collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Anaknya berwujud Gurita  (Dibaca 6464 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Anaknya berwujud Gurita
« pada: November 12, 2012, 06:47:33 PM »


Dulu sekali, bulan dan tahunnya pun telah terlupakan. saya pernah menyaksikan tayangan sebuah televisi swasta, ntah yang mana, apa Indonesia, TransTV atau TVOne, saya juga lupa, yang jelas saya ingat bahwa berita ini ditayangkan sore hari sekitar pukul 17.00, menyiarkan suatu berita yang menakjubkan bagi saya.

seorang ayah dengan anak sulungnya menunggu di tepi laut, disaksikan juga oleh warga masyarakat. mereka berdua sedang menunggu kedatangan anak dan saudaranya dari laut. si Bapak di wawancarai bahwa anaknya itu berwujud gurita. ia mengaku istrinya telah melahirkan dua anak, yang satu berwujud manusia seperti biasanya, yaitu yang anaknya sekarang bersama dipinggr pantai. tapi anaknya yang satu lagi, yang lahir beberap menit kemudian berwujud seekor gurita. anak keduanya itu kemudian dilepas ke laut. dan mereka berjanji bahwa pada setiap tanggal 10 muharram, mereka akan menjumpai gurita itu dipinggir pantai tersebut.

Hari itu adalah tanggal 10 muharam. kamera TV terus memantau ayah dan anak yang sedang menunggu kedatangan sesuatu dari laut. menakjubkan, beberap saat kemudian munculah dari laut seekor gurita. kamera berhasil menangkap gambar gurita itu, walaupun posisinya masih jauh. jelas, gurita itu menuju ke pinggir pantai.

sang ayah dan si sulung segera mengampiri pantai. kamera pun mengikitnya. sangat menakjubkan, gurita tersebut menyentuh tangan sang ayah dan sang adik dengan tentekelnya. lalu terdengarlah suara tangisan persis tangisan seorang anak yang melepas rindu berjumpa dengan orang-orang yang dicintainya.

sang ayah mengangkat dan membawanya ke rumah, untuk berjumpa dengan ibu kandungnya. kepada reporter menjelaskan, bahwa anaknya itu hanya 1 malam saja menginap. besoknya harus sudah dilepaskan lagi.

reporter bertanya, "kenapa tidak dipelihara di rumah saja?"

sang ayah menjawab, "tadinya kami ingin memelihara anak kami di rumah. tapi saya bermimpin bahwa anaknya itu harus dilepaskan ke laut, karena di sanalah kehidupannya. dan agar kami kemudian menemuinya setiap tanggao 10 muharam. maka kami melepaskanya ke laut."

saat ini, saya teringat tayangan tersebut, mencoba mencari berita tersebut di google, tapi tidak berhasil menemukannya. tapi ada kisah lain yang mirip. silahkah di simak :

====================================================================

Anaknya di Laut
[/u]



Mungkin seorang La Jamal tiada pernah menyangka bahwa anak kembarnya yang lahir lima belas tahun silam akan berbeda dengan anak kembar lainnya. Selama hamil, istrinya tidak pernah ngidam hal-hal yang aneh meski memang pernah mengeluhkan adanya suatu firasat yang kurang enak. Persalinan yang dibantu oleh seorang dukun beranak di desa Tulehu, Maluku Tengah, tersebut merupakan suatu keajaiban bagi ia dan keluarganya. Bayi laki-laki pertama yang terlahir dari rahim istrinya malam itu langsung meninggal di tempat sesaat setelah menatap dunia. Selang beberapa waktu berikutnya, lahirlah bayi keduanya. Namun, bayi keduanya ini sungguh berbeda dari bayinya yang telah lahir lebih dahulu. Bayi ini masih terbungkus rapi dengan plasenta. Dia tidak memiliki kepala, tangan, dan kaki seperti layaknya bayi manusia normal. Betapa kagetnya La Jamal begitu mengetahui bahwa bayi yang terbungkus plasenta itu justru berwujud seekor binatang laut yang kerap ditemuinya ketika sedang melaut. Ya, bayi keduanya itu berwujud seperti seekor gurita dengan kepala dan tentakel di dalam plasenta tersebut. Setelah menyadari bahwa tempat hidup anak yang kemudian diberi nama Ode Jaga itu bukanlah di daratan, maka pria asal Buton kelahiran tahun 1960 itu pun lantas melepasnya ke laut setelah menyematkan sebuah cincin emas pada salah satu tentakelnya.

Bagi sebagian orang perkara di atas mungkin merupakan hal yang sangat mustahil untuk terjadi di dunia nyata. Namun, bagi orang-orang yang berasal dari suku Buton kejadian tersebut bukanlah hal yang luar biasa karena sudah lumrah terjadi secara turun temurun. Dalam satu keluarga suku Buton, pasti ada saja yang memiliki kerabat berupa hewan yang kebanyakan berwujud gurita. La Jamal sendiri memiliki seorang sepupu yang tinggal di pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang juga memiliki anak seekor gurita. Menurut lelaki yang kini berdomisili di desa Kelapa Dua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat ini, hal tersebut mungkin merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang mereka yang kebanyakan adalah pelaut.

Gurita yang lahir dari rahim manusia ini memiliki beberapa perbedaan dengan gurita yang kerap ditemui di laut. Dilihat dari bentuk kepalanya, gurita anak manusia memiliki bentuk kepala yang memanjang seperti cumi-cumi, berbeda dengan gurita laut yang memiliki kepala membulat dan agak pendek. Jika posisi mata gurita laut terletak agak menyamping, maka posisi mata gurita anak manusia terletak lebih ke depan. Satu perbedaannya lagi adalah, pada gurita anak manusia dapat ditemukan selaput-selaput yang saling menghubungkan antar tentakelnya. Hal ini tidak dapat ditemukan pada gurita laut. Hampir seluruh gurita anak manusia ini konon katanya berjenis kelamin perempuan. Meski dalam wujud seekor gurita tidak dapat diketahui jenis kelamin dari anaknya, tetapi La Jamal mengaku sering didatangi oleh anaknya tersebut dalam wujud seorang perempuan.

Walaupun domisili orang tuanya kini berbeda dengan pada saat ia dilepas ke laut, tetapi gurita ini dapat mengetahui tempat tinggal keduanya yang sekarang dengan benar. Menurut penuturan Wa Zahara, istri kedua La Jamal, Ode Jaga terakhir kali mengunjungi mereka di pantai belakang rumahnya pada tahun 2003 lampau. Bukan hanya mengunjungi kedua orang tuanya, masih menurut perempuan yang memiliki empat orang anak ini, Ode Jaga juga kerap menyambangi kediaman sanak saudaranya di berbagai tempat di pulau Ambon dan Seram.

Untuk mengetahui apakah gurita yang naik ke pantai belakang rumahnya adalah Ode Jaga atau bukan, biasanya La Jamal menggunakan bahasa isyarat. Jika benar ia adalah Ode Jaga, maka tentakel gurita tersebut biasanya akan langsung memeluk jari sang ayah. Sebagaimana layaknya hewan laut lainnya yang tidak dapat hidup lama di daratan, maka biasanya Ode Jaga hanya berada di rumah orang tuanya paling lama satu malam. Sebelum dilepas kembali ke laut, orang tuanya biasa membekali Ode Jaga dengan sejumput ketupat, telur, piring putih, uang, dan sirih pinang. Perbekalan tersebut biasanya akan dipeluk oleh tentakel Ode Jaga untuk kemudian dibawa serta ke dalam laut.

Meski tak serupa dengan anak-anak lainnya, La Jamal bersyukur memiliki seorang anak di laut. Anaknya kerap menunjukkan jalan baginya apabila tiba-tiba tersesat di tengah lautan. La Jamal tinggal menyebut nama anaknya tersebut, maka sesaat kemudian ia akan bisa melihat daratan tujuannya. Karena ketiadaan bukti otentik berupa gambar anak guritanya, kisah La Jamal ini mungkin terdengar seperti isapan jempol belaka. Namun, sebagai seorang hamba yang meyakini kebesaran Rabbnya, maka hal tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk diciptakan oleh Allah. Dan, sejatinya Rabb Semesta Alam tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Seekor Ode Jaga, bisa terlahir dari rahim seorang manusia adalah agar umatnya mau lebih mentafakuri segala ciptaanNya.

“Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Qur'an itulah yang hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya, dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” [QS. Al Hajj : 54]

sumber : http://drosalina.blogspot.com/2007/07/anaknya-di-laut.html
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Anaknya berwujud Gurita
« Jawab #1 pada: Agustus 31, 2015, 10:31:48 AM »
Gurita yang lahir dari rahim manusia ini memiliki beberapa perbedaan dengan gurita yang kerap ditemui di laut. Dilihat dari bentuk kepalanya, gurita anak manusia memiliki bentuk kepala yang memanjang seperti cumi-cumi, berbeda dengan gurita laut yang memiliki kepala membulat dan agak pendek. Jika posisi mata gurita laut terletak agak menyamping, maka posisi mata gurita anak manusia terletak lebih ke depan. Satu perbedaannya lagi adalah, pada gurita anak manusia dapat ditemukan selaput-selaput yang saling menghubungkan antar tentakelnya. Hal ini tidak dapat ditemukan pada gurita laut.

Seperti inikah?
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
9 Jawaban
2835 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2013, 01:23:04 PM
oleh tasikita
0 Jawaban
989 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 06, 2013, 12:55:34 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
346 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2016, 07:48:22 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
784 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2016, 09:57:26 AM
oleh comicers

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan