collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Identifikasi Problematika Hadits Oleh Imam Ali a.s  (Dibaca 1977 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Identifikasi Problematika Hadits Oleh Imam Ali a.s
« pada: Juli 29, 2012, 10:38:09 PM »

Imam Ali a.s telah menyoroti problem penukilan sunah yang sebenarnya merupakan masalah serius dalam usaha menjaga kemurnian dan keautentikan ajaran agama.

Untuk lebih jelasnya, mari kita ikuti analisa dan uraian Imam Ali a.s sebagaimana diriwayatkan oleh banyak ulama, di antaranya Syarif Radhi dalam Nahjul Balaghah.

Seseorang bertanya kepada Amirul Mukminin tentang hadits-hadits bid`ah dan perselisihan hadits, maka beliau berkata :

“Sesungguhnya[46] apa yang berada di kalanagan orang-orang itu ada yang haq dan ada yang bathil (palsu), benar dan dusta, yang menasakh dan yang dimansukh, yang umum dan yang khusus, yang muhkam dan yang mutasyabih, yang tepat dan yang keliru. Bahkan di zaman Nabi saw ucapan-ucapan palsu telah disandarkan kepada beliau sehingga beliau berpidato dan mengatakan `barang siapa berbohong atas namaku maka hendaknya ia bersia-siap menempati tempatnya di neraka.`

Sesungguhnya yang membawa hadis kepadamu adalah empat jenis orang, tidak ada yang kelima. [47]

Pertama : Kaum Munafik Pendusta

Orang munafik yang menampakan keimanan dan berpura-pura Islam, ia tidak takut berbuat dosa, ia sengaja berbohong atas nama rasulullah saw. Apabila orang tahu bahwa ia seorang munafik dan pembohong, mereka tidak akan menerima apapun dari dia dan tidak akan membenarkan ucapannya.

Akan tetapi, mereka katakan bahwa ia “sahabat Rasulullah saw. Ia telah bertemu dengan beliau dan mendengar (sabda-sabda) beliau dan mengambil (pengetahuan) dari beliau. Oleh karena itu mereka menerima ucapannya, padahal Allah telah memberitakan kepada Anda tentang kaum munafikin dan mensifati mereka dengan jelas. Mereka tetap berlanjut (ada) setelah wafat Rasulullah saw, mereka mendekatkan diri kepada para penguasa sesat dan penganjur kepada nereka dengan kepalsuan dan fitnah, maka mereka (para penguasa sesat) menempatkan mereka (kaum munafik) itu pada jabatan-jabatan tinggi dan menjadikan mereka hakim (penguasa) atas pundak manusia. Mereka (para penguasa sesat) menggerogoti dunia melalui mereka (kaum munafik) sedangkan manusia selalu bersama para raja (penguasa) dan dunia (mereka), kecuali orang-orang yang diberi perlindungan oleh Allah.

Kedua : Orang Yang Keliru

Kemudian ada orang yang mendengar sesuatu (ucapan) dari Rasulullah, tetapi ia tidak menghafalnya sebagaimana adanya, ia tidak sengaja berbohong, ucapan itu ada padanya, ia riwayatkan dan ia amalkan, ia mengatakan “saya mendengarnya dari rasulullah saw.” Apabila kaum Muslim mengetahui bahwa ia telah salah dalam hal ini, niscaya mereka tidak akan menerimanya dari dia, dan apabila ia sendiri mengetahui bahwa ia keliru, maka ia akan menolaknya.

Ketiga : Orang Yang Tidak Tahu.

Orang yang ketiga adalah orang yang mendengar Rasulullah saw, memerintah sesuatu, dan kemudian Nabi melarang orang melakukannya, tetapi orang itu tidak mengetahuinya. Atau mendengar Nabi melarang terhadap sesuatu dan kemudian memerintahnya (mengizinkannya), tetapi orang itu tidak mengetahuinya.  Dengan demikian, ia mengingat yang sudah mansukh dan ia tidak hafal (tahu) yang memansukhkan. Apabila ia tahu bahwa hal itu telah dihapus (mansukh) niscaya ia akan menolaknya, dan apabila kaum Muslim tahu, ketika mereka mendengarnya dari dia, bahwa hal itu telah dihapus, maka mereka akan menolaknya.

Keempat : Orang Yang Mendengar Dengan Benar

Yang terakhir, yakni orang yang keempat, adalah orang yang tidak berbicara dusta atas nama Allah maupun atas nama RasulNya. Ia benci kebohongan karena takut kepada Allah dan menghormati Rasulullah saw, dan tidak salah. Tetapi ia menghafal apa yang ia dengar dengan tepat, dan ia meriwayatkannya sebagaimana ia mendengarnya, tanpa menambah sesuatu atau menguranginya. Ia menghafal yang telah menghapus dan mengamalkan berdasarnya, mengetahui yang mansukh dan menjauhkan diri darinya. Ia mengetahui yang khusus dan yang umum, yang muhkam dan mutasyabih, maka ia menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.

Ucapan-ucapan Rasulullah terdiri dari dua wajah, yang satu ucapan khusus dan yang lain ucapannya yang umum, lalu ucapan itu didengar oleh orang yang tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh Allah dan Rasulnya dengan itu. Kemudian si pendengar membawanya dan mengartikannya dengan tanpa mengetahui maknanya dan maksudnya yang sesungguhnya dan atau apa alasan pengucapannya.

Tidak semua sahabat Rasulullah biasa bertanya dan meminta penjelasan, sehingga mereka menginginkan seorang Arab Badwi atau orang asing datang dan betanya keapda beliau saw, supaya mereka mendengarkan. Bilamana sesuatu hal semacam itu terjadi pada saya, saya bertanya kepada beliau tentang artinya dan sayapun menghafalnya.

Inilah sebab dan dasar perbedaan di kalangan orang-orang tentang hadits-hadits riwayat mereka [48]


[46] Orang itu adalah Sulaim bin Qais al Hilali yang merupakan salah seorang periwayat hadis dan murid Imam Ali a.s

[47] Ibnu Abi al Hadid dalam syarahnya, setelah menerangkan arti bahasa pada kata-kata dalam khotbah itu, ia mengatakan, “Ketahuilah bahwa pengklasifikasian ini tepat”. Kemudian ia menjabarkan satu persatu empat jenis penyampai sunah, ia juga menyebutkan upaya kaum munafikin dalam menyebar luaskan kepalsuan, khususnya di masa kekuasaan Muawiyah dan dinasi Umayyah. (Syarah Ibnu Abi al Hadid, Jilid, ke-3, Juz 11, Hal. 14-17)

[48] Nahjul Balaghah (dengan Syarah Sekh Muhammad Abduh), 2/440-442, Khotbah ke 298, al Murtarsyid,  (ath Thabari): 30, al Imta wa al Munasah (At-Tauhidi); 3/197.

Sumber : Ali Umar Al-Habsyi, Dua Pusaka Nabi, Hal. 403 - 405
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
3330 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 08, 2012, 02:03:22 PM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
3519 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 11, 2012, 09:51:11 PM
oleh Kang Asep
38 Jawaban
7590 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 02, 2013, 09:45:30 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1254 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 02, 2013, 11:43:30 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1479 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2013, 08:20:58 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1514 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2013, 04:17:26 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
944 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2013, 09:02:04 AM
oleh Kang Asep
35 Jawaban
8039 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 18, 2013, 01:30:41 PM
oleh kang radi
1 Jawaban
2908 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 07, 2013, 11:55:56 PM
oleh ratna
0 Jawaban
1177 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 15, 2013, 12:21:26 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan