collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Berguru Pada Alam Semesta  (Dibaca 5495 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Berguru Pada Alam Semesta
« pada: Agustus 14, 2012, 08:07:45 PM »
apa yang terjadi pada diri anda ketika anda membaca kata "harimau". Tidak banyak pengaruhnya. Tapi pergilah ke taman safari, dan saat seekor harimau berdiri dan mengaum dihadapan anda dan anda berkata "harimau!", apa yang terjadi pada diri anda? Kendatipun seseorang membaca kisah tentang harimau dari buku-buku yang tebal, tapi ia tidak pernah tau bagaimana rasa takutnya bila berhadapan dengan harimau secara langsung. Sekali saja seseorang berhadapan secara langsung dengan harimau di alam terbuka, maka pengalamannya yang sedikit itu akan mengalahkan 1001 kisah tentang harimau yang pernah dibacanya.

Hanya membaca dan melihat langsung, itu sangat jauh berbeda. Demikian juga dalam soal belajar agama, ada orang yang belajar agama cenderung dari buku-buku, menghabiskan waktu-waktunya untuk membaca dan menghafal, sibuk dengan belajar, tetapi dia tidak akan pernah mengerti "rasa beragama". Walaupun seseorang membaca 1001 kisah tentang neraka, dia tidak pernah tau rasa takutnya bagaimana bila berhadapan langsung dengan neraka itu. Sekali saja seseorang bisa melihat wujud dari neraka, maka pengalamannya yang sedikit itu, akan mengalahkan 1001 kisah neraka yang pernah dibacanya. Oleh karena itu, penyelaman agama secara langsung merupakan hal yang sangat penting.

Perhatikan orang-orang yang berlomba-lomba untuk menjadi pintar dengan membeli kitab yang tebal-tebal dan mempersiapkan diri dengan dalil-dalil agama, pekerjaannya siang dan malam membolak balik kitab, sehingga lupa untuk membolak-balik dirinya. Dan saya menyebut orang seperti itu sebagai "ahlul kitab". Janganlah seperti itu!

Perhatikanlah, teori-teori agama itu sangatlah luasnya. Hitunglah berapa sisa umur mu, dan perkirakanlah, apakah cukup semua sisa umur mu itu untuk mempelajari semua kitab hadits yang ada? Sampai usia mu sekarang ini, apakah anda pernah mengkhatamkan kutub sittah, mengkajinya halaman perhalaman tanpa terlewatkan?

Saya bertemu dengan seseorang yang sejak remaja hingga beranak keturunan dia tetap menjadi santri disebuah pesantren. Dan saya bertanya kepadanya, "berapa kitab hadits yang telah anda khatamkan?"

dia menjawab, "21 kitab hadits, termasuk di dalamnya kutubu sittah."

"apakah itu sudah selesai?" tanya saya.

"oh, tidak… ilmuku masih sedikit. Masih ada 148 kitab hadits lagi yang ingin saya pelajari."

di lain kesempatan, seorang ulama syiah berkata kepada saya, "saya memiliki lebih dari seribu kitab."

sekali lagi, kawan! Aku beritahukan, teori-teori agama itu sangatlah luas. Umurmu tidak akan cukup untuk mempelajari itu semua. Janganlah menjadi orang yang haus dalil, tetapi mulailah bertekun dalam amal untuk mengembangkan spiritualmu.

Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.(Q.S 43:72)

Imam Ali bin Abi Thalib berkata, "dua orang yang tidak akan pernah puas, yaitu pencari harta dan pencari ilmu" (Nahjul Balaghah)

surga itu, kawan, hanyalah bagi orang-orang yang beramal, bukan bagi orang yang banyak hafalannya, bukan pula bagi orang yang banyak baca buku. Jangan sampai buku-buku itu justru menjadi penghambat untuk amalmu.

dan amal apapun, kawan, harus ikhlas dilakukan, tetapi bukan berarti tidak diperhatikan kemana ia berkembang, dan apa hasilnya. Apakah amalan itu menimbulkan kebaikan ataukah keburukan, bermanfaat atau madharat, mengembangkan konsentrasi atau mengacaukan pikiran, menjadikan hati lembut atau menjadikan keras, membawamu kepada kesabaran ataukah kepada keserakahan, memberimu ketenangan ataukah menggelisahkan, menuju kepada kebahagiaan ataukah penderitaan. Dengan memperhatikan apa yang ada pada dirimu itu, maka kita akan dituntun pada amalan yang benar.

Dan di bumi itu terdapat ayat-ayat bagi orang-orang yang yakin,(20)dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?(21)(Q.S 51:20-21)

memang benar, tidurnya orang berilmu itu 1000 kali lebih baik dari pada shalatnya orang yang jahil. Tetapi, yang dimaksud berilmu di sini, bukanlah orang yang telah selesai membaca ratusan kitab hadits, bukan pula orang yang banyak hafalannya, tetapi yang memperoleh ilmu dari cahaya Islam.

Hai Ahli Kitab(tukang bolak-balik kitab, tukang manipulasi teori agama), sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.(Q.S 5:15)

seperti tubuh, ruh pun memerlukan makanan. Mulla Shadra tidak menyebutnya makanan. Ia menyebutnya rezeki. Ia berkata, "setiap yang hidup perlu rezeki. Dan rezeki arwah adalah cahaya-cahaya ilahiah dan ilmu-ilmu rabbaniyah.(Mafatih Al-Ghaib : 545) (sumber : Jalaludin Rakhmat, Pencerahan Sufistik, hal. 105  )

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya dari dzikrullah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Q.S 39:22)

cahaya ini, kawan, bukanlah kata yang bermakna perumpamaan, tetapi ia benar-benar cahaya dari tuhan, yang karenanya hati jadi bisa melihat, kegelapanpun sirna karena terangnya cahaya ilahi. Lihatlah cahaya ini, secara langsung, ketika ia datang dan pergi dari mu! Jangan hanya membicarakan cahaya dan cahaya, tetapi tidak pernah melihat wujudnya sekalipun. Ingat kawan, alQuran tidak mengajarkan dongeng apalagi takhayul, tetapi hujjah yang nyata.

Katakanlah: "Sesungguhnya aku (berada) di atas hujjah yang nyata dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya…...."(Q.S 6:57)

tinggalkanlah sejenak kitab-kitab itu, buang kefanatikanmu terhadap buku-buku dan dalil-dalil berbahasa arab. mulailah menggunakan mata dan telingamu untuk "ngaji diri" serta melihat dan mendengar ayat-ayat Allah yang tertera secara nyata di alam semesta. Dengan cara itu, ketika nanti anda kembali membaca kitab tuhan, anda tidak salah menafsirkannya. Sesungguhnya tasfir kitab Tuhan, ada di alam semesta.

Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur`an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?(Q.S 41:53)

bagaimana kebenaran itu akan menjadi jelas, bila seseorang tidak melihatnya secara langsung pada alam semesta dan diri sendiri. Karena apapun yang diceritakan oleh alQuran, itu tidak keluar dari fakta-fakta nyata yang ada di alam semesta.

"Dan apakah tuhanmu tidak cukup bagi kamu?", kalimat ini telah dijadikan dalil oleh mereka yang menolak berguru pada alam semsta. Karena menurut mereka "sudah cukuplah tuhan bagiku", maksudnya "cukuplah alQuran bagiku". Padahal kalimat "Tuhan mu telah cukup bagi mu" itu artinya "siapa yang telah melihat Sidratul Muntaha, makrifat dan bertemu denganNya, itu artinya dia telah mencapai akhir pengetahuan, tidak ada lagi yang harus dia lakukan dan tak ada lagi yang perlu dia pelajari, karena Allah telah mencukupinya dengan ilmu pengetahuan. Dan persoalan ini termasuk kepada pengetahuan-pengetahuan yang mendalam, yang tak mungkin dijelaskan semuanya di sini.

Quote (selected)
Sidratul Muntaha merupakan akhir pengetahuan seluruh makhluk. Tak satupun memiliki pengetahuan di balik Sidratul Muntaha itu. Oleh karena itulah disebut Sidratul Muntaha.[2]

catatan kaki :

[2] keterangan ini dikemukakan Ibnu Jarir dalam tafsirnya :30/65
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline wa2nlinux

Re:Berguru Pada Alam Semesta
« Jawab #1 pada: Agustus 15, 2012, 04:27:52 AM »
Bagaimana tahunya itu cahaya Allah kang ? bukan cahaya lainnya ?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Berguru Pada Alam Semesta
« Jawab #2 pada: Agustus 15, 2012, 07:35:23 AM »
Bagaimana tahunya itu cahaya Allah kang ? bukan cahaya lainnya ?

cahaya itu datang dari jalan-jalan yang ditunjukan oleh Allah dalam kitabnya, dari jalannya para nabi dan rasul, dipuji dan diajarkan oleh para guru yang bijaksana. ini adalah indikasi pertama.

cahaya itu melenyapkan kebodohan serta meruntuhkan kebatialn. ini adalah indikasi kedua.

sebagaimana terbitnya matahari, dimana cahaya memberi manfaat bagi seluruh penduduk bumi, maka tak ada yang lebih pantas selain mengatakan bahwa matahri dan cahayanya berasal dari Rahmat Allah bagi manusia.

demikian pula, cahaya yang hadir di dalam hati, dilihat dari sifatnya yang mencerahkan, memberi kebahagiaan, mencerdaskan, menghancurkan kebatilan dan lebih banyak manfaat lagi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
3551 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2012, 10:22:45 PM
oleh Kang Asep
16 Jawaban
26045 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2015, 01:58:06 PM
oleh Monox D. I-Fly
20 Jawaban
11173 Dilihat
Tulisan terakhir April 02, 2013, 11:30:24 AM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
5884 Dilihat
Tulisan terakhir September 24, 2013, 06:37:43 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1364 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 30, 2018, 07:36:01 PM
oleh Purnama
7 Jawaban
1579 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2016, 12:37:52 PM
oleh ratna
0 Jawaban
528 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 25, 2016, 04:26:45 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
233 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 25, 2016, 12:38:47 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
397 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2016, 10:22:31 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
56 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2018, 07:53:02 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan