collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: berhala manusia  (Dibaca 3472 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
berhala manusia
« pada: Juli 03, 2012, 05:35:19 AM »


Janganlah menjadi seperti berhala! Perhatikan bagaimana kelakuan berhala, seperti misalnya Latta dan Uzza, mereka maunya Cuma dikunjungi orang saja, tapi tidak mau mengunjungi orang. Seharusnya, jika orang lain tidak bisa datang ke rumah kita untuk bersilaturahim, maka kitalah yang harus mau datang kepada mereka.[1]

Seorang guru SD bernama Shn, dia mempunyai watak yang keras. Dia berkata, “Aku tidak akan pernah menyapa seseorang, apabila ia tidak menyapa saya terlebih dahulu.”

“Kenapa?” Tanya saya.

“Ya. kalau orang lain tidak menyapa saya, mungkin dia tidak ingin kenal dengan saya.”

Apa yang dia katakan benar-benar dia lakukan. Padahal saya kawan sekantor dengan dia. Tapi apabila berpapasan di jalan, dia tidak pernah mau menyapa terlebih dahulu. Sayalah yang selalu menyapanya terlebih dahulu. Ini adalah gambaran orang yang keras hati, angkuh dan mungkin sebagaimana yang dikatakan Ustadz Hasan, "seperti berhala".

Tidak sedikit saudara atau karib kerabat saya sendiri, yang apabila saya tidak  memaksakan menjumpainya, maka tentulah dalam waktu 10 tahun terakhir saya tidak akan berjumpa dengannya di dalam rumah saya atau di dalam rumah dia. Tapi teringat dengan nasihat ust. Hasan Rahmat, maka walaupun seseorang itu tampaknya tidak pernah mau datang ke rumah saya, maka saya kunjungi rumah orang itu tanpa berpikir bahwa dia harus membalas perbuatan saya itu dengan mengunjungi rumah saya.

Ada juga orang, yang apabila saya telat beberapa bulan tidak datang ke rumahnya, ketika ia berjumpa dengan saya, ia marah, seolah-olah saya belum membayar utang kepadanya. Padahal orang itu belum pernah sekalipun mengunjungi rumah saya. Sebagian orang lagi mau mengunjungi rumah kawan, kerabat atau tetangga hanya sebagai bentuk balasan.

Dikunjungi orang lain, seringkali menciptakan perasaan bahwa orang yang dikunjungi itu lebih penting atau lebih tinggi derajatnya dibanding dengan orang yang mengunjungi. Anggapannya adalah siapa yang butuh, dialah yang datang. Padahal tidklah demikian. Ust. Hasan Rahmat mengisahkan bagaimana Nabi Muhammad saw rajin mengunjungi para tetangga, bahkan kepada mereka yang tidak menyukai nabi sekalipun.

Jangan pula hidup menjadi beban bagi orang lain! Perhatikan pula keadaan orang-orang yang kita kunjungi, apakah ia senang hatinya ataukah merasa berat hati! Apabila orang lain merasa berat hati, maka kita harus introspeksi, apakah rasa beratnya itu karena “kesalahan di dalam akhlak kita” ataukah karena “kemalasan” dari diri orang itu sendiri. jadi orang haruslah tau diri! Kalau orang lain sudah merasa keberatan, enggan untuk kita kunjungi, maka sebaiknya kita tidak terlalu sering untuk mengunjungi orang itu.

Kita sibuk, orang lain juga sama-sama sibuk. Tapi orang yang gemar bersilaturahim, menjadikan silaturahim sebagai bagian dari kesibukannya. Tapi mereka yang tidak gemar bersilaturahim mengatakan bahwa berkunjung ke rumah saudara, kerabat atau tetangga tanpa ada suatu keperluan tertentu, maka itu adalah hal yang sia-sia. “Kita banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tidak ada waktu untuk sekedar bermain-main seperti itu.” Sebenarnya, apabila kedatangan kita kepada orang lain tidak membawa serta kabar gembira, maka kita harus introspeksi diri, bahwa cahaya tidak bersinar di dalam diri kita. Seharusnya kita datang kepada seseorang adalah dengan membawa kabar gembira, tentang apa yang bisa diperoleh oleh orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Dan kabar buruk, bagi orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya.

Bagaimana caranya agar seseorang itu senang dikunjungi dan mau dikunjungi kita? Inilah yang harus kita pikirkan. Jika orang lain tidak mau dikunjungi atau mengunjungi kita, jangan selalu menuduh orang lain itu bersalah atau menganggapnya sebagai berhala manusia. Marilah menilai diri sendiri sebelum menilai orang lain! Apakah seseorang itu menempatkan dirinya seperti berhala atau tidak, bukan kita yang harus menilai, tapi diri orang itu sendiri. kita hanya bisa menyampaikan nasihat kepada diri sendiri maupun orang lain, janganlah menjadi seperti berhala, mau dikunjungi tapi tidak mau mengunjungi orang!

 1.  Ustadz Hasan Rahmat
« Edit Terakhir: November 21, 2013, 06:35:33 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:berhala manusia
« Jawab #1 pada: April 28, 2013, 06:05:21 PM »
waspadalah! jangan sampai kita menjadi berhala berwujud manusia!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:berhala manusia
« Jawab #2 pada: Desember 17, 2015, 06:40:52 PM »
Tapi bagaimana jika malas berkunjung itu karena takut mengganggu?
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1058 Dilihat
Tulisan terakhir April 03, 2014, 07:53:36 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1907 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2015, 12:40:55 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
451 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2015, 01:35:55 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
474 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2015, 01:42:58 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
426 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 19, 2016, 05:32:43 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
421 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 07, 2016, 06:59:20 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
195 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2016, 09:18:05 AM
oleh Kang Asep
Manusia

Dimulai oleh Kang Asep Filsafat

0 Jawaban
366 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 08, 2016, 09:10:00 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
196 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2017, 04:13:28 PM
oleh Sultan
2 Jawaban
137 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 02, 2017, 10:35:52 AM
oleh Purnama

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan