collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Belajar Dengan Mencari Kesalahan Orang Lain  (Dibaca 7337 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Belajar Dengan Mencari Kesalahan Orang Lain
« pada: Pebruari 15, 2015, 03:04:38 AM »

Belajar dari kesalahan orang lain tidaklah sama dengan belajar dengan mencari-cari kesalahan orang lain. Ketika kita melihat kesalahan pada diri orang lain, lalu kita tentang hukum sebab akibat yang terajdi padanya, ini sebabnya dan begitu akibatnya, dan kesimpulannya kita jangan sampai terjerumus pada kesalahan seperti yang dilakukan orang lain itu, berarti kita telah "belajar dari kesalahan orang lain". Tapi belajar dengan cara "mencari-cari kesalahan orang lain", bahwa dalam mengkritisi orang lain itu dilandasi oleh kebencian, berfokus pada jatuhnya orang yang dikritik dan tidak berlandas kasih sayang serta fokus pada pengembangan diri.  Dan saya telah melihat banyak contoh yang demikian itu. Ada banyak orang yang saya perhatikan, saya duga belajar dengan cara mencari-cari kesalahan pada orang atau pihak lain.

Saya perhatikan, sebagian orang belajar dengan cara "mencari kesalahan orang atau kelompok lain", dengan kata lain "kritis terhadap pemikiran, ajaran atau ideologi pihak lain". Apakah hal ini baik atau buruk ? entahlah, saya rasa itu buruk.  tapi yang jelas cara seperti itupun membuat pengetahuan mereka tetap dapat berkembang. Tapi saya tidak yakin bahwa pengembangan pengetahuan itu berdampak pada pengembangan diri, mental dan spiritual mereka sendiri.

Di forum online contohnya, ada forum seperti faithfreedom.org, yang isinya membongkar "kesesatan Islam" menurut mereka. Tidak dipungkiri keberadaan faithfreedom.org sedikit banyak mengganggu keyakinan umat Islam, tapi itu hanya sedikit. segala macam tuduhan mereka terhadap Islam tidak banyak pengaruhnya bagi kaum muslimin, sampai saya melihat orang-orang di FFI (faithfreedom Indonesia) berputus asa terhadap kaum muslimin yang tidak juga mau menerima kebenaran yang mereka sampaikan.

Di Komunitas Muslim juga ada yang serupa itu. contohnya di myquran.org, ada member senior bernama Mushab bin Umair. dia paling giat menulis artikel untuk menunjukan "kesesatan-kesesatan syiah". Tidak dipungkiri bahwa artikel-artikel yang dia buat itu akan menguatkan keyakinan orang-orang yang sudah benci syiah untuk semakin membenci dan menjauhinya. demikian juga, apa yang dipelajari Mushab bin Umair dari kitab-kitab syiah, semakin menguatkan dia bahwa syiah itu sesat. Tapi, itu semua tidak banyak pengaruhnya bagi orang syiah. Dan saya bertanya, apakah semua itu telah dapat membuat Mushab bin Umair berkembang secara mental dan spritiualnya ? saya tidak yakin, malah semakin membuat dia larut dalam kebencian terhadap orang atau kelompok lain saja.

Adapun di Jejaring sosial Gplus, saya menemukan member bernama Iyang Alfaroeq yang belakangan ini terus menerus melancarkan kritikannya kepada Jokowi. Kritikan itu memang sesuatu yang wajar. saya hanya bertanya, apakah dia hanya mengembangkan pengetahuannya dengan cara mengkritik seperti itu saja ? apakah dia lupa pada dirinya yang secara mental dan spiritual perlu dikembangkan ? apakah dia sudah merasa cukup berkembang batinnya, sehingga terhenti sampai batas itu saja ? ataukah memang dia tidak mengerti prinsip-prinsip pengembangan spiritual ? saya rasa, orang-orang seperti ini tidak memahami prinsip-prinsip pengembangan mental spiritual. Mereka hanya mengembangkan pengetahuan agama saja, tapi tidak mengembangkan batin sebagai substansi dari pokok persoalan agama.

Kalo dipikir-pikir, saya tidak mau ikut-ikutan cara mereka dalam belajar. saya mencoba membeli buku-buku yang senada, yakni yang mengupas "kesesatan ajaran orang lain". setelah membaca beberapa halaman, saya kurang berselera untuk meneruskan. saya pikir, seharusnya saya mempelajari apa yang baik dan apa yang benar pada diri atau pihak orang lain untuk kemudian saya teladani. walaupun sayapun memang harus memahami kelemahan dan kesalahan pada pemikiran orang lain, tapi saya tidak suka melihat seseorang dan pihak lain hanya pada sisi salahnya. sebab, kalau dilihat dari sisi salahnya, ya semua orang punya salah dan dosa. kalau kita mau mencari-cari kesalahan ajaran suatu kelompok atau mazhab, ya pasti akan kita temukan. Tapi, bukanlah sikap bijaksana kalau kita hanya mempelajari sisi salahnya saja, melainkan harus pula kita memahami di mana letak kebenarannya. Bagi saya, orang yang terus mencoba melihat sisi salah dari pihak lain telah terdorong oleh rasa kebencian. bila demikikian, apa-apa yang dilakukannya itu sudah merupakan manifestasi dari mental yang rusak. Apalagi bila dilihat dari sudut pandang logika, serangan-serangan mereka terhadap kelompok lain seringkali melanggar kaidah-kaidah logika, sehingga bagi saya ketika mereka menuduh pihak lain sesat dia menampakan kesesatan dirinya sendiri kepada orang lain secara jelas.

Di sisi lain, apa yang saya lakukan sekarang juga merupakan bentuk "kritikan terhadap orang lain". Tapi tujuan saya hanyalah mengingatkan diri saya sendiri bahwa dalam hal belajar, saya tidak boleh mengikuti cara mereka. saya harus lebih memperhatikan pengembangan mental spiritual dari pada sekedar mengembangkan pengetahuan. Biar mereka sibuk mencari-cari kesalahan pada diiri dan ajaran orang lain, dan saya akan sibuk mencari-cari kesalahan pada diri saya sendiri agar saya dapat memperbaikinya dan dapat melakukan "mikraj ruhani" dan saya akan mikraj bersama orang-orang yang fokus mengembangkan diri, meninggalkan mereka yang hanya sibuk mengembangkan pengetahuan. Mereka itu orang-orang yang belum mengerti soal pengetahuan yang tidak dapat dipelajari, yaitu yang disebut dengan al Hikmah, yang hadirnya di dalam batin selalu disertai dengan kebahagiaan. Mereka itu yang mencari kebenaran di dalam tapal batas pikirannya sendiri. saya akan menuntun orang-orang yang saya cintai agar tidak mengikuti tata cara mereka dalam belajar.
« Edit Terakhir: Pebruari 15, 2015, 03:08:35 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ziels

Re:Belajar Dengan Mencari Kesalahan Orang Lain
« Jawab #1 pada: Pebruari 15, 2015, 04:53:51 PM »
Alhamdulillah...mantap deh. Hahaha... Semangat kang.
 

Offline Ziels

Re:Belajar Dengan Mencari Kesalahan Orang Lain
« Jawab #2 pada: Pebruari 15, 2015, 05:46:00 PM »
Oh ya, saya pernah dinasehati orang, bahwa

"Lautan itu tdk akan keruh dgn limbah berton-ton tiap harinya atau detiknya dan selamanya pasti tetap jernih, nah kamu pun jg harus seperti itu (mimik serius).
Maksud perkataanku bagaimana (raut wajah bertanya2)??? (Ayolah...) Ya hatimu itu harus seperti lautan jgn seperti sungai, kolam ataupun genangan air... Di lempar i tanah sedikit sudah/gampaog keruh...(sambil tersenyum) Saya ini tidak akan menasehati orang lain kecuali saya sudah melaksanakannya."

Nasihat ini yg sampai skrg saya pegang, tp ya saya sendiri masih terseok-seok tersandung-sandung, terkapar-kapar gak karuan hehe...

Saya jd berpikir, jangan jangan Nabi kita SAW pasti punya sifat seperti ini. Lha masa beliau dilempari cacian, batu dan kotoran masih sempat mendoakan baik. Kalau saya mah sudah tak doakan hidup menderita gak mati2...hehe...
 

Offline gumalta

Re:Belajar Dengan Mencari Kesalahan Orang Lain
« Jawab #3 pada: Agustus 25, 2015, 08:17:49 AM »
Kata orang, pengalaman adalah guru terbaik. Mungkin ada benarnya.
Pengalaman2 yang sudah ada, bisa menjadi acuan kita dalam mengambil/menentukan pilihan dalam hidup. Baik itu pengalaman baik atau pengalaman buruk.
Pengalaman orang lain juga banyak yang berharga yang mesti dijadikan acuan. Suatu pengalaman tidak mesti dialami sendiri untuk dapat dipelajari, apalagi pengalaman buruk. Jauh2 deh hehehe
 

Offline Ziels

Re:Belajar Dengan Mencari Kesalahan Orang Lain
« Jawab #4 pada: Agustus 26, 2015, 03:55:30 PM »
Oh ya, saya pernah dinasehati orang, bahwa

"Lautan itu tdk akan keruh dgn limbah berton-ton tiap harinya atau detiknya dan selamanya pasti tetap jernih, nah kamu pun jg harus seperti itu (mimik serius).
Maksud perkataanku bagaimana (raut wajah bertanya2)??? (Ayolah...) Ya hatimu itu harus seperti lautan jgn seperti sungai, kolam ataupun genangan air... Di lempar i tanah sedikit sudah/gampaog keruh...(sambil tersenyum) Saya ini tidak akan menasehati orang lain kecuali saya sudah melaksanakannya."

Nasihat ini yg sampai skrg saya pegang, tp ya saya sendiri masih terseok-seok tersandung-sandung, terkapar-kapar gak karuan hehe...

Saya jd berpikir, jangan jangan Nabi kita SAW pasti punya sifat seperti ini. Lha masa beliau dilempari cacian, batu dan kotoran masih sempat mendoakan baik. Kalau saya mah sudah tak doakan hidup menderita gak mati2...hehe...

Ini dulu saya yg nulis yah???
Serasa gimanaaaa gitu, ketika membacanya tuk kedua kali setelah kian lama...pengen rasanya jitak diriku yg lalu sambil bilang "halah prettt...sok tahu...!!!"
Serasa malu, kikuk atau semacamnya.

 

Offline Ziels

Re:Belajar Dengan Mencari Kesalahan Orang Lain
« Jawab #5 pada: Agustus 26, 2015, 04:03:31 PM »
Ini dulu saya yg nulis yah???
Serasa gimanaaaa gitu, ketika membacanya tuk kedua kali setelah kian lama...pengen rasanya jitak diriku yg lalu sambil bilang "halah prettt...sok tahu...!!!"
Serasa malu, kikuk atau semacamnya.



Komentar ini pun suatu saat akan membuat diriku malu jika jauh kemudian hari aq membacanya tuk kesekian kali... :57:
 

Offline gumalta

Re:Belajar Dengan Mencari Kesalahan Orang Lain
« Jawab #6 pada: Agustus 26, 2015, 07:30:23 PM »
Kayak liat2 status2 sendiri di sosmed bbrp tahun sebelumnya. Kepikiran "Dulu gw lebay yach..?" Hehee

Offline Ziels

Re:Belajar Dengan Mencari Kesalahan Orang Lain
« Jawab #7 pada: Agustus 27, 2015, 01:01:46 AM »
Kayak liat2 status2 sendiri di sosmed bbrp tahun sebelumnya. Kepikiran "Dulu gw lebay yach..?" Hehee

Betullll....  :iagree:
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
2081 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 30, 2013, 05:18:07 PM
oleh Sandy_dkk
11 Jawaban
2572 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 08:38:13 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
947 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 16, 2013, 04:06:50 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
720 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 17, 2013, 10:44:55 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1536 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2013, 02:53:30 PM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
3954 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 05, 2013, 01:18:13 AM
oleh Sandy_dkk
8 Jawaban
2230 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 20, 2016, 12:08:20 AM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
1126 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 05, 2015, 03:00:58 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
919 Dilihat
Tulisan terakhir April 24, 2016, 09:05:35 AM
oleh ratna
1 Jawaban
840 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2016, 04:07:23 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan