collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU  (Dibaca 25879 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Badranaya

IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« pada: Juli 21, 2013, 06:37:21 AM »
Dulu sewaktu masih berstatus muslim saya sering mendengar ceramah bahwa hakekat puasa adalah membersihkan diri untuk menjadi fitri, bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir. Perayaan Idul Fitri pada akhir bulan puasa adalah simbol bahwa manusia berhasil mencapai kemenangan menjadi fitri setelah berjuang menahan diri dari godaan hawa nafsu dan membersihkan dosa-dosa dengan bertobat. Dengan kata lain jati diri manusia yang terbaik dalam Islam adalah manusia yang bebas dari dosa dan hawa nafsu layaknya bayi yang baru lahir. Tidak ada yang lebih baik dari itu.


Sekarang saya bukan lagi seorang muslim, saya sudah menolak iman Islam saya dan beralih menjadi seorang Katolik. Semakin saya mempelajari kebenaran-kebenaran di Katolik semakin saya menyadari bahwa ada banyak ajaran-ajaran di Islam yang sebenarnya berupaya membelokkan manusia dari kebenaran sejati.


Yang paling jelas tentunya adalah penolakan Islam untuk mengimani kitab-kitab suci sebelumnya, yaitu kitab-kitab suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Islam menggantikan keduanya dengan kitab suci versi sendiri yaitu Alquran.


Jika kita mau bersikap kritis tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar: mengapa Islam menolak kitab-kitab suci yang digunakan dan dipercaya oleh para nabi yang namanya justru tercantum di Alquran. Alasan yang paling sering digunakan oleh kaum muslim adalah karena kitab-kitab tersebut sudah tidak murni dan sudah diubah-ubah isinya.


Tapi itu alasan yang tidak masuk akal dan mengada-ada. Mengapa saya katakan demikian? Yesus (atau Nabi Isa dalam Islam) sudah mempelajari seluruh kitab-kitab para nabi dan sebagai seorang utusan Tuhan yang layak dipercaya Yesus sama sekali tidak pernah menyatakan kitab-kitab suci tersebut sudah tidak murni atau diubah-ubah oleh manusia. Sementara itu sumber-sumber yang digunakan untuk penulisan kitab-kitab suci yang sekarang ada dapat dilacak kesesuaiannya dengan kitab-kitab suci yang ada di jaman Yesus, bahkan di jaman sebelumnya. Dengan kata lain isi kitab-kitab suci Perjanjian Lama yang sekarang ada sama dengan isi kitab-kitab suci yang dibaca dan diverifikasi oleh Yesus sendiri. Jadi tuduhan Islam bahwa kitab suci yang sekarang ada sudah tidak murni jelas tidak benar.


Jika demikian lalu apa alasan sesungguhnya Islam menolak kitab suci para nabi dan menggantinya dengan Alquran? Sederhana saja, Islam tidak ingin manusia menerima kebenaran versi Alkitab (PL & PB) dan membelokkannya pada kebenaran versi Alquran.


Saya mencoba mempelajari dan menyelidiki kebenaran-kebenaran apa saja yang ditolak oleh Islam. Memang ada banyak, tapi sebenarnya semua penolakan itu mengarah pada satu tujuan. Dan kenyataan itu membuat saya merasa sangat ngeri karena itu berkenaan dengan kebenaran yang sangat mendasar, yaitu jati diri manusia.


Dengan menolak Perjanjian Lama sesungguhnya Islam berupaya menghapuskan ajaran Tuhan yang menyatakan bahwa manusia diciptakan sebagai citra Allah (imago-Dei) tapi karena kesalahannya manusia terjatuh ke dalam dosa dan kehilangan citra Allah tersebut.


Sementara itu dengan menolak Perjanjian Baru, Islam menolak ketuhanan Yesus yang sebenarnya justru menjadi kunci untuk memulihkan keadaan manusia kembali menjadi citra Allah.


Jadi siapapun yang menciptakan agama Islam sesungguhnya tidak ingin manusia mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya dan kembali menjadi citra-Allah. Untuk mengalihkan manusia dari kebenaran tersebut Islam memberikan alternatif jati diri dalam bentuk konsep fitrah manusia yang bebas hawa nafsu dan bebas dari dosa. Memang itu kelihatannya bagus tapi sama sekali tidak cukup karena manusia seharusnya kembali menjadi citra-Allah. Tuhan ingin manusia kembali menjadi citra Allah. Itu adalah jati diri terbaik yang bisa diraih manusia.


Dengan demikian sebenarnya perayaan Idul Fitri yang dengan penuh kegembiraan dirayakan oleh umat Islam adalah sebuah ironi. Idul Fitri bukan perayaan kemenangan tapi justru sebuah perayaan kekalahan karena manusia berhasil dibelokkan dari jati diri sesungguhnya sebagai citra Allah menjadi jati diri palsu
.
Tuhan Hanya Menciptakan Satu Agama - Sekali Untuk Selamanya
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #1 pada: Juli 21, 2013, 07:51:18 AM »
Kutip dari: badranaya
Tapi itu alasan yang tidak masuk akal dan mengada-ada. Mengapa saya katakan demikian? Yesus (atau Nabi Isa dalam Islam) sudah mempelajari seluruh kitab-kitab para nabi dan sebagai seorang utusan Tuhan yang layak dipercaya Yesus sama sekali tidak pernah menyatakan kitab-kitab suci tersebut sudah tidak murni atau diubah-ubah oleh manusia.

Bila Yesus tidak mengatakan bahwa A Tidak B, apakah berarti Yesus mengatakan bahwa A adalah B?

Yesus tidak pernah menyatakan bahwa kita-kitab suci tersebut tidak murni, bagaimana bisa ditafsirkan "berarti kitab tersebut murni" ? atau apakah bisa ditafsirkan bahwa "Yesus menyatakan bahwa Kitab-kitab suci itu murni" ? Bagaimana metoda berpikir yang digunakannya?

seorang pedagang makanan tidak mengatakan bahwa dagangannya tidak mengandung formalin, apakah berarti dagangannya mengandung formalin?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Badranaya

Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #2 pada: Juli 21, 2013, 08:37:09 AM »
Quote (selected)
Bila Yesus tidak mengatakan bahwa A Tidak B, apakah berarti Yesus mengatakan bahwa A adalah B?

Yesus tidak pernah menyatakan bahwa kita-kitab suci tersebut tidak murni, bagaimana bisa ditafsirkan "berarti kitab tersebut murni" ? atau apakah bisa ditafsirkan bahwa "Yesus menyatakan bahwa Kitab-kitab suci itu murni" ? Bagaimana metoda berpikir yang digunakannya?
Sederhana.
Kitab suci begitu penting, jika memang ada pemalsuan atau ketidakmurnian dalam isinya akankah Yesus diam saja dan membiarkan para pengikut-Nya menerima kitab-kitab yang isinya sudah tidak benar lagi?

Dalam seluruh Injil tidak ada satu indikasi kecilpun yang menunjukkan Yesus meragukan kebenaran isi kitab suci. Yang ada bahkan Dia meneguhkan kebenarannya dengan menyatakan bahwa apa yang sudah tertulis di kitab suci tidak dapat dibatalkan serta tidak satu iotapun dari hukum-hukum Taurat akan ditiadakan sebelum tergenapi.
Tuhan Hanya Menciptakan Satu Agama - Sekali Untuk Selamanya
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #3 pada: Juli 21, 2013, 08:45:17 AM »
jadi, jika terjadi pemalsuan pada sesuatu yang sangat penting, maka pasti yesus mengatakannya.

Pertanyaan Pertama,
sepertinya Anda bisa mengetahui jalan pikirannya Yesus, tahu mana yang dianggap penting dan tidak penting oleh Yesus. Bagaimana cara Anda mengetahuinya?

Pertanyaan Kedua,
pernyataan Jika-Maka, itu mengandung hukum kausalitas. sehingga pernyataan jika-maka, harus tunduk pada hukum tersebut. sebab apabila tidak, berarti pernyataan jika-maka tersebut tidak ilmiah atau tidak logis. maka saya bertanya, hukum kausalitas seprti apa yang terkandung di dalam  pernyataan, "jika terjadi pemalsuan pada sesuatu yang dianggap penting, pasti Yesus mengatakannya." ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Badranaya

Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #4 pada: Juli 21, 2013, 08:58:28 AM »
jadi, jika terjadi pemalsuan pada sesuatu yang sangat penting, maka pasti yesus mengatakannya.

Pertanyaan Pertama,
sepertinya Anda bisa mengetahui jalan pikirannya Yesus, tahu mana yang dianggap penting dan tidak penting oleh Yesus. Bagaimana cara Anda mengetahuinya?
Saya tidak mengatakan penting 'bagi' Yesus.
Yang saya katakan kitab suci adalah penting (untuk manusia) karena kitab suci berisi Sabda Allah yang menjadi sumber dari kebenaran.

Adalah tidak logis jika Yesus terus menggunakan kitab-kitab tersebut dan mengutip isinya jika kitab-kitab tersebut sudah diragukan kebenarannya.


Quote (selected)
Pertanyaan Kedua,
pernyataan Jika-Maka, itu mengandung hukum kausalitas. sehingga pernyataan jika-maka, harus tunduk pada hukum tersebut. sebab apabila tidak, berarti pernyataan jika-maka tersebut tidak ilmiah atau tidak logis. maka saya bertanya, hukum kausalitas seprti apa yang terkandung di dalam  pernyataan, "jika terjadi pemalsuan pada sesuatu yang dianggap penting, pasti Yesus mengatakannya." ?
Memahami pernyataan tanpa konteks bisa sangat berbahaya dan menyesatkan. Karena itu untuk memahami kausalitas pernyataan tadi perlu diikuti juga dengan pemahaman konteks. Dalam hal ini orang harus memahami bahwa Yesus adalah nabi dan guru kebenaran yang tidak akan membiarkan kepalsuan atau ketidakbenaran menjadi bagian dari apa yang diajarkan-Nya. Dalam konteks tersebut maka pernyataan tadi menjadi sangat benar.
Tuhan Hanya Menciptakan Satu Agama - Sekali Untuk Selamanya
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #5 pada: Juli 21, 2013, 10:07:10 AM »
Kutip dari: badranaya
Saya tidak mengatakan penting 'bagi' Yesus.
Yang saya katakan kitab suci adalah penting (untuk manusia) karena kitab suci berisi Sabda Allah yang menjadi sumber dari kebenaran.

jadi, jika terjadi pemalsuan pada sesuatu yang penting untuk manusia, maka pasti yesus mengatakannya.

karena yesus tidak mengatakannya, berarti pasti tidak terjadi pemalsuan pada sesuatu tersebut.

begitu ya?

Kutip dari: badranaya
Adalah tidak logis jika Yesus terus menggunakan kitab-kitab tersebut dan mengutip isinya jika kitab-kitab tersebut sudah diragukan kebenarannya.

jadi, karena yesus menggunakan kitab-kitab tersebut, berarti kitab-kitab tersebut murni. begitu ya?

Anda telah memahami bahwa Yesus adalah guru kebenarn yang tidak mungkin membiarkan kepalsuan terjadi.

pertanyaan saya, apakah dengan tidak mengatakan kepalsuan sesuatu, itu berarti membiarkan kepalsuan sesuatu itu?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #6 pada: Juli 21, 2013, 10:19:20 AM »
jadi, saya coba simpulkan : kitab-kitab suci itu murni karena Yesus tidak mengatakan kitab suci tersebut tidak murni dan yesus menggunakan kitab-kitab suci tersebut.

jika orang tidak menyatakan bahwa A tidak B, tidak berati bahwa A pasti B. tapi jika orang itu adalah guru kebenaran dan A adalah sesuatu yang penting untuk manusia, maka tiadanya pernyataan bahwa A bukan B, dipastikan berarti A adalah B. begitukah?

X adalah informasi tentang kemurnian dan ketidak murnian kitab.

X akan diberikan oleh Yesus. karena X ssuatu yang penting bagi manusia. berarti setiap yang penting pasti akan diberikan oleh Yesus. begitukah?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #7 pada: Juli 21, 2013, 11:25:18 AM »
jadi, jika orang percaya bahwa seorang manusia itu adalah guru kebenaran, maka seharusnya dia percaya bahwa bila guru kebenaran itu tidak menyatakan bahwa A bukan B, berarti sama dengan dia menyatakan A adalah B.

lalu, bagaimana bila guru kebenaran itu menyatakan bahwa A adalah B, bukankah berarti kita harus percaya bahwa A itu memang B ?

maaf, sya menggunakan variabel2 AB, karena untuk menemukan terlebih dahulu bentuk umum dari kalimat-kalimat sebagai kaidah berpikir.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Badranaya

Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #8 pada: Juli 21, 2013, 02:52:23 PM »
jadi, jika terjadi pemalsuan pada sesuatu yang penting untuk manusia, maka pasti yesus mengatakannya.

karena yesus tidak mengatakannya, berarti pasti tidak terjadi pemalsuan pada sesuatu tersebut.

begitu ya?
Tepat.

Quote (selected)
jadi, karena yesus menggunakan kitab-kitab tersebut, berarti kitab-kitab tersebut murni. begitu ya?
Betul sekali.
Bisa dikatakan kitab-kitab Perjanjian Lama yang sekarang sudah diverifikasi kebenaran isinya oleh Yesus.

Quote (selected)
Anda telah memahami bahwa Yesus adalah guru kebenarn yang tidak mungkin membiarkan kepalsuan terjadi.

pertanyaan saya, apakah dengan tidak mengatakan kepalsuan sesuatu, itu berarti membiarkan kepalsuan sesuatu itu?
Kenapa pertanyaan anda menjadi tidak logis ya...?
Bisa diperjelas maksudnya?
Tuhan Hanya Menciptakan Satu Agama - Sekali Untuk Selamanya
 

Offline Badranaya

Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #9 pada: Juli 21, 2013, 03:43:44 PM »
jadi, saya coba simpulkan : kitab-kitab suci itu murni karena Yesus tidak mengatakan kitab suci tersebut tidak murni dan yesus menggunakan kitab-kitab suci tersebut.
Betul sekali.
Dengan Yesus menggunakan dan seringkali mengacu pada kitab-kitab suci tersebut maka itu sama dengan pernyataan non-verbal atas kebenaran dan kesucian kitab-kitab tersebut.

Quote (selected)
jika orang tidak menyatakan bahwa A tidak B, tidak berati bahwa A pasti B. tapi jika orang itu adalah guru kebenaran dan A adalah sesuatu yang penting untuk manusia, maka tiadanya pernyataan bahwa A bukan B, dipastikan berarti A adalah B. begitukah?
Penggunaan variabel A dan B bisa menyesatkan karena seolah semuanya dibuat sederhana dan dilepaskan dari konteks. Padahal apa yang sedang kita bahas tidak bisa dipahami di luar konteks.

Quote (selected)
X adalah informasi tentang kemurnian dan ketidak murnian kitab.

X akan diberikan oleh Yesus. karena X ssuatu yang penting bagi manusia. berarti setiap yang penting pasti akan diberikan oleh Yesus. begitukah?
Benar.
Semua yang penting bagi keselamatan manusia pasti akan dinyatakan oleh Yesus. Termasuk jika kitab-kitab suci terdahulu yang digunakan oleh Yesus sudah tidak murni dan mengandung kesesatan maka Yesus pasti akan mengatakannya.
Tuhan Hanya Menciptakan Satu Agama - Sekali Untuk Selamanya
 

Offline Badranaya

Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #10 pada: Juli 21, 2013, 03:48:06 PM »
jadi, jika orang percaya bahwa seorang manusia itu adalah guru kebenaran, maka seharusnya dia percaya bahwa bila guru kebenaran itu tidak menyatakan bahwa A bukan B, berarti sama dengan dia menyatakan A adalah B.
Coba ulangi pernyataan anda tanpa variabel A dan B untuk menghindari salah pengertian. Ada indikasi anda menggunakan logika yang melompat.

Quote (selected)
lalu, bagaimana bila guru kebenaran itu menyatakan bahwa A adalah B, bukankah berarti kita harus percaya bahwa A itu memang B ?
Tepat
Tuhan Hanya Menciptakan Satu Agama - Sekali Untuk Selamanya
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #11 pada: Juli 21, 2013, 03:50:20 PM »
Anda bertanya

Kutip dari: badranaya
Kitab suci begitu penting, jika memang ada pemalsuan atau ketidakmurnian dalam isinya akankah Yesus diam saja dan membiarkan para pengikut-Nya menerima kitab-kitab yang isinya sudah tidak benar lagi?

sebenarnya pertanyaan Anda itu bukan pertanyaan, melainkan Anda ingin menyatakan bahwa Yesus tidak mungkin tidak mengatakannya, kalau memang terjadi pemalsuan atau ketidak murnian pada kitab suci sebelumnya. benar kan?

jika ternyata ada ketidak murnian atau pemalsuan pada kitab sebelumnya, dan jika ternyata Yesus diam saja, tidak mengatakannya, saya bertanya, apakah itu berarti Yesus membiarkan para pengikutnya menerima kitab-kitab yang isinya tidak benar lagi?

mungkin benar, bahwa Yesus tidak membiarkan para pengikutnya dari menerima kitab suci yang palsu. tapi apakah manifestasi dari "tidak membiarkan" tersebut mesti dengan mengatakan ketidak murnian kitab suci, jika memang ada ketidak murnian?



Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #12 pada: Juli 21, 2013, 03:57:14 PM »
Kutip dari: badranaya
Coba ulangi pernyataan anda tanpa variabel A dan B untuk menghindari salah pengertian. Ada indikasi anda menggunakan logika yang melompat.

maaf sekali lagi, saya menggunakan variabel A dan B, adalah untuk menemukan hukum berpikir yang Anda gunakan. sebab, yang namanya hukum itu harus berlaku umum. ketika variabel A dan B diganti dengan term apa saja, itu hasilnya harus sama. kalau tidak, berarti Anda telah menggunakan standar ganda dalam berpikir.

contoh, jika Setiap A adalah B, dan setiap  B adalah C, maka setiap A adalah C.

dengan variabel apapun anda mengganti A, maka hasilnya tetap sama, kesimpulannya sama.

berikut bentuk umum, yang tampaknya merupakan pola berpikir Anda :

Quote (selected)
jadi, jika orang percaya bahwa seorang manusia itu adalah guru kebenaran, maka seharusnya dia percaya bahwa bila guru kebenaran itu tidak menyatakan bahwa A bukan B, berarti sama dengan dia menyatakan A adalah B.

sedangkan apabila variabel A dan B nya diganti, maka sebagai berikut :

Quote (selected)
jadi, jika orang percaya bahwa seorang manusia itu adalah guru kebenaran, maka seharusnya dia percaya bahwa bila guru kebenaran itu tidak menyatakan bahwa kitab suci  sebelumnya tidak mengandung kepalsuan, berarti sama dengan dia (guru kebenaran itu) menyatakan kitab suci adalah murni.

bagaimana?
« Edit Terakhir: Juli 21, 2013, 03:59:41 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #13 pada: Juli 21, 2013, 04:05:47 PM »
Kutip dari: kang asep
lalu, bagaimana bila guru kebenaran itu menyatakan bahwa A adalah B, bukankah berarti kita harus percaya bahwa A itu memang B ?

Kutip dari: Badranaya
Tepat

dan kita tidak boleh percaya bahwa A adalah B, bila guru kebenaran tidak mengatakannya. benar begitu?

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Badranaya

Re:IDUL FITRI - PERAYAAN JATI DIRI YANG KELIRU
« Jawab #14 pada: Juli 21, 2013, 04:20:04 PM »
Anda bertanya

sebenarnya pertanyaan Anda itu bukan pertanyaan, melainkan Anda ingin menyatakan bahwa Yesus tidak mungkin tidak mengatakannya, kalau memang terjadi pemalsuan atau ketidak murnian pada kitab suci sebelumnya. benar kan?
Betul

Quote (selected)
jika ternyata ada ketidak murnian atau pemalsuan pada kitab sebelumnya, dan jika ternyata Yesus diam saja, tidak mengatakannya, saya bertanya, apakah itu berarti Yesus membiarkan para pengikutnya menerima kitab-kitab yang isinya tidak benar lagi?
Ya.

Quote (selected)
mungkin benar, bahwa Yesus tidak membiarkan para pengikutnya dari menerima kitab suci yang palsu. tapi apakah manifestasi dari "tidak membiarkan" tersebut mesti dengan mengatakan ketidak murnian kitab suci, jika memang ada ketidak murnian?
Sebenarnya jika anda memahami ini dalam konteks yang lebih luas, tidak hanya bermain dengan logika pada pernyataan yang terbatas, semuanya cukup jelas.

Anda perlu memahami bahwa ada bahasa non-verbal yang digunakan Yesus. Ketika Yesus mempelajari kitab-kitab suci terdahulu dan sering menggunakannya sebagai acuan, itu sama dengan pernyataan non-verbal bahwa Yesus sudah menyatakan kitab-kitab tersebut adalah benar, layak dipercaya, dan bebas dari penyesatan.

Saya asumsikan anda seorang muslim.

Memang ini menjadi sulit bagi seorang muslim karena jika kitab-kitab terdahulu benar serta tidak mengandung penyesatan maka bertolak belakang dengan pernyataan Muhamad yang justru menyatakan kitab-kitab tersebut sudah tidak benar lagi.

Mau tidak mau, suka atau tidak suka, orang Islam terpaksa harus mengkonfrontir pernyataan Yesus dan Muhamad:

- Yesus menyatakan kitab-kitab terdahulu benar
- Muhamad menyatakan kitab-kitab terdahulu tidak benar

Tidak mungkin keduanya sama benar.

Buat saya sebagai seorang Katolik tentu bukan masalah karena saya tidak menganggap Muhamad seorang nabi. Dengan amat mudah saya mengatakan pernyataan Muhamad tidak benar.

Tapi tidak demikian buat orang Islam. Kenyataan ini seperti buah simalakama, Jika Muhamad yang salah maka otomatis kebenaran Islam runtuh seluruhnya.

Sebaliknya jika Yesus yang salah maka tidak hanya Yesus melainkan banyak nabi-nabi yang menggunakan kitab-kitab terdahulu juga mungkin salah. Pastinya ini bertentangan dengan iman Islam yang percaya bahwa nabi-nabi utusan Tuhan bebas dari kesalahan.
« Edit Terakhir: Juli 21, 2013, 04:27:34 PM oleh Badranaya »
Tuhan Hanya Menciptakan Satu Agama - Sekali Untuk Selamanya
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
1489 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 12, 2012, 12:59:16 AM
oleh Ratno Golan
37 Jawaban
4624 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2015, 10:04:03 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1164 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2013, 10:57:16 AM
oleh Abu Zahra
4 Jawaban
864 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 27, 2013, 05:44:25 AM
oleh ratna
0 Jawaban
852 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 27, 2014, 04:23:13 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
587 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2015, 01:46:53 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1344 Dilihat
Tulisan terakhir April 04, 2015, 10:18:52 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
174 Dilihat
Tulisan terakhir September 13, 2016, 11:43:53 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
324 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 01, 2016, 04:36:30 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
302 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2017, 05:05:12 PM
oleh Sandy_dkk

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan