collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: KACAMATA BATIN  (Dibaca 5028 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline tasikita

KACAMATA BATIN
« pada: Mei 19, 2013, 07:10:22 PM »
jika kita sakit mata, rabun misalkan, maka setelah dokter mengadakan test penglihatan mata kita, kemudian dokter menyarankan untuk memakai kacamata sesuai dengan jenis penyakit mata penderita.

jika yang sakit mata hati/ mata batin kita, apakah kita juga harus memakai kacamata batin? siapakah dokternya? bagaimana kita tahu kalo mata batin kita sakit?
KUJANG
Ku Urang Jang Urang
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #1 pada: Mei 19, 2013, 08:39:05 PM »
apakah Anda pernah membaca ayat " Huwa Syiafaau limaa fi suduurikum" yang artinya al Quran adalah obat bagi apa-apa yang ada di dalam dadamu". dokternya tentu ahli Quran.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #2 pada: Mei 19, 2013, 08:59:05 PM »
apakah Anda pernah membaca ayat " Huwa Syiafaau limaa fi suduurikum" yang artinya al Quran adalah obat bagi apa-apa yang ada di dalam dadamu". dokternya tentu ahli Quran.

mirip dengan surah yunus ayat 57, tapi sepertinya bukan. ayat yang mana ini kang?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #3 pada: Mei 20, 2013, 08:18:22 AM »
saya lupa nomor surah dan ayatnya. ya mungkin itu surah yunus 57, tapi mungkin saya keliru mengutip kata-ktanya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline tasikita

Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #4 pada: Mei 20, 2013, 12:09:23 PM »
saya pernah berdialog dengan seorang pengikut toriqoh, bahwa kacamata batin bagi yang ingin ma'rifat adalah guru mursyid.
"bukankah guru mursyid itu pembimbing rohani?"
"tepat sekali, Beliau akan membimbing kamu kepada jalan menuju Allah (ma'rifat)" bagaimana mungkin kamu bisa ma'rifat sedangkan mata batin kamu sakit (buta/gelap) untuk bisa melihat harus ada cahaya, cahaya itu adalah Ilmu Ma'rifat, tapi itu pun belum bisa menghantarkan kamu kepada ma'rifat, karena baru sebatas teori. mata batin kamu harus dibimbing secara ruhani, itulah kacamata batin (guru mursyid)
tapi ingat!
jangan terus memandangi kacamata tersebut, karena kamu tak akan bisa ma'rifat. ia hanya alat.
artinya : betapa banyak dizaman ini orang yang membangga-banggakan s/d mengkultuskan guru ruhani (syekh, guru mursyid, wali dll).
sama saja seperti kita membaca tulisan dengan menggunakan kacamata/lensa, tapi kita malah membangga-banggakan kacamatanya, wah ini bagus, ini mahal, ini buatan jerman dll. sampai lupa apa yang harus kita baca.
KUJANG
Ku Urang Jang Urang
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #5 pada: Mei 20, 2013, 06:28:57 PM »
memang demikianlah faham dari kaum thariqah.

saya suka membentur-benturkan ajaran mazhab-mazhab untuk diri saya sendiri, sehingga lahirlah dari padanya suatu kebenaran. sejatinya saya seorang pengikut thareqah. tapi saya belajar Quran dan Hadits pada mazhab-mazhab lain. soalnya di dalam tharegah metodologi belajar Quran hadits itu benar-benar berbeda dengan cara kaum syariat. menurut kaum thareqah, mazhab-mazhab syariat ini hanya memutar kata-kata di dalam otak, dan sibuk dengan persoalan yang dhahir, sementara yang batin ditelantarkan. tetapi entahlah, saya justru tertarik untuk belajar ilmu syariat hingga bergerak dari satu mazhab ke mazhab lainnya.

dulu, sewaktu saya masih di LDII saya selalu menatang orang-orang untuk bisa mengalahkan dalil-dalil imamah. walaupun menurut ilmu kebatinan yang saya fahami, kelompok LDII ini bukanlah kelompok yang benar, tapi kalau mengikuti dalil syariat, saya tidak punya jalan untuk membantahnya. para mubaligh LDII itu mengajarkan hadits-hadits yang banyak sekali jumlahnya mengenai imamah, dengan landasan utama ayat al Quran. menyangkal imamah, berarti menyangkal teori yang ada di dalam al quran dan hadits. tidak satupun yang bisa mengalahkan dalil LDII itu, kecuali mazhab syiah.

di LDII 5 tahun, di dalam mazhab syiah saya sudah lebih dari 7 tahun. dari sudut pandang kebatinan, sama seperti saya menilai LDII, tampaknya ada yang salah di dalam mazhab ini. tapi saya tidak bisa meninggalkan mazhab ini sebelum jelas dalil yang dapat memtahkannya. tentulah saya tidak akan bisa mematahkan dalil syiah dengan dalil kaum thareqah, karena prinsip dalam logika, seseorang tidak bisa dipatahkan dengan dalil orang lain, melainkan harus dengan dalilnya sendiri. sebagaimana saya telah mematahkan dalil orang LDII dengan dalil mereka sendiri, maka saya tidak akan bisa memandang dapat mematahkan dalil syiah kalau bukan oleh dalil mereka sendiri.

tapi saya belajar ilmu kepada mereka, bukan untuk mencari-cari kelemahan dalil mereka. sebab, jika mereka kelompok yang benar, niscaya tidak ada celah bagi saya untuk memtahkan argumen mereka. sudah 7 tahun saya belajar, belum saya temukan celah untuk mematahkan argumentasi mereka. cuma sayangnya, kajian-kajian pada mazhab syiah itu berputar-putar dalam persoalan imamah, cinta ahlul bayt, ushuludin, akhlak dan fiqih, dan sulit bagi saya membenturkannya kepada faham thareqah yang mendasari keyakinan saya. 

Mistisisme adalah faham yang hendak saya benturkan dengan ajaran syiah. saya telah berkelana ke alam-alam gaib dan menemukan fakta-fakta kebenaran. semua itu masih saya rahasiakan sampai sekarang secara rapat-rapat, karena percuma. kalau Anda tidak menemukan orang yang tingkat keilmuannya tidak sampai ke sana, bagaimana cara Anda berbicara kepadanya? itu sperti Anda harus berbicara tentang algoritma pemrograman kepada seorang anak TK. tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para guru saya di mazhab syiah, tapi itulah yang saya rasakan. mereka baru berbicara teori tentang sorga dan neraka, tapi saya menyambangi dan melihat langsung sorga dan neraka itu. mereka baru berbicara tentang teori alam kubur, tapi ruh saya telah menembus bumi dan langit. kalau saya bicarakan hal ini kepada mereka, tidak menutup kemungkinan saya dituduh gila, diperolok sebagai pengkhayal dan berhalusinasi. maka dari itu saya diam, kecuali saya bisa menyederhanakan bahasanya dengan bahasa yang bisa mereka terima. belajar agama tanpa mistik, seperti orang buta dan tulis yang menonton bioskop. sebenarnya dia tidak mengerti, dan tidak tahu, tapi menonton karena sudah sperti itu protokolnya.

Sang Guru, beliau ini adalah guru saya di bidang kebatinan. beliau berkata, "ulama yang sebenar-benarnya ulama, pastilah dapat menjelaskan apa yang aku ajarkan kepadamu ini!" tentulah mazhab syiah mempunyai sosok ulama yang seperti ini, karena dalam teorinya imam mereka adalah manusia yang sempurna, tahu segala pengetahuan, lebih suci dari manusia suci manapun, dan mampu menjawab segala persoalan. teori yang paling bagus dan paling ideal. maka saya berpikir, "ajaran yang luhur dan mulia, yang lebih agung dari apa yang diajarkan oleh sang guru, mungkin ada di dalam dada para mazhab ini, dan menurut teorinya, seharusnya ada di dalam dada para ulama ini. hanya saja mungkin, saya belum diperkenankan bertemu dengan para ulama ini, kaerna yang berjumpa dengan saya adalah para ustadz dan para habib, belum pernah berjumpa dengan para ayatullah. atau bisa jadi, ilmu yang luhur tadi berada pada para ustadz dan para habib yang sekarang menajdi guru saya, tapi merka menunggu saya matang di dalam teori-teori yang telah mereka ajarkan. intinya, mungkin saja semua ini hanyalah kesalah fahaman saya atau kebodohan saya. oleh karena itu saya harus bersabar sampai saya menjadi matang dalam teori dan praktik yang mereka ajarkan di seputar syariat, hukum, ushuludin, akidah, dan akhlak." sebenarnya saya rasa tak sabar, ingin segera mencerap pengetahuan yang lebih dalam dari ini. oleh karena itu, saya mempercepat belajar. dan bemaksud menunjukan kepada guru-guru saya, bahwa saya terus belajar.

tetapi, ternyata, mempelajari teori Quran dan Hadis tiada pernah habis. beberapa kawan saya bahkan telah meninggal dunia selagi dia asyik mempelajari teori-teori ini, bahkan kutub sittah belum sempat dia khatamkan. sebenarnya ruhaninya terlantarkan. akankah saya seperti itu, bergelut dengan teori dan dalil dengan meninggalkan maqam batin yang dulu pernah saya raih? secara ilmu pengetahuan, dan keterampilan berdalil saya meningkat. tetapi spiritual saya mengalami suatu kemunduran karena terlalu sibuk berburu dalil. Bahkan adik saya telah menyampaikan kritikan agar saya mengurus ruhani seperti dulu lagi. tapi saya menyangkal adik saya dengan dalil-dalil mazhab para pecinta ahlul bayt.

saya berkata, "Mungkinkah kita berada di pihak kebenaran, kalau kita menyangkal kebenaran. kalau apa yang dikatakan oleh orang-orang syiah itu benar, dan saya menyangkalnya, lalu bagaimana caranya saya menjadi suci? bagaimana caranya Allah ridha kepada saya, kalau rasulullah tidak ridha kepada saya? dan bagaiman rasulullah ridha kepada saya, bila orang-orang yang beliau ridhai tidak ridha kepada saya? atau dengan kata lain, bagaimana saya dikatakan mencintai Allah bila saya tidak mencintai rasulullah? bagaimana pula saya dikatakan mencintai Rasulullah, kalau saya tidak mencintai orang-orang yang mencintai rasulullah? dan bagaimana saya dikatakan mencintai orang-orang yang mencintai rasulullah, kalau orang-orang syiah yang selau mengajak saya untuk mencintai ahlul baytnya saya tolak?" karena pertanyaan-pertanyaan inilah, maka saya seperti seorang pertapa yang turun gunung. mungkin para ulama yang sekarang menjadi guru saya ini tidak dapat menjelaskan apa-apa yang saya saksikan dilangit, tapi mereka mempunyai pemimpin yang suci dan tahu segala pengetahuan. teori inilah yang membuat saya tertunduk kalah dihadapan mereka.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline tasikita

Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #6 pada: Mei 20, 2013, 06:38:06 PM »
Quote (selected)
saya berkata, "Mungkinkah kita berada di pihak kebenaran, kalau kita menyangkal kebenaran. kalau apa yang dikatakan oleh orang-orang syiah itu benar, dan saya menyangkalnya, lalu bagaimana caranya saya menjadi suci? bagaimana caranya Allah ridha kepada saya, kalau rasulullah tidak ridha kepada saya? dan bagaiman rasulullah ridha kepada saya, bila orang-orang yang beliau ridhai tidak ridha kepada saya? atau dengan kata lain, bagaimana saya dikatakan mencintai Allah bila saya tidak mencintai rasulullah? bagaimana pula saya dikatakan mencintai Rasulullah, kalau saya tidak mencintai orang-orang yang mencintai rasulullah? dan bagaimana saya dikatakan mencintai orang-orang yang mencintai rasulullah, kalau orang-orang syiah yang selau mengajak saya untuk mencintai ahlul baytnya saya tolak?" karena pertanyaan-pertanyaan inilah, maka saya seperti seorang pertapa yang turun gunung. mungkin para ulama yang sekarang menjadi guru saya ini tidak dapat menjelaskan apa-apa yang saya saksikan dilangit, tapi mereka mempunyai pemimpin yang suci dan tahu segala pengetahuan. teori inilah yang membuat saya tertunduk kalah dihadapan mereka.

apakah akang pernah bertemu dengan rasululloh SAW, baik dalam mimpi atau terjaga? kalau iya, tolong jelaskan gambarannya seperti apa?
KUJANG
Ku Urang Jang Urang
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #7 pada: Mei 20, 2013, 06:54:26 PM »
ya. saya pernah bertemu.

sebelumnya saya sangat rindu untuk berjumpa rasulullah. tapi saya belum diperkenankan untuk berjumpa dengan rasulullah, walaupun hanya dalam mimpi. padahal, saya sudah pernah berkelana di alam-alam gaib, bertemu dengan para arwah dan malaikat. tapi belum juga diperkenankan berjumpa dengan rasulullah. malah saya dijumpai dengan sosok yang mengaku "yesus" atau Nabi isa. kisahnya pernah saya posting di myquran.org dengan judul "jangan meremehkan pengalaman berjumpa dengan yesus" saya berjumpa dengan nabi isa sosok yesus dalam kondisi terjaga. saya sempat berpikir, "apakah jalan yang kutempuh ini salah, sehingga rasulullah tidak berkenan menemuiku, walaupun hanya dalam mimpi?"

tapi bulan september 2011 saya mengalami serangan jantung. sakit saya cukup parah, sampai saya mengira bahwa ajal sudah sangat dekat. saya menyambangi rumah sakit-rumah sakit besar di Bandung, mendatangi tabib, sinse dan paranormal. tapi saya belum juga kunjung sembuh. sampai suatu malam, saya bermimpi bertemu rasulullah. beliau sangat berbelas kasihan kepada saya, dan sangat memahami kesakitan yang saya alami. yang beliau katakan adalah sama seperti yang dikatakan oleh sang guru, yaitu bahwa kesakitan saya katanya, ujian dari Allah untuk menurunkan hikmahnya ke dalam sanubari saya. lalu rasulullah memberi saya sebuah piala/cawan, atau apalah namanya. bentuknya asing bagi saya. tapi itu serupa dengan tempat minum yang antik dan indah. beliau menyuruh saya memang cangkir itu, dan Rasululllah menuangkan air ke dalamnya. beliau berkata, "Ini adalah air hikmah kehidupan." sayapun segera meminumnnya.

ketika terbangun, sungguh saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa, bahagia karena kerinduan saya pada rasulullah seperti terobati. tapi juga menyesal. karena saya masih ingin bersama rasulullah, walaupun dalam mimpi. sejak hari itu, kesehatan saya berangsur pulih. dan selam sakit, saya telah berjanji, bahwa bila saya diberi kesempatan hidup yang kedua, maka saya akan mengisi hidup ini dengan hal terbaik yang bisa saya lakukan, saya tidak akan lagi menyia-nyiakan waktu, sya harus segera melakukan apa yang harus saya lakukan di bumi ini, sebelum waktuku habis. sekarang, saya seperti orang-orang yang dikejar-kejar iblis  yang berlari menuju perlindungan Allah. jika saya tidak berlari kencang, maka mungkin saya akan diterkam iblis, kalau tidak bisa dijadikan budaknya, mungkin saya akan dibunuh. maka saya berlari sekencang-kencangnya setiap hari.
« Edit Terakhir: Mei 20, 2013, 06:56:51 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline tasikita

Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #8 pada: Mei 20, 2013, 07:18:13 PM »
kang saya pernah dalam keadaan terjaga (waktu itu lahir batin saya sedang di uji dengan ujian yang berat) saya riadoh seorang diri dengan membaca shalawat, tiba2 saya mencium bau harum yang sulit dijelaskan, dan saya merasa beliau SAW hadir didepan saya, saya menangis, rindu, dan ingin memeluknya, tapi saya tidak bisa memeluknya.

dilain waktu saya bermimpi dekelilingi para ulama didalam mesjid (depan rumah saya), saya duduk ditengah2 diantara para ulama yang duduk berjajar melingkari saya.

sampai saat ini saya belum bisa menafsirkan mimpi tersebut.
namun realita yang ada, kondisi masyarakat (tokoh2) yang merasa memiliki hak untuk menguasai masjid tersebut, saling bersitegang, dan saya salah satu yang dikucilkan, saya dicekal tidak boleh khutbah, karena materi yang saya sampaikan bertentangan dengan adat istiadat. saya sedih, bagaimana mungkin hukum Allah harus mengikuti hukum adat.

KUJANG
Ku Urang Jang Urang
 

Offline Sandy_dkk

Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #9 pada: Mei 20, 2013, 07:28:52 PM »
bisa diceritakan bagaimana keadaan fisik Rasulullah seperti apa?
bentuk mukanya, jenggotnya, rambutnya?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #10 pada: Mei 20, 2013, 07:33:21 PM »
^ pengalaman spiritual, supranatural, mistik atau seperti mimpi bertemu rasulullah, tentu itu merpakan pengalaman yang luar biasa bagi kita. tapi kita juga harus bisa menerawang sudut pandang orang lain, bahwa bagi mereka yang belum mengalaminya sendiri, semua itu mungkin tidak ada maknanya bagi mereka. Bahkan mungkin mereka curiga dan takut bahwa kita akan menipu dan membohongi mereka. maka dengan menyalami bagaimana mereka berpikir, kemungkinan kita akan tahu, apa yang kita bisa berikan untuk mereka. dalam hal pengalaman berjumpa dengan rasulullah, baik dalam keadaan jaga maupun mimpi, yang diperlukan oleh kita ataupun mereka adalah hikmah yang terkandung di dalamnya. jadi, apakah hikmah dari pengalaman berjumpa rasulullah itu bagi kita semua?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:KACAMATA BATIN
« Jawab #11 pada: Mei 20, 2013, 07:40:47 PM »
bisa diceritakan bagaimana keadaan fisik Rasulullah seperti apa?
bentuk mukanya, jenggotnya, rambutnya?

saya tidak bisa mengingatnya secara detail, kang! bahkan saya tidak ingat, apakah dalam mimpi itu beliau berkumis atau tidak, ragu apakah rambutnya setengah telinga seperti yang pernah saya baca dalam hadis, yang jelas beliau mengenakan sorban dan baju putih seperti orang-orang arab sekarang, tapi warna putihnya itu belum pernah lihat, putih bercahaya, dan tidak terlihat ada jahitan. kalau saja mimpi itu tadi malam, tentu saat ini saya bisa menggambarkannya secara detail. tapi mungkin karena itu dua tahun lalu, saya tidak lupa. tapi yang teringat adalah kronologi mimpi dan dialognya. dalam mimpi itu, beliau tidak berkata, "aku adalah rasulullah" atau serupa "aku adalah Muhammad bin Abdullah!". tapi tiba-tiba saja saya mengerti bahwa itu adalah Rasulullah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
5241 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 26, 2012, 03:27:29 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2397 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2012, 12:32:14 AM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
3574 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2012, 07:27:10 AM
oleh ratna
32 Jawaban
9472 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2017, 01:42:02 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
931 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 16, 2013, 02:27:33 PM
oleh Kang Asep
Batin

Dimulai oleh Kang Asep Mistisisme

0 Jawaban
832 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2013, 03:51:27 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
723 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 09, 2016, 08:00:28 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
304 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 30, 2016, 04:42:34 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan