collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: dzauq  (Dibaca 3780 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
dzauq
« pada: Maret 04, 2012, 04:38:16 PM »
Filsafat Isyraq adalah jenis filsafat yang tidak hanya mengandalkan kemampuan logika, melainkan menggabungkan logika dengan dzauq. Dengan bahasa khas, filsafat ini merupakan gabungan filsafat diskursif (al-Hikmah al-Bahtisiyyah) dan Filsafat Intuitif (al-Hikmah Adz-Dzauqiyyah). (Siti Maryam, Rasionalitas Pengalaman Sufi, hal. 60)

Dzuq itu tidak lain adalah pengetahuan batiniyah. Suatu pengetahuan yang muncul dalam diri manusia umumnya berasal dari pancaindra atau melalui kesimpulan logis. Tapi sebenarnya batin, memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu tanpa melalui proses pancaindra, maupun logika. Pengetahuan ini disebut dzauq (pengetahuan batin, intuitif).

Pengetahuan yang intuitif sulit dibedakan dari pengetahuan yang bersifat khayali atau persangkaan belaka. Tidak ada standar untuk dapat mengukur, apakah suatu dzauq itu fakta, khayali atau persangkaan belaka, kecuali pengetahuan indrawi lagi. Jika secara dzauq orang mengetahui bahwa di dalam suatu rumah ada seseorang yang tinggal bernama mr. X, maka standar ukur untuk membuktikan kebenaran dzauq tersebut hanyalah logika dan ilmiah. Jikalau berkali-kali intuisi seseorang tentang sesuatu itu benar, maka secara analogi orang akan meyakini bahwa dzauq orang itu benar. Inilah saja yang bisa dijadikan alat ukur dari kebenaran dzauq.

Sumber : A. Rochman, FILSAFAT,  No.12408
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan