collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw  (Dibaca 6973 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« pada: Pebruari 26, 2013, 07:59:11 PM »
Turunnya surah 33:33 berkenaan dengan Ali, Fathimah, Hasan dan Husain a.s[1]

Aisyah berkata, “Pada suatu pagi Rasulullah saw keluar (dari rumah) dengan membawa sehelai kain berbulu yang berwarna hitam, kemudian datanglah Hasan bin Abli, lalu beliau memasukannya (ke bawah kain), kemudian datanglah Husain, lalu dia masuk bersamanya, kemudian datanglah Fathimah, lantas beliau memasukannya (ke bawah kain), lantas datanglah Ali, lalu beliau memasukannya, kemudian beliau berkata, “Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan keraguan (rijs) darimu wahai Ahlul Bayt dan mensucikannya sesuci-sucinya.”[2] 

 1. Abu Zahra, Keutamaan Shalawat dan Tahlil, Hal. 17
 2.   [11] Shahih Muslim, pada bab Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw; Al Mustadrak ala Shahihain 3/147; Sunan Al-Baihaqi 2/149 : Tafsir Ibnu Jarir at Thabari 22/5
« Edit Terakhir: Pebruari 26, 2013, 08:02:22 PM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Sehidup Semati Dengan Rasulullah SAW
« Jawab #1 pada: Pebruari 26, 2013, 11:21:23 PM »
Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah bersabda, “siapa yang ingin sehidup semati denganku dan tinggal di dalam surga Aden yang telah diciptakan Tuhanku, maka hendaknya dia menjadikan Ali sebagai pemimpinnya setelahku, mendukung penggantinya dan mengikuti Ahlul Baytku. Karena mereka itu adalah itrahku (orang-orang yang punya hubungan darah yang dekat), mereka diciptakan dari darah dagingku, dan mereka diberi pemahamanku dan ilmuku, maka celakalah umatku yang mendustakan keutamaan mereka dan memutuskan hubunganku dengan mereka. Allah tidak akan memberikan syafaatku kepada mereka.” (H.R Al Thabrani dalam Al Ausath : Hilayah al Auliya 1/84) [1]

 1. Abu Zahra, Keutamaan Shalawat dan Tahlil, Hal. 33
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Ahlul Bayt Di Bawah Kerudung Hitam
« Jawab #2 pada: Pebruari 27, 2013, 04:26:45 AM »
Apakah definisi ahlul bait?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Ahlul Bayt Di Bawah Kerudung Hitam
« Jawab #3 pada: Pebruari 27, 2013, 05:04:11 AM »
keluarga nabi
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #4 pada: Pebruari 27, 2013, 08:17:24 PM »
Keluarga terdiri dari suami istri dan anak, disebut juga dengan keluarga inti, maka ahlul bait Nabi saw adalah istri dan putra-putri Beliau saw. Diluar daripada itu maka bukanlah keluarga inti, berarti pula bukan ahlul bait. Benar demikian Kang? 
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #5 pada: Pebruari 27, 2013, 08:50:49 PM »
benar kang Ratna, jika yang dimaksud keluarga inti adalah istri dan anak-anak saja.

Pertanyaan saya yang pertama, apa perbedaan keluarga dengan keluarga inti?
Pertanyaan kedua, selain kang Ratna, siapa yang sudah membedakan definisi keluarga dengan keluarga inti?
Pertanyaan ketiga, apakah menantu termasuk bagian keluarga atau bukan?
Pertanyaan keempat, apakah anak paman merupakan bagian dari keluarga atau bukan?
Pertanyaan kelima, sekarang bagaimana bila saya berencana berkunjung ke rumah kang Ratna, dan saya mengatakan "saya akan datang bersama keluarga". apakah itu artinya "bersama seluruh keluarga saya" atau "bersama sebagian keluarga saya" ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #6 pada: Pebruari 27, 2013, 09:09:51 PM »
^akan saya jawab Kang, tapi nanti dulu ya. soale batterynya dah lowbite. Sekalian mo pamit, assalamualaikum...
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #7 pada: Pebruari 28, 2013, 01:51:59 AM »
Keluarga besar adalah keluarga yang terdiri dari keluarga inti ditambah dengan kakek,nenek,orang tua,paman,bibi,sepupu,kemenakan,cucu (yang bertalian darah), dengan definisi ini maka ahlul bait Nabi saw adalah keluarga inti ditambah yang bertalian darah dengannya. Diluar itu berarti bukanlah ahlul bait. Jadi saya menafsirkan term keluarga pada definisi ahlul bait menurut Kang Asep adalah seperti itu. Kemudian menurut Kang Asep sendiri penjelasannya bagaimana?

Jawaban dari pertanyaan Kang Asep:

1. Keluarga inti adalah bagian dari keluarga
2. Tidak ada yang membedakan
3. Bukan
4. Bisa semuanya, bisa sebagian
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #8 pada: Pebruari 28, 2013, 11:20:47 AM »
Kutip dari: ratna
Bisa semuanya, bisa sebagian

ingat dengan kaidah logika, kang!

A adalah B

apakah A itu sebagian atau seluruh?

apakah B itu sebagian atau seluruh?

Ahlul Bayt Nabi disucikan Allah

Ahlul Bayt disitu sebagian atau sluruh?

yang disucikan Allah disitu berdasrkan kaidah logika, sebagain atau seluruh?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #9 pada: Maret 01, 2013, 01:51:32 AM »
ingat dengan kaidah logika, kang!

A adalah B

apakah A itu sebagian atau seluruh?

apakah B itu sebagian atau seluruh?

Ahlul Bayt Nabi disucikan Allah

Ahlul Bayt disitu sebagian atau sluruh?

yang disucikan Allah disitu berdasrkan kaidah logika, sebagain atau seluruh?

Ya sekarang saya ingat Kang!

A adalah bermakna seluruh / meniap / distributed
B adalah bermakna sebagian / tak meniap / undistributed

Saya akan datang bersama keluarga saya -----> keterangan mengurai / categorical proposition bentuk (A) meliput-menegas, pinggir pokok / subject bersifat meniap / distributed, pinggir sebutan / predicate bersifat tak meniap / undistributed.

Saya akan datang bersama keluarga saya, mengandung maksud----> Saya akan datang bersama sebagian keluarga saya

4. Bisa semuanya, bisa sebagian

Saya menjawab pertanyaan Kang Asep yang no. 4 adalah ketika saya berpikir dalam kemungkinan-kemungkinan secara empiris Kang!
 

Offline Sandy_dkk

Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #10 pada: Maret 01, 2013, 05:10:55 AM »
4. Bisa semuanya, bisa sebagian
.
.
.
tidak masalah.

kesimpulannya adalah "Sebagian A adalah C"

pernyataan tersebut tampak bertentangan dengan "Setiap A adalah C".

tapi pertentangan tersebut bukanlah kontradiksi, bukan pula kontrari, bukan pula subkontrari. tapi pertentangan yang muncul adalah subalternasi. adapun pertentangan subalternasi bukan merupakan masalah, sebab memiliki sifat "bisa benar keduanya". menyatakan "sebagaian A adalah C", tidak berarti "sebagian lainya bukan C".

ya, tidak ada masalah dengan jawaban kang ratna tsb...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #11 pada: Maret 01, 2013, 08:10:27 AM »
Kutip dari: ratna
Saya menjawab pertanyaan Kang Asep yang no. 4 adalah ketika saya berpikir dalam kemungkinan-kemungkinan secara empiris Kang!

kemungkinan empiris tersebut memang ada. tapi kalau kemungkinan dianggap kepastian, maka ini lah yang menjadi masalah. untuk menghindari kesalahan berpikir, kemungkinan harus difahami kemungkinan. kepastian harus difahami sebagai kepastian.

Ahlul bayt Nabi disucikan Allah sesuci-sucinya.

menurut kaidah logika yang melahirkan kepastian kebenaran dan bukan kemungkinan kebenaran, maka term Ahlul Bayt tersebut harus dimaknai seluruh atau sebagian?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #12 pada: Maret 01, 2013, 09:30:36 AM »
^ Sebagian.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #13 pada: Maret 01, 2013, 11:19:59 AM »
kalau "sebagian" berarti kita seharusnya tidak berpikir bahwa ahlul bayt yang disucikan Allah itu adalah "seluruh keluarga nabi". betul atau tidak?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Keutamaan Ahlul Bayt Nabi saw
« Jawab #14 pada: Maret 01, 2013, 01:49:51 PM »
^Betul! Jadi ahlul baits Nabi saw adalah keluarga Nabi saw dan yang disucikan Allah adalah sebagianya.  Sebagian yang dimaksud adalah yang ada dalam hadits Siti Aisyah ra?
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2361 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2012, 12:25:50 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1886 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 01, 2012, 04:46:22 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1784 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 11, 2012, 02:18:53 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1746 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 15, 2012, 01:07:20 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1967 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 06:34:27 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1050 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 26, 2013, 06:00:17 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1435 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 19, 2015, 01:40:55 PM
oleh hamaslover
0 Jawaban
244 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2016, 04:19:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
259 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 20, 2016, 04:40:48 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
245 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 21, 2016, 01:50:35 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan