collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: apa sih yang menyenangkan di Facebook?  (Dibaca 1550 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
apa sih yang menyenangkan di Facebook?
« pada: Maret 03, 2012, 03:17:06 PM »
saya membuat akun di facebook. ingin tau, sebenarnya apa sih yang orang-orang senangi di facebook?

setelah 3 tahun bergabung di facebook, saya tak dapat menemukan hal-hal yang menyenangkan.

di facebook, orang-orang hanya bercanda-canda, update status, ngomong apa aja ngalor ngidul. emank apa yang menyenangkan dari hal-hal seperti itu?

saya lebih menyukai forum, di mana saya bisa berdiskusi suatu persoalan secara serius, sehingga melahirkan suatu pengetahuan yang bermanfaat.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:apa sih yang menyenangkan di Facebook?
« Jawab #1 pada: Maret 30, 2015, 11:08:31 AM »
Ini pendapat saya 4 tahun sekitar 3 tahun yang lalu mengenai Facebook:
Quote (selected)
Salah satu hal yang menggangguku kalau aku sedang online di lab: Dikira Facebook’an. “Ini malah Facebook’an…” begitu kata sebagian besar orang saat melihatku membuka aplikasi Mozilla Firefox ketika mengikuti mata kuliah yang berhubungan dengan komputer. Padahal aku tidak membuka Facebook sama sekali. Sebal rasanya dibilang begitu. Biasanya kemudian aku memperlihatkan monitor di hadapanku pada mereka dan berkata, “Memangnya siapa yang Facebook’an?”.
Aku memang tidak membenci Facebook. Aku juga punya Facebook. Bahkan aku juga mendapat banyak teman, terutama orang-orang LW dari Facebook. Tapi aku lebih suka berforum. Tidak seperti di social network, diskusi di forum jauh lebih terarah karena tiap topik yang dibahas mempunyai tempatnya sendiri-sendiri. Aku mulai berforum sejak menginjak bangku SMA kelas 3. Forum pertama yang kuikuti adalah IOPC (Indonesian One Piece Community). Sejak saat itu aku kecanduan untuk terus memposting di forum itu. Aku jadi tidak begitu mempedulikan akun-akun social network-ku lagi. Kemudian saat aku kuliah di semester 3, IOPC down karena telat membayar biaya hosting server. Selama setengah tahun IOPC tidak bisa dibuka. Dalam masa itu aku kembali aktif di Facebook, meskipun rasanya tak seasyik di forum. Aku juga mendaftar berbagai forum untuk mengisi kekosongan, seperti WtW, APforums, ForSa, dan IDGS. Setengah tahun pun berlalu dan akhirnya IOPC sudah bisa dibuka walaupun sekarang pindah server. Akupun kembali asyik berfoum ria. Forum-forum yang dulu kuikuti hanya sebagai pelarian dari IOPC juga masih cukup sering kukunjungi. Aku kembali menikmati asyiknya berforum, tapi saat itu akupun masih aktif di Facebook sampai akhirnya aku tersadar dan berpikir, buat apa masih aktif di Facebook, toh obrolannya cuma begini-gini aja, beda dengan di forum yang diskusinya benar-benar terarah. Akhirnya aku pun kembali menjadi Facebooker pasif.
Sebenarnya bukan tidak ada alasannya aku jadi sedikit sensi dengan yang namanya Facebook. Yang membuatku berpikir agak sentimen soal Facebook adalah pandangan umum masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa setiap kali orang online yang dibuka pertama kali adalah Facebook. Hal ini tidak benar. Bertahun-tahun aku menjelajahi Digital World, hampir tidak pernah aku membuka Facebook sebagai situs pertama yang kubuka saat online. Sebal rasanya saat melihat orang yang sedang online membuka banyak tab, namun isinya Facebook semua. Masih mending cuma tab, kadang-kadang ada orang yang buka berbaris-baris window dan isinya pun semuanya sama: Facebook. Please deh, satu aja kenapa? Lagian memangnya internet ini isinya cuma Facebook apa? Aku jadi geli saat di salah satu forum (lupa forum yang mana saking banyaknya) aku membaca sebuah postingan tentang ciri-ciri anak alay. Salah satu diantaranya adalah: minta dibelikan laptop mahal-mahal tapi tahunya cuma Facebook’an. Jujur, waktu aku tahu bahwa Indonesia adalah pengguna Facebook terbesar nomor 3 di dunia, aku sama sekali tidak merasa bangga. Sebaliknya aku justru merasa malu karena banyak pihak yang mengatakan bahwa itu adalah sebuah prestasi yang menunjukkan Indonesia sudah lebih maju dalam kehidupan dunia maya. Padahal rata-rata hanya membuka Facebook saja tanpa membuka situs-situs yang lain. Padahal tujuan dari Facebook sendiri juga tidak begitu jelas. Di forum kita banyak mendapat pengetahuan yang sangat sulit kita dapatkan di social network. Aku sendiri tidak bermaksud menyombongkan diri. Buktinya aku bahkan lebih respek pada orang-orang yang berlama-lama online hanya untuk main game daripada orang yang berlama-lama online hanya untuk Facebook’an. Setidaknya para gamer itu memiliki tujuan yang lebih jelas daripada para maniak Facebooker. Akhirnya aku pun kembali pasif di Facebook, menikmati identitasku sebagai seorang forumer yang baik (bukan junker) dan juga seorang blogger. Sekarang kalau aku ada waktu untuk online, hanya sekitar 5% waktu yang kugunakan untuk membuka Facebook. Yang lain kuhabiskan di forum, karena di forum aku jadi bisa membuktikan pada diriku sendiri bahwa diriku masih berguna. Sampai saat ini kira-kira ada sekitar 10 forum yang kuikuti dengan cukup aktif. Dari forum-forum itu aku banyak mendapatkan pengetahuan. Aku sebal saat MEC dulu, saat dosenku menyebutkan kata “sibling” dan yang ditanya tidak tahu artinya, aku langsung menjawab bahwa arti kata “sibling” adalah “saudara”. Teman yang duduk di sebelahku berkomentar, “Pasti tahunya dari Facebook ya?”. Aku langsung sebal dikomentari begitu, padahal aku tahu arti kata “sibling” beberapa bulan sebelum menemukan kata itu di Facebook! Beginilah, seolah-olah kalau nggak Facebook-an nggak tahu apa-apa, padahal dibandingkan situs-situs forum, pengetahuan yang diberikan Facebook tidak sampai 5%!
Facebook, Facebook, dan Facebook. Aku selalu benci kalau saat aku online di lab ada yang mengatakan, “Kamu ini malah Facebook’an!” padahal aku tidak membuka Facebook sama sekali. Biasanya aku langsung menjawab, “Memangnya siapa yang Facebook’an? Memangnya internet itu cuma Facebook apa?”. Itulah. Camkan kalimat terkahirku. Memangnya internet itu cuma Facebook apa?
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
3272 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 06, 2015, 11:45:37 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
634 Dilihat
Tulisan terakhir September 01, 2012, 07:17:51 AM
oleh Kang Asep
13 Jawaban
3757 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 12, 2012, 03:55:28 PM
oleh kang radi
2 Jawaban
2358 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 10, 2013, 09:27:55 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
953 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 03:10:46 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
555 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 24, 2014, 04:50:32 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1168 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2014, 09:26:41 AM
oleh kang radi
2 Jawaban
1912 Dilihat
Tulisan terakhir November 29, 2015, 09:09:38 PM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
660 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 15, 2015, 02:30:34 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
358 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2016, 12:18:45 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan