collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa  (Dibaca 20648 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« pada: Agustus 31, 2013, 08:39:31 AM »
Alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,

Kesejukan Rahmat Nya dan Keindahan Dzat Nya swt semoga selalu menaungi hari hari anda dg kebahagiaan,

saudaraku yg kumuliakan,
mengenai keberadaan negara kita di indonesia ini adalah bermadzhabkan syafii, demikian guru guru kita dan guru guru mereka, sanad guru mereka jelas hingga Imam syafii, dan sanad mereka muttashil hingga Imam Bukhari, bahkan hingga rasul saw, bukan orang orang masa kini yg mengambil ilmu dari buku terjemahan lalu berfatwa untuk memilih madzhab semaunya,

anda benar, bahwa kita mesti menyesuaikan dengan keadaan, bila kita di makkah misalnya, maka madzhab disana kebanyakan hanafi, dan di Madinah madzhab kebanyakannya adalah Maliki, selayaknya kita mengikuti madzhab setempat, agar tak menjadi fitnah dan dianggap lain sendiri, beda dengan sebagian muslimin masa kini yg gemar mencari yg aneh dan beda, tak mau ikut jamaah dan cenderung memisahkan diri agar dianggap lebih alim dari yg lain,
hal ini adalah dari ketidak fahaman melihat situasi suatu tempat dan kondisi masyarakat.

Memang tidak ada perintah wajib untuk bermadzhab secara shariih. Namun bermadzhab itu wajib hukumnya, karena kaidah syariah adalah “Maalaa yatimmul waajibu illa bihi fahuwa wajib,” yaitu apa yang harus ada sebagai perantara untuk mencapai hal yang wajib, maka hal itu menjadi wajib hukumnya.

Misalnya kita membeli air, apa hukumnya? Tentunya mubah saja. Namun bila kita akan shalat fardhu tetapi tidak ada air, dan yang ada hanyalah air yang harus dibeli, dan kita punya uang, maka apa hukumnya membeli air? Dari mubah berubah menjadi wajib tentunya, karena perlu untuk shalat yang wajib.

Demikian pula dalam syariah ini, tidak wajib mengikuti madzhab. Namun karena kita tidak mengetahui samudra syariah seluruh madzhab, dan kita hidup 14 abad setelah wafatnya Rasul saw, maka kita tidak mengenal hukum ibadah kecuali dengan menelusuri fatwa yang ada pada imam-imam muhaddits terdahulu, maka bermadzhab menjadi wajib.

Karena kita tidak bisa beribadah hal-hal yg fardhu/wajib kecuali dengan mengikuti salah satu madzhab itu, maka bermadzhab menjadi wajib hukumnya.

Berpindah-pindah madzhab tentunya boleh saja bila sesuai situasinya. Ia pindah ke wilayah Malikiyyun maka tak sepantasnya ia berkeras dengan madzhab Syafi’i. Demikian pula bila ia berada di Indonesia, wilayah madzhab Syafi’iyyun, tak sepantasnya ia berkeras kepala mencari madzhab lain.

Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah memiliki para hafizh al-Hadits, yaitu orang-orang yang telah hafal lebih dari 100 ribu hadits berikut sanad dan hukum matannya. Kita memiliki puluhan Hujjatul Islam, yaitu orang yang telah hafal 300 ribu hadits dengan sanad dan hukum matannya. Setelah itu, barulah para Imam yg lebih lagi dari itu, seperti Imam Ahmad bin Hanbal yang hafal 1 juta hadits dengan sanad dan hukum matannya, dan beliau adalah murid dari Imam Syafi’i, dan Imam Syafi’i berguru pada Imam Malik, dan Imam Malik hidup sezaman dengan Imam Hanafi, dan mereka belajar dari tabiin, dan tabiin belajar dari sahabat radhiyallahu ‘anhum, dan sahabat belajar dari Rasulullah saw.

Ilmu mereka mempunyai sanad yg jelas, bukan menukil-nukil dari buku lalu berfatwa seperti Ibn Abdul Wahhab dan para pengikutnya. Mereka (pengikut wahhabi) ikut saja kemana hawa nafsu mereka mau memilih madzhab semaunya dengan pemahaman yang terbatas.

Suatu hari, ada dua orang teman, keduanya akan pergi ke pasar. Mereka berwudhu bersama, lalu shalat dhuha, lalu pergi ke pasar membeli keperluannya masing-masing. Ketika salah satunya membayar, ternyata penjualnya adalah wanita, dan ia bersentuhan tangan dengan wanita itu. Sesampai di rumah, maka ia shalat tanpa berwudhu lagi, maka temannya berkata: “Kau tidak berwudhu?!” Temannya menjawab: “Aku bermadzhab Maliki!” Lalu temannya menjawab : “Tadi kita berwudhu bersama. Kulihat cara wudhumu adalah cara wudhu madzhab Syafi’i. Kau ini wudhu dengan cara Syafii dan shalat dengan cara Maliki, maka sekarang shalatmu ini tidak sah menurut madzhab Maliki karena wudhumu tak menggosok wajah, dan shalatmu tak sah pula menurut madzhab Syafi’i karena wudhumu telah batal disebabkan bersentuhan dengan wanita non-muhrim!”.

Kesimpulannya, orang yang boleh mengacak dan memilih madzhab ini haruslah seorang Imam dan pakar syariah, ia harus tahu mengenai shalat yang sebenar-benarnya menurut 4 madzhab, lalu wudhunya, lalu hal-hal yang najisnya, karena ada madzhab lain yang mengatakan anjing tidak najis, lalu cara mandinya, lalu auratnya dalam shalat dan akhirnya semua akan saling berkaitan.

Lalu muncul orang di masa kini yang tak punya sanad dalam ilmunya, merujuk dari buku-buku terjemah, tidak tahu hukum-hukum rukun shalat, lalu bicara ingin beramal dengan 4 madzhab? Hal-hal seperti ini tentunya muncul dari kalangan mereka yg belum memahami syariah dengan benar.

Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,


Wallahu a'lam



(Yang Mulia Guru Besar Al-Allaamah Shaahibul Fadhiilah Habiib Munzir Al-Musawa Ketua Umum Majelis Rasulullah SAW.)
Sumber: majelisrasulullah.org


Mohon maaf teman-teman Logicer, sesungguhnya yang ingin saya tanyakan adalah sederhana, yaitu madzhab apakah yang tidak menajiskan anjing? (baru denger hari ini) Jika kemudian saya tampilkan semua (copy paste) disini,  ada kemungkinan membuka ruang bagi berkembangnya pertanyaan tentang madzhab sehingga menjadi lebih menarik dan dinamis.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #1 pada: Agustus 31, 2013, 10:00:04 AM »
^ mazhab wahabi atau salafi

saya pernah mendengar berita bahwa sekumpulan pemuda Persis dengan sengaja menyembelih anjing, serta memakannya bersama-sama untuk membuktikan keyakinan mereka kepada publik bahwa menurut mazhab mereka, anjing tidak haram.  karena dalam al Quran yang diharamkan itu babi, bukan anjing.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline wa2nlinux

Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #2 pada: Agustus 31, 2013, 11:31:16 AM »
kalo ngak salah mazab maliki, memakruhkan memakan daging anjing
 

Offline Sandy_dkk

Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #3 pada: Agustus 31, 2013, 04:29:47 PM »
mengapa kita tidak mengambil mazhab yang terbaik saja? yaitu mazhab para washi Rasulullah, yang ilmunya jelas2 berantai dari Rasulullah?

mahzab para washi Rasulullah, adalah mahzab para Imam zaman yang maksum, tentu terhindar dari kesalahan tafsir. tapi mahzab ini hanya bisa kita ikuti setelah dalil serta logika wajibnya ada Imam maksum telah sampai kepada kita.

mengambil seseorang yang tidak maksum sebagai Imam mahzab, membuat ada terbesit keraguan di dalam hati para pengikutnya. inilah yang membuat banyak saudara kita yang memutuskan untuk melepaskan belenggu mazhab untuk memilah2 sendiri lagi sehingga ada kesan mengacak2 mazhab. sayangnya dalil dan logika adanya seseorang yang maksum untuk ditaqlid untuk urusan fiqh belum sampai kepada mereka.

bagaimana?



sudah hampir 10 tahun saya belajar pada orang2 salafy, saya awalnya tertarik untuk ikut karena meyakini tidak adanya seorang yang maksum untuk ditaqlid, sedangkan saya harus mempertanggungjawabkan sendiri apa2 yang saya lakukan di dunia ini, sehingga berpikir sendiri akan lebih baik, mengetahui dalil sendiri adalah hujjah yang terbaik untuk mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan Allah.

tapi setelah sampainya dalil dan logika Imam maksum, saya merasa lebih tenang dan aman. inilah yang selama ini saya cari!
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #4 pada: Agustus 31, 2013, 04:42:22 PM »
alhamdulillah, kang sandy telah menemukan apa yang dicari. lalu tentu kita tidak mungkin menyimpan apa-apa yang kita temukan untuk diri kita sendiri. jika sesuatu yang kita temukan itu benar dan berharga, tentu kita ingin berbagi dengan orang lain yang sampai saat ini belum menemukannya. inilah yang saya sebut, saling membantu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #5 pada: Agustus 31, 2013, 04:55:47 PM »
alhamdulillah, kang sandy telah menemukan apa yang dicari. lalu tentu kita tidak mungkin menyimpan apa-apa yang kita temukan untuk diri kita sendiri. jika sesuatu yang kita temukan itu benar dan berharga, tentu kita ingin berbagi dengan orang lain yang sampai saat ini belum menemukannya. inilah yang saya sebut, saling membantu.

ya, kewajiban setiap manusia adalah mencari, mencari yang mana yang bisa diikuti. karena walaupun saya awalnya menolak bertaqlid, tapi ternyata saya tak sanggup untuk tidak bertaqlid, mengingat kemampuan saya yang terbatas untuk mengetahui semua dalil.

saya melihat teman2 di salafy pun tidak mampu untuk berlepas dari taqlid. walaupun mereka menolak taqlid kepada Imam mahzab, mereka tetap bertaqlid kpd ulama masing2.


ketika yang patut ditaqlid telah ditemukan, sekarang saatnya untuk menyampaikan kepada orang lain, dan target pertama dan utama saya adalah istri dan anak saya, karena mereka adalah tanggung jawab saya.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #6 pada: Agustus 31, 2013, 07:28:28 PM »
^ mazhab wahabi atau salafi

saya pernah mendengar berita bahwa sekumpulan pemuda Persis dengan sengaja menyembelih anjing, serta memakannya bersama-sama untuk membuktikan keyakinan mereka kepada publik bahwa menurut mazhab mereka, anjing tidak haram.  karena dalam al Quran yang diharamkan itu babi, bukan anjing.

Wah baru tau saya kalau mazhab wahabi tidak mengharamkan daging anjing. Gimana kang Sandy, minta konfirmasinya dong...ada kemungkinan kang Sandy mengetahui hal ini sebab beliau pernah  di kelompok salafi yang mana mengikuti mazhab wahabi.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #7 pada: Agustus 31, 2013, 07:40:28 PM »
mengapa kita tidak mengambil mazhab yang terbaik saja? yaitu mazhab para washi Rasulullah, yang ilmunya jelas2 berantai dari Rasulullah?

mahzab para washi Rasulullah, adalah mahzab para Imam zaman yang maksum, tentu terhindar dari kesalahan tafsir. tapi mahzab ini hanya bisa kita ikuti setelah dalil serta logika wajibnya ada Imam maksum telah sampai kepada kita.

Kalau Sayyidina Ali ra dikatakan sebagai washi Rosululloh saw yang mengambil ilmu langsung dari Rosululloh saw, sedangkan kalangan tarekat yang muktabar mengambil ilmu dari jalur sanad dari Sayyidina Ali ra maka kalangan tarekat muktabar juga dikatakan sebagai pengikut mazhab washi Rosululloh saw. Apakah benar demikian?
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #8 pada: Agustus 31, 2013, 07:44:16 PM »
tapi setelah sampainya dalil dan logika Imam maksum, saya merasa lebih tenang dan aman. inilah yang selama ini saya cari!

Semoga kang Sandy mendapatkan ketenangan dan keamanan yang hakiki, dimana ketenangan dan keamanan tersebut adalah pintu menuju ke bahagiaan, seperti yang menjadi tujuan hidup kang Sandy.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #9 pada: Agustus 31, 2013, 08:06:49 PM »
Kalau Sayyidina Ali ra dikatakan sebagai washi Rosululloh saw yang mengambil ilmu langsung dari Rosululloh saw, sedangkan kalangan tarekat yang muktabar mengambil ilmu dari jalur sanad dari Sayyidina Ali ra maka kalangan tarekat muktabar juga dikatakan sebagai pengikut mazhab washi Rosululloh saw. Apakah benar demikian?

kalangan tarekat muktabar pengikut sayydina Ali
sayyidina Ali adalah washi Rasulullah.

jadi benar bahwa kalangan tarekat merupakan pengikut washi Rasulullah.

lalu perhatikan dalam hukum peniapan proposisi. yang dimaksud dengan "washyi rasulullah" di situ "semua washi" atau "sebagaian washi" ?
 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #10 pada: Agustus 31, 2013, 08:35:42 PM »
Wah baru tau saya kalau mazhab wahabi tidak mengharamkan daging anjing. Gimana kang Sandy, minta konfirmasinya dong...ada kemungkinan kang Sandy mengetahui hal ini sebab beliau pernah  di kelompok salafi yang mana mengikuti mazhab wahabi.

ya benar, tapi hanya sebagian kecil. kelompok salafy yang saya ikuti (Wahdah Islamiah) mengharamkannya.

« Edit Terakhir: Agustus 31, 2013, 08:49:08 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #11 pada: Agustus 31, 2013, 08:45:00 PM »
Kalau Sayyidina Ali ra dikatakan sebagai washi Rosululloh saw yang mengambil ilmu langsung dari Rosululloh saw, sedangkan kalangan tarekat yang muktabar mengambil ilmu dari jalur sanad dari Sayyidina Ali ra maka kalangan tarekat muktabar juga dikatakan sebagai pengikut mazhab washi Rosululloh saw. Apakah benar demikian?

ya, tapi yang saya tahu dalam urusan fiqh biasanya mereka mengambil jalur yang berbeda dari jalur tarekatnya. apakah benar demikian?
misalnya disini, banyak yang bertarekat Sammaniah tapi berfiqh ala Syafi'iah.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #12 pada: Agustus 31, 2013, 10:08:10 PM »
kalangan tarekat muktabar pengikut sayydina Ali
sayyidina Ali adalah washi Rasulullah.

jadi benar bahwa kalangan tarekat merupakan pengikut washi Rasulullah.

lalu perhatikan dalam hukum peniapan proposisi. yang dimaksud dengan "washyi rasulullah" di situ "semua washi" atau "sebagaian washi" ?

Sayyidina Ali adalah washi Rosululloh

Keterangan mengurai  (categorical proposition diatas berbentuk )   (A)
dengan sifat pinggir pokok ( subject ) adalah meniap (distributed) dan sifat dari pinggir sebutan (predicate) adalah bersifat takmeniap (undistributed). Jadi lingkungan pengertian dari pinggir sebutan (predicate) adalah lebih luas daripada lingkungan pengertian pinggir pokok (subject).

lalu perhatikan dalam hukum peniapan proposisi. yang dimaksud dengan "washyi rasulullah" di situ "semua washi" atau "sebagaian washi" ?

Tentu saja yang dimaksud adalah sebagian washi!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #13 pada: Agustus 31, 2013, 10:31:23 PM »
ya, tapi yang saya tahu dalam urusan fiqh biasanya mereka mengambil jalur yang berbeda dari jalur tarekatnya. apakah benar demikian?
misalnya disini, banyak yang bertarekat Sammaniah tapi berfiqh ala Syafi'iah.

Setahu saya adalah benar bahwa dalam urusan fiqih adalah mengambil dari Imam Syafi'i sedangkan Imam Syafi'i berguru kepada Imam Malik dan Imam Malik kepada Imam Ja'far Shodiq ra kemudian  Imam  Al-Baqir ra kemudian Imam Ali Zainal Abidin ra kemudian Imam Husain ra - Imam Ali ra / Sayyidah Fatimah Az-Zahro - Muhammad SAW.
« Edit Terakhir: Agustus 31, 2013, 10:33:18 PM oleh ratna »
 

Offline Sandy_dkk

Re:Hukum Bermazhab Menurut Habib Mundzir Al Musawa
« Jawab #14 pada: September 01, 2013, 06:47:38 AM »
Setahu saya adalah benar bahwa dalam urusan fiqih adalah mengambil dari Imam Syafi'i sedangkan Imam Syafi'i berguru kepada Imam Malik dan Imam Malik kepada Imam Ja'far Shodiq ra kemudian  Imam  Al-Baqir ra kemudian Imam Ali Zainal Abidin ra kemudian Imam Husain ra - Imam Ali ra / Sayyidah Fatimah Az-Zahro - Muhammad SAW.

Imam Syafi'i berguru kepada Imam Malik. tapi terdapat beberapa perbedaan pada kedua mahzab ini. apa yang membuat keduanya berbeda jika sumber ilmunya sama?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
17 Jawaban
9192 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 26, 2015, 11:02:56 PM
oleh gumalta
8 Jawaban
6743 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 16, 2013, 07:19:50 PM
oleh ratna
2 Jawaban
2206 Dilihat
Tulisan terakhir April 17, 2013, 01:37:40 AM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
4163 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2013, 03:34:30 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2148 Dilihat
Tulisan terakhir September 04, 2013, 02:05:49 AM
oleh arya
7 Jawaban
3114 Dilihat
Tulisan terakhir September 18, 2013, 09:49:49 PM
oleh ratna
13 Jawaban
5040 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2014, 05:23:24 AM
oleh Abimanyu
4 Jawaban
1609 Dilihat
Tulisan terakhir November 19, 2014, 02:29:45 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
362 Dilihat
Tulisan terakhir April 24, 2015, 11:52:55 AM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
236 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2018, 02:26:46 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan