu persatu ajaran mereka dengan hukum-hukum logika, banyaklah ajaran yang mereka yang menyalahi hukum-hukum logika atau kadang menggunakan standar ganda.

sebagai contoh, mereka tidak percaya adanya tuhan dengan argumen tuhan tidak bisa dilihat.
tapi di sisi lain, mereka percaya adanya nibbana, padahal nibbana ini juga tidak bisa mereka lihat.

tidak ada kaidah logika yang mereka gunakan untuk menentukan apakah sesuatu itu benar atau salah. bahkan kitab suci merekapun tidak menjdi patokan. tapi tafsiran mazhab mereka masing-masing terhadap kitab sucinya, itulah yang menjadi patokan kebenaran mereka. intinya, logika mereka tidak bekerja dengan baik.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
3508 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 04, 2013, 10:42:39 AM
oleh comicers
1 Jawaban
3805 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2013, 10:48:37 AM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
5909 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 07, 2013, 10:02:44 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
2514 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 19, 2014, 05:08:58 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1303 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 24, 2015, 11:07:56 PM
oleh !0A1onsiun
2 Jawaban
4771 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2015, 06:47:08 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
444 Dilihat
Tulisan terakhir April 15, 2015, 02:01:34 PM
oleh comicers
0 Jawaban
876 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2015, 04:13:11 PM
oleh comicers
0 Jawaban
347 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 17, 2017, 05:54:24 PM
oleh comicers
1 Jawaban
348 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 19, 2017, 07:27:45 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan